
Pak Damar dan Bu Rani terkejut dengan suara ketukan di kaca mobil.
"Pak Damar jangan di buka !"
" Gak apa-apa kamu tenang saja."
Pak Damar menurunkan kaca mobilnya, nampak seorang wanita berpakaian gembel.
"Paakk ! minta uang." Ucapnya sambil menengadahkan tangannya.
Pak Damar kemudian memberikan selembar uang merah, pada wanita itu.
Wanita gembel itu tertawa senang, "makasih paakk !" Kemudian diapun berlalu.
Bu Rani menarik nafas lega, dia takut kalau tadi wanita itu orang jahat.
Kemudian mereka berdua kembali melanjutkan tujuan mereka ke gedung tempat ajang school idol berlangsung.
Saat keluar dari mobil, kedua pasangan yang baru saja jadian. Sepasang kekasih yang sama-sama bucin, dimana kebucinan mereka mengalahkan anak-anak mereka.
Mereka berdua berjalan sambil bergandeng tangan, bu Rani bergelayut manja di lengan kokoh pak Damar.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan tingkah mereka.
Sepasang mata milik Ardan, berulang kali suami Clarisa itu mengerjapkan matanya. Seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ardan ingin menghampiri, tapi dia mengurungkan niatnya. Diapun membiarkan mamanya dan pak Damar masuk ke dalam gedung.
...***...
Dilain tempat, pak Hermawan dan Reno anaknya sedang memantau kerja pak Adam, bu Herni dan Nadia, dibantu dengan beberapa anak buah pak Hermawan. Malam ini mereka akan menculik Clarisa.
Sesuai dengan rencana, Nadia yang sudah tahu seluk beluk di belakang panggung. Dia dan kedua orang tuanya masuk ke dalam dengan cara sembunyi-sembunyi.
"Sebaiknya kita tunggu di sini saja." Ucap Nadia pada 2 orang tuanya.
"Iya sepertinya Clarisa akan tampil sebentar lagi." Kata pak Adam.
"Seandainya Clarisa tidak membuka kecuranganku, malam ini pasti aku yang tampil." Ujar Nadia berandai-andai.
"Sudahlah, lagipula itu kecerobohanmu juga. Salahmu sendiri kau tidak berhati-hati." Protes maminya.
"Iihh mami, namanya juga khilaf."
"Kalo khilaf gak usah berandai-andai. Mending pikir gimana caranya kita bawa Clarisa dari sini tanpa menghilangkan jejak. Mami gak mau apa yang sudah kita nikmati sekarang diambil sama pak Hermawan." Gerutu bu Herni.
"Sudah ! kalian berdua gak usah saling bantah. Papi ada akal agar Clarisa bisa kita bawa dari sini dengan diam-diam."
Pak Adam kemudian menelfon pak Hermawan, dia meminta beberapa anak buah pak Hermawan untuk melancarkan aksinya.
...***...
Tepuk riuh suara penonton menggema di tiap sudut gedung.
Para penonton yang berdiri di depan panggung, bersorak nama jagoan mereka masing-masing. Sorakan itu disertai dengan yel-yel pendukung untuk penyanyi favorite mereka.
Kedua Host mulai membuka acara puncak school idol.
"Selamat malam semuanyaaa ! dan selamat datang di malam puncak School Idooolll." Salam ke dua host dengan suara lantang.
"Malam ini merupakan puncak di mana kita semua akan segera mengetahui, siapakah yang akan menjadi pemenang school idol tahun ini."
Para kedua host anak muda itu, saling sahut menyahut untuk membuka acara puncak malam ini.
Selesai membuka acara, tiba saatnya Clarisa menjadi peserta pertama yang akan tampil.
"Baiklah semuaanyaaa mari kita sambut peserta pertama kita, Clarisaaa!!!"
Lampu panggung berganti gelap. Hanya menyisakan lampau terang yang ada diatas panggung.
Suara musik pengiring terdengar indah di telinga, ditambah suara Clarisa yang mulai bernyanyi.
...Sakura...
...Senada cinta bersemi di antara kita...
__ADS_1
...Menyandang anggunnya peranan jiwa asmara...
...Terlanjur untuk terhenti...
...Di jalan yang telah tertempuh semenjak dini...
...Sehidup semati...
Suara pembuka Clarisa terdengar begitu energik. Semua penonton pun seperti tersihir ikut bergoyang dengan suara dentuman musik.
...Bersama dirimu terbebas dari nestapa....
...Dalam wangi bunga cita cinta dan bahagia....
...Walau rintangan berjuta, walau cobaan memaksa...
...Diriku terbuai di batas asrama...
...Kian lama kian pasrah kurasakan jua....
...Janji yang terucap tak mungkin terhapus saja....
...Walau rintangan berjuta, walau cobaan memaksa...
...Diriku terjerat di peluk asmara....
...Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah...
...Menyentuh sanubari tak semudah kusangka...
...Yakin akan cintamu, yakin 'kan segalanya...
...Perlahan dan pasti daku...
...'Kan melangkah menuju damai jiwa....
Ardan tersenyum melihat kelincahan istrinya dalam bernyanyi sambil bergoyang mengikuti suara hentakan musik.
Malam ini di penampilan pertamanya, Clarisa menuai banyak pujian dari para juri. Kecuali juri yang satu, yakni mas Sudikah. Entah kenapa mas Sudikah ini begitu sentimen dengan Clarisa.
