
"Hei, hei, pelan-pelan saja! Kenapa kalian buru-buru sekali sih~" Keisal tertawa karena merasa geli oleh para gadis itu.
"Hmm, kakak aku pengen main ke wahana yang seru~" ucap si gadis asal Swedia itu.
Keisal memegang kopernya erat-erat, "Iyaa bentar yaa, aku check-in dlu. Aku ingin simpan barang-barangku disanaa."
Ia mendekati resepsionis, Keisal agak gugup karena ini pertama kalinya ia Check-In.
14-08-2016 / 19:04
"Anu, saya... Saya ingin check-in?" Keisal memaksakan dirinya sambil tersenyum.
Kemudian petugas resepsionis perempuan itu mengamati Keisal yang didekati oleh empat gadis itu.
Resepsionis itu merasa curiga dengan Keisal yang memaksa diri untuk tersenyum dan berusaha tidak terlihat curiga.
Mesti begitu, resepsionis itu dapat mengenal pakaian yang Keisal kenakan dan berapa harganya.
Keisal mengenakan outfit yang totalnya 15 juta rupiah, resepsionis itu kemudian bertanya untuk memastikan siapa dia dan apa tujuannya.
"Anda tidak berniat melakukan skandal disini bukan?" tanya resepsionis itu.
Wajah Keisal langsung berubah, "Apa?! Tentu tidak, kakak bicara apa??"
"Huft, baiklah. Tolong KTP, lalu isi yang terdapat pada buku ini, tanda tangan, dan lakukan pembayaran."
Keisal mengangguk, tanpa lama-lama ia langsung menulis dengan fokus tanpa berkata apa-apa.
Ranggi telah memberikan simulasi untuk Keisal agar ia tidak bingung di hotel, dan ia kemudian mengisi informasi dalam buku itu sesuai dengan yang Ranggi minta.
"Sudah." jelasnya.
"Baiklah, untuk pembayarannya total menjadi 1 juta untuk penginapan hingga tanggal 17 nanti."
Keisal kemudian merogoh sakunya dan mengambil Alucard.
*Alucard : Nama dompet Keisal.
"Anu, saya ingin membayar dengan kartu kredit ini...."
__ADS_1
Resepsionis itu terkejut melihat kartu kredit itu. Itu adalah kartu kredit Platinum Gold kelas dunia. Urfana meminjamkannya pada Keisal sewaktu-waktu Keisal ingin jajan apa yang ia mau disana.
Sang Resepsionis yang terkesan meremehkan Keisal dan curiga padanya mengamati itu dekat-dekat, "Ini.... Ini palsu kan? Sepertinya ini tidak bisa Anda gunakan untuk pembayaran?"
Keisal melotot dan merasa kesal, "Kalau begitu kenapa Anda tidak coba saja scan dulu sebelum mengatakan itu palsu? Sepertinya Anda tidak sadar ya, bahwa Anda tidak sopan. Apa ini kah pelayanan Grand Angkasawira?!!" Keisal agak mengeraskan suaranya dikit hingga terdengar oleh penghuni Grand Angkasawira.
"Kak, ada apa ini?" tanya salah satu Room Service.
"Sepertinya, pelanggan yang satu ini adalah penipu...." bisik si resepsionis perempuan ini.
"Kak Resepsionis gimana sih? Kakak kok bisa curigaan gitu? Kakak ga lihat kalau kami bisa saja nuntut kakak?! Apa saya harus komplain pada divisi hotel ini?" ancam gadis Soviette yang bersama Keisal, ia membelanya dan ingin membantu urusan Keisal agar dipermudah.
Resepsionis yang agak dibuat tidak tenang itu kemudian langsung menuruti permintaan Keisal dan memproses pembayarannya, kini ia takut dipecat karena tidak profesional dan mengikuti perasaannya sendiri.
"Ehm..... Terima kasih ya..."
"Kita belum kenalan lho~ pas kamu udah simpen barang kita makan dlu yuk, berlima. Di hotel ini ada restoran itali yang bagus~"
Keisal kemudian lekas pergi ke kamar bersama para gadis itu. Baginya, ternyata bermain ke tempat seperti Grand Angkasawira tidak buruk juga.
Gadis-gadis itu sangat menyukai Keisal karena ia tampan, fisiknya sempurna, dan pakaiannya bau uang.
Keparat Ranggi, kau pasti sedang menertawakanku
Keisal tak pernah segugup ini, sesungguhnya ia jatuh cinta pada pandangan pertama ke empat gadis ini.
"Ini adalah hutang budi besar, Ranggi..." ucap Keisal dengan pelan.
Mereka kemudian pergi ke pusat restoran di lantai 7 barengan. Di waktu yang sama, Direktur Charles James menghampiri Lobi untuk memantau situasi penting pada acara penting ini.
