Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Satu-satunya yang ia lihat sebagai serigala


__ADS_3

"Bagaimanapun aku harus mencegahnya !!"


Seseorang menahan tangan Lorenzo.


"Hei Lorenzo, ada apa terburu-buru seperti itu?"


"Fightor?" ucap Lorenzo.


Berbadan besar berotot, berkulit hitam dan berambut kuning, Fightor. Orang paling kuat nomor dua di Noparents. Tidak dapat dipungkiri bahwa tangan besar itu mampu meremukkan apapun ketika tenaga itu disalurkan.


"Tidak... Bukan apa-apa."


Lorenzo tak dapat mengatakan yang sebenarnya. Tidak ada satupun dari geng yang boleh tahu tentang rahasia ini.


Ada alasan mengapa mereka tak boleh mengetahuinya. Lorenzo pribadi berpendapat bahwa tak ada satupun orang didalam Noparents yang akan menutup mulutnya pada Johannes, itu karena mereka sangat menghormati ketua geng mereka.


Karismatik, Berwibawa, Berpendidikan, Kaya, dan tahu cara memperlakukan anak buahnya. Namun bukan berarti bahwa ia tak bisa menjadi kejam tanpa alasan.


"Fightor, Bos saat ini berusia 18 tahun kan?"


"Benar, memangnya ada apa dengan hal itu?" tanya Fightor.


Ini adalah hal yang memilukan, Fadhilah masih berumur 13 tahun saat itu namun ia malah berpacaran dengan Johannes yang berumur 18 tahun.


Untuk beberapa alasan, pastinya ini adalah hal yang ilegal dan memalukan. Anak berumur 13 tahun mainnya ke Club, itu sama gilanya seperti masuk ke kandang singa.


Lorenzo sangat khawatir jika Johannes mengetahui bahwa Fadhilah adalah anak dari pendiri JNC Group, itu karena ketika masa lalu ada hal yang cukup memilukan terjadi pada ayah Johannes.


Lindberg mengajarkan pada Johannes untuk mendedikasikan dirinya membalas dendam pada generasi berikutnya yang akan mewariskan seluruh kekayaan aset yang dimiliki keluarga Yohan.


Ada besar kemungkinan bahwa Johannes akan menggunakan Fadhilah sebagai sandera dan memperlakukan gadis itu dengan buruk. Setidaknya itulah yang ada dibenak Lorenzo saat ini.


Hampir semua eksekutif dari Noparents umurnya lebih tua dibandingkan Johannes, Lorenzo adalah yang termuda, ia berumur 17 tahun saat ini.


Tak pernah terpikirkan baginya bahwa statusnya sebagai Wakil President dari Noparents membuatnya harus turun tangan sendiri dibandingkan memerintah.


Apa yang akan dikatakan oleh masyarakat? Jika mereka tahu bahwa anak sang Gubernur DKI Bandung ternyata berusia 18 tahun dan memiliki pacar berusia 12 tahun?


Mereka akan kehilangan muka dan Noparents akan kehilangan influence dan kekuasaan besar yang mereka pegang di daerah yang paling maju di negeri ini, daerah tengah.


"Bukan apa-apa."


Lorenzo pergi keluar club untuk menghilangkan penat dan rasa pusing di kepalanya.


Ia tidak tahu harus bertindak apa untuk mempertahankan kastil yang sudah mereka bangun.


Jangankan untuk musuhnya, Johannes bahkan tidak memiliki celah bagi sang Wakil Presiden sendiri dan bahkan orang tuanya pun tak bisa mengendalikannya.

__ADS_1


"Bangst, lebih baik tidur aja diluar." Lorenzo bersandar di sisi kanan dinding klub malam.


Gadis yang bernama Fadhilah Asmira Putri itu meskipun masih kelas 1 SMP, namun ia sudah bermain sama anak SMA.


Ia memamerkan kecantikan fisik dan tampil seksi dengan kaos yang tidak menutupi perutnya.


Johannes Gates tidak hampir berbeda dengan Keisal Saniswara dari Troy-Skusher. Orang itu menyukai perkelahian dan wanita.


Tubuhnya kekar, tinggi, tampan. Ia adalah kriteria idaman para gadis, sama seperti Keisal.


Mobil Mercidez S-617 terparkirkan tepat didepan Lorenzo tertidur saat ini, Johannes membeli mobil tersebut seharga 2 milliar rupiah dan mendesainnya dengan mewah di bagian interior mobil.


Beberapa jam telah berlalu hingga sudah pukul 3 pagi, mereka berempat keluar dari tempat itu dalam keadaan setengah mabuk.


"Johannes, kami pergi duluan ya." kata Shilmi bersama Indri, mereka dijemput oleh pacarnya menggunakan mobil.


Mereka meninggalkan Johannes dan Fadhilah berdua. Keduanyapun memutuskan untuk pergi ke dalam mobil.


Lorenzo menyadari hal itu dan ia masuk kedalam mobil miliknya yang terparkir tepat dibelakang mobil Johannes.


