
14-08-2016 / 21:04
"Tadi itu benar-benar memuaskan sekali..."
"...." gadis itu hanya diam dan mengatur nafasnya.
Pria itu kemudian keluar dari ruangan dimana ia menyekap gadis itu. Dan langsung disambut oleh sang No.2 Noparents.
"Kau terlihat letih." sapanya, orang yang selalu menggunakan masker kemana-mana, No.2 Noparents.
Pria tinggi itu tertawa, "Tentu saja, dua jam aku bermain dengan gadis kesayanganku. Dia benar-benar jago."
"Mungkin tidak seharusnya kau sering bermain dengan wanita. Kau.....sudah menyentuh anak dari Yohan Arunaldi?"
"Yohan Arunaldi sudah mati, aku bisa berbuat seenaknya dan seinginku. Lagian gadis itu juga menyukaiku."
Si No.2 Noparents pergi meninggalkan pria itu, Johannes Gates, Iblis yang merasa dirinya bisa melakukan apapun yang ia mau.
"Kuharap tidak ada konsekuensi dari tindakanmu ini, lagipula ia anak konglomerat terkaya. Yah, tapi seorang Johannes Gates juga punya yang namanya koneksi." ucapnya.
Johannes hanya tertawa mendengar reaksi dingin dari No.2 Noparents.
"Yah, entahlah. Mungkin aku akan mendengarkanmu lain kali." Dengan hati yang ringan, ia mengeluarkan rokoknya dan langsung menghisap dua batang.
Johannes Gates masih sama sekali belum menyentuh Fadhilah, ia menyimpan gadis itu di tempat rahasia dimana bahkan eksekutif dari nomor 5 kebawah tak ada yang tahu.
Orang ini, ia memimpin para eksekutif dengan anak perusahaan mereka masing-masing. Para eksekutif adalah direktur sedangkan Johannes adalah CEO dari anak-anak perusahaan Noparents.
Hotel, Restoran, Billiard, Club malam, Pub, Showroom mobil, Bar, Warnet, Obat-obatan, Prostitusi, Peminjaman uang, dan masih banyak lainnya.
Noparents memiliki pengaruh yang lebih besar di kota ini dibandingkan tiga geng besar lainnya.
Dan iblis yang bernama Johannes Gates inilah yang menduduki tempat tersebut.
"Wow, coba lihat kalian. Pesta bahkan dimulai 2 hari lagi namun kalian sepertinya sangat nyaman sekali untuk berada disini dan menikmati pemandangan kota Bandung dari atas sini bukan?" sambut Johannes, kepada para tamu relasi bisnisnya dan para pemilik saham besar di anak-anak perusahaan.
"Tentu saja, aku masih mau keliling-keliling di Bandung dan tinggal disini lebih lama sebelum acara." kata seorang konten kreator yang terkenal di Yourtube.
"Dan aku datang kemari untuk minuman dengan kualitas terbaik di negeri ini, memang perusahaan pabrik milikmu yang terbaik." kata seorang pebisnis wisata dari Bali.
Johannes mendapat banyak sekali salam dan sapa dari relasinya, dan ia sangat bangga sekali dengan kehadiran mereka disini.
Anak buah, relasi, bisnis adalah alat baginya. Bagaimanapun juga ia tak melihat kawanan manusia disini sebagai manusia itu sendiri. Terkecuali pada si No.2 Noparents, Rahmania Urfana, dan Lorenzo Alfredo.
"...? Aneh, ada bau serigala lain?....." kata Johannes.
Di kamar hotel yang terletak di lantai 6, serigala yang dimaksud itu sedang berada di kamar dengan empat gadis lucu yang ditemuinya saat hendak masuk hotel.
__ADS_1
Mereka sedang menonton Webflix, serial drama korea yang bernama Outer-Heaven. Kisah romantis laki-laki yang bernama Park Hyungseok dan perempuan yang bernama Lim Gayeol.
Sudah selama dua jam mereka menonton drama tersebut hingga bercecer air mata melihat sedihnya dan bahagianya mereka disana.
Dan dari kejauhan sana, ada orang yang malah ikut menangis juga. Padahal ia otak dari aliansi ini.
Ya, siapa lagi jika bukan Ranggi Harold. Ia adalah penggemar drama korea. Tidak hanya anime, ia pun luluh dengan drama korea.
"Bre...Brengsek, kenapa kau malah nonton drakor disaat penting ini?!......" katanya sambil menangis, melihat Park Hyungseok menggantikan Lim Gayeol yang tertabrak oleh mobil.
Sedangkan Rahmania Urfana.....
Sedang konsisten menjalani tugasnya untuk mengobservasi tentang Housekeeping sambil membaca-baca buku. Dalam dua jam ia telah membentuk pertemanan baru dengan senior yang kebanyakan adalah lulusan SMK Perhotelan, jurusan yang diambil oleh Melviana dan Liran di SMK.
