
19-08-2016 / 22:08
"Apa perasaanmu ketika kau melihat dirimu begitu rapuh di kaca itu? Tidakkah kau sadar bahwa kau sudah merusak dirimu sendiri?" ucap sang Brother, berhadapan dengan musuhnya sang Maung.
Farel dan Toni sama-sama dalam kondisi yang kurang baik. Melihat Toni yang kini jauh lebih gemuk dibandingkan 3 tahun lalu membuatnya merasa jijik.
Farel melempar tongkatnya ke arah kaca gedung di belakang Toni dan membuat kaca gedung itu retak.
"Kau menjijikan, kau dulu adalah orang yang berjuang dengan ototmu, sekarang kau hanyalah orang gemuk yang cuma makan uang rakyat. Aku akan melemparmu kesana"
Farel perlahan berjalan mendekati pria tua gemuk itu. Ia cukup kehilangan banyak darah setelah bertarung melawan Joon dan anak buahnya yang sempat melarikan diri.
"Memangnya kau bisa apa bocah?!! Kau itu sekarat!! Jangan mentang-mentang kau sekarang menjadi lebih kuat di Bandung sana bisa berpikir aku bisa ditaklukan!!"
Gedung 3 lantai itu mulai terbakar setelah dilempari botol bensin oleh para warga.
Ruangan yang dihinggapi oleh mereka berdua pun mulai membakar seisi ruangan begitu juga furnitur dan perabotannya.
"Pasti menyenangkan bukan, kau menemui banyak wanita lain!!! Sedangkan si Sandra itu sudah kubunuh setelah anak buahku tidur dengannya!!"
Farel kemudian mencekik Toni lalu memojokkannya ke kaca gedung yang sudah retak.
"Kau tahu Sandra bilang apa pada anak buahku? Dia bilang, aku sangat menyukaimu." Toni Nurjaman, tertawa di detik-detik terakhir sebelum diantar kepada kematian.
Dengan kencangnya ia menendang Toni terus menerus hingga Toni terlempar ke bawah dan mati disiksa warga.
"......" Farel terkena percikan api di bagian wajahnya. Ia tidak berteriak, ia menahan panasnya jilatan api itu di wajahnya.
Farel kemudian melihat kebawah, dan ia secara tak sadar ikut terjatuh ke kerumunan massa yang sedang marah.
Reska, tak terpikirkan olehku bahwa bisnis yang tadinya ingin kujalani denganmu sekalian membersihkan kota ini dari Tirani sang Maung akan membawa kita berdua pada maut. Seandainya kita reuni dalam keadaan yang lebih baik.
Ibu, Ayah, maafkan Farel karena Farel bukan anak yang baik. Apakah Ibu dan Ayah merindukan Farel? Farel baru saja ingin pulang, sudah lama Farel tak melihat wajah Ibu dan Ayah. Maafkan Farel atas kalimat ujaran kebencian yang keluar dari mulut Farel ketika masih sangat bandel. Ibu dan Ayah sudah membesarkan Farel, tapi Farel malah mati. Semoga Tuhan memberkati Ibu dan Ayah.
Valin, apa yang saat ini kau lakukan? Apa kau sedang mengajak pacarmu makan malam? kau berkata kau menemukan gadis yang kau idamkan? Aku masih belum mengenalnya, tapi syukurlah aku tak bertemu dengan gadismu karena ketampananku akan merenggutnya darimu.
Reggie, sial kau berhutang 1 mobil ONISSAN GTR Z10. Aku masih belum melihat mobil cantik itu dikendarai oleh si jago balap. Aku ingin pamer pada teman-teman gadisku yang selalu menungguku di club malam hari, ah aku ingin sekali dansa dengan mereka. Tolong jaga mereka baik-baik ya.
Dan Sandra, yang terakhir. Aku akan selalu mencintaimu, maafkan aku karena telah memutuskan hubungan denganmu, seandainya saat itu aku mampu membawamu kabur dibandingkan kamu yang harus pulang ke rumah orang tua yang dibenci. Tunggulah disana, aku ingin segera menemuimu dan menerangi kembali hubungan kita yang sudah gelap.
Brugg!
