
06-08-2016 / 20:59
"Anda sebenarnya tidak bersalah tuan Yohan, namun pembunuhan berantai adalah dosa yang sangat berat meskipun orang yang Anda bunuh adalah penjahat. Tuhan sedang memberikan mereka cobaan dan mereka bisa saja berubah jadi orang baik?"
Seorang sipir duduk di depan jeruji dimana Yohan ditahan dalam sel sendirian.
"...." Yohan tidak berkomentar pada apa yang dikatakan oleh sipir itu.
"Mendengar cerita Anda memang sangat tragis, Anda hanya ingin menyelamatkan Putri Anda, tapi hukum di negeri ini melarang keras tindakan pembunuhan, baik itu orang jahat ataupun orang yang bermaksud melakukan tujuan baik. Hukum takkan memandang fisik dan sifat. Jika Anda melanggar maka Anda dinyatakan bersalah."
Yohan hanya terdiam, ia duduk bersangar pada tembok tanpa mengatakan apa-apa. Ia terlihat sedih dan kosong tanpa ekspresi.
Sang sipir ikut duduk di lantai dan membagikan makanan hangat dengan mengoper piring ke dalam sel.
"Saya tidak percaya dengan polisi, akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi pihak kepolisian jika bukan karena aku dan anak itu yang ikut campur. Terlebih lagi akan lebih baik jika aku datang lebih cepat dan menyelamatkan putri kecilku dengan tanganku sendiri. Mereka adalah kriminal, mereka sudah merenggut dan memperbudak banyak orang."
Sipir itu menghembuskan nafas, atas reaksi Yohan terhadap apa yang ia perbuat.
"Para kriminal itu pasti memiliki keluarga yang mereka lindungi, akan sangat menyakitkan jika terdapat sebuah fakta bahwa mereka adalah ayah dan anak yang baik untuk keluarganya meskipun apa yang mereka perbuat kotor. Sebagai polisi, kami juga ingin mengembalikan siapapun ke jalan yang benar, dan berusaha untuk melakukannya seminimal mungkin tanpa ada korban jiwa."
Sang Sipir sangat sadar, bahwa penjara bukan hanya menyadarkan orang jahat menjadi baik karena hukuman, namun juga menjadi tempat untuk merubah orang jahat menjadi lebih jahat. Siapapun yang dibalik jeruji, mereka adalah korban dari lingkungan yang merubah mereka.
Setiap bayi terlahir dengan polos dan suci, dan semua manusia memiliki derajat yang sama ketika dunia menyambutnya, tak peduli dimana bayi itu lahir.
"Pak Cassius, ini kopinya pak, silahkan dinikmati."
"Terima kasih, kadet."
Dua cangkir kopi disajikan untuk keduanya oleh salah seorang kadet agar obrolan bisa terasa lebih nyaman. Yohan tersenyum karena ia disuguhi kopi favoritnya.
"439 orang meninggal, hanya karena 1 gadis. Apakah ini adalah bayaran yang setimpal? Hampir semua wajah tak dikenali dan sebagian mereka tak memiliki identitas seolah mereka menjual dirinya. Tuan Yohan, apakah menurutmu mengorbankan 439 orang untuk 1 gadis adalah keputusan terbaik?"
Mereka berdua menyeruput kopinya dengan mata tertutup, kopi terasa jauh lebih nikmat bagi keduanya jika mereka meminumnya dengan mata tertutup.
"Tuan Cassius ... Gadis itu akan menyelamatkan banyak orang suatu hari nanti. Ia belajar keras untuk hal itu dan ia ingin bahwa suatu hari nanti ia akan terjun diranah politik dengan tujuan perbaikan generasi muda agar dunia bisa menjadi tempat lebih baik di masa depan."
Fadhilah adalah anak yang berbakti pada kedua orang tuanya dan aktif dalam program relawan untuk masyarakat, ia selalu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya karena keinginan tersebut.
Namun ia menjual kebebasannya sendiri untuk tujuan yang ia dambakan. Ia diawasi dengan ketat oleh ibunya dan ibunya tak membiarkan laki-laki manapun mendekati Fadhilah.
