
Hutan disaat itu dipenuhi dengan darah, tidak lain dan bukan itu adalah hasil perburuan dari satu entitas asing yang merupakan puncak dari rantai makanan.
Yang dimana pada saat itu Perang Dunia sedang terjadi.
16-08-1917 / 22:34
"Tembak!! Tembak makhluk itu!! Jangan biarkan dia berkeliaran!!!" perintah salah satu mayor yang sedang kewalahan menghadapi satu makhluk, bersamaan melawan dengan 100 pasukan di garda depan.
Pada perang dunia pertama, setiap negara saling melawan satu sama lain. Namun dibalik itu semua, musuh sebenarnya adalah sebuah organisasi.
Organisasi, yang berhasil menciptakan 500 prajurit terbaik dengan hasil eksperimen yang diluar nalar. Setiap prajurit memiliki kemampuan untuk melebihi batas yang dimiliki manusia mulai dari kekuatan, kecepatan, kecerdasan.
Dan saat ini, organisasi tersebut kini adalah mereka yang berhasil menguasai dunia ini. Hanya dengan 9 orang saja dan menjadi pilar yang menopang seluruh dunia agar seimbang.
Mereka menyusupkan 50 B.L.E.S.S kepada negara-negara secara merata untuk mengambil data dan intel penting demi keuntungan organisasi pribadi.
"Hraaahh tidakkkk!!!!" teriak sang mayor.
Makhluk itu mencabut kepala sang mayor dari tubuhnya dan meremasnya hingga meledak.
"Sebaiknya kalian mundur..... Karena kami adalah ras paling unggul diantara kalian semua. Kalian akan menjadi budak kami, kalian seharusnya melayani kami.... Bukan melawan..." ucap Yelena.
Gadis itu adalah monster, Yelena. Dia adalah salah satu B.L.E.S.S, yang dapat bereinkarnasi dengan memiliki keturunan. Tapi disamping itu, gadis itu memiliki sebuah virus khusus yang bisa merubah dirinya menjadi monster. Tidak semua B.L.E.S.S ditanami kekuatan virus dan masing-masing menyesuaikan keinginannya.
Yohan Arunaldi memiliki Mythical Ancient Orb yang membuatnya mampu menggunakan sihir dari kekuatan batu tersebut dan merubah sebagian dirinya dengan spare-part robot, Johannes Gates yang merupakan keturunan Jardanish memiliki kemampuan untuk membaca pikiran dan membuat keputusan kritis yang paling terbaik.
B.L.E.S.S hanyalah unit prajurit eksperimen yang membuka batas potensi dan menambahkan fitur ingatan untuk kepentingan berkembang biak.
"Kau benar-benar sangat mengerikan, aku tidak menyangka akan ada monster sepertimu di dunia ini. Kudengar puluhan ribu telah mati olehmu." ucap salah satu pria, yang mendekati Yelena.
Ia membawa pedang, pistol, dan mengenakan perlengkapan perang yang ringan.
"Hahahaha, memangnya siapa kau? Aku dapat meremukkan tubuhmu hanya dalam satu kali genggaman! Kau hanyalah manusia biasa!!"
DUAR! Orang itu menembakkan peluru pistol dan mengenai kedua mata milik Yelena. Kulitnya yang keras kemudian disayat oleh pedang itu.
Tidak berdaya, itulah posisi Yelena saat ini. Musuhnya yang hanya satu manusia tanpa kekuatan spesial sama sekali. Hanya pistol, pedang, dan peralatan bertahan hidup.
"Meskipun aku tahu... Kau memiliki keturunan tapi meskipun begitu aku takkan biarkan B.L.E.S.S menguasai peperangan dengan menjadikannya musuh dalam selimut..." sosok pria itu mengisi ulang pelurunya dan mengarahkannya ke kepala Yelena.
"Siapa kau?....." tanya Yelena.
