
16-08-2016 / 20:00
Namaku Keisal Saniswara, aku adalah orang yang secara resmi menjadi ketua pelaksana aliansi Urfana, yang juga bekerja sama dengan Wakil Presiden dari Noparents, yang merupakan sahabatku sendiri, Galang.
Ada banyak hal yang kami habiskan bersama sejak dahulu kala, dan kami bertemu kembali ditempat dimana semua kisah gelap kami di masa lalu akan berakhir, dan sebuah pengantar untuk membuka lembaran baru untuk kehidupan yang lebih baik.
Johannes Gates, adalah orang yang bertanggung jawab atas segala penderitaan Urfana, Fadhilah, Melviana, Valin, Galang, Tristan, Ranti, dan aku. Ini adalah langkah pertama untuk menebus dosaku selama di jalan yang salah, dan juga merupakan pembalasan dendam agar kami bisa hidup tenang kedepannya.
Iblis ini, ia mempunyai jaringan bisnis legal yang bahkan lebih luas dari Fatherknight. Aku mendengar rumor bahwa ia punya pengaruh yang sangat besar karena dia anak pejabat juga, lebih tepatnya anak dari Wakil Gubernur DKI Bandung.
Noparents, Liga Bisnis Nusantara, dan anak pejabat. Ia sudah terlalu kuat. Bahkan tidak hanya dari kekuasaan, tapi kekuatan fisik juga.
Aku mendengar dari Valin, bahwa si No. 3, Girana Ayusinta memiliki tenaga seperti monster. Gadis itu dapat membuat seorang Yakuza gemuk berotot dan dapat mencabik manusia dikalahkan hanya dalam satu tendangan yang sangat keras. Valin mengatakan bahwa ia punya firasat jika gadis itu tidak menggunakan seluruh tenaganya dalam tendangan itu.
Masing-masing eksekutif dikatakan memiliki kekuatan yang setara denganku, Reggie si Tinju cepat, atau Toriko dari Taring-Harimau.
Benarkah? Siapa yang bisa menjamin, aku tidak sabar menantinya.
"Tuan Keisal, silahkan ikuti saya. Kita akan menaiki lift ini." ucap si rambut oldschool.
Hal yang lucu adalah, aku sendirian dalam lift ini dengan kartu VVIP. Tanpa Melviana, Valin, ataupun Hartono. Hanya aku dan Charles James.
Apa yang akan dikatakan Ranggi? Kebetulan ia melihatku. Jika aku mencoba berpikir menjadi dirinya, aku pasti akan berkata bahwa ini jebakan.
Lucu sekali? Tapi ya, aku tetap mengikuti. Hanya ini satu-satunya cara agar aku bisa menyelinap masuk.
Akankah Johannes menawanku? Atau membunuhku langsung? Inilah yang membuat darahku mendidih di hotel yang dingin ini.
Ting!
Ya, aku tiba dalam lift. Dan ternyata si brengsek ini sudah ada didepanku langsung, ingin menyambut tamu VVIPnya yang paling disayangi. Tapi ngomong-ngomong apa mata ungu ini?
Orang itu berusaha untuk menjaga tatapannya denganku, meski begitu aku tidak takut. Aku selalu tenang, aku sudah menjalani latihan untuk menahan emosiku.
"Jadi ini kenapa saya mencium bau serigala lain. Ada orang yang punya potensi hampir menyerupai sang Jaegar, tapi jujur. Siapa Anda? Saya tak pernah bertemu Anda dan Charles James bercerita bahwa Anda adalah orang spesial?" sapa orang itu, ia Johannes Gates. Aku membaca nametag miliknya.
Aku hanya mengangguk saja. Aku berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan aura membunuh. Mungkin aku harus pake nama Ranggi.
"Nama saya Rangg—"
Pria itu hanya menggosokkan tangannya lalu~
FUSH!
__ADS_1
B**NGSAT!! Dia memukul!! Wajahku tergores sedikit karena angin tajam, pukulannya terlalu cepat. Reggie bahkan tidak punya kecepatan pukul seperti ini!
Dia sepantar Fatherknight?! Lebih?!
"Seperti yang kuharapkan, kau adalah serigala. Bahkan Girana saja takkan bisa menghindari pukulan itu. Kau luar biasa, Ketua Troy-Skusher." ia tersenyum, terlihat seram. Matanya melotot, dan senyuman itu aku pernah melihatnya di kaca. Bagaikan diriku sendiri pada saat itu.
Dia mengetahui identitasku...Charles James sialan.
Setelah itu, seseorang mendekatiku. Dan ia menembakku dengan tazer-gun.
Aku.... Tidak bisa berpikir apa-apa.....aku....aku.....
...----------------...
"Tidak kusangka ternyata akan ada yang datang kemari, dia memiliki kartu Platinum-Gold milik Yohan Arunaldi. Apa benar itu Charles James?"
Charles mengangguk, "Benar tuan, meski begitu ia sendiri bahkan tidak tahu bahwa itu milik Yohan."
