
Apa yang terjadi pada Rahmania Urfana benar-benar tidak disangka dan sangat disayangkan. Peluru menembus otaknya dan mematikan seluruh organ tubuhnya.
Corcus berusaha keras untuk masuk ke dalam tubuh Urfana namun ditolak keras oleh kehadiran Eye of Creator yang masih menyala-nyala.
14-08-2016 / 21:53
"Sial, apa yang sebenarnya mata itu coba lakukan?!" Corcus terus-terus mencoba akses tubuh Urfana menggunakan sihirnya.
Tubuh itu terus menolak, Urfana yang kehilangan sadar tetap tak bisa tembus oleh pertahanan kuat yang diciptakan mata itu.
"Bawa dia ke Penthouse milik bos, cukup simpan disana dan kembalilah ke posisi kalian. Jika tidak ada tugas bersenang-senanglah malam ini." perintah Girana.
"SIAP!" balas mereka.
Girana masih merasa aneh dengan reaksi tubuhnya ketika ia menembak Urfana, terasa sampai saat ini tangannya bagaikan tersetrum oleh listrik yang mengalir dengan deras.
Corcus ikut berjalan disamping Girana dan melihat reaksi tersebut, menurut pendapatnya ini bukan karena kekuatan mata itu. Tapi perasaan, apa yang sebenarnya Girana pikirkan dalam raut wajah kosong itu?
Menembak tanpa ragu-ragu namun masih bisa merasakan rasa tidak enak dalam hatinya.
"Orang yang bernama Johannes Gates ini benar-benar sangat pandai mendoktrin...." kata Corcus sambil menajamkan penglihatannya.
Ketika mereka berjalan ke ruangan dimana Johannes berada, Keisal kembali ke hotel dan memilih untuk mengelilingi semua sudut Grand Angkasawira yang belum terjamah sepenuhnya.
Saat Urfana dianggap gugur oleh Ranggi, ia berniat untuk lekas memasukkan satu orang lagi untuk menggantikan tugas Keisal disana, Valin Alfredo.
Mulai esok, Keisal akan ditugaskan ke tempat yang hanya bisa diakses oleh tamu dan VVIP, sedangkan Valin akan fokus untuk mengawasi keadaan di tempat umum dan menggali informasi lebih lanjut.
"Ranggi, sepertinya untuk hari ini mesti disudahi dulu. Sayang sekali atas apa yang terjadi pada Urfana. Kita harus menyusun strategi kedepannya." lapor Keisal kepada Ranggi.
Ranggi mengawasi kamera yang ada di kancing Urfana. Gelap, ia dimasukkan kedalam peti mati.
Ia benar-benar khawatir jika Urfana akan langsung dikremasi, jika benar ia mati. Maka misi ini takkan bisa berhasil sama sekali.
"Beristirahatlah, kau sudah bekerja sangat baik Keisal. Kita akan coba selamatkan Urfana besok, meskipun ia mati ia takkan kita tinggalkan." Ranggi menutup panggilan telepon dengan perasaan berat.
Ia kemudian mengambil segelas minuman berisikan soda, duduk di sofa sambil mencetak setiap salinan data foto menjadi hardcopy.
Suasana ruangan yang dingin ia buat menjadi sedikit lebih hangat untuk melancarkan peredaran darah yang kurang teralirkan.
Ini adalah kedua kalinya rencana Ranggi gagal setelah berkhianat pada Troy-Skusher pada hari itu. Dan Ranggi tak bisa menerima penghinaan ini lebih dari sekali.
Siapa yang merencanakan dan menduga Urfana akan tertangkap dan dibunuh dengan mudahnya. Ranggi tak pernah bertemu dengan musuh seberbahaya ini selain Painraiders.
Apa kelompok yang bernama Noparents ini levelnya lebih tinggi dari Painraiders yang ketuanya menduduki No. 4 di organisasi kriminal paling berbahaya di Asia Tenggara?
"Pasti ada seseorang yang sama superiornya dengan pemikiran hebatku. Orang itu dapat melihat permainan ini dan merasakan adanya serangan didalam sarang raksasanya meskipun ancaman itu sebesar semut."