Farel Indriya (Brother), ketua kubu Elang dan No. 2 Clubboys, telah tiada.
Cerita tentang kubu Elang dan kubu Harimau berakhir bersama di kota kelahiran mereka. Dan kini kota ini bebas dari ancaman premanisme dan teror.
...----------------...
21-08-2016 / 10:45
Reggie dan Valin tiba di rumah duka, Reggie memarkirkan mobilnya diantara ratusan motor yang ada disana.
__ADS_1
Lokasi rumah duka tersebut berada di tengah perhutanan yang agak sedikit jauh dari kota. Ada banyak warung kecil, pesepeda yang lewat, dan tempat wisata alam.
Reggie dan Valin turun dari mobil dan lekas berjalan mendekati rumah duka yang tak jauh dari mata memandang.
Orang-orang tak mengenal mereka, tidak ada yang menyangka bahwa akan ada orang yang terlihat sangat kaya hadir di rumah duka orang-orang yang mereka sayangi.
"Tolong tunjukkan identitas dan undangan Anda tuan-tuan. Kami tidak akan menerima kalian masuk tanpa hal itu."
Valin kemudian memberikan foto mereka bertiga dalam satu bingkai. Terlihat Reggie, Farel, dan Valin sedang saling merangkul layaknya sahabat.
"Kalian?! Kalian sahabat sang Brother dari Bandung?!"
"Saya adalah bosnya, dan sekaligus sahabatnya. Brother adalah orang yang sangat baik dan perhatian terhadap teman-teman dan bawahannya. Ia adalah orang yang saya hormati sekaligus saya kagumi sebagai sesama lelaki."
Lalu semua kubu Elang yang hadir disana berjalan keluar dari rumah duka, dan kemudian menghaturkan salam sambil menundukkan kepala mereka.
Reggie dan Valin membalas sedemikian dengan menurunkan kepala mereka.
"Maafkan kami, maafkan kami karena telah ceroboh dalam menjaga pemimpin kami!!" ucap salah satu anak buah dari kubu Elang, begitu pun dengan yang lainnya.
Reggie kemudian berlutut.
Valin dibuat terkejut oleh Reggie yang bertingkah tidak seperti biasa ia lihat, "Kak Reggie, kakak tidak perlu sejauh itu."
Reggie Jackson yang selalu menatap sinis orang yang dibawahnya, kini sedang berubah.
Orang yang selalu menatap rendah manusia dibawahnya yang ia anggap alat, sedang berubah.
Kemudian para warga yang ada didalam rumah duka meminta mereka berdua untuk diantar melihat jasad teman mereka yang saat ini sedang beristirahat dengan tenang.
"Anak saya, selalu mengirimi saya surat. Ia bilang bahwa ia menikmati waktunya di Bandung dan ia bahagia disana. Setiap bulan ia selalu mengirimi kami makanan dan uang untuk memastikan kami tetap hidup dengan baik meskipun dibawah Tirani sang maung."
Reggie dan Valin dihujani oleh kesedihan, melihat wajah sahabat mereka yang sebagiannya terdapat luka bakar. Meskipun sudah meninggal, Farel tetap terlihat tampan dan menyinarkan aura kehangatan.
Mereka menangis, tak kuasa menahan kepergian sahabat baik mereka. Ketua Clubboys beserta eksekutifnya yang terkenal garang dan kejam itu, tidaklah seperti itu terhadap sesamanya.
Setelah mereka menangis, mereka berdua kemudian berdiri tegak dan memberikan penghormatan terakhir pada sahabat mereka.
"Tuan Jackson, tuan Alfredo. Saya berterima kasih karena telah menjaga Farel kami. Mudah-mudahan Tuhan memberikan kalian keberkahan dan kebaikan dalam jalan hidup kalian."
"Terima kasih banyak, Pak Markus. Saya harap keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan untuk tetap bisa saling menjaga dan mendoakan, semoga Tuhan memberkati kalian."
Reggie dan Valin bersalaman dengan orang tua Farel, para warga yang disana, dan anak-anak buah dari kubu Elang.
Mereka kemudian berjalan kembali menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.
"Kak"
"Apa?"
