
16-08-2016 / 20:00
"Apa-apaan ini? Kenapa dia menjadi seperti ini?" Keisal bergumam tak percaya, melihat kondisi sahabat perempuan Urfana menjadi gila.
"Johannes tahu cara mencuci kepribadian, otak seorang manusia. Entah metode gila apa yang dilakukan olehnya. Tapi yang jelas akal sehat gadis itu kini tak ada lagi." Galang menyulut sebatang rokoknya.
"Serius? Kini kau hanya pelac*r? Apa Urfana berjuang sejauh ini hanya untuk kau?"
"Lalu memangnya mengapa? Urfana tidak datang kemari dan menyelamatkanku? Usir saja dia, dia tidak layak untuk menjadi kekasihku?! Ngapain bocah bodoh dan jelek itu berjuang sejauh ini? Seharusnya dia hangus saja di neraka."
Keisal menendang kurungan Fadhilah hingga membuat besinya bengkok. Untuk pertama kalinya, Keisal sangat marah karena Urfana dihina. Fadhilah yang dulu kini sudah tak ada lagi. Ia dibunuh, kini yang tersisa dalam tubuh itu hanyalah kepribadian yang ternodai.
"Keisal... Kita kembali pada rencana kita... Pokoknya mereka sudah percaya kau ditangkap dan aku tidak ketahuan berkhianat......dan...." Galang berusaha menenangkan Keisal.
*
Urfana bermaksud untuk menyelamatkan Fadhilah dan mengalahkan Johannes, tapi apa ini? Gadis yang disukainya saja malah bertindak seperti ini?
Lalu, tanpa banyak basa-basi. Gadis itu menghancurkan rantai yang mengekangnya. Dengan kuatnya gadis itu memukul besi yang mengurungnya hingga terlepas.
"Kena~ Galang pengkhianat~"
Dia bukan Fadhilah, melainkan Girana yang menyamar menyerupai Fadhilah menggunakan make up dan rambut yang serupa.
"Johannes tidak tahu jika kau berkhianat, ia sangat mempercayaimu. Tapi aku tidak, kau akan mati disini bersama dengan Keisal." Girana tertawa dengan tatapan jahatnya.
Bagaimana bisa ada seorang perempuan yang bahkan tak terlihat berotot namun bisa mengeluarkan kekuatan fisik yang dahsyat? Sial
Keisal mencoba untuk mengukur kekuatan tempur Girana dengan melakukan serangan pertama menggunakan Karate. Ia mengeluarkan seluruh tenaga untuk menumbangkan gadis itu dalam satu pukulan.
BUAG!
"??!!" Keisal jelas tercengang, tak berefek apapun. Girana menyerap pukulan itu tanpa rasa sakit. Kulit dan daging pada tubuh Girana sama dengan manusia pada umumnya. Tapi tidak berdampak apapun.
"Pukulan lemah seperti itu takkan bisa mengalahkan anak SD. Biar kutunjukkan pukulan yang bisa menembus jantungmu!" Girana juga ikut mengeluarkan kekuatan penuh.
Galang dengan cepat mengambil kursi lalu mengelakkan ayunan lengan Girana ke atas. Tidak diragukan lagi, IQ bertarung Galang yang tinggi telah menyelamatkan Keisal.
Keisal kemudian melancarkan dua tusukan jari pada kedua bola mata Girana. Meskipun Girana sangat kuat namun kecepatannya masih bisa dibaca oleh Keisal dan Galang.
Galang dan Keisal kemudian melarikan diri.
"Seperti yang kau tahu, Grand Angkasawira sangatlah luas. Kita berada di tempat dimana perlu peta untuk keluar karena pada lantai ini, semuanya adalah labirin. Cukup gila bahwa ada tempat seperti kastil di Bandung. Namun begitulah kenyataannya Keisal." ucap Galang yang berlari memimpin jalan didepan.
"Lalu bagaimana dengan jalan keluarnya? Apa kau mengetahuinya?" tanya Keisal. Sedikit mencemaskan situasinya.
"Aku tahu.... Aku sudah memberi tanda, tapi perjalanannya cukup jauh karena harus berputar. Tapi ia juga tahu.... Hanya saja.....tidak mudah bagi kita untuk keluar..."
"Kenapa?"
Karena dia adalah monster
"Menarik..sangat MENARIK!!! Aku jadi teringat pada zaman peperangan!!!" Girana haus darah, sudah lama tubuhnya tidak memanas karena serangannya mampu digagalkan oleh dua bocah yang bahkan belum 18 tahun.
