Si Gendut Itu Aku !

Si Gendut Itu Aku !
Aku pemenangnya !


__ADS_3

Teng ... teng ... teng!


Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran hari ini berakhir.


"Bell, jangan lupa gue yang bawa mobil elo."


"Iyaa!"


Kedua sahabat itu berjalan menuju area parkir sekolah.


"Mana kuncinya?" Tanya Airin sambil menengadahkan tangannya.


Bella memberikan kunci mobilnya, " bawa yang benar ya!"


"Iya bawel!"


"Airin!" panggil Farel dan berlari menghampiri gadis berambut panjang itu.


"Rin, sebentar sore nonton yuk! ada film baru, aku sudah beli tiketnya 2" ajak Farel.


"Mmm ... gue-"


"Fareeell!" panggil Stela berlari menghampiri.


"Kamu aku cariin kemana-mana, taunya di sini. Aku nebeng ya!" pinta Stela yang sudah bergelayut manja di lengan Farel. Namun, Farel segera melepaskan rangkulan tangan Stela.


"Maaf Stel, rumah kita gak searah. Airin nanti aku jemput jam 4 ya.Oke?" Ucap Farel lalu dia buru-buru berlari kembali ke area parkir motor.


Stela mengejarnya dari belakang, "Reell aku nebeeng dong!"


Airin dan Bella tertawa melihat Stela yang merengek kayak anak-anak minta jajan.


"Ayo Bell!" Ajak Airin lalu masuk ke dalam mobil.


"Duuuhhh ada yang mau kencan nih ntar sore, hahaha!" goda Bella.


"Apaan sih! sebenarnya tadi itu gue mau jawab gak bisa. Tapi, udah dipotong sama tuh nenek lampir" rungut Airin.


"Iihhh kenapa gak bisa? Selama inikan elo selalu berusaha cari perhatian Farel dan sekarang tanpa elo cari perhatian dia, dia malah yang ngejar-ngejar elo. Luar biasa susuk kantil yang elo pasang, membuat seorang Farel tunduk!"


"Iihh gue gak pernah pake susuk, emang dasarnya gue cantik. Farelnya aja yang baru sadar, kalau sebenarnya gue ini gadis yang cantik yang berhati bidadari, baik dan gak makan sabun" puji Airin pada diri sendiri.


"Rin tolong menepi ya!" pinta Bella tiba-tiba.


"Elo kenapa sakit?" tanya Airin.


"Gue mau muntah dengar kepedean elo!"


Airin seketika menjitak kepala Bella.


"Eh Bell, gue mau coba cara ekstrim lo untuk bertemu polisi ganteng."


"Maksudnya?" tanya Bella bingung.


Airin melajukan kendaraannya ketika mendekati lampu merah. Bella yang sadar tiba-tiba mencegah Airin.


"Elo jangan gila Rin, lampu merah tuh!"


Airin tidak mengindahkannya, dia tetap melajukan kenderaannya yang ingin menerobos lampu merah.


Bella memegang kursinya dengan tegang sambil menutup mata dan mulutnya komat kamit baca mantra.


Ciiiiitt ...


Tiba-tiba Airin ngerem mendadak. Bella membuka matanya perlahan. Melihat ternyata mereka berada di barisan paling depan saat menunggu lampu merah.


Dia kemudian menarik nafas lega, mengetahui Airin tidak jadi menerobos lampu merah.


"Iihh bapak polisinya pada tua-tua" gerutu Airin.


"Darimana elo tau ?"


"Tuuhh!" tunjuk Airin.


Bella melihat 3 orang bapak polisi yang sedang duduk di pos polisi sudut jalan. Bella tersenyum lega, untung gak ada polisi muda yang sedang jaga.


Pukul 16.00 sore, Airin sudah bersiap, dia duduk di depan teras menunggu Farel menjemputnya.


"Mau kemana?" tanya mamanya.


"Mau nonton di moll" jawabnya.


"Yaellaah nonton aja jauh amat, nooh di dalam TV nya gede sisa dinyalain trus nonton."

__ADS_1


"Ya bedalah ma! TV di dalam gak ada film bagus paling juga ku menangiiiiiiisss!"


