
16-08-2016 / 20:00
Tidak lama setelah beberapa masalah mulai bermunculan, pria berambut putih dan bermata biru itu hadir sebagai salah satu tamu di acara Liga Bisnis Nusantara.
"Aku sudah disini, aku akan melakukan siaran langsung untuk merekamnya." Enzo memperbaiki posisi lensa matanya yang bisa ia gunakan untuk kamera.
"Bagus, tetap awasi pergerakan Johannes Gates. Kau tahu bahwa dia adalah salah satu target prioritas kita. Kita tidak boleh membiarkannya terbunuh, aku tahu bahwa disana ada pembunuh yang siap menerkamnya....Dia adalah kunci kita untuk menguasai sistem dalam negeri ini......" ucap seseorang melalui transmisi canggih antar pikiran.
Kehadiran lain didalam Grand Angkasawira, yang memiliki tujuan untuk menetralisi dan mengamankan Johannes Gates sebagai sandera dan kunci.
Orang-orang dari Squad ke-14 Dominator tidak ada satupun yang mengetahui dengan siapa mereka berhadapan. Hal menarik yang terjadi pada mata Enzo saat ini adalah, Johannes Gates yang bisa membangun sebuah Liga dalam umur yang sangat muda.
Ia mendengar pidato hebatnya dalam beberapa menit, karisma yang dipancarkan oleh Johannes sungguh membuatnya terpukau, benarkah ia adalah target sandera?
Seorang monster, muncul ditengah-tengah pidato hebat itu, Enzo baru saja berniat melindungi Johannes.
Monster yang ia sapa dengan ramah, seolah-olah ketakutan pada hatinya sungguh sudah tiada diumurnya yang masih muda.
Namun sungguh di luar dugaan, bahwa pria yang baru saja akan dilindunginya ternyata melebih ekspektasinya, ia mampu mengembalikan peluru yang diarahkan pada kepalanya kembali ke moncong penembaknya.
"Sungguh gila...." ia tidak mempercayainya. Di dunia ini tak pernah ia lihat ada orang yang mampu melakukannya.
Melalui siaran langsung dari lensa matanya, seseorang yang ada dibalik layar dapat langsung memahami, bahwa terdapat rahasia besar yang disembunyikan dalam diri karakter tersebut.
"Ganti objektif, Biarkan Johannes Gates. Cari apa yang disembunyikan tempat ini. Tidak akan ada yang jadi penghalangmu. Mereka semua hanyalah semut, kita tahu sendiri kita adalah puncak rantai makanan."
"Baik...." Enzo menutup siaran langsung, ia harus mematikan komunikasi karena mulai mendapati kehadiran Alliance-Security.
Tentu saja, ia tak ingin menjadi itungan korban yang terlacak IP Address dan juga informasi pribadinya.
Sembari melarikan diri, Enzo berusaha menanam software security didalam sistem komputer di kepalanya. Supaya ia dapat terlindungi dari serangan malware yang akan datang dan juga serangan bio organik.
"Selagi aku mencari kebenaran tentang Johannes Gates, makhluk menjijikan itu pasti akan menciptakan wabah di sekelilingnya."
Cloneframe, sebuah tubuh yang diciptakan untuk menggantikan kesadaran sebagai perwakilan untuk eksis. Tubuh yang dari tadi digunakan adalah tubuh palsu untuk menutupi identitas supaya tidak dapat dilacak maupun diidentifikasi.
Nusantara adalah negara yang maju, dan di negeri ini teknologi berkembang dengan sangat baik. Semua pengunjung yg berada di area ini sedang diidentifikasi oleh perangkat khusus yang ditanamkan oleh militer.
Apa alasannya? Untuk menghitung casualties dan jumlah manusia yg terdapat di area sehingga mengurangi dampak resiko nyawa.
"Ia mulai menyebarkan virus kepada orang-orang, membuat genetik mereka bermutasi dan merubah struktur organ." Enzo kemudian mengeksplorasi gedung ini untuk menemukan informasi berharga.
Jika JNC Group tidak bisa disusupi karena pertahanan yang kuat, maka Grand Angkasawira adalah jawaban yang lebih baik karena tempat ini dunia hiburan, dibalik pentingnya sosok Johannes pasti ada hal yang disembunyikan.
Orang yang memerintahkan Enzo memiliki ketertarikan yang dalam terhadap Johannes Gates.
Virus itu sudah mulai menyebar ke orang-orang melalui udara, dalam waktu 30 menit. Virus itu dapat membuat orang-orang terinfeksi penyakit kulit.
Kulit akan terasa seperti terbakar, dan akan melepuh seperti direbus air panas. Dehidrasi akan terasa dan pikiran akan semakin kacau.
__ADS_1
Struktur organ akan berubah, cara kerja suatu organ tidak akan normal. Mereka yang terkena virus harus beradaptasi dengan keadaan yang tidak nyaman.
Sejujurnya, ini adalah pengalaman menyeramkan dari sejarah penyakit yang menimpa makhluk hidup, kematian adalah satu-satunya jalan keluar.
...----------------...
16-08-2016 / 20:49
Terlihat dua orang itu masih beradu pukulan, seluruh anak buah dari Nanda Reki telah tumbang oleh sang Elang!
Kini Farel dan Nanda saling tersenyum, mereka benar-benar menikmati kesetaraan mereka ketika bertarung. Tidak setiap hari mereka bisa bertemu dengan seseorang yang sepantar.
