Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler

Stake Of Liberty : The Journey Of Worldruler
Sebelum acara utama dimulai


__ADS_3

Sejujurnya, apa itu manusia? Apa yang diinginkannya? Mengapa mereka memiliki pemikiran berbeda? Dan mengapa semua tidak bisa berjalan lurus bersama pada satu tujuan jika itu membuat semuanya hidup tentram dan damai?


Aku sudah memikirkannya untuk menjadi iblis kapital yang akan menguasai seluruh bagian dunia dengan kloningan yang menyangkut DNA-ku.


Aku ingin membuat Fadhilah yang memiliki genetik Yohan Arunaldi untuk mengandung calon putraku yang bisa kugunakan untuk reinkarnasi diriku yang berikutnya sebelum aku mempertaruhkan nyawaku demi balas dendam.


Disisi lain, ini bukan soal nafsu saja sebagai Johannes. Melainkan balas dendam sebagai Inche, permintaan maaf sebagai Henry, dan penebusan dosa sebagai Emmerich.


Aku adalah enam orang, lahir sebagai Emmerich, dan kini hidup sebagai generasi keenam yang bernama Johannes.


Rahmania Urfana, aku tahu bahwa kau tidak menginginkan hal ini. Oleh karena itu aku ingin meminta maaf, setelah ini semua beres kau akan kuhidupkan kembali.


Aku tahu kau mencintai gadis itu karena ia telah menyelamatkanmu dari kegelapan dunia jalanan, tapi apa yang kulakukan adalah sebuah keharusan karena kalian berdua tidak ada bandingannya dengan penderitaan mereka.


Orang-orang yang kubunuh karena perintah mereka, orang-orang tidak berdosa yang harus menderita. Jika aku tidak menguasai World-Council maka dunia ini akan terus berada dibawah kendali mereka sebagai boneka.


Terlebih lagi Alliance-Security. Mengirimkan salah satu Kolonel ke Nusantara untuk memastikan proyek pengolahan SDM alam dan manusia di negeri ini dapat berjalan dengan aman dan terlindungi.


Jumlah pengangguran mengurang, itu hal yang bagus untuk bisnis karena kini Nusantara mulai terjamin keberadaannya sebagai negara maju. Tapi bukankah kita ini sedang dikendalikan?


Lantas bagaimana dengan nasib Dolgia yang hancur? Siapa yang bertanggung jawab? Apakah manusia harus bersatu untuk melawan musuh yang lebih kuat?


Tidak, tidak ada bedanya jika umat manusia tidak jadi bersatu dan juga punah. Mereka harus membayar apa yang mereka perbuat. Mereka mengendalikan kami, B.L.E.S.S sebagai senjata lalu membasmi kami hingga tak tersisa.


Bahkan keluargaku juga dibunuh setelah melakukan pembantaian, itu adalah sesuatu yang sangat kusesali saat masih hidup sebagai Emmerich, dan kini aku adalah salah seorang keturunan Jardanish terakhir.


Saat hidup sebagai Inche, aku memiliki seorang putri yang hilang saat masih berumur 5 tahun, dan seorang putra yang hidup sebagai kakek dari Johannes.


Jardanish tidak sepenuhnya punah, aku telah menyelamatkannya meskipun hanya satu orang, dan kini mereka akan bangkit kembali untuk mendapatkan hak yang telah direbut World-Council.


Kami yang ingin kehidupan normal tidak bisa menjalaninya dengan baik, kami yang ingin memiliki hubungan spesial dengan anak kami kini harus hidup sebagai mereka.


Ingatan kami bersatu, dan bahkan kami tidak tahu siapa diri kami sebenarnya.


...----------------...


15-08-2016 / 15:30


"Johannes, Bukankah kita hanya punya biaya untuk menghidupkan satu orang. Perjanjianmu dengan Wakil Presiden adalah menghidupkan gadis yang bernama Ranti ini bukan? Lalu bagaimana dengan Urfana?"


Tanya Girana kepada Johannes yang sedang berdiri melihat dua tubuh remaja dalam aquarium.


"Benar, aku adalah orang yang menepati janji. Dan bagaimana pun juga yang hanya bisa kita lakukan adalah mengawetkan kedua tubuh remaja itu agar tidak membusuk. Ranti sudah hampir 3 tahun berada di aquarium. Tak kusangka kita benar-benar dapat mengawetkannya."


...

__ADS_1


Mereka berdiri sebelahan, diam dan tak bertukar kata-kata selama dua menit. Hanya diam, hingga ingatan mereka menguasai diam itu dengan kenangan baik dan buruk.


"Lalu bagaimana dengan Fadhilah?" tanya Girana.


"Girana, rencana kita tetap berjalan. Jangan khawatir, Johannes telah melakukannya."


Girana kemudian tersenyum, terlihat mimik wajahnya yang jahat. Hatinya kini sangat puas.


"Girana, aku memiliki perubahan rencana. Ada hal yang kukhawatirkan."


"Apa itu?"


Johannes kemudian memberikan tugas baru kepada Girana.


"Bisakah kau awasi pergerakan JNC? Dan juga Undervalue? Tidak, fokuskan pada Undervalue. Firasatku buruk....." ucap lelaki itu.


Girana kemudian mengangguk, ia tidak keberatan dengan tugas yang diberikan padanya. Ia mempercayai Johannes, ia yakin bahwa apa yang diperintahkan Johannes adalah hal absolut yang harus ia turuti.


"Baiklah.... Kita lihat...."


JNC Group yang memiliki relasi kuat dengan dunia dan kini sedang tersorot oleh media dan mendapat dukungan 70% dari World-Council.


