Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Lindberg Gates


__ADS_3

Orang yang menjabat Wakil Gubernur itu sedang mondar-mandir tidak jelas di ruangannya selama 5 menit.


Tidaklah cukup baginya sebuah tugas yang dikerjakan dengan lancar demi kemajuan DKI Bandung.


"....." Lindberg Gates kemudian melihat keluar jendela dari kantornya.


"Pak Gates, Anda terlihat bingung." ucap seorang supervisor divisi kebersihan kantor dinas.


Lindberg membalikkan dirinya dan kian menyapa sang Supervisor yang bernama Jono, seorang pria berumur 50 tahun yang sudah mendedikasikan dirinya di kantor ini selama 20 tahun.


"Tentu saja pak Jono, saya memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengurus Kota ini, sebagai Wakil Gubernur saya bekerja lebih banyak di belakang layar sedangkan Gubernur kita lebih fokus menampakkan mukanya di mata media."


Lindberg kemudian mengajak Jono untuk duduk di meja makan dan saling berhadapan tanpa perbedaan kursi maupun derajat.


Jono merasa prihatin melihat Lindberg yang tampak lesu dan tidak bersemangat, dalam pikirannya bagaimana bisa seseorang yang kaya raya dan punya jabatan bisa terlihat seperti orang miskin yang memiliki masalah keuangan?


Apa mungkin, uang bukan jawaban atas segalanya?


"Apa ini soal putramu? Ia tidak pernah menghubungimu lagi bukan?" Jono membicarakan Johannes.


Lindberg mengatakannya dengan ragu, "Benar...."


Ia sedang berpikir, apa cara mendidiknya terhadap Johannes salah? Dan bagaimana dengan ambisi untuk menjatuhkan Yohan Arunaldi? Saingan bisnis dan penghalang lajur politik karena kampanye JNC Group yang lebih didukung oleh masyarakat.


"Aku tidak paham soal hal yang berkaitan dengan kegelisahan hatiku, tapi sebagai seorang pebisnis dan politisi aku harus mengencangkan dasiku dan tampil dengan penuh percaya diri."


Corcus berjalan masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu dan kemudian menguping pembicaraan mereka berdua.


Jadi dia orangnya....


Corcus menjadi orang ketiga yang menyaksikan pembicaraan antara dua orang bapak yang sedang berbicara soal masalah keluarga.


"Pak, Anda terlalu terlihat sebagai seorang pebisnis dan penyuruh dibandingkan seorang Ayah yang sayang pada anaknya." Jono berbicara jujur tanpa memandang siapa lawan bicaranya.


Lindberg menghela nafas dan meminum tehnya untuk kejernihan sekilas pada pikirannya.


"Sejujurnya, ia adalah anak angkatku. Aku mengadopsinya saat berada di Jerman. Ia adalah anak dari sahabatku yang bernama Enormos Dielbert." ungkap Lindberg


Corcus mengenal nama belakang itu, tidak lain dan bukan Corcus juga adalah saksi sejarah yang hidup menyaksikan perubahan jaman dan tragedi-tragedi penting dunia.


Namun itu tidak cukup menjelaskan tentang laboratorium dibawah Grand Angkasawira, apa Lindberg tahu soal ini? Corcus yakin bahwa Lindberg tak mengetahuinya.


"Sudah bertahun-tahun aku tak menemuinya, namun ia keliatannya telah mengubah uang yang kuberikan saat ia menjauhiku menjadi bisnis raksasa yang paling sukses untuk level anak semuda ia."


Tidak, ini tidak mungkin? Maksudku, kenapa Dielbert yang bukan Jardanish ingin membalas dendam pada World-Council?


Apa yang Corcus dengar dari Lorenzo dan Galang bukanlah kebohongan, mereka jujur, dan Corcus butuh validasi dari orang yang paling mengenal masa lalu Johannes lebih dari siapapun.


"Papah, aku udah pulang sekolah!" sapa anak perempuan yang lari masuk, menyapa Joni, ayahnya.