Jika Ranggi mengatakan hal tersebut, artinya ia mengakui bahwa ada orang yang sama cerdasnya untuk mengantisipasi adanya potensi lawan dalam hal minim.
Orang itu, tidak lain adalah si No. 2 Noparents, yang kini adalah Wakil Presiden dari Noparents. Menggantikan Lorenzo Alfredo
...The One Who Think before He Talks...
...(Dia yang berpikir sebelum bicara)...
...Noparents's Vice President...
...Galang Derrick....
Orang yang pernah menjadi teman baik Keisal, orang yang harus melihat Ranti meninggal karena depresi. Dia yang sudah sepenuhnya jadi orang berbeda dan takkan pernah kembali ke jalan yang sama lagi.
Pria itu kini sedang berdiri sambil memegang anggur merahnya dan melihat pemandangan daerah Grand Angkasawira sekitarnya.
Dia selalu menyendiri, banyak diam, dan hanya bicara ketika perlu. Tak menunjukkan banyak ekspresi, bahkan ia sama sekali tak merasakan rasa takut apapun meskipun Johannes mengancam membunuhnya pada saat itu.
__ADS_1
"Apa tidak sulit bagimu untuk memegang gelas dengan empat jari itu? Kenapa tidak gunakan tangan sebelah yang punya jari lengkap?" tanya salah satu eksekutif, Fightor yang memiliki badan sama besarnya dengan Wargiant dari Troy-Skusher.
Galang tidak menoleh padanya sama sekali dan hanya terus berdiam sambil melihat kearah depan.
"Ma... Maaf, mungkin aku tidak seharusnya mengatakan itu." Fightor, yang merupakan eksekutif yang paling hebat dalam kekuatan fisiknya tunduk dihadapan Wakil Presidennya.
Fightor berjalan pergi meninggalkan Galang.
"Fightor, sebentar." panggil ia dengan suara lembut itu.
Fightor menurut dan mendekati Galang berdiri tegak.
"Jika Johannes mencariku, bilang saja aku ingin bersenang-senang dengan wanita ya."
Ia menepuk nepuk sikut Fightor dan pergi dari tempat VIP itu. Secara tidak sengaja ia bertemu dengan Girana yang sedang bersama para anak buahnya membawa peti mati.
"Apa yang Anda bawa? Nona Girana?" tanya sang Wakil Presiden.
Girana hanya tertawa terkikik, "Hadiah untuk presiden, aku ingin jadi wakil menggantikanmu."
"Keh." kata Galang, "Jangan berjuang terlalu keras, lagian kau takkan mendapatkannya."
Corcus menyoroti Galang sebagai target penting yang harus jadi prioritas sekarang. Ia paham bahwa saat ini yang benar-benar harus diperhatikan adalah orang yang mengatur sistem, bukan yang berkuasa diatasnya.
Galang melangkahi Girana tanpa adanya rasa takut dalam dirinya, ia tetap terlihat tenang dan tak tergoyahkan oleh intimidasi gadis itu.
Bajingan sok pintar, padahal kau masih anak SMA
Girana cukup muak melihat kesombongan Galang.
Ia kemudian menaiki lift pribadi yang hanya bisa digunakan oleh Johannes, Galang, dan Girana.
Galang menutup mata sambil menunggu lift itu tiba ke tujuannya. Ia sedang memproses seluruh informasi yang masuk ke kepalanya untuk diproses kedalam ingatannya dengan baik.
Corcus menyandar di tembok lift, sambil berpikir baik-baik bagaimana cara mengambil alih tubuhnya.
"Apa mungkin, maksudnya ada orang selevel ketua geng yang terkenal sedang menyusup?" kata Galang.
Johannes tidak pernah menceritakan soal serigala ini, tapi yang jelas orang yang ia sebut serigala hanyalah orang yang sangat kompeten dan bernilai tinggi.
Mereka tiba di fasilitas bawah tanah, terdapat cukup banyak ilmuwan yang berkerja dibawah Grand Angkasawira.