Terlihat olehnya bahwa resepsionis yang bertugas sedang berganti shift, dan resepsionis yang menjengkelkan itu menghampiri sang Direktur.
"Pak Direktur, kami menerima tamu dengan pengguna kartu kredit Platinum Gold World-Class. Namun ia tidak ada di daftar tamu dan baru pertama kali check-in di hotel ini."
Direktur Charles James yang agak tidak percaya itu kemudian mendekati meja counter dan meminta resepsionis itu untuk memberikan detail informasinya.
Tanpa basa-basi ia langsung memeriksa KTP dan informasi tentang pemilik kartu tersebut.
Nama yang ada di KTP tersebut adalah Keisal Saniswara, Usia 17 tahun dan status pelajar.
__ADS_1
Charles James sama sekali tidak mengenal Keisal, tidak banyak yang tahu tentang ketua dari geng geng besar karena identitasnya disembunyikan oleh anak buahnya.
"Tolong berikan beliau undangan dan kartu lift untuk acara privasi." titip ia kartu namanya agar Keisal mau menghubunginya dan bertemu.
Tamu seperti ini adalah tamu yang akan masuk daftar VVIP, ini adalah peluang penting bagi Noparents yang ingin punya relasi kuat dan partner bisnis baru.
Direktur Charles James dengan sigap langsung pergi ke ruangan pribadinya dan meninggalkan lobi, ada yang ia harus periksa dari nomor kartu kredit Gold Platinum itu.
Orang-orang menyapanya setiap ia melewat, karisma dan nilai dirinya sangatlah tinggi di mata orang. Meskipun ia masih berumur 22 tahun ia adalah seorang direktur yang sangat kompeten dalam mengatur seluruh Grand Angkasawira.
Charles James bergabung dengan Noparents sekitar 2 tahun lalu dan berteman akrab dengan Presiden Noparents, dan dalam waktu yang singkat ia naik di posisi No. 4 dan dipercayai untuk memegang seluruh Grand Angkasawira karena kecerdasannya dalam manajemen dan dunia bisnis.
Tidak mudah bagi Charles James untuk meraih kepercayaan Johannes dan mendapatkan posisi setinggi ini, namun meski begitu ini tidak ada bandingannya dengan si No. 2 (Second-In Command / Vice President)dan si No. 3 (Third-in Command / Ketua komite tim Aksi.)
"Ti.... Tidak mungkin..!! Yohan Arunaldi??!"
Ada dua nama Yohan Arunaldi yang tercantum dalam website Scarlet King Centurion, salah satu perusahaan kredit kelas dunia yang berada di nomor 1 dari 5 ekslusif.
Kartu yang dipegang Keisal tercantum nama Ouvel Euronova, tertulis dengan jelas, namun ketika melakukan transaksi yang masuk adalah nama Yohan Arunaldi.
Si pria berjubah hitam misterius itu merencanakan sesuatu yang masif namun berusaha menjalaninya dengan cara yang sangat sulit dipahami oleh akal manusia.
Bagaimana bisa nama di kartu dan di pembukuan berbeda?
Direktur Charles James tentu mengenal Yohan Arunaldi, dan bahkan ia tahu bahwa anaknya sedang disekap oleh Johannes.
Saat ini ia dibuat tidak tenang oleh pertanyaan yang muncul di kepalanya, membludak bagaikan petasan di tahun baru.
Yohan Arunaldi telah dikonfirmasi ditembak mati, tapi mengapa ada seseorang berumur 17 tahun yang bahkan berambut merah itu bisa menggunakan kartu kreditnya?
Lalu bagaimana dengan Johannes yang menyekap anaknya? Direktur Charles James tidak ingin melihat iblis itu marah karena lengah atau mengganggunya, tapi siapapun yang menggunakan kartu Platinum Gold itu harus masuk daftar VVIP. Saat ini baru ada satu VVIP yang didaftarkan pribadi oleh Presiden Noparents itu sendiri, dan kini harus ditambah lagi.
Yohan Arunaldi adalah mentornya dalam seminar yang sering ia hadiri, namun ia jelas dikenal sebagai musuh bebuyutan dari Lindberg Gates dan anaknya.
Direktur Charles James telah membuat keputusan, bahwa ia tidak akan berkata apapun soal Yohan Arunaldi dan memperkenalkannya sebagai Keisal Saniswara.
"Aku.. Aku harus menemui orang ini secara pribadi! Aku harus membujuknya untuk rencana pentingku, dia adalah orang yang paling tidak boleh dilepas untuk acara penting ini...."
Acara penyambutan kelahiran kembali iblis yang akan menguasai dunia kapital!
__ADS_1
..........Bersambung..........
...----------------...