Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Pertemuan calon Penguasa dunia


__ADS_3

"Tapi, apa Revenstein pergi ke zaman yang sama seperti kita? Lalu siapa bocah dengan pakaian modern itu?" tanya Avulstein.


Corcus mendengar apa yang diucapkan oleh Avulstein dan langsung menodongkan pedang hitam itu kebelakang.


Seketika itu Ouvel tersenyum kagum melihat kejelian seorang Kapten berumur 16 tahun, rumor tentang kehebatan Kapten Black Sword-Saint itu benarlah fakta.


Ouvel yang selalu tertarik pada pertarungan kini bersiaga untuk mengeluarkan pedang dari tangannya, tetapi.....


......Urfana menoleh kebelakang dan membuat Ouvel Euronova seketika tak berkutik melihat mata kanannya.......


"Kau!!" Avulstein berniat mengeluarkan belatinya.


Tanpa basa-basi, Urfana menerapkan teknik taktikal Systema yang ia pelajari dari Phaseon untuk melepaskan senjata dari tangan lawan.


Ia menerapkan serangan Tinju milik Reggie dengan kecepatan yang hampir sama, lalu menggunakan serangan liar milik Keisal dan tendangan Taekwondo milik Valin.


Avulstein berhasil menahan semua serangan milik Urfana, tapi tentu saja ia terkejut dengan kemampuan milik bocah yang mendadak menyerangnya.


Ia tak menyangka bahwa akan ada dua orang anak berumur 15-16 tahun sekuat mereka.


Ouvel tentu sangat terkejut melihat kemampuan itu, terlebih lagi kemampuan untuk menyalin teknik beladiri dan menerapkannya adalah kemampuan milik Eye of Creator yang kini ada pada mata kanannya.


Terdengar suara dari kejauhan mendekati mereka.


"Casaromidou!! Larilah lebih CEPAT "


"Aku tahu KOZURA. "


Casaromidou menggunakan kemampuan mata kirinya, ia mengendalikan salah satu penjaga kota Athnia yang mengejarnya dan membuatnya kehilangan moral dan menggila menyerang temannya sendiri.


Tidak cukup dengan Urfana, Ouvel juga merasakan aura milik mata kirinya yang tertanam di mata kiri milik Casaromidou.


Eye of Desecration mampu menghilangkan moral dan kewarasan seseorang dan membuatnya menyerang balik siapapun yang ada didekatnya.


"Kapten!! Kami mengejar dua orang pasukan mata-mata musuh, ia dapat menggunakan sihir yang dikeluarkan dari tangannya!!" teriak salah satu prajurit.


"Mundurlah!!! Ini perintah!!! Jaga jarak!!!"


Casaromidou dan Kozura bertemu dengan Urfana, Corcus, Ouvel dan Avulstein.


"Brengsek, kau pasti Vladimir Avulstein!! Pemimpin Ende-Leiden." Kozura menodongkan USPnya ke arah Avulstein.


Kozura memiliki dendam pada Ende-Leiden karena telah merenggut kampung halamannya, hari dimana kampungnya dihancurkan oleh Ende-Leiden membuat Kozura berjanji bahwa ia akan membunuh Avulstein atas keputusannya yang kejam.


Kozura gemetaran, kebencian yang ia pegang terlalu besar hingga membuat tangannya tak terkendali.


Urfana dan Casaromidou saling bertatap wajah tanpa terlihat adanya rasa membenci pada masing-masing.


Kozura langsung menembakkan peluru dari USP itu dan meleset, seketika itu Corcus langsung membelah dua senjata itu dengan pedangnya lalu membuatnya mundur.


Kozura mengeluarkan butterfly-knife dari kakinya dan saling berhadapan dengan Corcus.


"Ada apa ini?......" Ouvel merasa tertekan melihat kedua tangannya menunjukkan simbol dengan mark yang sama-sama berkedip berwarna merah.


Corcus, Avulstein, dan Kozura saling bertatapan dengan marah, sedangkan Urfana, Ouvel dan Casaromidou hanya berdiam kebingungan melihat satu sama lain.


Tak lama saat semuanya terdiam, Ouvel langsung bergerak dan menepuk Urfana dari belakang, sedangkan Casaromidou yang merasa terintimidasi oleh Ouvel langsung menarik Kozura untuk pergi melarikan diri.


"Kejar mereka!! Jangan biarkan mereka larikan diri!!" ucap salah satu pemimpin unit yang mengejar Casaromidou dan Kozura.


"Avulstein, turunkan tingkat kewaspadaanmu. Mereka bukan musuh." perintah Ouvel Euronova.

