
Sekitar 30 orang Painraiders melarikan diri dari Skusher-Arena bersama dengan Jennifer atas panggilan sang Fatherknight untuk kembali ke markas.
Obani telah dihabisi oleh Reggie Jackson dan langsung membunuhnya disana.
Suasana arena kini sudah memudar, tidak ada lagi yang bertarung satu sama lain dan mereka semua memutuskan untuk melakukan gencatan senjata.
Ranggi ditangkap oleh Vicky dan diriungi oleh semua eksekutif yang ada. Keisal berada di ruang perawatan bersama dengan korban yang kalah saat pertarungan Battle-Royale.
"Ada yang mau dijelasin sama lu?" Vicky mengayun-ngayunkan tongkat Baseballnya.
"Kau mengkhianati kami, apa kau pikir momen-momen bersama kita sama sekali tidak kau anggap penting?!" Fernando terlihat sangat geram, ia ingin melayangkan tangannya ke wajah Ranggi.
"Aku...... Aku....." Ranggi gemetaran, ia ketakutan oleh teman-teman yang kini berbelot padanya.
Danawi si pembuat onar saja sampai diam dan tak berkata apa-apa. Wargiant juga sangat pendiam dan hanya berbicara saat perlu.
Hasan memegang pundak Ranggi dan mengelusnya.
"Aku mengampunimu."
"Hasan?!" ujar Danawi yang terkejut melihat respon Hasan.
Ranggi menundukkan kepalanya dan berlutut.
Mereka semua terdiam, mereka mengingat kembali masa-masa menyenangkan mereka bersama-sama.
Waktu ketika mereka berenang bersama, bermain wahana bersama, menonton film bersama, bertarung bersama dan yang paling spesial adalah ketika mereka bermain futsal.
Ranggi selalu mengatasi masalah keuangan Troy-Skusher dengan baik dan tanpa ragu menjadi orang yang telah membimbing mereka semua hingga ke titik ini.
Hasan mengingat kebaikan Ranggi dengan baik, ia sangat mengenal Ranggi karena sering bermain berdua diluar urusan geng.
"Katakan saja Ranggi, apa mereka mengancammu?"
"Eh?" Ranggi mengangkat kepalanya.
"Aku tahu kawan, aku tahu. Kita semua bukan manusia yang baik, kita telah merundung banyak orang." Hasan tersenyum.
Vicky menaruh tongkatnya di tanah dan duduk dibelakang Ranggi.
"Pada dasarnya kami tak punya hak untuk menceramahimu, tapi lain kali jangan sembunyikan sesuatu dari kami dan katakan saja jika ada yang mengancammu."
Suasana yang tadinya panas berubah menjadi hangat. Mereka yang tadinya ingin menghukum Ranggi kini telah berubah oleh karisma Hasan yang sangat baik dalam memperlakukan orangnya.
Semua yang ada disana termasuk Taring-Harimau dan Clubboys ikut menyaksikan kesaksian ucapan Hasan pada orang yang telah membuat mereka semua dalam bahaya.
Tak lama setelah hal itu terjadi, panitia dari Skusher-Arena mengembalikan barang-barang pengunjung dan bubar satu demi satu.
"Maaf.... Maaf... Maaf....." Ranggi menangis, ia bersujud didepan semuanya.
"Bukan kami yang harus kau mintai permintaan maaf, tapi Keisal." ucap Danawi.
"Jangan khawatir, Keisal pasti memaafkan Ranggi. Bagaimanapun juga Troy-Skusher di adu domba dan hampir dihancurkan oleh Painraiders, hari ini kita melepaskan ikatan dengan Painraiders dan akan kembali bangkit sebagai geng motor paling terkuat di kota ini."
YAAAAAAA!!!!!
Semuanya berteriak, menyeru yell-yell Troy-Skusher.
Ranggi diancam secara langsung oleh Fatherknight untuk mengkhianati Keisal, jika ia menolak maka keluarganya akan diculik.
Kali ini, Troy-Skusher akan bangkit kembali menjadi organisasi geng motor yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Janji untuk tidak mengusik anak-anak sekolahan telah diberlakukan di seluruh sekolah kekuasaan Troy-Skusher. Uang iuran akan tetap berjalan dari Ketua Murid ke ketua OSIS.
