
Ardan tersenyum bahagia, manakala Clarisa sudah bisa mengingat semua tentangnya. Berkali-kali dia mengucap rasa syukur atas kembalinya ingatan Clarisa.
"Kau sudah mengingatku Clar ?"
Clarisa tersenyum dan kemudian mengangguk, "bagaimana mungkin aku melupakan penjaga hatiku yang tampan sepertimu mas?"
Ardan mencium sayang kening istri kecilnya. Bu Rani tersenyum bahagia, tanpa terasa airmata penuh haru membasahi pipinya.
"Clar sayang, mama senang kau sudah bisa mengingat semuanya " bu Rani kemudian mencium pipi anak menantunya.
"Ardan ! panggil dokter biar dia memeriksa Clarisa kembali " titah bu Rani pada putranya.
Ardan memencet tombol merah dan tidak berapa lama dokter masuk ke dalam kamar rawat Clarisa.
Dokter dan seorang perawat mulai memeriksa keadaan Clarisa. Clarisa menjawab pertanyaan dokter dengan baik. Laki-laki berjas putih itu, menghela nafas lega ketika mengetahui keadaan Clarisa sangat baik.
"Alhamdulillah keadaan nonna Clarisa sudah sangat baik, kita tinggal menunggu obat yang ada di infusnya habis, setelah itu nonna Clarisa bisa pulang " terang sang dokter.
"Terimakasih dokter sudah memberikan pelayanan yang terbaik buat istriku !" ucap Ardan bahagia.
" Iya sama-sama pak, kita juga senang nonna Clarisa bisa sembuh dengan lebih cepat. Kalau begitu, saya permisi dulu. "
Dokter dan perawat itupun keluar dari kamar rawat Clarisa.
" Mama akan mengadakan acara syukuran atas kesembuhan Clarisa. Gimana Ardan kamu setuju nggak ?"
" Iya Ardan setuju ma, dan acara itu sebaiknya kita rangkaikan saja dengan acara syukuran yang lain."
Bu Rani mengernyitkan keningnya, " syukuran apa ?"
"Yah syukuran untuk mama karena akan melepas masa jandanya, hahaha !"
"Ardaaann !!" bu Rani mencubit pinggang Ardan. Pemuda itu meringis kesakitan.
" Memangnya mama mau menikah dengan siapa mas ?" tanya Clarisa.
"Oh iya ampun, istriku ini belum tau ya ? kalau mama itu sudah jadian dengan pak Damar '" jawab Ardan sambil menoel dagu lancip Clarisa.
" Pak Damar ? papa nya Vanya ?"
"Yupp betul sekali !"
"Luar biasa ! anak-anak tidak jodoh eh orangtuanya yang jodoh. Ini baru dinamakan jodoh di depan mata. Mama dan pak Damarkan sudah sering bertemu, tapi tidak menyangka akan berjodoh " ucap Clarisa panjang lebar.
Bu Rani terdiam seribu bahasa, wajahnya bersemu merah menahan malu akibat godaan dari dua anaknya.
Clarisa dan Ardan tertawa, " Ma..Ma...Gak usah malu-malu kayak begitu. Ardan senang mama tidak sendirian lagi. " Ucap Ardan sambil memeluk mamanya dari belakang, kemudian mencium pipi wanita yang melahirkannya.
Mereka bertigapun tertawa bahagia.
Sore harinya, Clarisa sudah diperbolehkan pulang. Bu Rani sudah pulang duluan sejak siang tadi, dia mempersiapkan keperluan Clarisa di rumah.
__ADS_1
Clarisa bergelayut manja di lengan Ardan, mereka berjalan keluar dari rumah sakit menuju parkiran. Ketika mereka hendak masuk ke dalam mobil, Tiba-tiba..
"Ardan !" panggil seseorang.
Ardan dan Clarisa menoleh ke arah suara, mereka melihat paras cantik dokter Gita berjalan mendekati arah mereka.
"Kamu ngapain ke sini ? siapa yang sakit ?" tanya dokter Gita.
"Oh, itu tadi Clarisa. Tapi dia sekarang sudah baikkan jadi dokter sudah memperbolehkan dia pulang."
Gita melihat ke arah Clarisa, Clarisa tersenyum dan dibalas senyum manis dari dokter Gita.
"Kamu sakit di sekolah ? soalnya kamu masih memakai seragam sekolah."
Clarisa yang tersadar dirinya masih mengenakan pakaian seragam tersenyum, " eh iya ! kepala aku tadi pusing terus pingsan. Mas Ardan membawa aku ke rumah sakit."
" Oh ya ampun ! terus kata dokter kamu sakit apa ?"
" Clarisa hanya kecapean, gak ada yang serius kok !" jawab Ardan.
