Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Black Day (5)


__ADS_3

06-08-2016 / 00:00


Yohan Arunaldi berdiri di puncak tertinggi salah satu pohon, ia melihat permukiman pedesaan yang luas dan juga ada mansion yang masif didalam benteng setinggi 10 meter.


"Irandi, disini ada permukiman desa. Bisakah kau lacak dari satelit?" lapor Yohan melalui Nanomachine.


"Ukuran permukiman ini sekitar 3 hektar kurang. Apa mungkin sebuah pedesaan tinggal bersama dengan kriminal?" Irandi mengecek tampilan geografi daerah tersebut melalui satelit.


Markas Painraiders berada sekitar 500 meter ke arah utara dari pedesaan, terlihat benteng yang melingkar seluas 1 hektar dan setinggi 8 meter


Yohan menggunakan lensa teknologi dan memperjauh skala penglihatannya menjadi 8x


"Terlihat seperti desa biasa, dan sebuah pasar. Aku melihat ada para warga yang patroli. Hal yang tidak kumengerti adalah kenapa ada pos bersenjata api didaerah perhutanan yang melingkari desa ini didalamnya."


Irandi menelusuri informasi lebih lanjut soal koordinat yang ia terima dari Phaseon.


"Nama desa itu adalah Desa Muarasari. Desa ini bahkan tidak masuk ke map di Geogle."


"Sialan, ini jauh lebih sulit dibandingkan tugas untuk membunuh. Sebisa mungkin aku harus meminimalisir kerusakan yang ada."


Tentu saja misi penyelamatan Fadhilah jauh lebih sulit dari yang mereka kira, terutama adanya Desa Muarasari yang pendapatan utamanya adala pasar, pertanian, perternakan.


Aset tanah adalah harta yang sangat berharga bagi warga desa ini, terlebih lagi Painraiders bermukim di desa ini, mereka membantu para warga untuk mendistribusikan usahanya ke bidang umum.


Selain Pos, ada tentara PMC dari Undervalue yang menjaga dari setiap sudut hutan didalam tempat itu, bahkan mereka telah menyiapkan Sniper dan barikade di jalan yang panjang.


Disisi lain, Emperor sedang berjalan menuju Helikopter miliknya. Banyak prajurit berbaris sambil memegang senjata mereka


"Emperor, mengapa kau mengirimi Fatherknight banyak pasokan?" tanya No. 2, Brutal-Heo terhadap Emperor.


"Mereka mungkin kelompok kriminal bersenjata, tapi aku harus menilai kemampuan dan kekuasaan dari nama Yohan Arunaldi, kita tidak sedang berurusan dengan orang biasa. Tapi seorang Entrepreneur, Influencer dan orang yang memiliki salah satu pengaruh kuat di negeri ini."


Brutal-Heo berjalan di belakang Emperor, menemaninya berjalan ke helikopter.


"Bagaimanapun juga, heningnya berita penculikan terutama anak Yohan Arunaldi membuat firasatku berkata lain, dan pasokan itu adalah jawabannya." Emperor merapikan topeng tengkoraknya.


...Persenjataan, tenaga manusia, dukungan kepolisian daerah, adalah jawaban dari firasat. Jika Yohan menolak untuk menyerahkan dirinya, ia akan datang dengan cara lain. Perang........


Emperor kemudian menaiki Helikopter miliknya dan kemudian pergi menuju lokasi ke markas Painraiders.


Instuisi dari seorang Kaisar kriminal yang berdiri di puncak dunia gelap Asia Tenggara benar-benar tidak dapat diperhitungkan.


"TCH!!" Yohan menghindari peluru Sniper 7.62mm yang diarahkan ke kepalanya.


"Penyusup!! Arah jam 7!!" teriak seorang Sniper dari salah satu menara dekat markas.


Sirine alarm kemudian berbunyi dengan kencang di hutan yang sunyi.


"Mereka punya persenjataan yang maju, ada apa ini? Padahal masih hujan?" ucap Yohan Arunaldi, sambil berlari menuju markas Painraiders melalui desa.


Seluruh warga yang terdapat di desa itu bersembunyi dalam rumah masing-masing.