__ADS_1


Avulstein tidak bertanya dan membantah, ia langsung melepaskan kuda-kuda dan kewaspadaannya dan menurut pada Ouvel.


"Lihatlah, mataku...."


Ouvel membuat Urfana melihat matanya, lalu ia memegang kepala Urfana dan mengakses ingatannya.


Urfana tenggelam dalam ilusi matanya, jantung dan mata kanan Urfana sakit ketika Ouvel membuatnya masuk kedalam dimensi miliknya, dimana mereka ada di puncak gunung bersalju dan langitnya adalah luar angkasa dengan berbagai bintang terlihat disana.


Ouvel memaksa masuk kedalam ingatan Urfana untuk mencari atas jawaban yang telah terjadi.


Ouvel bisa melihat gambaran ketika Urfana mendapatkan Eye of Creator setelah ia mendapatkan mimpi buruk Athnia ketika berada di Rumah Sakit Alfarius.


Terlihat seseorang dengan mata kiri berwarna merah berbincang dengan Urfana dalam mimpinya yang tak lain adalah pemilik Eye of Desecration, Casaromidou pada kehancuran Athnia.


Ouvel melihat semua yang Urfana jalani dalam sekejap, dari semenjak mimpi buruk hingga ke titik dimana ia pingsan oleh Fatherknight.


"Fadhilah......." ucap Ouvel.


Urfana melawan balik Ouvel dengan kekuatan mata kanannya, mereka berdua terlepas dari ilusi dan kini saling bertatapan satu sama lain.


Ouvel menangis setelah melihat isi ingatan milik Urfana. Secara tak sadar, Urfana sedikit demi sedikit mulai kehilangan kesadarannya, Corcus telah berhasil mengalahkan Fatherknight dan berupaya meninggalkan tubuh Urfana.


Sinkronisasi Urfana terhadap dunia ini mulai melemah.


Ouvel tak bisa mengendalikan emosinya, kekuatan kedua matanya saling berlawanan menciptakan aura sihir yang kuat.


"Hei, kenapa kau menangis?! Ada apa dengan aura menyeramkan itu?!" ucap Corcus.


"Tuan! Sadarkan diri Anda!" Avulstein memegang kedua bahu Ouvel dan menggoyangkannya.


Getaran raksasa terjadi dari aura tersebut.


Ouvel yang tadinya melupakan siapa dirinya kini ia bisa mengingatnya dengan baik berkat Urfana. Ketika mata mereka saling bertatapan, mereka saling mengakses ingatan dan secara tidak sengaja membersihkan ruang rusak didalam otak dan membuatnya berfungsi lebih baik.


"Avulstein, bocah itu adalah aku dari masa yang berbeda. Kenapa semua ini bisa terjadi?!! Apa yang terjadi di masa depan?!! Apa yang.... Apa yang terjadi di masa lalu?!"


"Tuan, Anda tak boleh mengeluarkan kekuatan Anda, akan banyak orang tak bersalah mati!"


"Apa yang sebenarnya terjadi?! Kalian siapa?! Dan ada apa!?" tanya Corcus yang bingung.


"Bocah, perintahkan semua prajurit untuk mengevakuasi warga ke bagian utara!"


Avulstein membawa Ouvel pergi ke arah selatan, ia berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mirip seperti Yohan Arunaldi, Avulstein adalah Cyborg.


Corcus berbalik ke belakang, "Urfana, ayo kita per—"


Tanpa disadari, Urfana mulai menghilang dari dunia itu. Bagaikan kertas yang terbakar oleh api dan abunya terbang.


"Corcus, maafkan aku... Aku pulang" Urfana tersenyum dan mengeluarkan air mata kesedihan.


"Urfana!!!" teriak Corcus


Urfana memejamkan mata dan membiarkan semuanya terjadi, karena baginya. Hanya butuh waktu sebentar untuk bangun dari mimpi yang terjadi saat itu.


Tidak lama setelah itu, kedua mata Ouvel menciptakan sebuah portal yang membawa mereka kembali ke tempat mereka berasal. Namun sayangnya mereka kembali pada tahun 2039, tepatnya 10 jam setelah kepergian Casaromidou dan Kozura ke masa lalu.


Mesin waktu itu rusak permanen, meninggalkan Revenstein, Casaromidou dan Kozura hidup dalam masa lalu dan tak bisa pulang.


...----------------...


"Uhh....."

__ADS_1


"Tidak usah paksakan dirimu Urfana, kau sudah menang. Biarkan aku menggendongmu ke rumah sakit."


