
Clarisa berusaha membuka tangan kekar yang membekap mulutnya. Tubuh Clarisa di seret, di bawa kebelakang bangunan mess.
"Sssstt..! Jangan berisik. Nanti teman-temanmu dengar. " Bisik seorang pria yang membekap mulutnya.
"Mmmmmmmm..." teriak Clarisa, berusaha melepaskan tangan kekar itu dari mulutnya.
"Aku buka tanganku, tapi ingat kau jangan teriak !"
Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Clar.
Perlahan-lahan, tangan itu terlepas. Clarisa berbalik melihat seseorang yang berada di belakangnya.
"Mas Ardan ?" Pekik Clarisa.
"Gimana penyamaranku ? Keren tidak ?" Tanya Ardan, tanpa merasa berdosa yang baru saja membuat Clarisa ketakutan.
"Iiiihhhh...mas Ardan ini bikin aku gemetar aja. Aku pikir tadi orang mau nyulik aku."
"Aku menyamar jadi cleaning service biar aku bisa menjaga gerak gerik Nadia dan bisa menjagamu."
"Trus kenapa mas bekap mulutku, mas kan bisa manggil aku."
"Gimana mau manggil ? Melihatku saja kau langsung lari. Berapa kali kau selalu seperti itu. Ya sudah terpaksa aku pakai cara ini."
"Oh heheheh, bagaimana mas menakutkan dengan kumis ini. Ini kumis palsu ya mas ?" Tanya Clarisa sambil memegang kumis yang dipakai suaminya.
"Oh iya sayang, kamu pakai ini ya." Ardan memakaikan sebuah cincin di jari manis Clarisa.
"Mas belikan aku cincin lagi ? Kan sudah ada cincin kawin kita, nih !" Ucap Clarisa sambil menunjukkan tangan kanannya yang memakai cincin kawin mereka.
"Ini cincin bukan sembarang cincin sayang. Di dalam cincin ini sudah dipasang alat yang akan mendeteksi keberadaanmu. Aku bisa mengeceknya lewat gelang yang aku pakai ini."
"Waahh canggih ya mas. Aku baru tau lho mas." Ucap Clarisa dengan wajah kagum.
Sejak hari itu, gerak gerik Nadia selalu di awasi oleh Ardan.
3 minggu kemudian.
Selama 3 minggu ini, tidak ada yang mencurigakan lagi dari Nadia. Bahkan penjagaan terhadap Clarisapun aman.
Kini para peserta school idol sudah berada di top three. Mereka adalah Nadia, Meylani dan Clarisa.
Sebentar lagi acara akan dimulai. Sebelum tampil Clarisa hendak ke kamar mandi. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika melihat, Nadia yang sedang memasukkan hasil rekaman suara Erika ke dalam microphonenya.
__ADS_1
"Aku harus menggagalkan kecurangan Nadia, kali ini nggak boleh gagal." Ucap Clarisa pada dirinya sendiri.
Teringat kembali sebelumnya Clarisa pernah melapor ke pihak panitia kalau Nadia melakukan kecurangan melalui microphonenya.
Tapi sayang, Nadia sudah bergerak cepat terlebih dahulu. Selain itu dewi fortuna, sedang berada di pihak Nadia. Sehingga, Clarisa tidak bisa membenarkan perkataannya tentang kecurangan Nadia.
Akhirnya Clarisa dianggap melakukan kecurangan dengan cara memfitnah untuk menjatuhkan lawannya.
Untungnya masih ada Meylani yang percaya dengan Clarisa. Sebab Meylani pun merasa janggal, karena saat latihan suara Nadia terdengar sangat tidak enak. Tapi pada saat tampil, suaranya berbeda menjadi sangat bagus.
Clarisa mempunyai ide, ketika melihat Nadia dengan cerobohnya meninggalkan microphonenya sembarangan diatas meja. Clarisa melihat Nadia masuk ke ruang ganti, untuk mengganti pakaian.
Clarisa segera berjalan kearah meja, dan melihat microphonenya. Microphone itu sekilas terlihat sama dengan microphone yang biasa digunakan oleh peserta.
Hanya saja, di bagian bawahnya terdapat sebuah lubang kecil tempat kartu chip itu di masukkan.
Clarisa mencoba membukanya, dia mengeluarkan kartu chipnya. Clarisa tersenyum senang, kemudian segera berlari ke kamar mandi, sesuai dengan tujuan awalnya.
"Clar kau dari mana ?" tanya Meylani.
"Dari kamar mandi."
"Sebentar lagi kita tampil, aku gugup sekali Clar, karena ini sudah mau masuk 2 besar. Apa aku bisa mengalahkan suaramu dengan Nadia ?"
