Si Gendut Itu Aku !

Si Gendut Itu Aku !
Nikah siri dulu


__ADS_3

Sesampai di rumahnya, Ardan menemui mamanya dan mengatakan niatnya.


"Haahh ? Serius kamu Ardan ?"


"Iya ma ! Aku serius. Mau ya ma !" bujuk Ardan.


"Tapi ? apa dia mau ?"


"Mau ! nanti mama tanya kalau aku membawanya kemari."


"Kasian juga sih ya, dari ceritamu tentang anak itu. Kalau memang itu yang bisa buat dia aman, ya sudah mama setuju !"


Ardan tersenyum kemudian memeluk mamanya.


"Ardan sudah yakin, mama gak mungkin nolak niat baik aku. I love you ma." Ardan memeluk mamanya dari belakang.


"Hallah nanti ada maunya baru bilang begitu. Mama sudah haffal !"


Ardan tertawa mendengar keluh mamanya.


****


Di kelas, saat lagi mengerjakan ujian tiba-tiba Nadia datang. Clarisa melihatnya sudah lebih cerah daripada tadi dia pulang memburu harta karun bersama kedua orang tuanya.


Nadia di persilahkan masuk meski terlambat.


Sepupu Clarisa itu, melirik ke arahnya. Kemudian tersenyum miring.


Clarisa memutar kedua bola matanya malas, kemudian melanjutkan ujiannya.


Ujian sudah selesai, Clarisa ingin pergi kekantin.


"Clar ! " teriak Nadia memanggilnya.


"Ada apa ?"


"Aku dan mami sama papi nanti malam mau mengundangmu ke rumah."


"Oh iya ? untuk apa ?"


"Kami semua menyesal Clar, sudah berbuat jahat padamu." Nada bicara Nadia berubah pelan.


"Untuk itu, kami ingin mengajakmu ke rumah, untuk makan malam. Mami masakan makanan kesukaanmu."


Clarisa berpikir dengan perubahan sikap Nadia. Padahal baru saja tadi pagi, saat masuk ke kelas, dia menatap tidak suka pada Clarisa.


Sekarang tiba-tiba dia mengatakan kalau dia dan orang tuanya menyesal.


"Gimana Clar mau ya ?"


"Nanti di lihat ya." Jawab Clarisa kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Nadia.


"Sombong banget. Iihh kalau bukan demi uang 100 juta, gak sudi aku berteman denganmu." Ucap Nadia geram.


Tiba-tiba Chika dan Erika datang dari arah belakang. Mereka berjalan mengendap-ngendap kemudian mengagetkan Nadia.


"YAAAAA !" Pekik Chika dan Erika sambil memegang pundak Nadia.


"Iiiihhh kalian ini, bikin kaget aja."


"Hahahaha, maaf..maaf." Ucap kedua twman Nadia bersamaan.


"Erika, jangan lupa kamu bantuin aku nanti saat dischool idol."


"Wani piro ?"


"Iisshh nih anak. Nanti aku kasih 10 juta."


Erika tersenyum lebar, mendengar kata 10 juta.


"Oke..oke...senang bekerjasama dengan anda !" ucap Erika kemudian tertawa lega. Karena selama ini dia membantu Nadia hanya dapat ucapan terimakasih doang. Padahal dia yang sudah membuat Nadia bisa masuk ke school idol.

__ADS_1


***


Saat keluar gedung sekolah, Nadia memanggil Clarisa, "Claar ! "


Kini Nadia sudah berada di depan Clarisa.


"Iya ada apa ?"


"Ayo ikut ke rumahku yuk !" ajak Nadia.


"Sudah punya rumah ?"


"Ayolah Clar, jangan terlalu pandang enteng. Apa kau berpikir setelah mengusir kami, kami akan jadi gembel? Hahaha, tidak mungkin !"


"Lihat itu !" tunjuk Nadia ke arah mobil sport berwarna putih.


"itu mobilku ! Gimana ? Jadi kau jangan berpikir, kami akan mengambil harta ayahmu. Untuk apa ? karena kamipun juga punya". Ucap Nadia bangga.


"Syukurlah kalau kalian masih punya harta. Yah semoga saja itu benar-benar harta kalian."


"Apa maksudmu bicara begitu Clar."


"Hehehe, lupakan. Aku pulang dulu."


Nadia menahan tangan Clarisa , "tunggu dulu, kau tidak ingin ke rumahku ?"


"Lain kali aja !" tolak Clarisa, kemudian menepis tangan Nadia.


Clarisapun berjalan pulang. Nadia menatap kepergian Clarisa dengan penuh kebencian.


"Aku dan orang tuaku akan secepatnya membawamu ke rumah pak Hermawan, dan ku harap dia akan segera menghabisimu. Agar tidak ada lagi kesombonganmu. Huh.."


Dalam perjalanan pulang Clarisa terus berpikir dari mana paman dan bibi nya punya uang? Setahu Clarisa, rumah mereka disita dan tinggal dirumahnya.


Tiiittiiiiitt... !!!


Suara klakson mobil mengagetkan gadis berbadan bongsor itu. Bukan si gadis gendut lagi.


Clarisa yang teringat kejadian semalam, dimana Ardan sudah membaca buku catatannya, merasa malas ingin bertemu. Dia tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang.


"Claaar ! ayo masuk mobil !" teriak Ardan.


