Si Gendut Itu Aku !

Si Gendut Itu Aku !
Bu Rani Cemburu


__ADS_3

Ardan dan pak Damar segera berlari menuju tempat parkir, ketika mendengar bu Rani berteriak.


Sesampainya di sana, nampak bu Rani sedang berlari keliling mobil karena di kejar orang gila.


Akibat hak sepatu yang patah, janda satu anak itu tiba-tiba terjatuh. Namun, sebelum dia jatuh ke tanah, sepasang tangan kekar menangkap tubuh rampingnya kemudian mendekapnya.


"Pak Damar ?" ucap bu Rani menatap laki-laki yang sedang menahan tubuhnya.


Pak Damar dan bu Rani saling bersitatap. Sedang Ardan mencoba mengusir orang gila itu.


Saat Ardan berpaling melihat mamanya, nampak di depannya sebuah adegan seperti di film-film romantis, si tokoh pria menahan tubuh si tokoh wanita agar tidak terjatuh kebawah. Selanjutnya terjadi adegan tatap menatap yang cukup lama.


"Ehhheemm !" Ardan berdehem, seketika bu Rani dan pak Damar tersadar dan segera memperbaiki posisi mereka.


"Makasih ya pak Damar !" ucap bu Rani malu-malu.


"Iya bu, lain kali hak sepatunya di periksa dulu kalau kemana-mana, hehehe." Ucap pak Damar.


"Pak Damar masih di sini ? saya kira tadi sudah pulang."


" Saya masih ada urusan tadi."


"Mas Damar !" panggil seorang wanita cantik, berjalan menghampiri mereka.


"Heii Far, gimana udah selesai ?"


"Iya, aku pikir mas sudah pulang tadi."


"Nggak, saya penasaran jadi ikut nonton juga tadi, heheheh."


Melihat percakapan dua orang di depannya, bu Rani merasakan sesuatubyang mengganjal, seperti perasaan cemburu.


"Oh iya , Fara kenalkan itu anak buah saya dikantor namanya Ardan. Kalau yang itu mamanya namanya Rani."


"Rani ? dia bukan nya wa..."


"Eh Fara sudah malam, sebaiknya kau kuantar pulang kalau tidak ? ibumu akan memarahiku lagi." Potong pak Damar cepat.


"Pak Damar kalau begitu kami pulang dulu." Pamit Ardan.


" Iya silahkan, kami juga mau pulang. Masalah yang tadi kita bicarakan lagi besok di kantor, karena kita harus secepatnya bergerak." Balas pak Damar.


Ardan pun melangkah dan masuk ke dalam mobil.


Sedang bu Rani masih tetap dalam posisi berdiri menatap punggung pak Damar dan wanita yang bernama Fara itu berjalan menuju mobilnya.


Ah perasaan apa ini ? kenapa melihat mereka aku seperti....ah lupakan ! Bathin bu Rani


TIIIIITTTTT...!!!


" ASTAGHFIRULLAH...!!" Pekik Bu Rani terkejut dengan suara klakson mobil Ardan yang memekakkan telinganya.


"Ini anak memang suka cari masalah." Gerutu bu Rani kemudian masuk ke dalam mobil.


"Kamu itu kenapa sih ? suka sekali cari masalah dengan mama." Omel bu Rani sambil memakai sabuk pengamannya.


"Yah habisnya mama aku panggil-panggil gak dengar. Jangan terlalu di tatap lama lho ma, nanti kangen, hahaha !"goda Ardan membuat wajah bu Rani menjadi merah.


...***...


Dalam kegelapan pak Hermawan duduk di atas sofa. Tak berapa lama seorang pemuda masuk. Pak Hermawan segera menyalakan lampu.


"Papa ?!"


"Kau dari mana Reno ? Sudah berapa kali papa katakan, jangan pernah keluar rumah. Kau memaksa pulang ke Indonesia, itu artinya kau harus ikut dengan aturan papa."

__ADS_1


"Reno bosan pa di kamar terus."


"Kau pilih mana ? bosan di kamarmu atau masuk penjara ?"


Reno tidak bisa membantah lagi, apa yang dikatakan papanya benar.


"Iya pa, Reno minta maaf !"


"Berhenti untuk mengawasi Clarisa, bagaimana kalau ada yang curiga denganmu ? lagi pula untuk apa kau mengawasi perempuan itu ?"


"Aku hanya memastikan saja, kalau apa yang ku dengar tentang Clarisa itu benar pa."


"Apa yang kau dengar dan apa yang sudah kau pastikan ?"


"Aku dengar Clarisa sekarang dia sudah berubah, dia sudah kurus. Ternyata itu benar. Sekarang dia sedang mengikuti pencarian bakat school idol."


"Mulai sekarang berhenti mengawasi dia, kau hanya akan membuat hidupmu semakin terancam."


"Iya pa, tapi Reno bisa pastikan kalau Reno gak akan kenapa-kenapa."


"Kau tau orang suruhan papa yang papa suruh untuk membunuh saksi kunci itu, berhasil di tangkap oleh polisi. Papa tidak tau apakah mereka sudah mengaku suruhan papa atau belum ?"