__ADS_1
Urfana telah memenangkan taruhannya terhadap Troy-Skusher, dan kini ia hanya perlu menang melawan musuh selanjutnya.
...Anak Perusahaan ke-4 Undervalue...
...Painraiders!...
..."FADHILAH!!!!!!!!"...
Urfana berteriak sambil berlari kencang.
Berdatangan para anggota Painraiders di lorong bawah tanah itu dengan tangan kosong.
Phaseon langsung maju melewati Urfana dan menghantam 4 orang yang menghalangi jalannya.
Begitupun dengan Urfana yang sedang dalam kondisi primanya, mata itu sedang merasa kelaparan dan haus akan ambisi pemiliknya.
20 orang datang dan langsung maju untuk menghajar Urfana dan Phaseon.
"Kak Locky, apa mereka gabakal pakai senjata di bawah tanah?" tanya Erika yang sedang mengawasi pergerakan Phaseon dan Urfana lewat pelacak yang dipasang di kedua leher mereka.
"Tidak, terlalu beresiko. Senjata api bisa menghancurkan fasilitas bawah tanah. Terlebih lagi tanah yang subur dan tidak kondusif.
Urfana meniru gerakan milik Phaseon dan menerapkan beladiri Systema pada musuhnya.
Pada dasarnya, Systema adalah beladiri yang berasal dari Russia dan mementingkan pertahanan diri dari serangan, baik berupa tangan kosong, pisau, tongkat maupun senjata api.
Beladiri yang digunakan oleh KGB dan Spetsnaz pada dimensi waktu sebelumnya.
Systema menggunakan gerakan yang dimaksudkan untuk mencapai efesiensi secara maksimum, logis, dan taktikal.
Phaseon benar-benar terkejut melihat Urfana menerapkan teknik miliknya dengan hampir sempurna.
"Tidak buruk...." ia tersenyum.
Suasana di luar masih cukup panas, meskipun kedua belah pihak saling menyiapkan kuda-kuda masing-masing.
Panah berwujud air masih menghujani semua prajurit pertempuran. Yohan masih menggertak menggunakan aura dari kekuatan Mythical Ancient Orbs nya.
"Kita tidak bisa mempercayai orang jahat, Yohan. Kupikir Fadhilah juga tak benar-benar dipegang olehnya. Bukankah seharusnya mereka menunjukkan Fadhilah yang ditodongi pistol atau disandera oleh pisau?" ucap Irandi, ia membantu Yohan agar dapat berpikir lebih rasional terhadap keputusan yang diambilnya.
Fadhilah sendiri juga tak kunjung keluar, ia menggunakan sihirnya untuk menghilangkan dirinya dan menyelinap secara diam-diam untuk memastikan keberadaan Fadhilah secara perlahan-lahan.
Kemampuan auranya ia hilangkan agar tak keberadaannya tak bisa diketahui. Yohan memutuskan untuk pergi ke pehutanan timur untuk menghindari konflik dengan menyebrang melalui desa.
Fatherknight sendiri terlihat tidak berada diluar lagi, ia berada didalam mencari keberadaan Fadhilah.
Ia tahu apa yang akan terjadi jika sang Emperor tidak puas dengan kinerjanya. Meskipun ancamannya adalah mati, Fatherknight lebih khawatir soal reputasinya yang dinjak-injak.
Sepatu besi itu melangkah didalam mansion raksasa, menciptakan suara yang besar hingga mampu terdengar ke seluruh rumah.
Anak buah Fatherknight pun terlihat berkeluyuran, para tawanan telah dibebaskan oleh Fadhilah dan kini mereka pun berlarian mencari jalan keluar dan berniat menghajar para penjaga.
"Aku tak ingin barangku rusak! Tangkap mereka semua! Jangan tembakan senjata api di markasku!" teriak Fatherknight.
Terlihat bahwa si Raja no. 4 itu mengabaikan para tawanan yang kabur, ia jauh lebih memprioritaskan Fadhilah yang saat ini adalah prioritas utamanya.
Suasana kini semakin memanas, faktanya pasukan Painraiders yang tersisa sedang berangkat menuju markasnya, bersamaan dengan Polisi Militer yang bergegas menuju tempat ini dengan perlengkapan senjata yang lengkap.