Undervalue, memiliki jaringan kriminal dan pasar gelap terbesar di Asia Tenggara. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa, didukung oleh perputaran bisnis pasar gelap, lokasi strategis, dan lepas dari pengawasan pemerintah.


Dua organisasi itu adalah penghalang primer untuk membuka jalur menuju mimpi dan idealisme Johannes.


...----------------...


15-08-2016 / 18:00


Keisal, Valin, Melviana, dan Hartono telah tiba di Grand Angkasawira dengan pakaian mereka yang terlihat modis.


Kali ini mereka disambut baik oleh Direktur Charles James, berkat status VVIP Keisal yang menggunakan kartu transaksi milik Urfana.


"Selamat datang di Grand Angkasawira, kami telah mempersiapkan sambutan hangat kepada tamu terhormat kami di tempat ini, Tuan Saniswara."


Keisal kemudian bersalaman dengan Charles.


"Tuan James, saya membawa teman-teman saya untuk menghadiri acara utama yang akan diselenggarakan tanggal 17." ucap Keisal, ia memperkenalkan teman-temannya pada Charles.


"Untuk acara penting akan diselenggarakan hari ini tepatnya mulai pukul 8 malam, kami memajukan jadwalnya atas permintaan Presiden kami." balas Charles James dengan sopan.


Semua orang menatap mereka berdua seolah-olah mereka berdua adalah orang yang memegang kendali situasi dan memiliki kekuasaan besar.


Para gadis tidak tahan melihat betapa menawannya Keisal Saniswara bersama Direktur Charles James. Mereka membayangkan keduanya bagaikan kisah novel tentang dua laki-laki badass yang kaya raya dan memiliki tubuh sempurna.

__ADS_1


Melviana yang menyadari itu kemudian menendang sepatu Keisal dengan pelan untuk mengejeknya.


Dasar bocah, percaya diri sekali orang stress ini


Ungkap Melviana di hatinya. Cukup geli melihat sahabatnya jadi pusat perhatian, padahal Melviana sendiri juga punya popularitas yang tidak kalah.


Hartono sedang melirik sana kemari, kebiasaannya sebagai bodyguard Melviana tidaklah menghilang meskipun kini ia berpakaian modis bagaikan teman setara.


Valin yang ramah senyum itu kini sedang terdiam dan tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, ia hanya menatap Charles dengan tatapan kosong. Berharap informasi mengenai kakaknya dapat dikorek darinya.


Tapi, apa yang ada didalam pikiran sang Direktur itu? Ah iya, masih dengan hubungan Keisal dan juga Yohan Arunaldi yang kartunya dipegang Keisal.


Lalu nama Ouvel Euronova yang tercantum pada kartu tersebut, yang teridentifikasi sebagai warga Soviette.


"Bagaimana jika kami menyabut Anda sekalian untuk menikmati kudapan? Sepertinya akan lebih terkesan santai untuk itu." Charles menawari mereka sebuah jamuan di ruangan khusus.


"Baiklah, sepertinya itu pilihan yang baik." balas Keisal.


Semuanya mengangguk, dan lekas berjalan mengikuti Direktur Charles menuju ruangan makan yang disediakannya.


Charles James masih tegang, dia seharian kemarin sangat sibuk mencari latar belakang Keisal. Tapi tidak ada satupun informasi yang mampu ia dapatkan, begitupun dengan uang yang telah dikeluarkannya.


Ranggi sudah memprediksi kejadian ini, oleh karena itu ia menghapus status Keisal sebagai ketua geng dan membungkam semua mulut yang tahu soal ketuanya.


Mau dipikirkan berapa kali pun juga tak selesai. Lagipula Keisal adalah ketua dari geng motor, dan ia selalu mobile dan bisnis yang dijalankannya pun transparan sebagai bengkel.


Tapi Charles James mengenal Melviana dan juga dimana ia bersekolah. Gadis itu sangat terkenal dan punya pengaruh yang kuat diantara kalangan para gadis.


"Silahkan, duduklah di tempat yang Anda mau." sambut Charles kepada para tamunya.


Enam kursi disediakan. Tapi kenapa? Bukannya hanya ada lima orang yang duduk? Bukankah sudah sepatutnya aku curiga.


Ranggi memperhatikan melalui kamera yang ada di kancing mereka semua, dan kini ia telah memperbarui perangkat microphone yang canggih yang dapat merekam suara dengan kualitas baik dan bentuk fisik yang sama seperti kancing.


"Ada beberapa hal yang ingin kubicarakan, hanya dengan kita berlima saja disini."


Charles memerintahkan semua anak buahnya untuk pergi dari ruangan tersebut, serta datanglah satu orang yang kehadirannya selalu saja dibicarakan meskipun sudah lama tidak menampakkan diri.


"Bedebah kacamata...." suara berat itu muncul dari raungan hati sang Killing-Maniac, betapa berdebarnya ia ingin mencengkram lelaki yang dirumorkan telah membuat Ranti terbunuh.


"Keisal, kau berubah banyak sekali ya." sapa Galang, yang terlihat sangat dingin menatap Keisal sambil berjalan mendatangi kursi yang kosong.


Galang muncul, ia memerintahkan Direktur Charles James untuk menjamu mereka. Sejak awal, kedatangan Keisal telah menjadi ekspektasi yang sesuai dengan kenyataan.


Dan kini, keduanya saling bertatapan dengan rasa ingin saling membunuh meskipun kebenaran cerita tentang tragedi tersebut sudah terungkap.

__ADS_1


.......Bersambung.......


...----------------...


__ADS_2