"Yohan, kita tidak bisa diam di desa. Akan ada banyak warga tak bersalah mati."


Fatherknight sengaja menyimpan sebagian pasukan di daerah hutan untuk mengantisipasi musuh merusak aset miliknya. Terlebih lagi ia tahu bahwa musuhnya tak ingin sampai warga sipil terluka.


"Pada dasarnya, mereka menggunakan warga desa sebagai sandera sekaligus pancingan. Ambil daerah barat." ucap Irandi.


Yohan dengan lincahnya terus menerus melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, lincah dan lentur seperti kadal, namun pandai melompat seperti tupai.


Yohan memutar-mutar rope-dart miliknya, "Meski begitu, aku akan tetap membunuh musuh yang ada dihadapanku. Sejak awal, ini adalah keputusan yang mereka pilih. Jika mereka tidak segan-segan mengambil nyawa orang lain, maka aku akan melakukan hal yang sama."


...The Ghost, is approaching!...


Yohan mulai memasuki mode menyerang, ia melemparkan kedua rope dart pada salah satu musuhnya, lalu ia menarik tubuh tersebut dan menjadikannya tameng dari peluru-peluru yang ditembaki padanya.


"Apa-apaan ini?!! Kenapa ada monster disini?!!" teriak salah satu personil squad yang


Satu demi satu, sepuluh ke dua puluh lima. Belum 1 menit namun sudah banyak korban berjatuhan.

__ADS_1


Moral para tentara sebagian jatuh karena aura teror yang diberikan oleh Yohan Arunaldi. Pada dasarnya yang menakutkan dari Yohan Arunaldi adalah ia memiliki kekuatan misterius yang membuat keberadaan dirinya lebih ditakuti.


Sebuah sihir untuk mempengaruhi moral dan psikologi manusia, dengan runtuhnya kewarasan dan ketenangan maka ilmu dan sikap profesionalis musuh akan dipertanyakan oleh goyahnya keseimbangan pikiran sendiri.


Ia berdansa di hutan yang gelap, bermandikan darah dan air mata langit.


Jiwa yang tersayat takkan pergi ke surga maupun neraka, tetapi akan menjadi bagian dari Yohan Arunaldi.


Mereka mampu melihat sendiri bahwa aura berwarna ungu dan hitam itu mengeluarkan bunyi yang sangat besar dan berat, mereka melihat wajah monster raksasa dibelakang Yohan Arunaldi.


"Delta barat? Delta barat Lapor!! Delta?!" salah satu eksekutif Painraiders, Wendi Perkhasa mulai merasa panik oleh keberadaan The Ghost.


"SIAL!!" Ia memukul radio miliknya.


"Kerahkan seluruh pasukan untuk menyerang sosok misterius itu, tinggalkan pos masing-masing dan berkumpul didaerah Charlie barat, singkirkan ancaman. Izin membunuh diberikan." ucap Fatherknight, mendengar tidak adanya respon dari Delta Barat yang berjaga di barat.


Kini Yohan telah membunuh 76 tentara PMC milik Undervalue yang dibawah kendali perintah Fatherknight.


"Tuan?... Tuan?... Yohan, Yohan!!" teriak Irandi.


Yohan tertawa dan tak dapat mengendalikan dirinya, ia terlalu menikmati pembantaian yang ia lakukan.


Dengan girangnya ia mengambil jiwa-jiwa yang telah ia bunuh kedalam tubuhnya. Membuatnya semakin kuat dan semakin tidak terkalahkan.


".... Kau bukan Yohan..."


Irandi tak dapat bereaksi hingga bulu kuduknya berdiri, dengan jelasnya ia dapat melihat jantung yang keluar dari tubuh manusia, kepala yang terbelah dua, dan isi perut yang keluar.


Bagi Yohan Arunaldi sendiri yang paling penting dalam berjuang bukanlah ketika ia menang melawan orang lain, tapi ia tak boleh kalah melawan dirinya sendiri.


Yohan kalah melawan dirinya sendiri, dan kini ada banyak sekali nyawa yang melayang. Kemanusiaan yang ada di kepalanya berubah menjadi naluri alam.