"Malaikat kematianmu, aku disini untuk memburu kalian. Karena bagaimanapun aku memiliki dendam dengan organisasi yang menciptakan kalian. Satu hal lagi.... Kau memiliki keturunan, orang yang bernama Emmerson Dielbert, dia adalah salah satu teman minumku. Dan dia adalah B.L.E.S.S, tapi aku tidak membunuhnya karena aku memiliki hutang budi padanya, dan dia menyampaikan ini padaku."
"Emmerson?...." ucap Yelena.
"Yelena, ketika kau sudah tumbuh besar nanti. Temui aku di Haidenheim. Mengecewakan, padahal aku disini untuk membasmi kalian, tetapi kalian selalu berkembang biak dengan melakukan reproduksi sesuka hati. Binatang yang hidup tanpa aturan, kalian sangat menjijikan...."
DUAR! Satu peluru menembus otak Yelena dan membuatnya mati secara instan.
Darah, itulah yang dilihat oleh pria misterius itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa tempat ini adalah pasar darah. Dimana iblis saling menukar jiwa dengan menjadikan darah sebagai alat transaksi mereka.
Monster yang baru dibunuhnya, ia adalah salah satu iblis dalam bentuk nyata. Ia telah merenggut harapan keluarga dari banyak orang, ada banyak ibu yang menunggu anaknya untuk pulang dari perang, para ibu itu takkan pernah melihat anaknya kembali untuk selamanya.
"Tragedi, itulah yang melintas pada kehidupan setiap waktunya."
Pria itu menyimpan senjatanya kembali, lalu pergi melakukan perburuan selanjutnya.
16-08-1927 / 16:39
__ADS_1
Setelah beberapa tahun telah berlalu, seorang gadis bernama Yelena yang merupakan keturunan kedua dari B.L.E.S.S yang bernama Yelena sudah berusia 23 tahun. Ia tiba di Haidenheim untuk menemui Emmerson, seorang veteran perang yang sedang mengumpulkan para buruh dan veteran perang lain untuk memperjuangkan haknya yang hilang.
"Kota ini.... Besar sekali...." Yelena membuka mata dengan lebar, kota kumuh yang dipenuhi oleh orang-orang yang bertampang kosong dan tidak penuh ekspresi.
"Ya.... Dan aku sedang berusaha untuk mengambil alih tempat ini." ucap lelaki yang berpenampilan sangat rapih dengan seragam gagahnya.
"Apa ini? Kau berbaur dengan para manusia menyedihkan ini Emmerson?" tanya gadis itu, yang bahkan tidak menyapa sama sekali.
Emmerson tidak suka mendengar Yelena bicara seperti itu, "Aku adalah bagian mereka, dan mereka adalah sahabat seperjuanganku." Emmerson menyulut rokoknya.
Yelena tertawa, "Hahahahahaha. Padahal kita bisa injak saja mereka bukan? Kenapa banyak sekali trik?"
"Mulai sekarang, kau akan bekerja untukku. Pada dasarnya dibandingkan seluruh B.L.E.S.S, kau yang paling memahami bahwa aku adalah orang yang paling kompeten dibidang pemikiran kritis, analisis, dan karisma. Kau akan menjadi bawahanku, pergilah dan telusuri organisasi..." Emmerson menepuk kepala Yelena
"World-Council? Kau ingin balas dendam pada mereka karena setelah perang dunia pertama selesai mereka membuang kita dan membunuh sebagian besar dari kita?"
"Manusia yang dikirim untuk membunuhmu beberapa tahun lalu bukan bagian dari mereka, dan aku telah membuat kesepakatan dimana aku akan menjadi salah satu penguasa negeri ini. Aku akan menjadikan negeri ini sebagai negeri terkuat di dunia dan menciptakan dunia ideal."
"Sebagai seorang B.L.E.S.S, aku bisa memahami mengapa kita diburu. Tapi kenapa kau malah melakukan kontrak dengan manusia misterius itu?" Yelena mendesis mendengar Emmerson.