Orang yang menembak tazer-gun itu menurunkan tangannya, "Apa dia disini untuk Fadhilah? Atau dia datang kesini untuk Galang?" ucap Nanda Reki. Yang pernah menjadi eksekutif utama tapi tergantikan oleh Charles.
"Bawa ia ke tempat dimana Fadhilah disekap. Perketat keamanan disini, tidak boleh ada yang mengganggu." perintah sang Presiden.
Tidak ada yang membalas dengan ucapan, para peleton langsung mengangkut Keisal ke tempat dimana Fadhilah disekap.
"Kerja bagus Charles, aku tahu aku bisa mengandalkanmu." Johannes senang, ia menepuk pundak Charles.
Johannes menatap mata Charles, setelah itu pergi tanpa mengatakan apa-apa.
Disisi lain, para tamu mulai pada memenuhi ruangan, jumlahnya sama seperti yang kursi yang disediakan untuk duduk.
Mereka berbahagia, saling sapa menyapa, memamerkan prestasi dan pencapaian mereka. Ini adalah perkumpulan Liga Bisnis Nusantara.
Sebagai ketua, Johannes ingin tampilkan performa terbaiknya untuk memimpin proyek raksasa yang akan menguasai perekonomian Nusantara, menyusul Yohan Arunaldi diatas, lalu mengambil alih Nusantara dengan menyingkirkan partai politik yang kuat dan menjadikan Liga Bisnis Nusantara yang terbaik.
Uang adalah jembatan atas segalanya, itulah yang dipercayai Johannes. Dan dengan uang perekonomian akan maju.
Bzzz... Bzzzz.... Transmisi masuk melalui earphone Charles.
"Bagaimana? Apa kita bisa bergerak?" tanya Galang.
"Tuan Keisal sudah dibekuk, Johannes tidak mencurigai saya. Ia kini pergi untuk mempersiapkan diri demi acara besar ini, tapi saya tidak melihat Girana." balas Charles.
"Girana akan bergerak secara transparan, ia tahu ada keberadaan musuh. Kau boleh fokus pada acara."
__ADS_1
"Baik tuan."
Galang menghembuskan Vapenya, sambil melihat Fadhilah yang kedua tangannya ditahan pada rantai. Gadis itu hanya mengenakan kain putih tipis yang hanya menutupi tubuhnya dari pundak hingga betis.
Fadhilah hanya diam, ia sadar, namun hanya diam dan melamun. Matanya tidak terfokuskan pada apapun, ia hanya diam. Tidak melawan maupun bergerak.
Darah....
Galang mengabaikan pendarahan yang dialami Fadhilah.
Tuk! Tuk!
Galang menyuruh mereka masuk, Keisal kemudian diletakkan pada kurungan yang berbeda. Mencurigakan, apa tazer-gun memang cukup untuk membekuknya?
Keisal kemudian melempar salah satu penjaga itu dan mematahkan salah satu kaki rekan yang masih menahannya.
Galang tidak terkejut, ia tahu Keisal sangat kuat. Ia tidak meragukannya.
"Bagus sekali, jadi kau ingin menusukku dari belakang dasar biadab?" Keisal menatap Galang dengan serius, ia ingin melayangkan tendangan pada wajahnya.
Galang kemudian menunjuk ke arah Fadhilah. Keisal yang melihat itu langsung terdiam.
"Kalau aku tidak menggunakan cara itu, kau takkan bisa datang kemari, kuncilah pintu tersebut.
Keisal tidak ingin menatap Fadhilah yang hanya mengenakan busana mencolok. Ia bahkan merasa malu dan bersalah karena telah menculiknya saat itu.
Fadhilah yang tadinya diam kini menatap Keisal.
"Kau lagi.... Aku tahu kau pelakunya...."
"Dengar, aku kemari untuk menyelamatkanmu. Aku tidak menculikmu."
Fadhilah kemudian tertawa terbahak-bahak. Ia agak menggila.
"Kau terdengar seperti Urfana sekarang! Tapi kau tahu? Sekarang aku mencintai Johannes!! Aku bersenang-senang dengannya. Aku belum puas, aku ingin lagi!! Aku ingin menikmati sensasi itu lagi!!"
Galang dan Keisal tidak bisa berkata-kata apapun. Itu jelas adalah pengaruh obat, akalnya dirusak oleh obat yang di konsumsinya.
Keisal lagi-lagi melihat cerminan dirinya pada gadis itu.
Wahai Urfana, apa semua ini untuknya?
Gadis ini takkan bisa kembali pada kehidupan yang normal. Ia bukanlah Fadhilah yang saat itu selalu mencetak prestasi dan bercita-cita mulia. Gadis itu sekarang hanyalah simpanan yang dicintai Johannes.
__ADS_1
Terkadang jika manusia tergila-gila pada kenikmatan, berapa kalipun ia ingin menghindari kenikmatan itu takkan pernah bisa.
Fadhilah Asmira Putri, gadis itu kini sudah rusak.