"Kurang energik gimana sih ? lah wong anaknya saya liat bergoyang sesuai dengan Hentakan musik." Protes bunda Fara.
"Mungkin maksud mas Sudikah kurang enerjik itu, Clarisa harus salto tadi, jungkir balik gelimpang." Sambung Mas Indra.
" Ya gak gitu juga kaliii ! Ya sudah Clarisa malam ini kamu bagus !" Ucap mas Sudikah akhirnya mengakui kehebatan Clarisa.
Bunda Fara dan mas Indra menepuk jidat berjamaah.
"Huuuuu...! " Sorak penonton mendengar ucapan mas Sudikah, tanda memperotes komentar dari mas Sudikah.
...***...
Selesai tampil Clarisa kembali ke belakang. Meylani menyambutnya dengan bahagia.
"Kamu keren Clar, doakan aku bisa sebagus kamu ya."
"Aamiin, mau juara 1 atau 2 kita ini sudah pemenangnya Mey."
Kedua teman sekamar itu berpelukkan. Tiba saatnya Meylani maju.
"Mba Clar !" panggil salah satu panitia acara.
"Ada apa pak ?"
"Itu di belakang sana ada kurir katanya mau antar paket. Saya mau ambil dia gak mau. Maunya mba Clarisa sendiri yang ambil."
Itu pasti mas Ardan, diakan suka gitu. Heheheh.
"Yah sudah gak apa-apa Pak ! makasih ya."
Tanpa rasa curiga, Clarisa segera melangkah ke pintu belakang menemui kurir yang di maksud.
Saat dia membuka pintu, dia tidak melihat seorang kurir. Tak ada siapa-siapa di belakang.
Tiba-tiba, pak Adam membekab mulut dan hidung Clarisa dari belakang dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya.
__ADS_1
"Mmmmmmm...!" teriak Clarisa dari balik sapu tangan dan merontah-ronta minta ingin dilepaskan. Akan tetapi tangan pak Adam terlalu kuat.
Tidak berapa lama, Clarisa akhirnya pingsan.
"Dia udah pingsan pi." Ucap Nadia sambil tertawa puas.
"Itu mobilnya pi ! "
Mobil hitam yang di maksud segera mendekat, pintu mobil terbuka. Pak Adam segera mengangkat tubuh Clarisa dan memasukkannya ke dalam mobil.
Mereka bertigapun juga ikut masuk dan segera pergi meninggalkan gedung itu.
Sesampainya di rumah pak Hermawan, Clarisa dibawa ke sebuah gudang dan di ikat.
Pak Hermawan dan Reno tersenyum puas melihat hasil kerja keluarga kecil itu.
"Ini imbalan yang sudah aku janjikan. Uang, sertifikat rumah yang kalian tempati dan BPKB serta STNK mobil yang kalian pakai. Semuanya sekarang milik kalian. Terimakasih atas kerjasama kalian."
"Terima kasih banyak pak Hermawan !" Ucap pak Adam dengan senyum lebar dan mengambil tas dari tangan pak Hermawan.
Ketiga Orang itu, akhirnya pulang dengan hati yang gembira.
Di dalam mobil, bu Herni membuka tas dan bahagia melihat uang 100 juta di dalamnya serta surat-surat berharga lainnya.
"Akhirnya piii kita punya uang banyak, hahahaha!"
"Iya mi, Nadia nanti minta ya mi mau bayar Erika dengan Chika."
"Iya sayang, nanti dirumah mami kasih ya !"
Tiba-tiba mobil mereka di hadang oleh beberapa orang begal.
"Turuuun ! Cepat !" Teriak salah seorang begal dengan memegang senjata. Dia menggedor-gedor pintu mobil pak Adam.
"Pi gimana nih pi ? mami takut." Teriak bu Herni panik.
Kelima begal itu mengepung mobil pak Adam,
"Cepat keluaar !"
Tiba-tiba kaca mobil hendak di pecahkan.
Namun, pak Adam segera keluar dari dalam mobil.
Pak Adam berusaha melawan kelima begal itu, tentu saja tidak sebanding. Apalagi pak Adam tidak jago dalam berkelahi. Alhasil dalam hitungan detik, pak Adam tersungkur ke tanah.
Istri dan anaknya panik melihat laki-laki pelindung mereka jatuh tidak berdaya di tanah.
Salah satu begal kemudian menyuruh Nadia dan Bu Herni turun.
"Cepaaat turuun !"
Kedua wanita itupun segera turun dan menghampiri pak Adam.
Kemudian begal itu membawa mobil mereka.
"Yaahh miii ! tas kitaa di dalaamm !" Teriak Nadia. Kedua wanita itupun nangis kejer kayak anak kecil melihat mobil dan tas mereka dibawa oleh begal.
Mobil hasil rampasan itu melaju dan akhirnya masuk kesebuah halaman rumah.
Kepala dari kelompok begal itu, masuk ke dalam menemui bos yang memerintahkan mereka menghadang pak Adam dan keluarganya.
"Pak ini kunci mobil dan tas mereka !"
Laki-laki itu berbalik kemudian menyeriangi tajam.
"Hahahah, kerja yang bagus. Ini upahmu !" Ucap laki-laki itu dan melemparkan sebuah amplop coklat berisi segepok uang di dalamnya ke atas meja.
"Terima kasih pak Hermawan !"
...***...
HABIS BACA JANGAN LUPA HADIAHNYA YA PEMBACA SETIAKU...
LIKE, COMMENT DAN VOTENYA...🥰🥰🥰
__ADS_1