Yohan sendiri sangat minim memiliki waktu untuk dihabiskan bersama anak-anaknya karena urusan bisnis dan lainnya. Hanya ketika Rizki dan Fadhilah masih kecil ia memiliki waktu untuk keduanya.
"Saya mendengar bahwa Anda terancam hukuman mati. Sangat disayangkan sekali jika sang Ayah tidak dapat melihat anaknya lagi, dan saya dengar juga bahwa Anda memiliki peran penting dalam mengurus sumber daya manusia di negeri yang kaya raya oleh sumber daya alamnya, terlebih lagi perhatian dunia sedang tersorot pada Anda."
"Uhm..." Yohan mengangguk.
Sang sipir kemudian menatap tahanan perempuan yang ada disebelah kanan sel Yohan.
"Nusantara adalah negeri maju tanpa korupsi dan rakyat sejahtera? Kebohongan yang sangat indah untuk kenyataan yang sangat pahit." Cassius mengeluarkan 1 batang rokok dari saku bungkus rokoknya.
__ADS_1
Tuk! Tuk! Tuk! Terdengar suara sepatu high-heels berjalan mendekat dari luar ruangan.
"Tunggu! Anda tidak bisa masuk membawa sampah."
" Diam kau! atau kau akan kutuntut. "
Seseorang masuk kedalam ruangan dan kemudian melemparkan sampah kepada wanita yang ada di dalam sel tersebut.
"Brengsek! Beraninya kau mengambil nyawa ayahku dasar jal*ng!!" kata wanita yang berpakaian fashion modis.
"Sebaiknya kau hentikan dia....." Yohan tidak kuat melihat tingkah laku wanita yang marah tersebut.
Cassius hanya dapat menundukkan kepala sambil menghisap rokoknya, ia terpaksa diam karena wanita itu adalah anak dari pejabat yang berpengaruh.
Orang jahat sebenarnya bukanlah mereka yang berakhir disini sebagai pelaku tindakan pembunuhan, pencurian, pemerkosaan dan segala aksi tindakan yang disebut tindakan 'kriminal', tapi yang jahat adalah orang-orang yang menggelapi hati mereka.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa hinaan, tindasan, dan kekerasan adalah hal yang sepele. Orang-orang yang melakukan tindakan kriminal pada dasarnya adalah orang yang baik, hingga sesuatu memukul kepalanya begitu keras hingga ia terjatuh ke dalam jurang kesesatan, dimana jalan yang mereka lihat bukanlah harapan.
...Tapi keputusasaan...
Keadilan. Tidak ada orang yang tertawa saat mendengar kata itu kecuali orang gila, sungguh sangat ironis. Apa yang menimpa Yohan adalah ironi, namun bagaimana dengan perempuan berumur 25 tahun ini?
Natalia Unkulla, orang yang membunuh pejabat penting yang berperan atas dedikasinya menyelamatkan Nusantara dari kasus korupsi.
Namanya tersebar ke seluruh penjuru Nusantara tanpa adanya perlindungan dan dukungan masyarakat, ia dikutuk dan dihina oleh masyarakat.
Tempat yang paling aman baginya hanyalah sel tahanan ini, dimana ia jauh dari semua orang.
Pejabat tersebut memang tidak korupsi keuangan negara, namun memiliki tindakan kriminal dan ia menggunakan kekuasaannya untuk bermitra dengan Raja dunia bawah No. 4 untuk penjualan budak wanita.
Arnoldus Tsajaka, pejabat tersebut bahkan dikuburkan secara hormat sedangkan Natalia ditahan dan pada esok hari, ia akan dieksekusi mati atas nama keluarga Tsajaka dan Nusantara.
Seseorang muncul dibelakang sipir Cassius saat Yohan berkedip sekali, ia sama sekali tak sadar saat orang itu sudah berdiri disana.
"Arnoldus Tsajaka, bedebah sampah yang bahkan bahkan tuhan pun takkan ampuni dosanya...." katanya.
Orang berjubah hitam itu kemudian menggunakan segel sihir yang dibuat oleh tangannya dan membekukan umur dan waktu para personil ruangan kecuali Yohan Arunaldi, sehingga mereka tak gerak sama sekali.
Pintu ruangan dikunci dan CCTV telah diatur untuk memutarkan video 2 jam lalu.
