
Selama perjalanan hidupnya, Emmerson telah mengalami bagaimana rasanya menjadi tikus percobaan, menjadi ketua geng, tentara, ketua partai, penguasa Jerman, guru, dan kini menjadi ketua geng kembali plus pemimpin sebuah Liga.
Dia bertemu dengan berbagai jenis manusia yang memiliki variabel berbeda-beda setiap waktunya. Tidak mengubah pandangan tentang mereka dan tetap berbaur di sekitar mereka.
Sebagian dari mereka ada yang diselimuti oleh harapan yang hangat, dan ada juga yang diselimuti oleh ambisi yang dingin. Emmerson telah mengalaminya, sebagai seorang B.L.E.S.S, ia hidup sebagai orang yang berbeda-beda.
Hanya ingatan saja yang menyatu, dan DNA dari keturunan sebelumnya.
Kini ia tampil sebagai salah satu yang terbaik dari semuanya, memiliki pengalaman sempurna, fisik sempurna, kecerdasan sempurna.
Tap.... Tap.... Tap, seseorang mengawasi dari helikopter, pertemuan antara Johannes dan Urfana yang kini saling berhadapan satu sama lain.
"Menarik... Aku kemari karena ingin melihat pidatonya secara langsung... Ternyata baru saja terjadi masalah." seru William Gashington, Kolonel yang bertanggung jawab atas kehadiran Alliance Security di Nusantara.
BUAG! Johannes dan Urfana saling bertukar pukulan di wajah, mereka berdua mundur dan mengambil jarak.
Manusia yang sempurna itu dapat melihat, bahwa saat ini mereka sedang disaksikan oleh banyak orang. Seseorang sedang bersembunyi dan melakukan live-streaming untuk menguak Johannes Gates.
Johannes membiarkannya. Biarkan seluruh dunia melihat siapa dirinya.
"Urfana! Kau adalah serigala! Kau tidak peduli siapapun lawanmu kau akan selalu maju! Tidak peduli apakah musuhmu memiliki gelar raja hutan atau raja lautan. Serigala akan tetap bertarung, hingga ia menang." Johannes bangga dengan perkembangan Urfana.
Urfana diam tak menjawab, ia lebih fokus membenarkan keseimbangan tubuhnya yang hampir hilang karena pukulan ke wajah tadi.
Aku dipermainkan, ia tak mengerahkan semuanya dipukulan tadi.
"Kau sangatlah spesial, aku tidak mengerti bagaimana caranya kau bisa pergi ke masa lalu dan menjadi bagian dari ingatanku. Tapi aku tahu bahwa itu semua karena mata merah itu, aku merasakan kekuatan yang sangat dahsyat. Meskipun aku memiliki arsip mengenai banyaknya anomali dan kejanggalan dunia ini, aku masih tidak pernah mendengar apapun tentang mata itu."
Johannes terkikik, kemudian tertawa dengan kencang. Dirinya memanas, hatinya bergema.
"Ada apa!? Emmerson, Inche, Gerald, Enormos! Kenapa kalian tak jelaskan kepadaku betapa menariknya suasana ini! Ketika aku berjuang begitu keras untuk membalas dendam pada World-Council karena dosa mereka, aku dihadapkan disini dengan seorang anak SMA yang hanya memikirkan gadis kesayangannya!"
Urfana mulai terpancing, ia agak emosi mendengar Johannes memprovokasinya dengan nada suara yang menyebalkan.
Karena emosi itu, Johannes jadi bisa membaca isi pikiran Urfana. Corcus menepuk pundaknya, ia bisa membaca apa yang Johannes coba lakukan.
"Corcus?" Urfana kaget, ia tak sadar Corcus sedang menonton.
"Fokus, kali ini kau akan menerapkan apa yang kuajarkan, Urfana."
__ADS_1
Urfana membuang rasa emosinya dan mengangguk, ia menarik nafas dengan dalam.
Didalam kesunyian sejenak, Girana kemudian berubah kembali menjadi monster, virus itu mengendalikan dirinya. Kini gadis itu tak memiliki kesadaran pribadi, monster itu pergi untuk memangsa banyak orang dan menjauh dari Johannes dan Urfana.
"Dengar, aku punya strategi. Tapi kau harus tetap menyerangnya hingga aku dapat melihat celah. Apa mata merah itu mengatakan hal yang sama denganku?" tanya Corcus.
"Benar, itulah yang dikatakan mataku."
"Bagus...Kalau begitu aku akan melakukan tugasku sebagai pengamat."
Pihak kepolisian dan militer datang menyerbu Grand Angkasawira, mereka membawa begitu banyak tentara untuk menyerang monster itu. Sedangkan William Gashington masih membeku dengan pandangannya terhadap Johannes dan Urfana.
Urfana kini terlihat lebih tenang, "Johannes. Aku tahu kalau kau sudah mengalami begitu banyak penderitaan sejak kau benar-benar lahir. Tapi tujuan awalku tidak berubah."
"Dan tujuan awal apa itu?"