"Aku yakin kita berdua pasti akan masuk."
"Ya iyalah kau lihat ini !" ucap Clarisa sambil menunjukkan kartu chip yang dia ambil dari mic Nadia.
"Apa ini Clar ? seperti kartu memori yang ada di hp, tapi ini kecil sekali." tanya Meylani sambil mengambil kartu itu dan mengamatinya.
"lni namanya kartu chip. Kartu ini menyimpan rekaman suara Erika. Dengan kartu inilah Nadia bisa bernyanyi dengan bagus. Dia cukup memasangnya di mic, kemudian klik tombol on, suara itu akan keluar dan Nadia hanya menggerakkan mulutnya saja, jadinya terlihat dia sedang bernyanyi."
"Waahhh alat sekarang sudah semakin canggih. Mmmm berarti selama ini dia sudah bermain curang. Tapi bagaimana bisa kau mendapatkannya ?"
" Hehehehe, aku mengambilnya secara sembunyi-sembunyi tadi."
Clarisa dan Meylani pun tertawa.
Kini tibalah saat yang ditunggu. Meylani tampil pertama, yang kemudian disusul penampilan kedua dari Clarisa. Selanjutnya di penampilan terakhir dari Nadia.
"Clar ! kita lihat dari sini kegagalan Nadia." Panggil Meylani.
Clarisa dan Mey melihat dari belakang panggung.
__ADS_1
Nadia tampil dengan begitu percaya diri, musik pengiring sudah mulai di mainkan.
Tiba saat Nadia untuk bernyanyi, semua orang yang melihat menatap heran. Bagaimana tidak ? Nadia membuka mulut tanpa adanya suara yang terdengar dari mulutnya.
Hanya musik pengiring yang terdengar menggema di dalam gedung.
Nadia tersadar, terlihat kepanikan dari wajahnya. Mey dan Clarisa tertawa, mereka terlihat puas dengan apa yang Nadia dapatkan.
Mau tak mau Nadiapun bernyanyi dengan suara aslinya.
Sontak seluruh penonton, panitia dan para juri kaget mendengar suara Nadia yang begitu pas-pasan. Terlebih lagi ketika nada tinggi, suaranya terdengar false.
Namun, Nadia mampu menyelesaikan penampilannya dengan sangat buruk.
"Huuuuuuuuu...." teriak para penonton.
Ketiga juri menggeleng seperti tidak percaya.
"Apa ini ? ini suaramu Nadia ? kenapa terdengar seperti kucing yang melahirkan ? What happend to you Nadia ?" tanya mas Sudikah kecewa.
"Mmm..uunmm..."
"Jangan unmmm..mmm...unnmm saja. Apa kau sakit ?"
"Ii..iya mas, eehhem uhuukk.. tenggerokan aku sedikit sakit dan gatal." Jawab Nadia dengan berpura-pura berdehem dan batuk.
"Malam ini performa kamu benar-benar di luar ekspetasi kita. Tadinya saya pribadi berpikir kau aman untuk di dua besar, karena kemaren-kemaren suaramu benar-benar sangat berkualitas." Ujar mas Indra.
"Kamu tau Nadia kita bertiga itu tadinya bingung, karena ke 3 peserta ini akan menunjukkan suara terbaik mereka. Kami akan bingung menentukan pilihan. Tapi sepertinya, kami bertiga gak akan bingung lagi, karena kita bertiga sudah tau siapa yang akan keluar malam ini." Tambah bunda Fara.
"Maaf bunda, tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku akan bernyanyi dengan baik." Mohon Nadia.
"Tapi kalaupun tenggerokanmu sakit dan gatal, setidaknya suaramu tidak sejelek tadi. Sebab saya merasa suaramu ini berbeda dengan yang kemaren. Meskipun tenggerokanmu sakit, setidaknya ada beberapa nada yang bisa kau nyanyikan dengan baik. Tapi ini dari awal sampai akhir buruk semua. Kalian berdua rasa nggak suaranya berbeda ?" Sanggah mas Sudikah tiba-tiba dan bertanya pada 2 rekan jurinya.
"Iya sih saya merasa juga seperti itu, suara dia benar-benar beda. Seperti bukan Nadia yang kemaren." Jawab mas Indra.
"Itu benar, itu bukan suara Nadia !" tiba-tiba Clarisa datang dari belakang panggung.
Semua orang terkejut dengan pernyataan Clarisa terutama Nadia.
...***...
JANGAN LUPA HADIAHNYA YA...
__ADS_1
COMMENT, LIKE DAN VOTENYA...
TERIMAKASIH PEMBACA SETIAKU...🥰🥰🥰