Karena pada zaman perang dunia pertama, gadis itu pernah membantai hampir 300.000 orang bersenjata pada 1 tahun. Meskipun gadis itu pernah dibunuh oleh seorang manusia saja yang memiliki teknik untuk menembus pertahanannya.
__ADS_1
"HYYAAHHHH!!" Gadis itu mulai berlari menggunakan kedua kaki dan kedua tangannya bagai siluman. Ia mengendus bebauan yang tercium olehnya.
Galang memerintahkan anak buahnya untuk merekam jejak Girana yang tidak humanis. Ia berencana untuk memancing militer agar datang ke tempat ini.
"GALANG, Sepertinya akan ada banyak orang mati karena ini!!" Keisal agak khawatir karena ia mendengar langkah berat.
Semua staff petugas ikut berlari berpanikan, Girana membantai semua yang ia lihat.
Keisal membangkitkan trauma milik Girana, ia menyentuh kelemahan Girana yang membuatnya mati pada saat melawan satu manusia ketika perang dunia pertama.
Membuatnya lebih tak terkendalikan dan menghajar semua yang ia lewati.
Galang tersenyum.
"Aku tahu....."
"Kau malah tersenyum?" Keisal agak ketakutan oleh rauman itu.
PZZT! Sinyal masuk!
"Tuan, semuanya siap! Saya sudah menyewa salah satu sniper terbaik seperti yang Anda rencanakan. Anda cukup beri kode untuk eksekusinya." ucap Charles James yang berkomunikasi melalui sinyal radio dengan Galang.
"Dia pasti menyukainya, aku akan memberinya kado terbaik yang tak pernah ia dapatkan." Galang mematikan komunikasinya dengan Charles.
...----------------...
16-08-2016 / 20:06
Setelah sekian lama tertidur.... Gadis itu membuka matanya di ranjang mewah pada Penthouse. Rambutnya berantakan, ia bangun dalam keadaan segar dan terlihat puas seolah-olah kebutuhan hasratnya terpenuhi pada hari itu juga.
Tidak lama pada saat itu juga, gadis itu memutuskan untuk mandi pada malam hari di Penthouse. Gadis yang bernama Fadhilah Asmira Putri selama ini sudah berada disana.
Benar, tidak salah lagi. Karena pengaruh minuman, gadis itu tidur dengan Johannes. Kini gadis itu merasa tidak enak pada bagian perut. Kepalanya pun agak dipenuhi oleh Overthinking.
"Maafkan aku... Urfana...." itulah yang ia katakan.
Tidak banyak yang bisa ia lakukan, ia disandera. Penthouse yang katanya sudah Corcus periksa ia bilang bahwa tempat itu kosong. Tapi nyatanya, disanalah gadis itu berada.
Ia membersihkan seluruh tubuhnya, sambil menutup mata dan meresapi rasa dingin yang menyentuh kulitnya. Rasanya sangat menyejukkan hati meskipun dibuat tidak tenang atas apa yang ia perbuat.
Gadis itu, telah menjual jiwanya. Pada lelaki yang ia sangat benci, dan kini ia harus hidup dengan kenyataan pedih dimana statusnya yang bukan lagi gadis remaja.
Ia sangat takut, ia sangat khawatir melihat reaksi Ibu dan Ayahnya yang kecewa padanya. Ia takut jika ia akan dibuang karena telah mempermalukan keluarga.
Tapi ia bebas dari seluruh beban yang akan ditinggalkan oleh ayah dan ibunya. Fadhilah merasa jauh terbebaskan dari tanggung jawab pada masa depan.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, gadis itu kemudian menyalakan televisi dan langsung menonton siaran langsung Yourtube dan melihat Johannes yang sedang berpidato.
"Ladies and Gentlemen, ini adalah pertama kalinya saya muncul ke publik dengan wajah yang terekspos secara umum. Benar, saya adalah ketua dari Liga Bisnis Nusantara! Saya telah membawa para hadirin menaikkan nilai kapita perusahaan yang anda miliki dengan program Reqmand. Request and Demand!"
Johannes berseru dihadapan para audiens dengan rasa penuh percaya diri. Tidak lain dan bukan orang ini memang karismatik, ia mampu mempengaruhi orang dengan levelnya yang sangat tinggi.
