Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Black Day (1)


__ADS_3

05-08-2016 / 19:00


Urfana berjalan sendirian menuju tempat pintu masuk rahasia mengenakan kartu yang diberikan Ranggi padanya.


Namun ia sama sekali tidak terlihat penuh dengan emosi, Urfana benar-benar mampu mengendalikan emosinya saat itu setelah Corcus mengajarinya untuk tetap tenang apapun yang terjadi.


Berjalan di koridor yang gelap menuju tempat bawah tanah, Urfana hanya berjalan sendirian didalam gelapnya koridor.


"Kau harus menang, Urfana. Keisal harus bisa kujinakkan sehingga aku mampu memegang semua urusan bisnisnya." ucap Ranggi sambil memonitor CCTV melalui kacamata ARnya.


Semua yang hadir di Skusher-Arena adalah 100 orang dari Troy-Skusher, 100 orang dari Clubboys, 50 dari Taring-Harimau, dan 200 orang penonton seumuran anak SMA.


Benar-benar bangunan bawah tanah yang ukurannya lebih masif dari luarnya, Semua yang hadir disini masuk melalui akss bangunan yang berbeda.


Terlihat Keisal dan Reggie duduk di anak tangga yang sama, meskipun anak buahnya pada duduk secara acak bersama para penonton yang bukan bagian geng.


"Keisal, aku tidak menyangka kau mengundang kami yang notabenenya adalah musuhmu untuk datang kemari. Sangat nekat sekali." ucap ketua geng Clubboys, berambut kuning, gondrong dan kulitnya cerah, Reggie Jackson.


"Ini adalah pertemuan kehormatan, kuharap anak buah kalian jinak. Battle-Royale ini kan pesta meriah untuk bawahan kita."


Ketua geng yang satu lagi sedang pergi ke toilet, tempat duduknya juga sudah disediakan.


Urfana menuruni tangga koridor, terdapat suara langkah kaki yang terdengar agak keras dan bergema. Semua orang berhenti mengobrol dan melihat ke arah koridor tersebut.


Seseorang yang muncul dari akses terlarang dan gelap tanpa adanya cahaya. Rahmania Urfana muncul dari kegelapan itu.


Pakaian Jaket parka hitam, celana jogger, sepatu kulit hitam dan penutup mata pada wajahnya.


Keisal tersenyum lebar melihat kehadiran Urfana yang berada di Skusher-Arena.


"Fufufu.... Ahahaha.... AHAHAHAHAHA!!!" Keisal tertawa sangat kencang di keheningan itu.


Reggie menatap sinis pada Urfana, ia sama sekali tak menyangka bahwa kedatangan petinju yang mengalahkan Christian Galeo akan ada disini.


"Jadi kau beneran datang, WOI" teriak Keisal dari jarak 50 meter sebelah kiri Urfana.


Datanglah seseorang yang tidak asing kehadirannya dari arah kanan, Yudhoyono yang pernah membully Urfana.


"Yo, bangsa—"


Belum menyelesaikan ucapannya, Urfana memukul Yudhoyono hingga terpukul mundur dan menabrak pagar pembatas di Arena.


Wajahnya langsung membekas memar akibat pukulan yang diberikan Urfana. Yudhoyono kemudian merasakan tremor terhadap Urfana yang kini jauh berbeda dari apa yang ia lihat pada hari itu.


Ia sama sekali tak bisa bergerak, badannya terlalu takut untuk bergerak.


Ketua geng memiliki kekuatan yang cukup memumpuni dan bisa melawan 50 remaja sendirian.


Dari penampilan, Urfana terlihat sangatlah lemah di mata orang-orang. Tidak ada yang tahu siapa dia, tubuhnya tidak begitu atletis dan tidak terlatih dengan baik.


Pertarungan bisa saja selesai dalam 3 detik karena orang biasa takkan bisa melawan ketua geng.


"Kau dan aku. Sekarang..." kata Urfana.


Majulah 10 orang dari Troy-Skusher yang tak tahan dengan sifat arogan Urfana yang menantang bos mereka.


Keisal memiliki rekor no. 1 di Arena miliknya sendiri. Ia sudah bertarung dengan kemenangan sebanyak 99 dan 1 kekalahan.


Peserta bisa mengadakan pertarungan 1 vs 1 untuk menyelesaikan permasalahan mereka dengan beradu fisik.


Turnamen selalu digelar setiap minggu, dan event Batte-Royale selalu digelar pada waktu khusus.