Apa ini? Noparents memiliki fasilitas eksperimen manusia dibawah tempat hiburan terbesar di kota Bandung?
Corcus benar-benar terkejut melihat tempat ini, ia tak pernah tahu bahwa akan ada tempat secanggih dan kontroversial ini di bawah kota Bandung.
"Huft...." ucap sang arwah itu.
Ia kemudian mengikuti Galang berjalan dibelakangnya. Ini tidak lain hampir sama seperti apa yang ada Athnia. Mereka melakukan eksperimen untuk menciptakan pasukan terkuat.
Apa yang Johannes rencanakan? Sebenarnya siapa dia? Apa benar orang yang menjadi penguasa jalanan dan wilayah bisnis kota Bandung tidak hanya memikirkan soal uang dan wanita saja?
Tidak salah lagi, ini adalah laboratorium biologi. Mereka mengembangkan sebuah virus untuk menciptakan genetik kuat untuk manusia.
"Kak, aku disini. Anak dari Yohan Arunaldi telah ditangkap. Maafkan aku yang baru bisa menemuimu sekarang, aku tak mampu melakukannya karena banyak sekali urusannya." Galang menundukkan kepalanya dihadapan seseorang.
Terlihat ia sedang dirantai, tubuhnya terlihat penuh luka. Rambutnya panjang dan berwarna putih.
"Kau kah itu." tanya ia dengan suara yang terengah-engah.
"Ini Galang. Tidak lama lagi, sepertinya tak lama lagi Johannes akan melakukan hal yang dewasa pada gadis itu. Dia bilang bahwa gadis itu mewarisi genetik kuat untuk anaknya nanti dalam 9 bulan yang akan datang."
Corcus tidak percaya apa yang mereka dengar.
"Mimpi si brengsek itu besar sekali, katanya ingin membalas dendam pada World-Council. Memangnya dia apa? Suku Jardanish? Yang ketika pada tahun 1942-1944 dibantai dan diperbudak?" ucap lelaki itu.
__ADS_1
"Dan kudengar, Jardanish adalah suku yang diberikan kecerdasan lebih dan punya kemampuan sihir untuk membaca ingatan dan pikiran seseorang. Tapi kenapa niatnya sebesar itu? Lindberg Gates padahal bukan keturunan suku Jardanish." ucap Galang.
Mereka bertiga kemudian berpikir lebih jauh tentang Johannes. Galang kemudian sadar, bahwa Johannes memang punya kemampuan untuk membaca pikiran orang. Bukan sekali dua kali Johannes menebak apa yang ada dalam pikiran orang.
"Tapi tak kusangka kau bisa tetap tenang berhadapan dengan Johannes. Kau direkrut karena kemampuanmu dalam membuat strategi, berbisnis, dan hukum. Bahkan melebihiku." puji pria berambut putih itu.
Corcus meninggalkan mereka berdua dan berusaha untuk mengambil alih salah satu tubuh Ilmuwan agar bisa menjalankan rencananya membantu aliansi Urfana.
Pembicaraan Galang dengan pria berambut putih itu menjelaskan banyak hal. Johannes berasal dari suku Jardanish yang mampu membaca pikiran orang hanya dengan bertatapan mata.
Syarat bagi suku Jardanish agar ia bisa membaca pikiran melalui tatapan mata adalah lawan tatapnya harus dalam emosi yang tidak stabil dan detak jantung yang agak cepat.
Umurnya saat ini hanyalah 21 tahun, dan ayahnya Lindberg Gates tidak memiliki darah suku Jardanish.
Apa yang membuat pria berumur 21 tahun itu berusaha sekeras mungkin membangun kerajaannya sendiri dan melakukan eksperimen terhadap manusia seperti ini?
Sungguh, apa yang dihadapi oleh aliansi Urfana jauh dari apa yang mereka bayangkan saat ini.
Status Urfana diketahui mati secara fisik, dan Noparents adalah bukan sekedar geng kota melainkan kelompok yang bersembunyi dalam selimut jalanan dan para pebisnis untuk menjadi kerajaan politik baru yang nantinya akan menjadi ekstrimis untuk membalas dendam kepada World-Council dan bawahannya.