Seorang gadis kemudian menghampiri Emmerson dan Yelena.
"Sayang, kenapa kamu berselingkuh? Siapa gadis ini?" gadis bermata ungu itu terlihat sedih melihat Emmerson bersama dengan gadis lain.
"Dia adalah agenku, kau tidak perlu khawatir hanya karena dia cantik sayang."
Sophia Lawrence, seorang gadis Jardanish berusia 19 tahun. Ia adalah calon pasangan Emmerson Dielbert, mereka melakukan hubungan terlarang pada tahun 1930 dan melahirkan anak bernama Inche Lawrence.
"Setelah ini datanglah ke apartemen Emmerson, aku tahu kau lelah seharian ini."
"Ya! Tentu aku akan datang!" kubalas Emmerson dengan ceria." ia melambai melihat Sophia pergi setelah itu.
Yelena tertawa, ia tahu bahwa Sophia pasti mengajaknya untuk bermain dewasa, tidak terpikirkan lebih lanjut ia pun bertanya.
"Aku memulai hidup baru, Yelena. Hidup tanpa kendali World-Council. Aku ingin menciptakan dunia yang lebih baik, aku ingin menguasai dunia! Dan membuat seluruh makhluk hidup sejahtera!" Emmerson membagikan impian idealnya.
"Lalu, dengan siapa saja kita akan mewujudkannya? Apa hanya kita yang akan melakukannya?"
"Adamska! Aku sudah bicara dengannya dan kami akan memulainya setelah 1935."
Yelena terdiam, ia yang hanya menginginkan rasa tunduk dan ketakutan manusia tidak mengerti maksud dari Emmerson. Namun yang jelas, ambisi Emmerson lah yang membuat Yelena tertarik. Ia tunduk pada Emmerson karena ia tahu bahwa Emmerson jauh lebih kuat, dan ia berjanji akan melakukan apa yang Emmerson perintahkan, lebih dari World-Council sendiri... Tetapi....
16-08-2016 / 20:08
"Terima kasih untuk kerja samanya..." pemuda yang merupakan rekan hidup semati itu, mengeluarkan senyuman yang sangat tulus. Yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
Kekecewaan menyelimuti Emmerson didalam Johannes. Yang dimana membuat Johannes yang memiliki kendali kesadaran terkuat atas ingatan masa lalunya membuat keputusan, untuk membunuh Yelena, Girana, dan siapapun yang ada didalam tubuh gadis monster itu.
DUAR! Peluru Sniper ditembakkan, dari sudut yang cukup jauh dari Grand Angkasawira, menuju kepala dari orang yang pernah menguasai Jerman, Noparents, Liga Bisnis Nusantara.
BYUAARRR!! Mata ungu itu mengeluarkan suara yang sangat tinggi. Potensi dari kekuatan suku Jardanish sudah melewati batas berkat darah B.L.E.S.S yang ada pada Johannes.
Membuatnya bisa membaca masa depan, memiliki reaksi kritis lebih baik, dan meningkatkan penglihatan dengan titik fokus yang ganda.
Johannes menepis peluru tersebut dan mengembalikannya kepada moncong sniper yang menembaknya.
Semuanya panik berlarian menjauhi Girana, sedangkan Galang dan Keisal melihat reaksi Johannes yang membalas balik peluru yang ditembakkan kepadanya.
Johannes kemudian berjalan mendekati Girana dan langsung bermaksud untuk membunuhnya. Tidak ada yang lebih membuatnya marah selain orang yang menghancurkan rencananya.
"Ia menyerang sekutu sendiri??" ucap Valin.
__ADS_1
Para eksekutif lain berusaha untuk melindungi para tamu dari Girana yang sepertinya akan melawan. Dapat terlihat bahwa kini pilihan Girana hanyalah melawan.