Fightor yang merupakan eksekutif nomor 6 di Noparents saja tak bisa mengalahkan Nanda. Nanda bahkan tak kelihatan kesulitan sama sekali saat mengurus Fightor untuk perebutan nomor eksekutif.
"Sialan, kau memang si legenda dari Cimahi itu. Toni Nurjaman ternyata memiliki rival yang sangat hebat dalam berkelahi, aku mengakuinya." Nanda tepuk tangan, ia mengapresiasi perkelahian ini.
Mereka berdua berhenti, tidak ada lagi keinginan untuk bertarung, hasrat mereka terpuaskan, dan alasan untuk terus berada disini juga sudah tidak ada.
"Kita bukanlah musuh, dan kita punya hal yang jauh penting untuk dilakukan selain ini." Farel mengambil jaketnya yang terlepas.
"Iya, lagipula kenapa aku harus terus disini? Johannes malah berkelahi dengan Urfana, Girana mengamuk diluar, aku tak menyangka kalau dia adalah monster yang sangat menyeramkan." Nanda menyulut api pada cerutunya.
Nanda kemudian melempar cerutu yang ternyalakan api kepada Farel, dan Farel menangkapnya. Farel kemudian menyulut rokok high-class miliknya, melemparkannya kepada Nanda.
"Ini adalah tanda genjatan senjata kita." ucap Nanda.
"Aku harus mencari eksekutifku yang lain, mereka sangatlah berharga, jika Noparents bubar setidaknya aku harus mempertahankan aset yang berharga. Para eksekutif."
Nanda dan Farel saling berpapasan.
"Sampai jumpa, jangan sampai mati."
...----------------...
"Dengar, aku ingin memberitahumu beberapa hal sebelum kita sampai di Laboratorium. Besar kemungkinan, kita akan menghadapi orang-orang yang berbahaya, mereka bukan berasal dari sini, mereka adalah salah satu Private Military Company terkenal di dunia yang disewa oleh Johannes untuk melindungi aset." Galang mengingatkan rekan-rekannya.
Ini akan menjadi perjalanan yang sangat berbahaya.
"Aku mungkin memiliki otoritas untuk ke tempat ini, namun kalian kemungkinan akan dieksekusi. Johannes memasang perintah pada mereka untuk mengeksekusi siapapun. Valin, apa kau masih akan meresikokan nyawamu untuk hal ini? Teman-temanmu bisa mati lho."
"Melviana, kau sebaiknya tak usah." ucap Valin.
"Aku harus ikut..."
"Kenapa kau ingin ikut Melviana?"
BUUMMM!!!
Terdengar suara ledakan yang cukup besar, itu adalah dampak dari pertempuran hebat pihak militer dengan Girana.
__ADS_1
"Di luar tak ada bedanya, gedung ini juga dalam bahaya. Ruang bawah tanah adalah satu-satunya jalan keluar." balas Hartono mewakili Melviana.
Mereka mengkhawatirkan Urfana, Fadhilah, dan Keisal.
"Lift menuju laboratorium ini tak bisa disabotase, sehingga masih bisa digunakan."
Beberapa orang kemudian berlarian panik menuju arah lift.
"Fightor! Tidak boleh ada yang menaiki lift! Tahan mereka semua meskipun kau harus membuat mereka babak belur!"
Fightor kemudian menuruti perintah Galang, ia menghadang para pengunjung yang ingin ke lift.
Galang, Valin, Melviana, dan Hartono masuk kedalam lift. Mereka langsung pergi menuju ruang bawah tanah dimana laboratorium berada 100 meter dibawah bangunan ini.
"Aku mengunci liftnya, kita tidak akan kebawah terlebih dahulu."
"Kenapa?" tanya Valin.
"Karena dibawah tidak ada sinyal, kau tidak akan bisa menghubungi siapapun."
Galang kemudian menghubungi Charles.
"Charles!"
"Tuan."
"Kau sudah berada dalam radius yang aman bukan?"
"Sudah, kondisi diluar sini kacau sekali. Pertempuran yang hebat, para pihak militer tidak bisa mengalahkan monster ini. Lalu ada satu hal yang harus kuberitahu padamu tuan Galang."
"Apa ada hal yang harus ku khawatirkan?" balasnya.
"Iya, ada penyusup. Ia mungkin akan pergi ke laboratorium juga. Seseorang dengan entitas aneh yang tak bisa dibaca oleh scanner milik CCTV kita. Ia bergerak lebih cepat dari manusia biasa."
"Butuh berapa lama menurutmu hingga ia bisa menemukan lift rahasia ini!?"
"Tidak lebih dari 3 menit, ia juga tak peduli dengan nyawa-nyawa disekitarnya. Ia akan membunuh siapapun yang menghalangi!"
"Hubungi Fightor!! Kalau ia harus segera melarikan diri! Atau tida-"
"Tuan....Fightor telah terbunuh, dan saat ini ia sedang berhadapan dengan lift yang anda naiki..."
Di tempat ini, ada monster lain. Dan saat ini ia sedang menunggu dengan sopannya hingga lift ini selesai menurunkan kelompok Galang.
"Sepertinya ini liftnya ya? Akan kubongkar semua tentang Johannes Gates. Mari kita lihat, apa yang ia sembunyikan dibawah sana....."
.......Bersambung.......
...----------------...
__ADS_1