__ADS_1


"Wah, anak papah udah pulang lagi. Kamu kenapa ke-kerjaan papah nak?" Joni berdiri dan memeluk anaknya yang baru pulang.


"Mamah pengen ketemu papah, Alisa pengen ngobrol di taman. Yuk, mamah nunggu diluar tuh pah." Gadis SMP itu terlihat ceria sekali di mata Corcus dan Lindberg.


Kedua Pria itu merasa cemburu melihat baiknya hubungan Jono dengan keluarganya. Sepertinya Lindberg menyadari kesalahannya.


"Dia butuh kasih sayang...." kata Lindberg.


Jono dan Alisa pamit meninggalkan ruangan, kini hanya ada Corcus dan Lindberg.


"Nah, sekarang bagaimana cara agar aku bisa berkomunikasi dengannya?" kata Corcus.


"Aku bisa mendengarmu, hanya saja aku menghiraukan keberadaanmu." jawab Lindberg.


Corcus terkejut, Lindberg lebih dari yang ia duga. Ternyata ia adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan arwah mati, meskipun ia tak bisa melihatnya.


"Jadi engkau memiliki ilmu sihir juga?" tanya Corcus.


"Ini adalah peninggalannya. Ayah kandung Johannes yang mengajarkan padaku. Kau pasti mendatangiku karena ingin menanyakan soal Johannes?"


"Benar...." jawab Corcus, "Kau pasti tahu sesuatu soal dirinya, sebab saat ini ia adalah salah satu puncak manusia yang gila balas dendam, apa hubungannya dengan Jardanish?"


Lindberg kemudian diam selama 10 detik untuk memikirkan jawaban yang tepat atas pertanyaan ini. Ia tahu rahasia tentang Johannes dan ayahnya.


Mengingat bagaimana semua keanehan ini bisa terjadi pastinya ada sesuatu yang berada diluar kotak pikiran manusia.


"Ia adalah keturunan terakhir dari Jardanish, dan disisi lain ia adalah seorang manusia eksperimen yang dapat bereinkarnasi melalui genetik hasil reproduksi."


"Alliance Security takkan menyukai ini, tapi aku tak punya orang lain yang dapat dipercaya selain hantu sepertimu. Pastikan Yohan Arunaldi tak mengetahui ini, ia adalah b*jingan yang berbahaya."


Corcus kemudian melangkah mendekat, ia berdiri di samping Lindberg yang sedang duduk sambil melihat foto.


"Emmerson Dielbert, dan keturunannya hidup dalam tubuh Johannes. Pria generasi pertama itu menikahi gadis keturunan Jardanish dan lahirlah Inche Dielbert, dimana ketika Emmerson mati seluruh ingatan dan kepribadiannya terwarisi pada Inche Dielbert, nama belakangnya ganti menjadi Lunger."


"Inche Lunger?" Corcus mulai bisa melihat mengapa Johannes dapat membangun laboratorium itu dalam 3 tahun.


Ia tidak hanya mewarisi ingatan dan sifat, melainkan potensi genetik yang dimodifikasi saat eksperimen generasi pertama.


B.L.E.S.S : Manusia sempurna!


"Sebagai informasi tambahan, jika media mengatakan bahwa Yohan Arunaldi telah mati, itu adalah tipuan. Ia sedang memiliki musuh lain Johannes dan kini tak bisa muncul sembarang ketika Putrinya diculik oleh Johannes."


Lindberg kemudian mengeluarkan sebatang rokok yang ingin ia konsumsi dalam diskusi yang cukup berat ini.


"Kau tahu Fadhilah diculik Johannes?" tanya lagi Corcus.


"Yah, sebelumnya Painraiders. Lalu Johannes, dan kebetulan Johannes menculiknya saat Yohan sengaja memalsukan kematiannya untuk musuh yang lebih besar dari Johannes. Yohan tidak tahu bahwa Johannes adalah Emmerson."