"Nggaaak ! "balas Clar dan terus berjalan.


"Oke kalau kau tidak mau. Aku kejar kau, kalau aku dapat, aku cium trus ku gendong. Mau ?"


Mendengar itu, Clarisa segera berbalik arah mendekati Ardan kemudian masuk ke dalam mobil.


Ardan tersenyum melihat Clar sudah duduk manis di dalan mobil.


"Sekarang kita gak usah ke rumahmu."


"Trus kemana ?"


"Ke rumahku !"


"Emang ada apa di sana ? acara keluarga ? aku masih pakai baju sekolah kayak begini."


"Gak apa-apa di sana sudah ada baju ganti."


"Hmmm..." Clarisa menarik nafas kasar.


Tidak lama mobil mereka sudah sampai dihalaman rumah Ardan.


Clarisa turun dan kemudian berjalan di belakang Ardan.


"Kau duduk disini dulu, aku panggil mamaku."


Ardanpun berjalan ke kamar mamanya.


Clarisa melihat-lihat foto keluarga Ardan. Dia melihat foto laki-laki muda dengan seorang wanita cantik.

__ADS_1


'Ternyata Ardan mewarisi fisik mamanya. Mamanya cantik.' Bathin Clarisa sambil memegang bingkai foto itu.


Clarisa mendengar langkah kaki, dia buru-buru meletakkan kembali bingkai foto itu, dan duduk manis di sofa.


"Ma kenalkan itu calon istri aku, namanya Clarisa." Ucap Ardan.


Clarisa kaget mendengar Ardan menyebut nya calon istri tanpa rasa canggung.


" Cantik, poco-poco !" bisik mama Ardan.


Tante Rani mendekat ke arah Clarisa.


"Hai sayang, nama kamu siapa ?" tanya tante Rani berbasa basi.


"Clarisa tante." jawab Clar tersenyum.


" Mulai sekarang, jangan panggil tante, panggil mama. Sama seperti Ardan kalo manggil. Kan sebentar lagi kamu juga jadi anak tante."


"Oh hehehe..i..iya ma !" Clarisa tersenyum, namun di dalam hati dia bertanya-tanya arti dari kata sebentar lagi.


" Manis sekali ! heheheh ." puji tante Rani ketika melihat senyum Clarisa, kemudian mencubit pipinya.


"Ayo mama antar ke kamar, kamu ganti baju terus makan." Ajak tante Rani.


"Ya udah Clar, kamu disini dulu. Enjoy dengan mamaku ya. Aku mau kembali ke kantor." pamit Ardan, kemudian berjalan keluar rumah.


Tante Rani menarik tangan Clarisa kemudian membawanya ke kamar.


"Nah, Clar ini dia kamarnya !"


Clarisa kaget ketika melihat di kamar itu terdapat foto Ardan.


"Tan..eh mama !, kok kita di kamarnya Ardan ya ?"


"Iya, sebentar lagi kan akan jadi kamar kamu juga sayang. Ya sudah, baju ganti kamu ada di dalam lemari. Kamu ganti baju, trus keluar makan. Mama tunggu di meja makan." Ucap tante Rani tersenyum. Kemudian meninggalkan Clarisa di kamar.


"Kok dari tadi mamanya Ardan bilangnya sebentar lagi terus sih ?"


Clarisa membuka lemari, mengambil baju gantinya. Dia ke kamar mandi dan mengganti bajunya. Setelah itu dia keluar ke meja makan.


Clarisa senang sekali bicara dengan mama Ardan. Mereka selalu nyambung.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30. Clarisa selesai belajar, kemudian pintu kamar di ketuk.


"Jangan-jangan Ardan ? aduuh masa dia mau tidur disini ?"


Clarisa membuka pintu, dan mendapat tante Rani berdiri di depan pintu.


"Eh mama !"


"Lho kamu kok belum ganti baju ?"


"Ganti baju ? mau kemana ma ?"


Tante Rani masuk, dan mengambil baju di dalam lemari.


"Clarisa cepat pake baju ini ya. Biar mama yang rias kamu."


Clarisa menurut, dia mengganti bajunya, kemudian dia duduk manis di depan cermin siap untuk di rias tante Rani.


Saat lagi di rias, Clarisa mencoba bertanya, "Ma, memangnya mau ada acara ya ?"


"Lho memangnya Ardan gak ngasih tau kamu ? malam ini kau dengan Ardan menikah. Bapak penghulunya sudah siap di luar."


"Appaaaa ? nikah ma ?"


"Iya nikah, mama tau antara kau dan Ardan. Juga masalah yang sedang kau hadapi. Ardan sudah cerita semuanya."


"Tapi kita akan nikah setelah kasus ini selesai ma. Kalau sekarang kasus ini belum selesai."


"Iya, mama tau. Ardan bilang saat ini kau sendirian di rumah. Dia ingin menjagamu sepenuhnya. Mengajakmu tinggal di sini, hanya saja kalian tidak punya hubungan keluarga. Tentunya akan menimbulkan fitnah. Itulah mengapa Ardan ingin kalian nikah sirih aja dulu. Setelah kasus ini selesai, pernikahan kalian akan di urus kembali agar sah dimata agama dan hukum." Jelas mama Rani.

__ADS_1


Penjelasan itu membuat jantung Clarisa berdegup kencang.


__ADS_2