"Greetings, Yohan Arunaldi. Kau sudah memainkan peranmu dengan baik. Berkat dirimu bocah itu semakin kuat." kata pria bertudung hitam tersebut.
Mereka memulai pembicaraan menggunakan bahasa Inggris.
Yohan menatapnya dengan serius.
"Bocah? Siapa maksudmu?"
Pria berjubah hitam itu menggunakan topeng besi dengan satu mata merah ditengahnya, suara yang ia keluarkan juga suara mesin yang agak berat.
__ADS_1
"Rahmania Urfana, orang itu adalah orang yang telah mengalahkan Fatherknight, pemimpin dari Painraiders dan salah satu Raja dunia bawah dari organisasi yang bernama Undervalue."
Yohan berpikir bahwa Rahmania Urfana adalah Phaseon, karena ia tak pernah mengetahui nama asli Phaseon dan tak pernah bertemu dengan Urfana.
"Fadhilah masih hidup. Kau tidak perlu khawatir dengannya. Aku tak bisa menyelamatkanmu karena aku hanyalah pengamat, dan aku tak ada dipihakmu."
"..." Yohan diam dan mendengarkan.
"Kau sudah menyelamatkan banyak nyawa meskipun kau harus mengambil banyak nyawa juga, kau telah berinovasi dan mendedikasikan negeri ini menjadi tempat adidaya. Kau tak mendapatkan ancaman hukuman mati, terlalu banyak alasan untuk hal itu. Kepolisian menutupi kasus hari-hari kemarin, namun aku dapat memastikan bahwa Rizky dan Rina akan datang kemari sore hari esok. Keluargamu pasti diizinkan datang."
Pria berjubah hitam itu melangkah pergi ke pintu ruangan keluar.
Yohan berdiri dan memegang jeruji besi.
"Kau mengenal keluargaku?!
Ia menoleh ke arah Yohan Arunaldi, "Tentu saja."
Tentu saja aku kenal, aku pernah menjadi bagian dari keluarga ini...... Hanya saja tak ada satupun dari kalian yang mengenalku.
-Ucap orang bertudung hitam misterius, dalam hati.
Ia menghilang, pergi dari tempat itu.
Sihirnya lepas, semua yang terlepas dari sihir terkejut seolah-olah mereka seperti disetrum. Mereka tak ingat apa yang telah terjadi.
"Maafkan aku Yohan, sebenarnya ada sesuatu yang terjadi. Dan kali ini, hanya pihak Urfana yang akan menyelesaikannya."
Insiden yang terjadi pada kemarin hari telah ditangani oleh pihak berwajib, mereka telah memulangkan korban dan kini sedang membersihkan TKP.
Nusantara tidak siap untuk terbeberkan berita ini, ada konsekuensi dan gejolak yang tak bisa dikendalikan apabila berita terlalu cepat diangkat.
Meski begitu, tak dapat dipungkiri bahwa cerita tersebar dengan cepat melalui sosial media.
Pria berjubah hitam itu mendengar rumor tersebut sebegitu ia berjalan di jalanan. Ia kini telah sampai di kediaman Yohan Arunaldi.
"Ibu! Ada pria yang berkosplay Silver-Fox dari game Liquid Gear Metal!" ucap seorang anak, melihat pria bertudung hitam itu memasukkan surat ke kotak di rumah Yohan Arunaldi dari kejauhan.
"Nanti ibu belikan juga kalo kamu udah gede nak. Udah yuk, masuk ke mobil."
Teng-Nongg
Bunyilah suara bel tersebut, seketika itu Pria berjubah hitam itu menghilang secara misterius tanpa terekam di CCTV.
Painraiders telah hilang untuk selamanya, Emperor sudah membuang Fatherknight dari tahtanya dan kini kursi No. 4 dikosongkan.
Ada misteri yang tak terselesaikan dari insiden yang terjadi kemarin hari, mengenai orang misterius yang mengirimi Urfana koordinat, lalu tentang Fadhilah yang mengetahui Illysseus Courde sedangkan buku tersebut sama sekali tak diketahui semua orang.
Pria berjubah hitam itu adalah orang yang sudah jelas menyelamatkan Urfana saat hujan dan mengirimi Urfana surat.
__ADS_1
Lantas siapa orang misterius tersebut?
..........Bersambung..........