
"Farel ?!" mata Clarisa membulat sempurna. Dia tidak menyangka melihat laki-laki yang berdiri di depannya.
Farel tersenyum manis menatapnya, hampir saja dia tersihir oleh senyuman maut Farel.
Dia kemudian menggeleng dan menutup matanya "akh tidak ! aku milik Ardan."
Clarisa membuka matanya dan menatap Farel kembali.
"Bagaimana bisa kau berada disini ?"
"Aku kemari untuk menjemputmu pulang."
" Pulang ? "
" Iya , ke dunia Airin. Dunia nyata, di sini bukan dunia kita Airin."
"Aku bukan Airin, aku Clarisa."
" Berhenti berkhayal Airin ! ayo kita pulang !" Farel menarik tangan Airin.
" Lepas Farel ! aku belum menyelesaikan cerita ini."
" Cerita ini sudah selesai, apa lagi yang ingin kau selesaikan ?"
" Belum selesai !"
" Airin, Clarisa sudah bersaksi. Semua penjahat sudah tertangkap, termasuk keluarga paman Clarisa yang jahat. Vanya sudah dengan Rangga, bu Rani dan pak Damar sudah jadian dan Clarisa bersama Ardan sudah akan hidup bahagia selamanya. Apalagi ? "
" Masih ada ! tentang school idol "
Farel terdiam, dia berpikir sejenak.
"Setelah School idol selesai, aku akan menjemputmu !"
" Oke..oke !"
Farel tersenyum, kemudian melepaskan tangan Airin dan melangkah keluar.
Airin terus melihat punggung Farel sampai hilang dari pandangannya.
"Bagaimana Farel bisa masuk ke dunia ini ? aku tidak ingin pulang. Aku ingin bersama dengan Ardan selamanya. Aku tidak mau pulaaaanng !!!" teriak Airin.
"Clar...Clar bangun ! " Ardan menepuk-nepuk pipi Clarisa.
Clarisa membuka matanya, dia kemudian memandang sekelilingnya. Ardan nampak heran dengan tingkah Clar yang sedang mencari-cari seseorang.
"Kau kenapa sayang ?" Ardan membelai lembut pipi Clarisa.
"Mm...gak aku gak kenapa-napa."
" Kamu mimpi apa ?"
" Mimpi biasa aja. Gak apa-apa !"
...***...
Hari ini bu Rani mengadakan acara syukuran atas kesembuhan Clarisa. Acara sykuran yang sederhana. Namun, sangat berkesan buat mereka.
Acara di adakan di taman belakang rumah mereka. Nampak yang telah hadir pak Damar dan Vanya.
"Hanya berdua ? " tanya Ardan.
" Harusnya bertiga, tapi anggota satunya masih di sini " ucap Vanya melirik bu Rani.
__ADS_1
" Berarti harus segera di sahkan dong ya !" tambah Clarisa.
"Oh harus itu ! sebelum aku menikah hubungan itu harus segera dihalalkan. Gimana tuan Damar dan Nonna Rani ?" Tanya Vanya sambil mengedipkan matanya pada pak Damar.
Ketiga anak-anak itu tertawa melihat wajah merona menahan malu yang ditunjukkan orang tua mereka.
" Kalau saya malam ini pun juga siap ." Ucap pak Damar tegas.
" Waaooo ! luar biasa pak Damar. Ini baru calon papa." Ucap Ardan sambil menyikut pinggang mamanya.
Pak Damar hendak melangkah mendekati bu Rani. akan tetapi segera di cegah oleh Vanya.
"Papa gak usah dekat-dekat, belum halal. Lagipula kalau papa berdiri dengan tante Rani, Ardan dengan Clarisa. Terus aku dengan siapa ?"
"Aku, kamu denganku Vanya."
Semua orang menoleh ke sumber suara. Seorang laki-laki tampan berjalan mendekati Vanya.
"Rangga ?" ucap Ardan.
"Hai Ardan apa kabar?" Sapa Rangga kemudian mengulurkan tangannya.
Ardan menyambut senang uluran tangan Rangga.
"Aku baik ! Gimana hubungannya dengan Vanya?"
"Tidak baik !" potong Vanya cepat. Putri Pak Damar itu berpindah berdiri di samping bu Rani.
"Vanya! aku minta maaf." Pinta Rangga yang berusaha mendekati Vanya.
"Memangnya kalian lagi ada masalah apa ?" tanya pak Damar.
"Heheh ini om, waktu itu aku janjian dengan Vanya, dia sudah sampai duluan di tempat janjian. Terus aku mau surprise begitu tutup matanya dari belakang. Tapi aku nya malah salah nutup mata orang, hehehe !" terang Rangga malu-malu.