"Ihh daripada upin-ipin, dari zaman kamu masih TK sampai segini besarnya 2 anak itu gak besar-besar, gak lulus TK dan kak Ros gak juga kawin-kawin. Masa dikalahin sama bu fatimah tetangga ujung jalan yang sudah nikah 3x." Mama Airin nyerocos kemana-mana.


"Haduuh ma! kalau upin ipin gede dia sudah gak menggemaskan." Bantah Airin yang tidak mau kalah.


"Eh ngomong-ngomong upin ipin, teman mama baru pulang dari malaysia. Dia katanya mau menetap di Indonesia. Soalx suaminya sudah di tugaskan kembali disini. Nanti dia mau ajak mama ketemuan, kamu harus ikut. Soalnya dia bawa keluarganya juga. Mama mau kenalin kamu sama dua anaknya."


"Siapa? Upin dan Ipin?"


"Iihh kok?"


"Kan dari malaysia ma, anaknya 2 ya Upin dan Ipin."


"Tapi bukan Upin dan Ipin!"


"Trus siapa? Mail dan Jarjit? Fizi dan Ehsan? atau Meymey dan Susanti?"


"Iihh ngacoo! mama janjian dengan teman mama itu besok malam. Jadi besok malam kamu gak boleh kemana-mana!"


"Mmm ..." jawab Airin singkat.


"Assalamualaikum Airin, Tante!" Sapa Farel yang sudah berdiri di depan mereka. Dia kemudian mencium punggung tangan bu Rossa.


"Walaikumsalam!" jawan Airin dan mamanya bareng.


"Aku Farel tante temannya Airin. Aku mau ajak Airin nonton di moll boleh tante?"


Mata bu Rossa tidak berkedip melihat Farel. Airin yang sadar mamanya terhipnotis oleh senyum maut Farel, segera mencubit pinggang mamanya.


"Aauuww! apaan sih Rin! main cubit-cubit segala" gerutu bu Rossa.


"Ituuu di tanyain malah bengong!"


Bu Rossa kembali tersenyum, "eh iya, anak ganteng namanya siapa? Lee min hoo ya?"


Farel tersenyum sementara Airin memutar bola mata malas.


"Namanya Farel maaaa! kami pergi dulu." Pamit Airin lalu menarik tangan Farel.


"Jangan pulang malam-malam" teriak bu Rossa.


Keesokkan paginya ...


"Airin pamit ma!" ucap Airin pada bu Rossa yang sedang mengoles roti.


"Nanti aja di sekolah."


"Eh, Airin minggu depan mama di undang makan malam sama teman mama yang dari Malaysia itu."


"Katanya sebentar malam."


"Gak jadi, dia masih sibuk. Mumpung masih seminggu lagi, kamu persiapkan dirimu. Siapa tahu anak teman mama jatuh cinta sama kamu." Ucap bu Rossa menggebu-gebu.


"Anaknya yang mana? Upin atau Ipin?" tanya Airin asal.


Bu Rossa seketika mengambil sendalnya dan hendak melemparkan pada anak gadisnya. Airin segera berlari sebelum terkena dahsyatnya sandal mamanya.


Sampai di sekolah, Airin segera menuju ruang guru untuk menyerahkan novelnya.


Saat keluar dari ruang guru, dia bertemu dengan Stela. Kedua siswi kelas 2 itu, saling menatap sinis.


"Ingat janji kita Rin, kamu jauhi Farel karena novel aku yang akan menang!"


"Oh iya? aku sih tidak masalah menjauhi Farel. Tapi kamu yakin bisa dapatin hatinya? Kemaren aja dia nolak pulang bareng kamu, hahahaha." Airin tertawa puas kemudian segera berlalu dari hadapan Stela sebelum cewek itu membalas perkataannya.


Stela mengepalkan tangannya, "kurangajar!" umpat Stela.


Seminggu kemudian ...


Bella mondar mandir di dalam kelas sambil meremas ke dua tangannya.


"Elo kenapa sih Bell? gak capek apa kayak setrikaab begitu?"


"Sebentar lagi pengumuman pemenang novel. Emang elo nggak deg-degan?"


Airin menggeleng. Melihat itu Bella menarik nafas kasar.


Tidak berapa lama terdengar suara dari pengeras suara yang menyuruh seluruh siswa untuk kumpul di lapangan.


