Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Kertas pembawa masalah


__ADS_3

Ingatan apa itu tadi?


Urfana menatap telapak tangan kanannya, tato bersimbol seperti sayap itu menyala berkedip-kedip, seolah ada petunjuk baru.


12-08-2016 / 19:36


"Nah, Corcus."


"Hm?"


"Sepertinya orang itu mengirimiku surat lagi. Mungkin sebaiknya kita pulang sekarang."


Urfana berbalik pandangan dan kembali ke dalam rumah sakit. Corcus mengikutinya berjalan dari belakang.


Ketika melewati seisi rumah sakit, Corcus merasa sangat cemburu dengan zaman yang Urfana hidupi.


Teknologi kedokteran yang sangat maju pada zaman ini benar-benar membuat Corcus berharap bahwa ibunya mendapatkan pengobatan seperti ini.


Pada zaman ketika Corcus masih hidup, ia menyaksikan ibunya diobati dengan cara menggunakan sihir dan menggunakan sari organ manusia yang diambil dari budak.


Namun sihir tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawa Ibunya dan malah menebar penyakit yang jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.


Orang-orang di zaman sekarang, jauh lebih cerdas dan menganggap bahwa sihir adalah hal kuno dan bodoh. Manusia pada zaman ini menganggap bahwa sihir itu sudah tidak ada, terkecuali mereka yang tinggal di desa dan juga segelintir orang di dunia yang mampu menggunakannya.


"Nah, Urfana. Apa menurutmu, di dunia modern ini ada penyakit yang tak bisa disembuhkan?" Corcus ingin mengetahui tentang dunia medis modern, ia ingin mempelajari lebih jauh tentang penyebab kematian ibunya.


"Ohh? Ada apa dengan hal itu?"


Orang-orang dirumah sakit melihat ke arah Urfana karena ia berbicara sendirian. Urfana yang menyadari itu tidak mempedulikan sama sekali.


"Aku tahu mungkin ini tidak ada artinya, tapi aku ingin mempelajari soal penyebab kematian ibuku karena penyakit...." ucap pria yang sangat menyayangi ibunya itu.


Berbeda dengan Urfana, Corcus adalah sosok yang sangat mencintai ibunya.


Sejak kecil, Corcus dirawat oleh ibunya dengan penuh kasih sayang dan kehangatan, semenjak Ibunya mulai mengandung dalam status budak hingga menjadi rakyat kerajaan berstatus sosial menengah karena jabatan dan prestasi Corcus.


Urfana, tidak tahu apa yang harus dikatakan. Corcus jelas memiliki masa lalu yang berbeda dengan Urfana.


Urfana dipaksa untuk pergi dan bertahan hidup sendirian, sedangkan Corcus melakukan kerja paksa, menjadi kesatria, menyaksikan satu persatu orang yang disayanginya pergi.


"Aku berjanji, nanti kita akan membeli buku soal dunia medis agar kita bisa mencari tahu soal itu Corcus."


Mereka tiba di parkiran rumah sakit.


"Naiklah." kata Urfana.


"Dimana motormu?" Corcus menduduki kursi belakang.


Tidak ada massa sama sekali ketika Corcus menduduki motor tersebut, seperti duduk sendirian bagi Urfana.


"Sedang kurestorasi komponen-komponennya. Aku meminjam motor ini dari Troy-Skusher selagi Arionmethus ada di bengkel."


"Tidak kusangka, ada orang yang menamai dompetnya Excalibur dan motornya Arionmethus." tawa ringan si jiwa tersesat itu.


Urfana menarik gasnya dengan pelan, benar-benar membawa motor tersebut dengan santai.


Ketika masalah semakin membesar dan pundak laki-laki itu terasa berat, Urfana tetap berpikiran dengan tenang setelah mempelajari betapa pentingnya mengendalikan emosi.


Agak cukup berbeda dengan kasus Troy-Skusher dan Painraiders, ia kini jauh lebih santai dan tenang.


"Melihatmu mengendarai mesin ini membuatku merasakan bahwa kau sangat menikmatinya!!"


"Tentu saja, mungkin suatu hari kau dapat mencobanya juga Corcus!!

__ADS_1


Melihat performa motor modifikasi 250cc dan 3 silinder tampak membuat Urfana begitu menikmatinya hingga ia melupakan beban yang sedang ia bawa dalam hatinya.


Tidak aneh jika Urfana cepat berdamai dengan Keisal dan kawan-kawannya. Mereka sama-sama mencintai motor klasik dan tahu banyak soal hal itu.


Urfana dan Keisal, sedang berteman baik dan tidak lama lagi akan menjadi sahabat.