"Nah kalau beginikan sudah pada punya pasangan semua. Jadi saya boleh berdiri di samping pasangan saya kan?" tanya pak Damar dan segera berdiri di dekat bu Rani.
Semua tertawa bahagia.
...***...
Malam ini gedung tempat acara school idol berlangsung sangat ramai. Acara final kembali di langsungkan, sesuai dengan kesepakatan panitia dan para juri.
Meylani dan Clarisa diberi kesempatan sekali lagi untuk memberikan performa terbaik mereka. Tidak hanya mereka berdua, ke 7 peserta lainnya juga hadir untuk mengisi acara. Kecuali Nadia yang saat ini sudah berada di penjara.
Semua peserta tampil dengan sempurna, begitupun dengan ke dua peserta yang akan merebut peserta terbaik School Idol.
Pada penampilan ke dua Clarisa dia membawakan lagu Pudar dari penyanyi Rossa.
Musik ngebitz dari musik pengiring, bagaikan magnet membuat orang yang mendengar ikit bergoyang.
...Kurasakan pudar dalam hatiku...
...Rasa cinta yang ada untuk dirimu...
...Ku leleah dengan semuanuang ada ingin ku lepas semua....
...Setan dalam hati ikut bicara...
...Bagaimana kalau ku selingkuh saja...
...Kupunya banyak teman lelaki sepertinua kukan bahagia....
...Mestinya kau cari pengganti diriku saja...
__ADS_1
...Karena kita sudah tak saling bicara...
...Pastikan cerita tentang kita yang tlah lalu....
...Hanya ada dalam ingatan hatimu....
Clarisa bernyanyi sambil terus melirik ke arah suaminya. Ardan seketika merasa kesal dengan lirikan istrinya, dia merasa kalau lagu itu di tujukan untuknya.
Sedang Vanya, pak Damar dan bu Rani tertawa melihat wajah Ardan memerah karena di permainkan oleh Clarisa.
Tepuk riuh penonton dan sorak gembira para pendukung dari masing-masing idola, menambah suasana di gedung itu semakin gempita.
Akhirnya yang dinanti tiba, Meylani dan Clarisa saat ini sudah berada di tengah panggung. Suasana tegang menanti pembacaan hasil suara terbanyak penonton pada dua idola mereka.
"Malam ini kita akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan gelar penyanyi terbaik. Hasil ini berdasarkan suara penonton dan yang mendapatkan gelar penyanyi terbaik School Idol jatuh kepaadaaa!!"
Host menahan ucapannya, untuk menambah ketegangan. Ditambah sorot lampu yang bergonta-ganti disorotkan pada Clarisa dan Meylani. Belum lagi musik pengiring, membuat semua yang ada di gedung itu tegang.
"Gelar penyanyi terbaik School Idol jatuh kepadaaaa ... CLARISAAA !"
Meylani seketika memeluk Clarisa, dia menangis haru.
"Selamat ya Clar kau pemenangnya!"
"Kau juga Mey, akukan sudah bilang siapa pun yang menang kita tetap juara."
Ketiga juri naik ke atas panggung memberi selamat. Mas Sudikah mengalungkan rangkaian bunga pada Clarisa.
Clarisa sibuk memindai pandangannya ke arah penonton. Tidak ada satupun keluarga yang menontonnya.
Kemana mas Ardan dan yang lainnya? apa Mas Ardan marah karena laguku tadi?
"Kau mencari suamimu Clar?" Tanya mas Sudikah yang sedari tadi melihat Clarisa sedang mencari seseorang.
Clarisa tersenyum lalu mengangguk.
"Saya liat dia tadi kayaknya ke parkiran, mungkin dia pulang."
"Pulang?"
"Ya habisnya kau sendiri yang suruh dia mencari pengganti dirimu. Mungkin saat ini dia sedang mencari."
"Tapikan itu hanya lagu."
"Tapi kau menghayatinya."
Clarisa terdiam. Dia menyesal sudah menggoda Ardan dengan lagu itu.
Mas Ardan! aku cuma main-main kenapa kau anggap serius ?
Malam ini, meskipun dia pemenangnya tapi hati Clarisa kosong. Harusnya malam ini dia sudah merayakan kemenangannya dengan Ardan dan yang lainnya. Tapi kenapa mereka tidak ada ?
Clarisa turun dari mobil dengan langkah gontai.
Mereka kemana? kenapa rumah ini gelap?
Clarisa membuka pintu rumah, lalu meraba-raba dinding mencari saklar lampu. Setelah menemukan lalu dia menyalakannya.
"SUPRISEEEE!!!"
Clarisa terkejut seketika dia mematikan kembali lampunya.
"Claaaarrr!!!" teriak semua orang.
__ADS_1