Phaseon membawa Urfana dari mansion menuju ke desa Muarasari, Polisi Militer sudah pada berkumpul di tempat kejadian perkara.


Fatherknight mati karena tulang rusuknya yang patah, Wendi melarikan diri dari tempat ini dan menghilang tanpa jejak, sedangkan Jennifer dan anak buahnya yang baru tiba di lokasi langsung ditahan oleh pihak kepolisian.


"Phaseon...."


"Hmm?"


"Apa Fadhilah baik-baik saja?"


"Tentu saja Urfan, ia sudah selamat. Dia sedang berada di desa sambil menunggumu. Para warga menghidangi kami dengan makanan dan minuman hangat."


"Para warga pasti ketakutan, harus hidup dalam kendali orang jahat."


"Dan kini pemerintah akan mengambil tindakan dan mendengarkan kami."


Phaseon kemudian mulai memikirkan hal lain, ia penasaran dengan mata merah yang ada di mata kanan Urfana.


Ia tahu bahwa ada hal spesial dibalik Urfana yang membuatnya begitu hebat hingga mencapai titik ini. Melawan Keisal sangatlah melelahkan dan memberikan luka, namun pulih dalam beberapa jam dan melawan Fatherknight adalah sesuatu yang bahkan diluar nalar manusia.


"Aku takkan bertanya, ini, tutup lah matamu dengan kain." ucap Phaseon.


"Ngomong-ngomong, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau membantuku Phaseon?"


"Aku temanmu Urfana, tidak lebih dan tidak kurang."


Yohan Arunaldi menyerahkan diri dan dibawa oleh kepolisian atas permintaan Phaseon, ia telah dinetralkan dan dibawa ke tempat kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Persenjataan miliknya telah disita dan komunikasi dengan Irandi telah diputuskan. Para tawanan dan sandera telah diselamatkan pihak kepolisian dan kini sedang berdiam diri di desa.


Phaseon dan Yohan telah berkomunikasi melalui gelombang frekuensi yang sama dan membuat Yohan menyerahkan dirinya.


Padahal sebagai salah satu orang paling berbahaya di dunia ia bisa saja melawan kepolisian atau menghancurkan negara sendirian tanpa bantuan siapapun, sesuatu telah terjadi dan membuatnya harus menyerahkan diri.


Tapi yang jelas, semua ini demi keselamatan putri dan keluarganya, bukan yang lain.


Empat menit setelah berjalan, mereka tiba di desa. Fadhilah berlari mendekati Urfana, ia sangat mengkhawatirkannya.


"Hei jagoan, maaf udah bikin kamu nunggu lama." Urfana tersenyum.


Phaseon menurunkan Urfana dengan pelan-pelan. Mereka berdua berpelukan satu sama lain.


Hangat, nyaman, dan sejuk. Pelukan yang membuat mereka berdua lupa akan masalah yang mereka baru saja hadapi.


"Makasih, sudah datang untuk nyelamatin aku! Aku bener-bener ga nyangka kamu akan datang."


Gadis itu menangis bahagia, ia semakin jatuh cinta pada lelaki yang ia peluk. Sebuah perasaan bernama cinta menguasai seluruh isi kepalanya dan tak ada hal lain yang ia pikirkan selain Urfana.


Tragedi ini berakhir dengan jumlah korban meninggal sekitar 435 orang dari pihak Painraiders dan 4 tawanan meninggal ditempat akibat luka lebam karena melawan.


Emperor yang baru saja tiba di markas Painraiders dengan helikopternya seketika itu ia memutuskan untuk kembali ke markas. Ia sendiri melihat adanya korban berjatuhan dari pihaknya, yang menandakan bahwa Yohan Arunaldi adalah orang yang memiliki super power.


"Jadi kau benar-benar menunjukkannya, Adamska....." Emperor menyeringai, "Sampai jumpa lagi, kawan."


Sang Kaisar dari Kekaisaran kriminal Asia Tenggara, Emperor Undervalue. Ia terlihat senang dengan hasil dari tragedi ini. Sejak awal ia tak tertarik pada JNC Group, ia hanya ingin melihat sosok sejati Yohan Arunaldi yang ia curigai sebagai monster.


Dan dia mendapatkan jawabannya, Emperor pulang dalam keadaan sangat puas dan akan menjalankan rencana lainnya untuk Yohan dan Alliance Security.


Perang masih berlanjut dan takkan berhenti sampai hanya tersisa satu pihak pemenang!

__ADS_1


..........Bersambung..........


__ADS_2