Tidak ada peraturan yang diperkenankan disini, namun yang terpenting adalah tidak diperbolehkan membunuh.

__ADS_1


"Gyaaah!" seseorang terjatuh dari area penonton ke bawah arena.


Pagar yang menghalangi hanya setinggi 80 centimeter, tidak lebih hanya sekedar pagar besi dengan bagian atas yang rata. Jarak tinggi dari area penonton hingga kebawah hanyalah 3 meter.


"Dia memang cepat!" ucap Reggie.


10 orang berakhir terkapar dan tidak sadarkan diri, sedangkan salah satunya terjatuh ke arena dengan wajah mendarat duluan ke tanah.


Urfana berjalan mendekati Keisal, semua orang disana tak ada yang berani memberhentikannya, bahkan para eksekutif dari masing-masing geng hanya duduk manis dan ingin melihat apa yang terjadi.


Seketika jarak sudah sampai 10 meter, Reggie langsung maju dan ingin mengetes kemampuan reaksinya.


Reggie melancarkan serangan cross secepat 65km/jam ke bagian wajah Urfana.


Tinju tersebut kemudian ditahan oleh seseorang yang berstatus penonton.


Semua yang berada didekat Reggie tentu saja terkejut, tidak ada orang selihai dan secepat itu bereaksi terhadap pukulannya.


"Pukulan yang terlalu lambat bagiku, tapi bukankah seharusnya Battle-Royale disenggarakan terlebih dahulu dibandingkan keributan ini.


Reggie menatap orang yang menahan pukulannya dengan penuh gengsi, ia tak suka pukulannya ditahan seperti itu, terlebih lagi hanya dengan satu tangan saja.


"Siapa kau?" tanya Keisal.


"Kobayashi Rion. Aku kemari untuk menonton pertarungan yang diselenggarakan oleh Troy-Skusher."


"Sekolahan dimana?"


Tidak ada satupun yang di area ini yang tahu bahwa ada keberadaan seseorang yang mampu menandingi ketua geng. Keisal sendiri tahu bahwa dari semua ketua sekolah yang hadir disini tidak ada yang sekuat dirinya.


"Sekolahan yang penuh bom asap kemarin."


"BRENGSEK, JANGAN KATAKAN ITU DISINI." Keisal langsung marah dan berdiri dari tempat duduknya.


"HAH?!" Keisal melotot kearah Hasan.


"Tidak usah terburu-buru, disini ada banyak tamu dan para penonton yang menunggu siaran langsung. Kita harus membersihkan arena dan area penonton."


Keisal kemudian meredakan emosinya dan mulai berpikir lebih rasional agar tidak gegabah. Hasan kemudian memerintahkan anak buahnya untuk membawa teman-teman yang terluka pergi dari area penonton.


"Kalian berdua beruntung, aku akan menghajar kalian secara bergiliran mulai dari Urfana." Keisal meludah kebawah arena bertarung dan pergi ke ruangan pribadinya melalui koridor terdekat.


Reggie ikutan kondusif, ia tak mengatakan apapun dan kembali duduk ke tempatnya sendiri.


Rion menepuk pundak Urfana dan mengajaknya berjalan ke area penonton yang paling jauh dari para ketua geng, yaitu ujung sebrang arena.


"Keisal, CEO Yohan Arunaldi besok akan bertemu dengan Fatherknight. Lebih tepatnya ia akan datang sendiri." Terlihat Oban sedang memakan pizzanya di ruangan Keisal bersama salah satu eksekutif Painraiders perempuan.


"Kukira hanya Oban yang datang kemari, Kak Jennifer juga datang." ucap Keisal yang senang melihat Jennifer berada disini.


"Jangan sentuh aku, kau bisa mati." ancam Jennifer dengan santai.


"Menawan dan menarik seperti biasanya." balas Keisal terhadap ancaman tersebut.


"Kau hanya memanggil kakak kepadanya, padahal aku lebih tua." Oban memberikan berkas surat tugas kepada Keisal yang harus ia tanda tangani.


Kedatangan dua eksekutif dari Painraiders ke salah satu bisnis milik eksekutif lain harus ditangani dengan kesepakatan yang formal, demi menghindari kesalahpahaman yang tidak diinginkan.


Keisal meminta Ranggi untuk mengundang eksekutif untuk membantu mengkondusifkan situasi apabila ketua geng yang lain mulai menggila.


"Kedengaran cukup bodoh untuk berurusan dengan JNC. Mungkin bisnis kita akan diekspos ke masyarakat." Keisal membuka grup Socialtext Painraiders.


