
08-08-2016 / 21:26
Empire meeting diadakan, para Raja dunia bawah dari seluruh daerah dan kawasan Asia Tenggara berkumpul di satu tempat privasi sekitar Pangandaran.
Daerah terpencil yang dijaga dengan ketat dan tidak bisa sembarang orang masuk. Undervalue memiliki banyak markas yang terseludup diantara alam dan juga perkotaan.
Setiap lokasi saling terhubung bagaikan titik-titik yang dihubungkan oleh garis, menciptakan konstelasi yang menjadi konfigurasi rute bisnis.
Di alam terdapat pabrik bawah tanah dimana mereka menciptakan narkoba, dan jamu.
Di laut terdapat sebuah kapal nelayan ikan yang sudah mendapatkan perizinan negara untuk berlaut menangkap ikan, namun didalamnya juga adalah tempat pembudidayaan tanaman narkotika.
Di perkotaan terdapat sebuah perusahaan bisnis peminjaman uang yang hampir ada diseluruh kota.
Pada dasarnya, jika Nusantara adalah selimut dari pulau-pulau maka Undervalue adalah kegelapan yang ada dibawah selimut pulau-pulau.
Setiap Raja memiliki bisnis yang hampir serupa namun memegang brand dan model yang berbeda-beda, mereka bersaing dan saling menjatuhkan diluar namun sebenarnya mereka ada dikendali satu orang.
......The Emperor!......
"Fatherknight jelas memiliki posisi yang cukup kuat didaerah Jawa Barat, namun kita kehilangan cukup banyak pengaruh dan kini Painraiders telah musnah sepenuhnya. Tidak ada yang bisa kita raih dari hal ini!" ucap si No. 3, laki-laki berawakan besar dan tubuh gemuk, Bear-Fag.
"Disisi lain, tentunya adalah hal bagus bahwa ia tersingkirkan. Kompetitor semakin sedikit dan tentunya kini si No. 1 bisa lebih leluasa untuk menjalankan bisnisnya. Pada dasarnya seluruh pulau jawa dominan dipegang oleh bisnisnya." Brutal-Heo berbagi rokok dengan Bear-Fag.
Meskipun dalam urusan bisnis mereka saling bermusuhan dan menjatuhkan, namun mereka harus akrab dalam pertemuan.
Undervalue menuntut setiap Raja bahwa meskipun kerajaannya bersaing dan saling membunuh, sesama Raja harus berbicara dengan karisma dan kebijakannya, bukan saling menodongkan senjata bagaikan prajurit yang menjalankan perintah.
Terdengar langkah kaki, mendekati ruang pertemuan utama. Para Raja yang lain bersama asistennya mulai memasuki ruangan dan duduk di tempat yang di sediakan semuanya.
Tak!.... Tak!.....Tak!
Suara tongkat terdengar mendekat dari luar ruangan, terdapat katana di pinggangnya dan satu-satunya Raja yang ditakuti oleh semuanya.
Katagari Murajishi, Samurai asli keturunan Shogun Katagari Uta, pemimpin Kekaisaran Nozomu pada abad 14. Ia diasingkan dari tanahnya sendiri setelah kalah dalam pertarungan tahta kekuasaan untuk Shogun berikutnya.
Shogun diwariskan hanya dari keluarga Katagari dan tidak boleh ada yang lain.
Ia tinggal di Nusantara sudah hampir 20 tahun dan menjadi buronan kelas dunia karena telah membunuh salah satu anak dari Tetinggi World-Council yang berusia 30 tahun pada 1995 akhir.
"Bukannya dia sudah mati?..." bisik salah satu pengawal.
__ADS_1
"Nama dan ceritanya sangat menakutkan. Tapi ia terlihat cukup tua, lemah dan rapuh."
Murajishi sendiri sudah berumur 64 tahun saat ini, dan anak angkatnya Kobayashi Rion, yang hinggap dengan nama Phaseon, ia masih berumur 16 tahun.