"Johannes Gates, hadir untuk melayani pemenuhan kebutuhan masyarakat Nusantara demi kemajuan nilai negeri bersama-sama! Sehingga sebagai negara maju, kita bisa bersaing lebih baik dalam dunia perdagangan di ranah Internasional. Liga Bisnis Nusantara adalah kekaisaran perdagangan yang akan menguasai pasar dunia"
Semuanya bertepuk tangan dengan meriahnya, tidak lain dan bukan kemunculan pemuda itu bagaikan turunnya juru selamat dari langit. Baru saja gejolak pasar turun karena kemunculan entitas makhluk sintetis yang berdampak besar pada kecemasan dunia.
__ADS_1
Tidak sedikit orang pada sejak itu yang mencairkan asetnya untuk membuat shelter atau tempat berlindung dari makhluk yang dianggap kiamat.
Ketika bursa dunia mengalami penurunan karena jumlah modal produktif ditarik, Liga Bisnis Nusantara mengalami peningkatan pesat setelah berhasil menganalisa apa yang pasar butuhkan terhadap mereka.
Negeri ini sama sekali tidak memiliki kekhawatiran pada hal seperti kiamat. Percaya atau takut sama Tuhan saja tidak? Itulah yang membuat negara ini maju, bersih dan kotornya bersama-sama membawa perubahan.
Saat itu, Melviana yang merupakan salah satu anak konglomerat yang bukan merupakan Liga Bisnis Nusantara menyaksikan....
...Bahwa pemuda dihadapannya ini titisan Mein Fuhrer....
Bagaimana gadis itu tidak tahu? Memoar mengenai Emmerson Dielbert tertulis menyerupai apa yang ia lihat pada hari itu tersampaikan dengan sempurna.
Lagi dan lagi, ia menarik banyak perhatian kaum atas, menengah, dan bawah. Orang ini memiliki banyak hal yang membuatnya menarik di mata penonton.
Bahkan dalam detik yang sama, Pemerintahan Nasional melihat pemuda ini sebagai ancaman yang dapat mempengaruhi masa depan negeri ini. Dan disisi lain, mereka melihat pemuda ini sebagai juru selamat.
"Itulah mengapa, pada hari itu ia harus mati..." ucap Corcus, membicarakan World-Council yang mengeksekusi Emmerson Dielbert pada jaman dahulu kalah.
Semuanya bertepuk tangan atas kehebatan karisma dan pidato Johannes Gates!
"Baiklah, untuk penutupannya akan kudeklarasikan, perang perdagangan terhadap sistem kapital ciptaan World-Coun—"
BUG! Terlihat Keisal dan Galang menendang pintu dari dalam ruangan untuk melarikan diri dari Girana.
BUAAGGGGG!!!!!!
Girana yang berubah menjadi monster biologis yang buas terlihat sangat haus darah akan Keisal dan Galang. Saking gilanya gadis itu kehilangan akal kecerdasan yang sudah menjadi bawaan B.L.E.S.S
"RRRAAAAHHH KEISALLL GALANGG!!" teriak Girana dengan suara yang sangat menyeramkan.
Tidak lain dan bukan, gadis itu menyimpan virus menyeramkan seperti pada serial Republic Evilian.
Johannes yang merasakan sensasi hebat akan tepuk tangan meriah dan pengakuan dari orang-orang tercintanya kini terlihat hampa, ia tidak tahu harus berkata apa.
Mukanya memerah, makin memerah. Mata ungunya berkaca-kaca seperti akan menangis.
Itu bukan mata kaca yang ingin mengeluarkan tangisan. Tapi amarah, kini mimpinya untuk mendapatkan dukungan dari banyak orang hancur. Hanya oleh gadis yang pernah menjadi rekan seperjuangannya sejak kelahiran pertama saat eksperimen B.L.E.S.S.
Girana kemudian ingin mencabik semua yang menghalanginya, tidak peduli teman atau musuh.
Semuanya berlarian panik, mereka tak pernah merasa ketakutan seperti itu sebelumnya.
Makhluk yang bahkan bentuknya tidak dapat diserap akal manusia menakuti mereka.
"Yelena....." ucap Johannes dengan pelan. Menyebutkan nama generasi pertama Girana
Girana yang tadinya haus darah kemudian berhenti sejenak setelah mendengar suara itu. Lalu menatap kearah Johannes.
Johannes kemudian tersenyum manis sambil menutup matanya.
Girana yang melihat itu langsung mengeluarkan keringat dingin.
"Terima kasih untuk kerja samanya..." pemuda yang merupakan rekan hidup semati itu, mengeluarkan senyuman yang sangat tulus. Yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
"SEKARANG!!!" teriak Galang.
__ADS_1
DOORR!! Peluru sniper itu terbang melayang ke kepala Johannes.
..........Bersambung..........