Semua tawanan akan dipindahkan ke cabang luar pulau. Fatherknight berencana untuk menjual budak ke pelelangan di Kalimantan, lebih tepatnya relasi dalam dengan bisnis milik No. 3 Undervalue.

__ADS_1


"Aku ingin segera meniduri gadis itu. Kuharap Fatherknight membereskannya dengan segera."


Battle-Royale sudah dilaksanakan dengan Fernando sebagai pembawa acara kali ini.


25 anggota dari masing-masing geng sudah masuk ke arena bertarung dan mereka saling menghajar yang bukan temannya. Mereka semua hanya mengenakan celana pendek yang berwarna sebagai indikasi teman atau musuh.


Sorakan penonton begitu meriahnya melihat banyaknya darah yang berceceran.


"Sepertinya kau sedang mengkhawatirkan sesuatu. Ada apa?" tanya Rion dengan halus.


"Itu bukan urusanmu."


"Aku ingin membantumu, karena itu kau harus menang melawan Keisal sekarang. Kau pasti ingin mencari gadis itu juga bukan?" Rion menawari permen karet pada Urfana.


Urfana mengambilnya dan langsung menguyah permen karet itu.


"Jadi kau tahu sesuatu soal gadis itu?" tanya Urfana ke Rion.


Rion mengangguk, "Aku sekelas dengannya. Aku juga melihat sendiri kejadiannya, tapi aku terlalu telat untuk menyelamatkannya."


"Aghh, tolong-tolongg!!!" teriak salah satu anggota Clubboys.


Kakinya dipatahkan oleh salah dua anggota Taring-Harimau. Aturannya memang tidak ada, yang penting tidak boleh membunuh.


"Psikopat." singgung Urfana melihat cara Taring-Harimau bertarung.


Taring-Harimau terlalu kuat, geng dengan anggota paling sedikit namun menjamin kualitas petarung.


"Kau sudah dapat nomor Melviana?" tanya Rion.


"Setiap orang yang kukenal selalu saja punya hubungan dengan yang lainnya. Aku memiliki kartu namanya, memangnya kenapa?"


"Tidak ada apa-apa. Simpanlah."


"Sangat tidak dipercaya!! Taring Harimau hanya memiliki 1 teman yang tumbang. Dan semua geng lawannya terbantai habis!!! "


Taring-Harimau, tidak membutuhkan banyak anggota untuk mempertahankan wilayahnya. Semua yang hadir disana bersorak untuk pertarungan yang sudah diselenggarakan.


Para panita bergegas turun ke arena dan membawa korban melalui ruangan yang bisa diakses dari bawah arena.


Keisal datang dari dalam koridor dan menenangkan anak buah yang hampir mengamuk karena temannya dibantai dengan sadis.


Reggie melakukan hal yang sama untuk mencegah kejadian buruk yang tak diperlukan.


"Pertarungan selanjutnya, pertarungan yang paling ditunggu oleh pemirsa sekalian"


"Kobayashi Rion, aku tidak tahu apakah aku akan menang atau tidak. Tetapi jika aku mati disini, tapi tolong selamatkan Fadhilah setelah kau berurusan dengan si brengsek ini." Urfana tersenyum, ia melepaskan jaket parkanya.


"Kau pasti menang, kenapa kau begitu khawatir?" Rion membalas senyuman dengan senyuman lagi.


Kobayashi Rion, sangat baik jika diperlakukan baik, sangat buruk jika diperlakukan dengan buruk.


"99 kemenangan dan 1 kalah, ketua geng Troy-Skusher, dikenal sebagai Killing-Maniac, Keisal Saniswara ! "


Keisal melakukan frontflip dan rolling ke tanah, ia melepaskan jaket kulit hitamnya disana. Urfana turun melalui tangga karena tak bisa melakukan hal yang sama seperti Keisal.


"Keisal, aku adalah suara dari anak-anak yang sudah kau cacimaki bersama teman-temanmu." Urfana melakukan pemanasan.


"Dan suara dari semua orang akan menjilati sepatuku ini!" balas Keisal, ia benar-benar bergairah karena kebagian jatah untuk bertarung dengan Rahmania Urfana."


Sorakan penonton saling memeriahi suasana pertarungan, begitu juga dengan mereka yang menonton dari Deep-Web, bahkan ketua dari Noparents saja sedang menonton siaran ini.


"Lekas datang, Rahmania URFANA!!!!" teriak Keisal.

__ADS_1


..........Bersambung..........


__ADS_2