Phaseon tidak terkejut melihat bahwa semua orang disini jauh lebih tua darinya, bahkan tangan kanan termuda setelahnya adalah orang berumur 24 tahun.
"Ini pasti pertama kalinya seluruh Raja berkumpul di meja ini, aku terkejut kita tidak saling membunuh. Padahal kalian semua membawa pistol di saku kalian masing-masing jadi untuk apa pistol itu?" Murajishi terseringai melihat seluruh Raja menatapnya dengan tatapan waspada.
Rumor bahwa seorang Samurai yang kini menjadi Ronin itu tidaklah cerita belaka, ia sangat kuat dan dapat memblokir peluru yang datang menghujaninya.
Phaseon cukup khawatir jika salah satu Raja menemukan bahwa ia adalah dalang dari kehancuran Painraiders. Namun semua orang yang ada di ruangan ini mengetahui bahwa pelakunya adalah Yohan Arunaldi dan pihak kepolisian.
Dalam rundingan kemarin-kemarin, Jendral Lirano, Phaseon, dan Yohan Arunaldi telah merundingkan hukuman mati palsu yang disebarkan keseluruh negeri dan dunia. CEO Irandi dari JNC akan menggantikan kursi milik Yohan Arunaldi karena ialah yang paling pantas memegangnya.
Semua yang berada diruangan ini tidak ada yang mengetahui bahwa Yohan Arunaldi tidaklah mati melainkan menghilang dari selimut Nusantara.
Suara nafas berat dan rantai terdengar ketika sang Emperor melangkah, ia berjalan menuju ke kursi tahta yang dilapisi oleh tengkorak-tengkorak manusia dan duduk disana.
Ia masih mengenakan jubah dan topeng tengkorak untuk menyembunyikan identitasnya.
"Uhm, sepertinya semua sudah hadir." Brutal-Heo membuka pembicaraan pertama, sebagai Raja No. 2, ia juga adalah mediator dari sang Emperor.
"Baiklah, jika ada 10 kursi disini dan masih ada yang berdiri, mengapa nomor 4 tidak diduduki saja?... Kalian para pengawal Raja tidak ada yang ingin duduk?" tanya sang Emperor, sambil melihat gestur dan ekspresi mereka.
Emperor telah menilai semua kinerja para pengawal Raja, dan hal terburuknya adalah Emperor berasumsi bahwa Phaseon memiliki potensi terbaik dibandingkan semua pengawal yang hadir disini, itu karena ia masih muda dan berpendidikan.
Kemampuan bertarung dalam tangan kosong hampir menyamai semua Raja, ia memiliki potensi yang sangat kuat meskipun masih memiliki sedikit pengalaman.
"Phaseon, kau berhak untuk duduk di kursi tersebut. Kenapa bukan kau saja yang duduk dan gantikan Fatherknight?" sang Emperor mempersilahkan Phaseon untuk duduk.
Sebenarnya, itu adalah perintah mutlak yang tidak boleh ditolak, Murajishi sendiri telah memegang Katananya untuk mencegah Emperor melakukan yang tidak-tidak, ia tahu Phaseon akan menolak.
"Saya tidak ingin menjadi Raja. Jika Anda menawarkan, berarti atas nama hak pribadi, saya tidak memiliki kewajiban untuk duduk sebagai No. 4" Phaseon menatap sang Emperor sambil tersenyum dengan manis.
Yang lain tentunya ketakutan oleh jawaban itu, namun mereka tak bisa menyangkal Phaseon karena tak ingin berurusan dengan Murajishi.
Sang Emperor dikenal sebagai Kaisar dari Kekaisaran kriminal Asia Tenggara, dan Murajishi dikenal dengan julukan Susano'o (Dewa Badai) dari Nozomu. Keduanya memegang nama yang sepantar dan sama kuatnya.