"Oh syukurlah kalau begitu. Oh iya Ardan kamu ada waktu gak sebentar malam ? kita dinner yuk !" ajak dokter Gita. Tanpa sadar ajakannya membuat kecemburuan Clarisa muncul.
"Mmmm..ma.."
"Mauu..mas Ardan mau !" potong Clarisa cepat. Ardan menoleh ke arah Clarisa dengan mata membulat sempurna.
"Benar Ardan kamu mau ?" tanya Gita.
Clarisa memberi kode dengan menganggukan kepala. Ardan tidak mengerti dengan arah pikiran istri kecilnya ini. Diapun tanpa sadar berkata iya pada Gita, yang kemudian di sambut bahagia oleh dokter cantik di depannya.
Clarisa segera masuk ke dalam mobil.
"Kenapa kau menyuruhku untuk makan malam dengan dia ? memangnya kau tidak cemburu ?" tanya Ardan dengan wajah herannya.
"Siapa bilang aku tidak cemburu? tentu saja aku cemburu ! Aku menyuruh mas pergi makan malam, karena mas perlu bicara berdua sama dia. Mas Ardan harus mengatakan sama dia tentang hubungan kita. Kemarenkan aku bilang kita sepupuan. Jadi aku tidak mau dokter Gita menganggap aku sepupu mas Ardan terus. Mengertikan ?"
Ardan tersenyum, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Clarisa.
"Ternyata setelah lupa ingatan, kecerdasan istriku bertambah " godanya.
Clarisa tersenyum manis, Ardan kemudian mencium bibir ranum istrinya itu. Kali ini Clarisa mulai membalas ciuman suaminya. Merasa mendapat balasan dari Clarisa, Ardan semakin agresif menciumnya.
Tok..
Tok..
Tok..
Keduanya terkejut, seketika melepaskan penyatuan bibir mereka.
Untungnya kaca mobil Ardan tidak dapat terlihat dari luar, apa yang terjadi di dalam mobil.
__ADS_1
Ardan memperbaiki posisi duduknya kemudian segera menurunkan kaca jendela mobilnya.
Sementara Clarisa, menyisir rambutnya dengan tangannya.
"Maaf pak ! bisa geser mobilnya sedikit ? ada mobil yang mau masuk " pinta tukang parkir.
"Oh iya maaf kebetulan mobil aku sudah mau keluar " balas Ardan tersenyum.
Mobil Ardan pun keluar dari halaman parkir rumah sakit.
"Huuft aku seperti anak sekolah yang kedapatan mesum !" gerutu Clarisa sambil menghela nafas kasar.
Ardan tertawa dan mengacak-ngacak rambut Clarisa.
Pukul 18. 45, Clarisa segera menyuruh Ardan bersiap untuk pergi makan malam dengan dokter Gita.
"Aku malas mau pergi, aku ingin di rumah saja, bermesraan seperti di mobil tadi " ucap Ardan, sambil memeluk Clarisa dari belakang dan menyandarkan dagunya pada bahu Clarisa.
Sementara istri kecilnya itu sedang sibuk memilih baju untuk di pakai suaminya ke acara makan malam.
"Mas Ardan, akukan sudah bilang. Mas kesana itu bukan untuk bersayang-sayangan dengan dia, apalagi bernostalgia karena cafe itu tempat favorite kalian " protes Clarisa.
"Ingat ya ! aku menyuruh mas kesana untuk berkata jujur tentang hubungan kita " tegas Clarisa pada suaminya.
"Selesai mengatakan semuanya, mas harus meninggalkan tempat itu ! Mengerti ?" tambah Clarisa.
"Mengerti nyonya Ardan !"
Pukul 07.05, di cafe warna warni.
Ardan mencari meja yang sudah dipesan oleh dokter Gita. Lelaki tampan itu melihat mantan kekasihnya sudah berada di meja yang dia pesan.
Sementara Clarisa sudah berdandan cantik, dia ingin memberi kejutan pada Ardan dengan tiba-tiba datang ke cafe itu.
Clarisa sengaja datang agak lambat agar Ardan bisa berbicara berdua dengan Gita, setelah dia yakin Ardan sudah mengatakan semuanya, dia akan menghampiri Ardan dan mengajaknya makan malam bersama.
"Mas Ardan pasti sudah mengatakannya, sebaiknya aku menunggu dia di sini saja."
30 menit berlalu.
"Kok lama ya ? harusnya dia sudah keluar 15 menit yang lalu, hufft " gerutu Clarisa.
Akhirnya Clarisa memutuskan untuk melihat di dalam.
Seketika kakinya lemas, matanya panas ketika melihat Ardan malah asyik berdansa dengan Gita.
...***...
Haiii readers tercinta !!!
Jangan luoa hadiahnya ya...
__ADS_1
Like, comment dan votenya...
Terimakasih...🥰🥰🥰