Bertukar ilmu, informasi, dan mendengarkan keluh kesah bekerja. Urfana adalah pendengar yang baik bagi mereka yang lelah, support sistem yang mampu membuat siapapun lebih baik ketika berada di sekitarnya.
"Kita kedatangan cukup banyak tamu! Persiapkan diri kalian!" kata Supervisor.
"SIAP!" ucap semua petugas dengan tegas.
Sang Supervisor mendatangi Urfana yang sedang membaca buku panduan.
"Rahmania Urfana?" tanya ia.
"Saya!" Urfana berdiri dan berdiri tegap.
"Baik pak!" balas Urfana dengan penuh senyuman ramah.
"Kamu akan ditempatkan dalam seksi Area Publik. Yang berarti kamu akan membersihkan area tempat umum seperti Lobi, Gym, Kolam Renang, dan sebagainya."
Semua petugas Housekeeping bergegas untuk membersihkan hotel ini dalam skala yang lebih besar.
Urfana ditempatkan di lobi bersama dengan senior baik yang membantunya belajar, ia mengikuti apa yang diintruksikan pada saat itu juga.
Tadinya Urfana ingin beristirahat karena diizinkan oleh HRD yang punya otoritas di Noparents untuk mengatur bawahannya, namun Urfana lebih memilih untuk momen penting yang ia tak ingin lewatkan dalam sedetikpun.
...Pengalaman bekerja di hotel....
Disamping tugasnya sebagai Housekeeper, Urfana masih terpikirkan banyak hal mengenai apa yang akan ia lakukan selain mengikuti intruksi Ranggi, situasi tidak akan berjalan semulus rencananya.
Mempersiapkan diri dalam kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah kunci utama bertahan hidup di jalanan, dan itu pun akan ia pegang ditempat ini.
Mengamati situasinya terlihat cukup rumit. Urfana harus mengalahkan Johannes dan menyelamatkan Fadhilah. Semua yang ada didalam tim aliansi menginginkan Johannes mati agar tidak ada yang mengusik mereka lagi secara tidak langsung.
Pembunuhan di Hotel atau kawasan ini sangat dilarang, karena siapapun yang melakukannya akan mendapatkan konsekuensi tegas dari para pebisnis yang mampu membeli hukum di negara ini.
Hotel adalah tempat istirahat mereka untuk melarikan diri dari jenuhnya dunia, tempat ini adalah tempat yang suci bagi mereka dan tidak boleh ada pertumpahan darah.
__ADS_1
Tidak ada yang ingin hidupnya diawasi oleh Hitman seumur hidup hingga akhir nafasnya.
"Kamu?....." Urfana menga-nga lihat kehadiran seseorang."
"Anu, bisa bawakan tas kakak ke ruangan?" Girana muncul didepan hadapan Urfana.
"Maaf ya, tapi tugas aku bersih-bersih. Tapi apa yang kakak lakukan disini?" tanya Urfana.
"Aku memang tinggal disini."
"Apa?! Kenapa kakak tak bilang-bilang?" tany Urfana.
"Sstttt. Fokuslah bekerja."
Semua petugas menundukkan kepala dan menyapa ramah Girana.
"Urfana, selesaikan tugas ini sebagai Housekeeper dan pergilah ke ruangan ini. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan." ucapnya.
Girana kemudian pergi meninggalkan Urfana beserta tugasnya. Siapa dia? Keliatannya ia berada di posisi yang cukup tinggi hingga siapapun yang ada disini menundukkan kepala dan menyapa ramah?
Seorang anak magang di Rumah Sakit Alfarius, adalah orang penting di Grand Angkasawira? Teka-teki baru muncul dalam kepala Urfana.
Apakah Girana ada hubungan dalam antara Fadhilah dan Johannes?
"Uhm, permisi sebentar." setelah Urfana menyelesaikan tugasnya, ia pergi ke Restroom.
Ia kemudian membuka ponselnya dan menelpon Ranggi. Tidak lama-lama Ranggi langsung mengangkat telepon tersebut.
"Kau terlihat terkejut, sepertinya kau mengenalnya." kata Ranggi.
"Ya benar, ia adalah suster yang sudah membantuku dan Fadhilah. Ada sesuatu yang tidak beres darinya. Kukira ia hanya anak magang kuliah di rumah sakit."
"Siapa namanya?" Ranggi sudah menyiapkan komputer untuk mencari informasi mengenainya.
"Girana Ayusinta." jawab Urfana.
"Turutilah kemauannya, jangan khawatir. Akan kuminta Keisal untuk mengawasimu."
"Kau yakin dapat mengandalkan Keisal?" Urfana meragukan Keisal dengan sangat besar.
Ranggi langsung menoleh ke monitor, ia sedang melihat Keisal perang bantal dengan 4 gadis kenalan barunya.
"Lupakan Keisal."
.......Bersambung.......
...----------------...
__ADS_1