Bella segera menarik tangan Airin menuju lapangan sekolah.


"Airin!"

__ADS_1


Bella dan Airin menoleh, nampak Farel audah berdiri di samping Airin.


"Semoga kamu menang ya!" ucap Farel.


"Makasih ya!" balas Airin tersenyum.


Terlihat pak Ribut membuka acara. Semua siswa-siswi SMA Harapan Mulya ini bersorak, ketika satu per satu Pak Ribut memanggil nama siswa yang mendapatkan juara.


Stela merungut kesal kala namanya di panggil sebagai pemenang juara ke 3.


Terlihat dia dan pak Ribut adu argumen di depan.


"Huuuuuuu .... !!!!" teriak semua siswa yang ada di lapangan.


Airin lemas ketika sampai pemenang juara 2 namanya tidak disebut. Diapun hendak melangkah keluar lapangan.


"Airin kamu mau kemana?" tanya Farel seketika memegang tangan Airin.


"Sudah sampai juara 2 namaku gak ada. Aku gak mungkin juara 1." Ucap Airin lemas.


Tiba-tiba terdengar suara Pak Ribut menyebut sebuah nama "Airin Puspa Dewi!"


Airin membulatkan matanya "itu ... itu aku?" tanya Airin tidak percaya.


"Iya itu kamu! kamu juara 1 Rin" ucap Farel meyakinkan.


Tanpa sadar Airin memeluk Farel spontan. Farel membalas pelukan Airin.


"Selamat ya!" ucap Farel.


Airin kembali teringat ketika, Ardan memberikan selamat padanya saat menang di School Idol.


Airin terus menatap wajah Farel dengan mata penuh kerinduan. Entah kenapa pelukan Farel tadi sama hangatnya dengan pelukan Ardan.


Sejak memeluk Farel saat di lapangan tadi, Airin terus saja diam. Dia rindu dengan sosok Ardan, "Ardaaan hiks ... hiks ... "


Bu Rossa mengetuk pintu kamar anaknya, "Airin, ayo cepat! nanti kita terlambat."


Airin keluar dengan wajah sendu.


"Kamu kenapa? jangan pasang wajah kayak begitu. Nanti gak enak sama teman mama."


Pukul 19.15 malam, Airin dan bu Rossa sudah sampai di restorant pelangi tempat yang sudah dinoesan oleh teman bu Rossa.


Mereka sudah masuk ke dalam, bu Rossa nampak sedang mencari-cari keberadaan temannya.


"Teman mama yang mana sih?"


"Aiish, sabar ini juga lagi mama cari. Ah itu dia!"


Bu Rossa menarik tangan Airin, lalu melangkah ke meja temannya berada.


"Jeng Raniii!" panggil bu Rossa.


Airin membeku ketika teman mamanya adalah 1 keluarga yang dia rindukan.


Mama Rani, Pak Damar, Ardan dan Vanya.


Saat Airin masih terpaku di tempatnya berdiri, anak laki-laki bu Rani berdiri melangkah mendekatinya.


Airin menatapnya " Ar ... dan!" ucapnya lirih.


Bersamaan dengan itu seseorang memanggil anak gadis bu Rossa.


"Airin!"


Airin berbalik melihat Farel berdiri tak jauh dari dia ...


Airin memandangi ke dua laki-laki yang ada di depannya secara bergantian.


Tiba-tiba pandangan Airin gelap dan Bruukk!!!


Airin jatuh pingsan


...TAMAT...


HAI ... HAI PEMBACA SETIAKU TERIMA KASIH SUDAH SETIA MEMBACA KISAH INI DARI AWAL SAMPAI AKHIR.


NANTIKAN CERITA SEASON 2 NYA. "CINTA DI DUNIA AIRIN"


DIMANA AIRIN AKAN MENENTUKAN HATINYA PADA FAREL ATAU ARDAN. APAKAH ARDAN PRIA ROMANTIS SEPERTI DI DUNIA CLARISA?


TERIMAKASIH, JANGAN LUPA HADIAHNYA!

__ADS_1


LIKE, COMMENT DAN VOTENYA...


LOVE YOU ALL🥰🥰🥰


__ADS_2