"Jadi ? apa yang harus kita lakukan pah ? Reno gak mau masuk penjara."


"Secepatnya kita harus pergi dari sini, dan berhenti melakukan hal yang bodoh."


"Kalau kita pergi, bagaimana dengan Clarisa saksi yang melihatku waktu itu ?"


"Kau tenang saja, papa sudah membayar orang untuk memata-matai Clarisa. Jika ada kesempatan, orang-orang papa akan menculiknya. Terus kita buat dia seolah-olah mati bunuh diri. "


"Semoga saja kali ini rencana papa berjalan lancar. Karena yang sudah-sudah selalu gagal."


"Sekarang kau bersiap-siap, mulai malam ini kita pindah !"


"Pindah ?"


"Tapikan polisi tidak tahu alamat ini rumah pa."


"Mereka itu polisi Reno, tanpa alamat mereka bisa menemukan rumah kita."


"Kita akan pindah ke mana pa ?"


"Nanti juga kau akan tahu, sekarang cepatlah bersiap-siap."


Renopun masuk ke kamar dan membereskan semua barang-barangnya.


...***...


Hari ini selesai berolahraga dan sarapan peserta school idol akan pergi latihan bernyanyi.


Tanpa sengaja Clarisa dan Nadia berpapasan diruang tengah saat akan kembali ke kamar masing-masing.


Nadia tersenyum sinis, Clarisapun tak mau kalah.


"Jangan terlalu yakin untuk menang Clar."


"Oh iya ? Kau sendiri, apa kau pokir kai akan menang ? "


"Oh jelas aku akan menang !"


" Dengan suara palsu Erika ?"


Nadia kaget wajahnya berubah pucat.


"Hahahaha, lihat wajahmu langsung pucat. Kau tenang saja, aku tidak akan memberi tahu kepada panitia tentang kecuranganmu. Tapi tentunya itu tidak gratis."

__ADS_1


Nadia menepalkan tangannua, sial ! darimana dia tahu tentang aku yang memakai suara Erika ? Ini gawat, posisiki terancam.


"Apa yang kau mau Clar ?"


"Jawab beberapa pertanyaanku dengan jujur tentunya."


"Pertanyaan apa itu ?"


"Apa kau kenal dengan pak Hermawan ?"


Darimana Clarisa tau tentang pak Hermawan ?


"Jawab Nad ! ingat jawab yang jujur."


"I..iya tentu saja aku."


"Apa hubunganmu dwngan pak Hermawan ?"


" Dia itu temannya papi."


"Kau tidak bohong Nad ?"


"Yah jelas tidaklah."


"Aku kasih tau sama kamu, sebaiknya berhati-hati jika berurusan dengan pak Hermawan."


"Maksudmu?"


"Dia suka memakan daun muda seperti kita ini."


"Kau salah Clar ! Dia hanya ingin nyawamu !"


DEG !


Mata Clarisa membulat mendengar kata-kata Nadia. Sama halnya dengan Clarisa, Nadia kaget dengan ucapannya. Dia kemudian menutup mulutnya dengan tangan.


Mampus aku ! aku keceplosan.


"Kau tadi bilang apa Nad ?" Tanya Clarisa sekali lagi untuk meyakinkan pendengarannya.


"Ti..tid...tidak...aku tidak ngomong apa-apa. Dengar ya aku sudah menjawab semua pertanyaanmu. Jadi kau jangan sampe membocorkan rahasiaku." Jawab Nadia sedikit gugup dan kemudian segera maauk ke kamarnya.


Clarisa masih mematung di tempatnya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Tiba-tiba Clarisa melihat seorang cleaning service yang sangat mencurigakan. Orang itu sedang membersihkan kaca. Clarisa menangkap mata lelaki itu yang sedang memperhatikan dia.


Sejak kapan cleaning service si meaa ini laki -laki ? setahu aku semua pelayan disini perempuan, kecuali satpam. Dia itu siapa, kenapa terus melihatku seperti itu ?


Clarisa segera mengambil langkah seribu masuk ke dalam kamarnya.


"Kau kenapa Clar ? mukamu pucat seperti habis lihat setan hahaha." Goda Meylani.


"Sembarangan, mana ada setan siang-siang ? Eh mey, apa kau tau cleaning service sekarang ada yang laki-laki."


"Oh iya ? mungkin Cleaning service baru."


Clarisa sudah tidak bertanya lagi. Dia kembali diam dengan pikiran kemana-mana.


Setelah dari latihan nyanyi, Clarisa segera ke dapur. Dia hendak membuat jus orange.


Saat dia sedang membuat jus orange, tiba-tiba mulutnya di bekap dari belakang oleh seseorang. Clarisa di bawah ke luar dari dapur lewat pintu belakang.


"Mmmmm.." Clarisa merontak-ronta berusaha teriak meski sebuah tangan kekar membekap mulutnya.


JANGAN LUPA HADIAHNYA YAH BUAT AUTHOR AGAR SEMANGAT UP..OKE...🥰🥰🤗🤗🤗

__ADS_1


Tinggalkan...Like ..comment dan vote..👌👌


TERIMAKASIH PENGGEMAR ARDAN DAN CLARISA. 😊😊😊


__ADS_2