Apa ini, Yohan Arunaldi sebenarnya di pihak siapa? Kenapa Lindberg yang terkesan jahat di mata kami justru seolah mengatakan kebenarannya secara leluasa pada orang asing sepertiku?

__ADS_1


Lindberg kemudian berdiri dan melihat keluar jendela.


"Dengar, cegahlah Johannes. Aku tahu jika ia ingin menghamili anak Yohan, supaya ia bisa bangkit lagi sebagai genetik yang lebih kuat dan tak terhentikan." ucapnya sambil menghembuskan asap rokoknya keluar.


"Apa konsekuensi dari perbuatan Johannes jika World-Council melakukannya? Aku harus mengetahuinya sebelum acara miliknya dimulai."


"Johannes paham, jika perang tidak menyelesaikan balas dendamnya. Ia ingin menguasai seluruh tempat yang ia akan susupi manusia kloningan yang memiliki DNA dan dapat dikendalikannya. Jika World-Council mengetahuinya......"


Akan berimbas pada semua orang yang berhubungan kerja sama dengannya.


Artinya, semua orang akan mendapatkan sanksi sesuai kerugiannya. Jika satu orang telah membunuh sepuluh orang dari relasi World-Council, maka World-Council akan mengambil sepuluh anggota keluarga atau teman-temannya.


World-Council bertindak sebagai Tuhan, mereka memberikan hukuman, mengatur kehidupan, dan memberikan keseimbangan pada dunia.


Mereka tidak peduli pada kebaikan dan kejahatan, World-Council membiarkan semuanya berjalan seimbang antara perdamaian dan perselisihan.


Corcus tahu, bahwa sekarang ia harus mencari siapa saja anggota World-Council. Sembilan orang yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan dunia. Dengan ditengahi orang ke-5 sebagai pemimpinnya.


"Apa ada kemungkinan bahwa Yohan Arunaldi adalah salah satu anggota World-Council?" tanya Corcus.


"Aku tidak tahu, tapi kelihatannya memungkinkan. The Ghost memiliki kekuatan yang menduduki salah satu posisi terkuat yang pernah tercatat dalam rahasia dunia."


"I see." jawab Corcus dengan bahasa Inggris.


"Yohan dicantumkan mati, namun punya hak spesial dalam Alliance Security dalam pengolahan sumber daya dan otoritas khusus."


Corcus dan Lindberg kemudian terdiam sejenak sambil memikirkan arah kemana pembicaraan ini akan berlanjut.


"Aku tak habis pikir, hanya dengan warisan puluhan tahun lalu ia dapat mencairkan semuanya dan membangun Mega-Project untuk balas dendamnya." ucap Corcus.


"Apa kau tahu cara menghentikannya?" tanya Lindberg.


"Aku tidak tahu." balas Corcus.


Lindberg kemudian menarik nafas yang dalam sambil berniat mengucapkan tentang kelemahan anak angkatnya.


"Leluhurnya pernah bilang, bahwa yang dapat menghentikannya adalah Rahmania Urfana. Aku selalu penasaran siapa dia? Apa mungkin seumuran denganku? Dia mengatakan itu 30 tahun lalu. Jika orang itu memang ada, memangnya dimana?"


Tertawalah Lindberg mendengar hal bodoh yang ia anggap lelucon.


"Jika dunia tak dapat menghentikan balas dendam orang yang paling nekat, memangnya apa yang Rahmania Urfana ini bisa lakukan pada orang yang pernah menguasai Jerman?!"


Corcus kemudian menutup mulut dan tidak ingin bicara lagi, tidak lama setelah itu ia memutuskan untuk pergi dan mencari petunjuk lain untuk mencari jalan keluar bagi aliansi Urfana.


Ternyata sudah kuduga, kau selalu ada hubungannya. Bahkan sebelum kau lahir orang sudah mengenalmu dan menunggumu.


Sungguh, sebenarnya siapa kau? Urfana.


.......Bersambung.......

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2