Terkadang, musuh pada kemarin hari, akan menjadi sahabat di hari esok.


...----------------...


12-08-2016 / 20:11


Setengah jam perjalanan menikmati segarnya udara malam dan pemandangan estetik festival membuat Urfana dan Corcus kenyang dalam perjalanan.


Urfana memarkirkan motor klasik itu kedalam garasinya dan lekas berjalan ke depan pintu masuk rumah.


"Urfan, sepertinya ia tak membobol lagi rumahmu." ucap Corcus.


"Dia agak bodoh kali ini, aku sudah menyembunyikan kunciku ditempat baru. Tapi aku yakin ia menyimpan kertas itu di tempat kunci sebelumnya." Urfana mengecek dibawah karpet.


Urfana menemukan kertas yang terlipat-lipat, dengan lekas ia membuka lipatan kertas tersebut dan membacanya.


..."...


...Grand Angkasawira, tempat dimana Fadhilah dikurung dan jebakan untuk Rahmania Urfana. Kau pasti penasaran mengapa aku bisa mengetahui tentang ini,...


...Aku ingin melihat sang penguasa dunia sebelumnya berjuang mati-matian untuk menyelamatkan apa yang ia sayangi. Suatu hari kita akan berhadapan satu sama lain, Ouvel Euronova....


...Ini adalah permainanku, dan kau akan melakukan apa yang seharusnya kau lakukan, kau hanya perlu membereskannya sesuai naluri dan pilihanmu....


...Selesaikan ini sebelum tanggal 17 Agustus 2016 apapun yang terjadi, atau kau takkan pernah bisa melihat Fadhilah untuk selamanya lagi....


..."...


"Aku juga....."


Kepala Urfana kemudian berdenyut, ia merasa pusing dan sakit.


Ingatan Urfana dan Ouvel bermunculan sedikit. Urfana kemudian ingat sedikit tentang Ouvel Euronova.


Entah bagaimana caranya, Ouvel mampu menanamkan ingatannya ke remaja berumur 15 tahun ini.


Hal yang dapat dikonfirmasi adalah ia dan Ouvel memiliki keserupaan tipe darah dan mata kanan yang sama. Namun mata kiri Urfana tidaklah spesial melainkan mata manusia normal.


Mata kiri milik Ouvel Euronova, dipegang oleh seseorang yang tidak diketahui keberadaannya saat ini. Orang yang bernama Casaromidou dari mimpinya di Athnia memiliki mata kiri yang berwarna merah yang menyerupai Ouvel Euronova.


"Dia mengenalku. Namun aku sama sekali tidak tahu apa-apa dan paham apa-apa."


"Apa secara tidak langsung, itu artinya kau adalah Ouvel Euronova itu sendiri?"


"Tidak, kami orang yang berbeda. Mata ini memberitahuku bahwa kami pernah di Athnia sebelumnya, dan kau juga ada disana. Black Sword-Saint."


Julukan yang diberikan pada Corcus itu membuka ingatan 2000+ tahun lalu yang Corcus tidak bisa terlalu ingat.


"Kau benar, kau ada disana, dan orang yang berambut putih itu disebut Tuan Ouvel oleh ajudannya!!!" ujar Corcus dengan keras, terkejut terhadap fakta yang terkubur dalam ingatannya.


Urfana dan Corcus kemudian memasuki rumah dan langsung duduk dengan lemasnya di sofa.


Cuaca malam hari ini didatangkan oleh hembusan angin yang agak kencang.


Urfana pernah bercerita pada Corcus bahwa ia mengalami mimpi yang terasa nyata lagi setelah melawan Fatherknight, namun baru kali ini ia mampu mengatakan detailnya karena saat itu belum ingat sepenuhnya.


Dimensi waktu kedua tidaklah ada, yang berbeda hanyalah alam semesta yang berubah formula yang disebabkan oleh Golden-Scroll.

__ADS_1


Ouvel melakukan kontrak dengan membuat sihir absolut menjadi hal yang benar-benar ada, dan kemudian sihir tersebut bahkan tidak pernah tertampak pada buku sejarah manapun dan tidak ada rumor ataupun bukti yang cukup untuk memastikan bahwa sihir benarlah ada.


"Orang yang bermata merah.... Sepertimu, ada dua orang....." kata Corcus.


Urfana melentangkan kakinya.


"Ouvel Euronova, dan satu lagi...?" Urfana menoleh ke wajah Corcus.


Pria itu berpikir sejenak sambil menggosok-gosok dagunya dengan jempol.


"Casaromidou. Tidak salah lagi, dialah satu-satunya orang yang memiliki mata merah menyerupai dirimu selain Ouvel"


Urfana kemudian berdiri dan pergi mengambil papan tulis. Lalu kemudian ia menulis beberapa informasi yang berkaitan dengan Noparents.