Disisi lain, baku tembak berlanjut kembali setelah Yohan Arunaldi diprovokasi oleh salah satu personil dari squad Beta Barat.
Emperor juga sedang berangkat menuju ke tempat kejadian perkara, yang mana pada perihalnya ia ingin menemui Yohan Arunaldi secara langsung.
Emperor sendiri benar-benar turun tangan dalam masalah ini, yang bahkan hampir sejak 20 tahun ia tak pernah menginjakkan kaki ke tanah dimana masalah berada.
__ADS_1
"Yohan, Sekelompok Polisi Militer dan beberapa sisa anak buah Painraiders dari luar berdatangan kemari!"
"Sial, lalu kita harus apa? Kita tidak ada dipihak mereka."
"Tunggu, sepertinya ada yang meretas obrolan kita."
Irandi memutuskan komunikasi keduanya dan mengganti frekuensi radio miliknya. Disisi lain, ia mencoba melacak orang yang meretasnya.
Clarissa yang sedang bersantai saat itu juga langsung merubah posisi duduknya menjadi lebih serius.
"Phaseon, pintu itu membawa kita ke lantai atas mansion." Urfana memutar roda tangan yang ada di pintu besi itu.
"Phaseon, komunikasi dengan pa Yohan telah terputus." ucap Clarissa.
"Clarissa, tetap awasi keberadaan Erika dan Locky. Tidak perlu mengkhawatirkanku."
Phaseon membantu Urfana memutar roda tangan yang sangat berat itu.
"Aku harus memutuskan komunikasi untuk sementara, sepertinya pihak JNC Group mencoba melacak lokasiku." ucap Clarissa.
"Jangan sampai ketahuan, apa Ziando sudah dimarkas?"
Aku pulang.
"Ya, aku mendengarnya." Phaseon mematikan hubungan komunikasinya dengan Clarissa.
Phaseon mengambil alih kendali panduan dan berjalan didepan Urfana, mereka menaiki anak tangga lalu membuka pintu bersama.
"Phaseon." ucap Fatherknight dengan geram.
Ia mencekik Phaseon dan mengangkatnya.
Monster setinggi 197cm dengan berat 100kg itu mengangkat Phaseon lebih tinggi dari kepalanya.
Dengan sigapnya, sang Shadow-Snake memutar tubuhnya dan menendang kepala Fatherknight. Sayangnya hal tersebut tidak berefek apapun padanya.
Fatherknight mengambil nafas yang dalam sambil berjalan ke tengah aula besar itu, Urfana kemudian melompat dan menggigit Fatherknight dari belakang.
Fatherknight secara langsung menyikut Urfana dibagian kepala hingga membuatnya pusing dan goyah kuda-kudu.
"Hhhrraaaaa!!!!" Fatherknight dengan keras membanting Phaseon ke lantai hingga lantai tersebut remuk.
Tentu saja, dengan sepatu dan tangan besi itu Fatherknight membuat serangannya jauh lebih menyakitkan, terlebih lagi semua manusia sangatlah sensitif terhadap tembok dan lantai karena kedua hal tersebut jauh lebih keras dari kepala manusia sendiri.
"Apa yang dilakukan Blade-Wolf disini? Kau masuk ke teritori kami tanpa izin? Kau membebaskan para tawanan?"
"Berisik, kau ini bau ketiak, mandi dulu sana." Phaseon masih bertahan setelah dihantam ke tanah dengan keras.
Urfana tidak menyangka melihat ketahanan tubuh Phaseon yang kuat.
Fatherknight melepaskan Phaseon dan berbalik ke arah Urfana.
"Siapa kau? Aku tak mengenalimu?"
Urfana diam dan tak menjawab. Fatherknight melakukan kontak mata secara langsung dengan Urfana dan langsung merasa tersetrum dibagian sarafnya.
"Aku lupa mengenalkan diri. Namaku Fatherknight, aku adalah pemimpin Painraiders, salah satu Raja dari Undervalue. Aku adalah salah satu mantan Tentara Republik Nusantara, berpangkatkan Sersan Mayor. Lalu kau?"
Fatherknight menunjuk Urfana sambil menunjukkan urat-urat ototnya.
"Aku adalah orang yang akan menghajar siapapun yang bermacam-macam dengan Fadhilah."
.......Bersambung.......
__ADS_1