"Kau.... Kau telah melukai Fadhilah, dan teman-temanku yang lain. Kau harus membayar itu brengsek...."
Johannes yang tadinya tersenyum karena kepribadian gilanya itu kini menjinak.
Ia berusaha untuk menyampingkan kepribadian itu, dan mencoba untuk membaca variabel misterius yang bernama Rahmania Urfana ini.
Johannes dapat melihat dengan samar-samar, ada seseorang yang berdiri disebelah Urfana, sedang melototnya dengan tatapan yang seram.
Apa itu? Siapa yang berdiri disebelah Urfana?
"Bukannya sudah jelas? Aku kemari untuk membunuhmu. Aku harus menghentikanmu, dunia akan jauh lebih baik tanpa kehadiranmu."
Johannes menutup kedua matanya, "Jadi.... Semua ini tentang membayar menggunakan nyawa..."
Pria itu, sudah pernah mati lebih dari satu kali. Dan itu semua demi melindungi hal yang berharga baginya.
Ia selalu hidup kembali, untuk memenuhi balas dendam yang selalu ia dambakan. Ia mempersiapkannya hingga saat ini. Dana yang ia telah ia siapkan selama puluhan tahun baru saja ia habiskan untuk perencanaan tersebut tepat ketika Johannes menerima ingatan dan kekuatan dari Enormos.
Ia jelas bertanya, apa ia benar harus mati tidak terhomat? Dibunuh oleh bocah yang hanya memikirkan gadis kesayangan dan teman-temannya.
"Dunia... Jauh lebih luas dari yang kau pikirkan.... Kau bertarung demi gadis dan teman-temanmu. Tapi aku berbeda.." Nada bicara Johannes berubah.
"Perhatikan, ia merubah kepribadiannya. Itu bukan Johannes." kata Corcus.
__ADS_1
"..."
"Urfana, apa kau pernah sekalipun dalam hidup melihat gerbang neraka?.... Apa kau pernah melihat orang yang kau sayangi harus dibantai hanya karena mereka keturunan Jardanish?.... Kenapa mereka harus mati?... Tapi, aku juga yang membunuh mereka?"
Johannes mulai kehilangan kendali diri, Emmerson melawan kesadaran Johannes dengan ingatannya.
"World-Council, Adamska.... Mereka harus menderita...."
Johannes mengeluarkan energi dahsyat, semua yang berada disekitarnya mulai retak dan bergetar. Tidak lain dan bukan, itu adalah potensi kekuatan yang telah mencapai puncak sedang dikendalikan oleh perasaan yang kuat.
Cinta dan kebencian, kedua perasaan itu saling beraduk menciptakan gejolak raksasa terhadap sang Mein Fuhrer.
Live-Streaming telah berhenti, dan William Gashington mundur.
"Urfana, sang pahlawan. Aku hanya akan mengatakannya sekali, jadi dengarkan baik-baik." Johannes meminta Urfana untuk mendengarnya.
Urfana dan Corcus memperhatikan.
"World-Council adalah salah satu kejahatan absolut yang hadir mengendalikan dunia ini. Sudah jelas bahwa dunia dikendalikan oleh mereka. Kau mungkin sering melihat di berita dan buku pelajaran sekolah bahwa mereka adalah organisasi yang menjaga perdamaian. Tapi kau tidak tahu bagaimana mereka melakukannya."
"?" Ekspresi Urfana berubah, ia sedikit lebih santai.
Johannes berjalan mendekati Urfana, "Mereka membunuh orang yang layak, dan tidak layak untuk mati. Apa rasku benar-benar harus musnah? Kupikir seharusnya tidak, namun....Aku memiliki anak perempuan sebagai Inche, setidaknya keluarga tersebut telah memenuhi harapan bagi Jardanish bangkit kembali."
Urfana berusaha untuk menelaah informasi tersebut dan membaca maksud dari Johannes, kelihatannya Johannes berusaha untuk membuat Urfana tenggelam pada sisinya. Mata merah itu, ia bisa melihat bahwa Johannes benar-benar tidak berbohong, namun bukankah Johannes tidak ada bedanya? Dia membunuh orang-orang yang tidak bersalah juga.
"Mengapa tidak bergabung saja denganku? Aku menarik ucapanku tentang menghentikanku, yang pernah kukatakan di masa lalu. Rahmania Urfana, kita harus berdiri sejajar." Johannes mengulurkan tangannya.
Posisi sebagai partner sudah kosong karena Girana dibuang, ini adalah kesempatan untuk Urfana bergabung.
"Aku menolaknya, Emmerson. Karena aku ada pada pihak Henry." Urfana menolak, ia tahu bahwa ia harus menyelesaikan apa yang Johannes mulai.
"Baiklah, kalau itu maumu aku akan tunjukkan kekuatan sesungguhnya dari B.L.E.S.S dengan tingkat salah satu yang terbaik dari semuanya...."
Pertarungan mereka berdua berlanjut dengan sengit. Kini tidak ada lagi pertukaran kata diantara mereka.
.......Bersambung.......
...----------------...
__ADS_1