Johannes sedang menciptakan manusia yang mewarisi DNA dan genetiknya untuk dijadikan anak buah dan diseludupi ke seluruh Badan Negara Nasional dan Internasional yang nantinya bisa ia kuasai secara diam-diam.
"Ada satu kondisi aneh. Dimana tiba-tiba Johannes yang tadinya hanya anak nakal yang ingin menguasai satu kota tiba-tiba berubah menjadi punya pemikiran seperti kakek-kakek yang selalu bicara soal sejarah dan ilmu dari masa lalu." kata si pria berambut putih itu.
"Apa itu?" tanya Galang.
"Aku pernah menyelamatkan anak Yohan Arunaldi, dan beberapa hari kemudian Johannes berubah menjadi orang yang berbeda. Ia menjadi orang yang seperti pernah melihat neraka secara langsung, dan memiliki banyak kepribadian yang bercampur-campur. Apa menurutmu Johannes mewarisi sebuah ingatan seperti yang ada pada anime The Titans?"
"Itu tidak masuk akal, apa terkurung didalam jeruji ini membuatmu gila? Sepertinya kakak sudah tidak waras." bentaknya.
"Kau pikir begitu? Kupikir ia.... Adalah orang yang pernah hidup sangat panjang seperti vampir atau bereinkarnasi dengan ingatan yang sama.....Aku tak percaya ia dapat membangun tempat seperti ini dalam 3 tahun saja, ini semua tak mungkin hasilmu kan?"
"Kakak benar.... Dia.... Dia yang merencanakan semua ini, aku hanya disuruh untuk membuat sistem yang optimal dan kuat."
"Sayang sekali Yohan Arunaldi telah mati, padahal kita harus bertanya empat mata padanya. Kita harus menghentikan Johannes, sebelum ia bisa mengendalikan kita sepenuhnya."
"Memang itu kan? Yang kita pikirkan, dan itu sudah sejak pertama kali aku mengenalmu." ucap Galang.
Pria berambut putih itu mengeluarkan darah dari batuknya.
"Sepertinya umurku tidak lama lagi, tubuh ini tak lama lagi akan hancur karena sudah lemah akan siksaan dan percobaan tidak manusiawi."
"Kakak harus bertahan, jika tidak ada kakak. Aku tak bisa menjalankan ini sendirian! Aku tak bisa menghentikan Johannes sendirian!"
"Kau tahu Galang? Aku sudah buta, dan ini akan menjadi terakhir kalinya kita bicara. Dengarkanlah."
Galang kemudian memasuki jeruji itu dengan kartu aksesnya dan mendekat untuk mendengarkan bisikan.
"Beritahu adikku.... Valin, tentang rencana kita ini. Satu-satunya orang yang kupercaya selain dirimu hanyalah dia, dan dia...... Adalah satu-satunya orang yang paling kusayangi. Lindungi Fadhilah Asmira Putri.... "
Lorenzo Alfredo, sedikit demi sedikit kehilangan ingatannya. Dan indra-indranya semakin melemah.
Galang kemudian memberi penghormatan terakhir dan pergi dari tempat Lorenzo dikurung.
Dengan berat hati ia berjalan pergi menuju tempat duduk yang disediakan untuknya, malam ini ada pesta ringan yang diadakan bersama dengan para tamu yang hadir duluan sebelum acara besar.
Langkahnya begitu pelan dan berat, hatinya terasa seperti sedang digenggam oleh kondisi emosional kuat. Lingkaran persahabatan yang ia khianati dan juga pertemuannya terakhir dengan Lorenzo Alfredo, yang jadi satu-satunya teman dan pendengar baiknya disini.
Nah, pergilah. Lakukan yang terbaik untuk kita dan orang yang menderita oleh iblis yang ada didalam diri Johannes. Mungkin setelah cerita tentangku dan kau selesai, kita bisa minum bersama di kehidupan kedua......
-Lorenzo Alfredo.
.......Bersambung.......
...----------------...
__ADS_1