Makan atau dimakan, bunuh atau dibunuh, Yohan hanya melakukan apa yang harus ia lakukan. Ia tak bermaksud untuk menikmati darah dan nyawa yang ia hilangkan, namun monster yang bersemanyam di sisi gelap dirinya yang menginginkannya.


Sihir yang bersifat kegelapan tersebut menghisap kebaikan dirinya secara perlahan demi perlahan.


"Mythical Ancient Orb : Nosmo, Reign of Darkness!" Corcus merasakan aura dari Yohan Arunaldi


Terdapat 12 Mythical Ancient Orbs di bumi yang konon diyakini sebagai jari-jari tangan milik dewa mitologi Athnia, yang bernama Cruzen.


Bagi dewa Cruzen, Mythical Ancient Orbs adalah jari-jari tangannya, namun bagi sosok manusia, Mythical Ancient Orb adalah jantung keduanya.


Setiap Mythical Ancient Orb yang tertanam dalam tubuh manusia akan berfungsi sebagai jantung dan kepribadian dewa Cruzen yang bersemayam dalam tubuh manusia tersebut dapat mengendalikan manusia sesuai dengan kepribadian yang diwariskan Mythical Ancient Orb.


Nosmo, merawisi sifat gelap dari dewa Cruzen yang serakah, jahat, dan sadis. Jiwa yang telah terbunuh oleh Nosmo akan hidup didalam Mythical Ancient Orb tersebut dan tidak akan bisa keluar selamanya.


Gelap tanpa cahaya.


"Terima ini!!!!" teriak salah satu prajurit yang berlapisan granat.


Ia maju bersama dengan 20 orang yang siap untuk melakukan kamikaze.


Terjadi ledakan yang sangat besar hingga membuat pohon pohon disekitarnya hancur tanpa sisa.


Yohan yang dikendalikan oleh Nosmo mendapatkan kesadarannya kembali setelah gelombang kejutan dari ledakan granat.


Corcus memutuskan untuk memantau Yohan dari dekat dan menganalisisnya.


Yohan Arunaldi memiliki sihir yang diperoleh dari Mythical Ancient Orbnya, meski begitu tubuhnya adalah Cyborg yang mampu mengeluarkan petir dan menciptakan kecepatan yang tinggi.


Tak lama kemudian, mobil Van milik Phaseon berhenti sebelum mencapai desa Muarasari. Urfana dan Phaseon keluar dan lekas berlari menuju markas Painraiders.


Sejenak sebelum memasuki desa, Phaseon tiba-tiba terhenti dan merasa goyah tak berdaya


"Ada apa ini?!"


Phaseon merasa ketakutan oleh efek dari Nosmo. Ia sampai berpikir dua kali sebelum maju.


"Phaseon, ada masalah apa?" tanya Urfana.

__ADS_1


"Kau tidak merasakan apapun?!"


Phaseon menarik nafas dengan dalam untuk mendapatkan ketenangan dirinya.


Urfana menoleh kesana kemari, mengira bahwa mereka sedang dihantui. Urfana hanya melihat Corcus dari sejauh mata memandang.


"Aku hanya mendengar suara tembakan dan ledakan yang kencang." Urfana mengikat tali sepatunya dengan kencang.


Ngiiit!.....ngiiit


Smartphone milik Phaseon berdering, ia tahu bahwa panggilan tersebut berasal dari kru nya. Prioritas untuk telepon bagi Phaseon hanya diberikan pada kru dan juga atasannya.


Tak lama basa-basi, Phaseon langsung mengangkatnya, "Clarissa. Aku pikir kamu ketiduran."


"Phaseon, aura yang kamu rasakan adalah Yohan Arunaldi."


"Maksudmu ayah Fadhilah Asmira Putri?" tanya Phaseon.


"Benar, aku meretas komunikasi milik tangan kanannya dan Yohan Arunaldi dengan memprediksi gelombang frekuensinya. Aku bisa mendengar ada banyak suara tembakan, ledakan dan jeritan."


Clarissa bekerja di kediaman Scouting Owl sambil meminum Boba Milk yang ia buat sendiri di dapur. Saat ini ia sedang mengawasi pergerakan Phaseon dan meneliti keadaan sekitar dan apa yang datang dari luar.