Girana kemudian kembali ke wujud manusianya, ia kemudian tersenyum karena pikirannya kini lebih jernih.
"Mata ungu itu benar-benar membuatku takut! Aku tidak tahu mengapa mereka memanggilmu salah satu yang terkuat dari unit B.L.E.S.S. Padahal kau tidak memiliki modifikasi tubuh apapun Johannes."
Girana menyiapkan kuda-kuda bertarung. Johannes terus berjalan mendekati Girana tanpa menunjukkan raut wajah apapun, dan tidak berkedip.
"Para eksekutif, lindungi tamu kita hingga ke daerah yang aman." ucap Johannes. Ia kemudian mengenakan jaket Noparentsnya dulu yang pernah ia berikan pada Urfana.
Girana kemudian menghajar Johannes, dengan santainya Johannes menghindar dan kemudian melototi mata Girana.
Sial, ia berusaha mengendalikanku menggunakan matanya.
Girana dan Johannes bertarung dengan sengit, hingga membuat gedung bergetar.
"Sial, kita cari Urfana dan Fadhilah sekarang!" Keisal teriak kemudian melarikan diri bersama teman-temannya.
Girana mendengarnya dan kemudian mendekati Keisal, "Tidak bolehh~"
Kemudian Fadhilah muncul sambil membawa tombak dan menusukannya kepada Girana yang mendekati Keisal.
"Gaahh?! Tombak ini menembusku?..." Girana memuntahkan darah.
Tombak itu adalah tombak rekayasa milik Johannes yang terdapat pada Penthousenya, mirip dengan milik Odin.
Girana kemudian berusaha untuk berubah menjadi monster kembali, tapi dicegah oleh Johannes yang memukul tengkuk Girana dengan keras, melukai sarafnya dan membuatnya lumpuh.
"Kalian disini untuk menagihku atas apa yang telah kuperbuat pada kalian bukan?"
"Benar, brengsek. Dan kau akan membayarnya sekarang." Keisal merasa tak tenang, tapi meski begitu ia siap untuk menghadapi Johannes.
"Kalau begitu, mati!" Johannes melayangkan pukulan terhadap Keisal dengan sangat cepat.
PAK! Pukulan itu tertahan!
"??!" Johannes terkejut, seseorang menahan tinju Johannes.
"....."
Sosok yang menahannya adalah Rahmania Urfana, ia kembali dalam kondisi utuh.
"Tapi Urfana.... Kau sudah mati bukan?"
"Aku akan melindungi teman-temanku apapun yang terjadi, meskipun aku mati aku akan berusaha bangkit kembali."
Semuanya kemudian kabur, eksekutif dan kru dari Noparents mengejar mereka. Fadhilah dan Keisal lari bersamaan, sedangkan Melviana pergi bersama Galang, Hartono, dan Valin.
"Serigala yang saat itu kuberikan jaket, ternyata membawa jaket ini padaku. Bahkan kau dapat kembali ke masa lalu dan mempengaruhi diriku yang lain!"
"Jadi, hari ini kau jadi siapa?...." tanya Urfana.
"Johannes Gates, meskipun impianku sama, aku tetaplah aku yang sekarang. Dan akan kutunjukkan seberapa brutalnya ketua Noparents bertarung!"
"Emmerson menyuruhku untuk membunuhmu, ia tak ingin kau bereinkarnasi lagi." Urfana menyiapkan kuda-kuda bertarung.
"Sudah terlalu telat~ karena anak dari Yohan Arunaldi akan mengandung keturunanku... Kau mencintai gadis itu bukan?! MAAF YA, TAPI AKU YANG SUDAH TIDUR DULUAN DENGANNYA!!"
Urfana sangat marah, mata merah itu kemudian menciptakan proyektil bola api, Johannes menghindari itu dan kemudian mereka berdua berlari saling mendekati.
"MATI!" ucap mereka berdua.
__ADS_1
.......Bersambung.......
...----------------...