"Hati-hati naiknya." Johannes membukakan pintu untuk Fadhilah.


"Akhirnya, cuma ada kita berdua." ucap Fadhilah.


"Kamu keliatan cantik banget, aku bener-bener ga tah-"


Buaggg!!!! Terjadi perkelahian antara tiga orang kadet Noparents dengan pengamen anak-anak.


"Sial, ada apa lagi." Johannes keluar dengan emosi karena cukup terganggu oleh keributan disana.


Fadhilah kemudian menunggu di mobil sambil memainkan smartphone miliknya.


Lorenzo mengambil kesempatan itu untuk memberi Fadhilah nomor teleponnya, Lorenzo ingin Fadhilah kabur dari genggaman Johannes sebelum terlambat.


Gadis itu terus menerus menolak tawaran Lorenzo dan menganggap Lorenzo adalah orang cabul yang ingin berbuat tidak-tidak padanya.


Gadis itu masih perawan dan polos, ia tidak boleh dicemari oleh gelapnya dunia gangster dan buasnya malam. Terlebih lagi anak dari CEO Yohan Arunaldi, Johannes bisa terbunuh jika Yohan Arunaldi bergerak.


"Pulang, kaburlah cepat!!" ucap Lorenzo.


"Tapi....."


"Sial....." Lorenzo melihat anak buahnya berkeliaran dekat dirinya, ia bersikap normal dan pergi meninggalkan Fadhilah.


Lorenzo tidak bisa membawa Fadhilah kedalam mobil karena keributan yang tengah terjadi dan keberadaan anak buahnya disekitar, ia pun kemudian mendatangi Johannes yang bermaksud untuk menghabisi nyawa pengamen yang masih anak-anak itu disana.


Johannes kemudian melepas jaket miliknya dan mengeraskan urat-urat ototnya.

__ADS_1


"Kau cari mati? Beraninya kau mencari masalah dengan anak buahku??" Johannes masuk kedalam kepungan anak buah yang mengelilingi bocah pengamen itu.


Puh!


Si pengamen itu meludahkan darah yang menempel di dalam mulutnya, ia menggigit salah satu anak buah Johannes hingga kulitnya robek.


"Mereka duluan yang memulainya. Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan, bertahan hidup. Bukankah begitu cara dunia berjalan? Memangsa atau di mangsa." balas anak itu.


Beberapa eksekutif berniat untuk mengeroyok pengamen itu disana, namun Johannes memberhentikan mereka semua.


Johannes memikirkan apa yang dikatakan bocah itu, ini pertama kalinya ia melihat seorang bocah yang memiliki keberanian bagaikan taring harimau, sangat tajam dan mencengkram.


Mata yang terlihat sangat mati dan kosong itu benar-benar membuat Johannes cukup kagum.


Dibandingkan para domba yang dibawah perintahnya, bocah itu satu-satunya orang yang ia lihat sebagai serigala.


Lorenzo terkejut melihatnya, bahwa ia hanyalah anak kecil.


Yang jauh lebih mengejutkannya lagi, Johannes yang dikenal sebagai Tiran bagi musuh-musuhnya kini memilih untuk mengampuni nyawa anak itu.


Johannes tidak memandang bulu ketika ingin menghabisi orang, namun kali ini berbeda.


Ia merogoh pada dompetnya dan memberi pengamen itu uang 1 juta sebagai hadiah.


"Tetaplah bertahan, kita yang sama-sama binatang buas tentunya tak harus saling membunuh. Kau masih muda, berburulah sendiri dan bertahanlah di jalanan yang keras ini." Johannes tersenyum ramah. Favoritisme miliknya menempel pada anak itu.


"Presiden.... Kau?...." Lorenzo tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Johannes kemudian mengambil jaketnya dan memberikannya pada anak itu.


"Karena kau tinggal di jalan, kita pasti akan bertemu kembali. Siapa namamu?" tanya Johannes.


Bocah itu menatap jaket yang ia dapatkan, "Namaku adalah....."


...Rahmania Urfana...


Keriungan itu sunyi, tak bersuara sama sekali. Pada hari itu, semua anak buah Noparents menyaksikan dengan sendirinya.


Potensi kehadiran yang akan sepantar dengan Johannes.


Noparents adalah kru yang meminta seluruh anggotanya untuk tidak bergantung pada keluarga biologi dan mesti menganggap bahwa rekan-rekannya adalah keluarga.


Semua kru yang ada didalam Noparents adalah mereka yang berpisah dari tempat yang mereka sebut dengan 'Rumah'.


Tak ada yang namanya orang tua, melainkan kakak dan adik saja.


Anak itu juga kabur dari rumah, dan tentunya tidak jauh berbeda dari mereka. Johannes akan sangat senang jika suatu hari ia dapat melihat anak itu tumbuh dewasa dan bertemu dengannya untuk melihat perkembangan seperti apa yang serigala itu.

__ADS_1


Rahmania Urfana kemudian pergi dengan ukulelenya yang sudah dirusak. Menghilang di jalanan yang gelap dan sepi.


.........Bersambung.........


__ADS_2