Emperor tak bisa menyangkal keputusan Phaseon karena Murajishi akan menciptakan masalah yang cukup besar baginya hingga membuatnya terdiam.
Terdengar langkah kaki mendekati ruangan, seorang pria kelas fisik menengah duduk begitu saja di kursi No. 4
__ADS_1
Sang Emperor dan Murajishi sudah merasakan keberadaannya sebelum mereka memasuki ruangan, namun mereka memiliki opini untuk membiarkan sosok tersebut menyampaikan maksudnya.
Semua Raja berdiri dengan sontak dan langsung menodongkan pistolnya ke arah kepala yang duduk di No. 4, kecuali Murajishi.
"Siapa kau?! Bagaimana bisa masuk kemari dengan mudah?!" No. 2 cukup panik karena ia cukup lengah untuk tidak waspada adanya musuh berpotensi.
Sebagian mereka yang ada disini adalah manusia biasa. Tentunya dalam rantai makanan sudah dapat ditentukan mengenai siapa makan siapa.
"Tetua ke-14 Dominator, Enzo. Maaf jika aku harus menyembunyikan tampangku dengan helm mekanik ini, tetapi identitas cukup berharga bagiku. Begitu juga dengan boss kalian, Emperor?" ucap Enzo
Enzo yang tadinya mendengar tentang Undervalue sangat tertarik untuk menjadikannya pijakan berhubung Alliance Security menginjakkan kakinya di Nusantara.
Enzo tadinya ingin mengancam dan memperbudak semua yang ada di ruangan ini, ketika ia melihat hampir semua orang di ruangan ini sebagai rusa, ia melihat ada serigala dan harimau di ruangan ini.
Tetua ke-14 Dominator, Enzo, memilih untuk berunding sebagai opsi B yang dimilikinya. Emperor memerintahkan semuanya untuk menurunkan senjatanya, ia sudah memegang kendali ruangan ini dengan baik.
Ia melemparkan satu proyektor AR ke meja dan memberikan visual mengenai proposal kerja sama yang diajukan oleh Dominator kepada sang Emperor.
"Sejujurnya jika kau tadi mengeluarkan kertas akan kubakar langsung." ucap Emperor.
"Alliance Security menjaga negeri ini, kalian takkan bisa menaklukannya sendiri. Dengan begitu aku dari perwakilan Dominator mengajukan kerja sama dengan Undervalue."
"Apa yang kau tawarkan untuk kami?" tanya Brutal-Heo.
"Masing-masing dari Raja dunia bawah akan menerima emas 1kg sebagai uang muka untuk kerja sama ini. Dan kalian akan lebih mudah menjalankan bisnis masing-masing." Enzo membagikan setiap emas kepada 9 Raja yang hadir.
Para pengawal dengan sergap langsung mengecek keaslian dari benda tersebut, dan benar saja. Enzo bersungguh-sungguh.
"Berhentilah bersembunyi dan tunjukkan dirimu, aku tau kau sedang menilai kami...." Murajishi menodongkan tongkatnya ke belakang kursi yang Enzo duduki.
"Pria dengan helm mekanik itu bukanlah ancaman sesungguhnya, kau ,bocah yang dibelakang dengan kemampuan transparan."
Ada satu orang lagi yang mengenakan kostum tak terlihat. Enzo dan salah satu anggota squadnya terkejut melihat adanya sosok yang mampu merasakan hal yang berbau astral.
Semua terkejut melihatnya, tak lain dan bukan. Ia terlihat seumuran dengan Phaseon.
"Oh jangan pikirkan aku~ Aku disini hanya mengamati~" pria itu menyeringai dengan senyuman yang terlihat sangat licik.
Akankah terjadi peperangan atau rundingan berhasil dijalankan? Satu monster lagi bertambah di ruangan dingin dan gelap itu.
...Situasinya jauh lebih berbahaya lagi....
__ADS_1
-benak Phaseon terasa kacau oleh kehadiran keduanya.
..........Bersambung..........