"Kirim pesan pada Kepala Kepolisian Negara, tulis subjek judul dengan Q-W-E-R-T-Y dari SMS dan cukup kirim koordinat keberadaanku. Jangan tulis yang lain."


"Tapi bagaimana jika beliau mengutus orang untuk datang kemari?" ucap Clarissa yang khawatir pada keputusan Phaseon yang salah.


"Memang itu tujuanku, Yohan Arunaldi tidak akan membunuh mereka. Bagaimanapun juga kita harus menahan monster mengerikan ini, disini dan sekarang juga. Dia memang ayah dari Fadhilah Asmira Putri, temanku. Tapi ini tidak bisa dibiarkan."


"Oi! Apa maksudmu kau akan menahan dia?! Dia hanya mencoba untuk menyelamatkan putrinya." teriak Urfana mendengar keputusan Phaseon.


"Ya, tapi disisi lain dia adalah salah satu pelaksana yang akan melayani Alliance Security, orang ini harus diperiksa! Kita tidak tahu apa dia berada di pihak negeri atau di pihak lain. Urfan, tolong, percaya pada keputusanku."


Urfana tak bisa membalas pernyataan Phaseon, ia ragu dengan keyakinan bahwa apa yang dilakukan Yohan Arunaldi itu benar atau salah, tetapi ia hanya merasa kasihan bahwa seorang Ayah hanya berusaha untuk menyelamatkan anaknya namun harus berakhir naas.


"Phaseon! Secret Entrance!" ucap Locky, yang habis mengekspedisi sekitarnya.


"Dimana?"


Locky menunjuk kebelakangnya, dan benar saja ada pintu kolong yang mengarah ke markas Painraiders.


Dibawah tanah tersebut terdapat banyak sekali jalan yang berliku-liku, yang tentunya akan cukup memakan waktu. Tapi itu jalan yang lebih baik.


"Ikuti aku, sepertinya aku tahu jalan ini." Urfana masuk lebih duluan, ia melihat adanya petunjuk yang diarahkan oleh mata kanannya.


Urfana kini jauh lebih bisa mengendalikan mata kanannya lebih intensif, berkat latihan yang telah ia jalani selama 2 bulan, terutama beberapa jam yang lalu ia telah maju 1 langkah menuju potensi mata kanannya yang lebih baik.


Tanpa mempertanyakan Urfana, Phaseon hanya menurut dan ikut masuk bersamanya.


"YOHAN ARUNALDI, MENYERAHLAH. KAMI AKAN MENGANCAM KEBERADAAN PUTRIMU JIKA ANDA BERTINDAK LEBIH LANJUT." terdengar suara Wendi yang sangat keras dari semua speaker yang terpasang di spot area Painraiders.


Yohan langsung mengambil jarak dan bersembunyi dibelakang pepohonan. Fatherknight tahu, bahwa instuisinya tidaklah salah. Tidak mungkin bahwa bukan orang sembarang yang akan mengetahui keberadaan markasnya.


Terutama, Painraiders berencana untuk menjemput Yohan Arunaldi ditempat lain dan pergi ke markasnya, bukan Yohan Arunaldi yang datang kemari dan membabi-buta membunuh semua orang.


"Apa harus menggunakan kekerasan? Apa harus ratusan nyawa melayang?" tanya Wendi pada Yohan Arunaldi.


Datang seorang anak buah yang berlari dengan nafas terengah-engah.


"Ada apa?!" tanya Fatherknight dengan tegas.


"Sandera Fadhilah melarikan diri!"


"APA?!!"


Fatherknight sangat marah dan langsung menghajar anak buahnya dengan satu pukulan, wajahnya hancur tak berbentuk.


Disisi lain, Fadhilah menyelinap mencari jalan keluar dengan sembunyi-sembunyi, sedangkan kedua penjaga selnya mati tanpa luka luar maupun mengeluarkan darah dari mulut.


Pada momen itu, semua pihak merasa khawatir oleh konsekuensi buruk atas tindakannya masing-masing.

__ADS_1


Sedangkan Corcus hanya tersenyum melihat betapa puasnya pemandangan yang diciptakan oleh para manusia yang menyedihkan itu hanya karena satu perempuan.


..........Bersambung..........


__ADS_2