Opini mengenai pria berjubah hitam misterius mesti disingkirkan terlebih dahulu karena tak ada bukti jelas bahwa orang tersebut adalah Casaromidou.


Kali ini, musuh yang dihadapi Urfana bukanlah kriminal bersenjata api. Melainkan geng yang memiliki kekuatan dan pengaruh besar di pusat kota dan anaknya yang merupakan anak wakil walikota, Lindberg Gates.


Akan ada konsekuensi serius yang lebih merugikan dibandingkan mati ketika berhadapan dengan Noparents, orang yang berani berurusan dengan Noparents akan dijadikan kambing hitam yang dijual untuk menjadi umpan kasus kriminal begitu tertangkap.


Tidak ada satupun yang bisa melepaskan diri begitu tertangkap dan dijual sebagai umpan, ia akan dipidana dan kepolisian akan menutup diri dari pembelaan sang umpan.


Kesulitan yang dihadapi Urfana saat ini tidak lain sama sulitnya dengan ketika menghadapi Painraiders.


Kesulitan yang anak itu hadapi masih bukan apa-apa dibandingkan dunia yang harus anak itu selamatkan. Ini hanyalah langkah yang sangat kecil, yang cuma berpengaruh pada mental dan pengalamannya.


Anak itu, perlahan demi perlahan mulai kehilangan senyumnya kembali, seperti pada waktu dimana ia hidup di jalanan.


Gadis yang dicintainya diculik, sahabat yang mengaguminya diburu oleh keluarga lejabat, sahabat seperjuangannya mati, dan masalah-masalah baru menantinya di masa yang akan datang.


Mata kanan itu memberitahu Urfana lebih dari yang bisa Corcus katakan. Beban dan tanggung jawab yang tidak bisa ia abaikan ini memaksanya untuk menjauhi kehidupan normalnya.


Urfana bertanya pada dirinya sendiri, sejujurnya kapan semua ini dimulai?


Diumur 15 tahun ia sudah menaklukan salah satu geng besar bagian utara yang kini menjadi sekutunya, orang yang merupakan No. 4 dari Undervalue dan membawahi geng besar tersebut dibunuhnya tanpa sadar.


Hari demi hari, nama Urfana mulai harum kembali dengan julukan Jaeger, yang dikenal sebagai pemburu haus darah di dunia geng begitupun jalanan.


Ia menjadikan orang berpengaruh seperti ketua Troy-Skusher, No.3 Clubboys menjadi sahabatnya.


Seluruh geng di kota mengakui kekuatan bertarungnya dan bahkan ada yang sampai mengidolakan atau menggunakan namanya untuk memperoleh keuntungan dari hasil pemerasan.


Ia bahkan tak memiliki geng, organisasi, ataupun hierarki yang ia tetapkan untuk menentukan siapa yang ada diatasnya atau siapa yang ada dibawah kakinya.


Orang yang bernama Rahmania Urfana itu, kini menjadi prioritas utama dari Johannes Gates. Dan setelah mengetahui bahwa nama Jaeger yang populer tersebut ternyata adalah anak yang ia beri jaket, uang, dan kehormatan itu, Johannes memutuskan untuk mengundangnya juga secara formal.


Di waktu yang sama, Johannes sedang duduk di ruangannya yang berada di lantai puncak dari Grand Angkasawira, ia dapat melihat seluruh bagian kota.


Bangunan raksasa yang terdapat Hotel, Kasino, Club Malam dan hiburan lainnya tersebut memiliki tinggi bangunan sekitar 90 meter ini adalah evolusi dari Club Heavengates.


"Presiden, nona Fadhilah Asmira Putri masih dalam kondisi normal dan tidak tertekan. Sudah hampir satu minggu kita mengurungnya, apa Anda sama sekali tak berniat menyapa orang yang sudah kami culik dengan susah payah?" tanya Reki, Eksekutif utama Noparents.


Johannes yang sedang duduk santai memandang kota di malam hari itu kemudian menyimpan alkohol yang sempat diminumnya dan mendekati Reki.


"Mungkin tidak lama lagi aku akan menyapanya. Mungkin esok aku akan menyapanya? Aku ingin segera menyelesaikan urusanku dengan sang Serigala." ucap Johannes, sambil tersenyum lebar setelah bergairah membaca rumor mengenai Rahmania Urfana.


Kau dan Fadhilah berhubungan bukan?!! Hahahahaha, aku akan membuat hal ini jauh lebih menarik untuk kalian berdua!!


-Johannes Gates, ketua geng Noparents.


.......Bersambung.......


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2