Valin masih tidak percaya atas apa yang terjadi dan bingung mengenai langkah mereka kedepan.
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya tanpa kak Farel? Bukankah dengan kita berdua saja tidak cukup? Kakak tak mungkin akan menyuruh orang lain untuk menggantikan posisi kak Farel bukan?"
"Aku takkan melakukannya, namun sistem geng dan alur bisnis mesti kurubah. Clubboys mesti tetap bisa berdiri meskipun Farel tidak ada. Bisnisku di club, pub dan balapan, bisnis Farel di jalanan, dan bisnis audisi seni musik, dan seni tari milikmu."
Mereka berdua kemudian memasuki mobil dengan perasaan hati yang masih tertekan. Seorang laki-laki, boleh sesekali menangis karena mereka menahan beban pedih yang amat sangat banyak.
"Mulai hari ini, kita tidak akan bisa melihat Farel lagi untuk selamanya. Sebaiknya kita harus menguatkan hati, Farel tak ingin kita mengasihaninya berlebihan."
"Baik kak....."
VROOMMM!!!
ONISSAN GTR Z10, mobil yang sangat dikagumi Farel mengucapkan salam perpisahan terakhir.
Dalam satu hari, ada banyak hal yang terjadi di tragedi ini. Tidak sedikit kerugian secara materi dan jiwa direnggut oleh keberpihakan yang saling membela hak mereka sendiri.
Berita tentang keburukan Natalia Unkulla beserta jejak digital miliknya tidak lagi ramai dibicarakan dan seluruh Indonesia terfokus pada oligarki yang terjadi pada daerah otonom ini.
Pihak liputan media dari berbagai kalangan sangat sibuk melaporkan dan menanyakan banyak hal kepada mereka yang tinggal didalam daerah otonom yang dimana pihak yang berkuasa disana selalu menggunting mengenai beberan fakta buruk yang bocor ke sosial media maupun media cetak.
Tidak dapat dihindari lagi bahwa tragedi yang besar ini berdampak melemahkan segelintir orang yang memegang kekuasaan atas banyak orang.
Netizen yang bijaksana dan juga berbagai jenis netizen lainnya benar-benar memborbardir berbagai postingan di sosial media dengan ucapan bela sungkawa, dukungan, dan hinaan.
Mendengar kerugian yang terjadi dalam kota itu, Yayasan Amal dan Kemanusiaan Gates, beserta Yayasan Amal lainnya terjun untuk menyalurkan bantuan berupa pangan dan bantuan ekonomi yang terdampak kepada para korban dan masyarakat disana.
Kerugian yang terjadi atas tragedi yang terjadi adalah sebanyak 689 juta rupiah.
Cimahi Berdarah memakan 278 korban, 81 luka berat, 21 luka ringan. Masyarakat, anggota geng, dan kepolisian adalah pihak-pihak yang terikat dalam tragedi ini.
Tidak ada yang diuntungkan dalam tragedi ini, bahkan sang Emperor juga merasakan bahwa ini adalah kerugian yang sangat fatal, aset terakhir milik Fatherknight gagal ia dapatkan dan kini diambil alih oleh pemerinah.
Hanya ada satu orang yang diuntungkan dalam tragedi ini.
Orang yang Corcus sebut sebagai Malaikat bersayap hitam, Liran Al-Qaesim
Liran, satu-satunya orang yang paling diuntungkan dalam tragedi ini.
Seseorang yang dulunya pecundang itu kini menjadi pengendali permainan tragedi dan membawa pergi uang 200 juta di dalam tas besarnya.
Tidak hanya mendapat keuntungan dari uang yang ia curi, pilihan kecil yang ia buat dari awal dengan hanya memprovokasi Brother untuk memulai perkelahian antar preman juga berdampak besar dalam penenggelaman isu buruk mengenai Natalia Unkulla yang dijelek-jelekkan keluarga Tsajaka hingga ke media berita.
Bisa dikatakan, bahwa tragedi Cimahi Berdarah telah mengalihkan isu Natalia Unkulla sehingga semua orang mulai melupakannya.
Liran tak merasa begitu menyesal, justru ia malah bangga atas apa yang ia telah perbuat. Ia yakin bahwa ia dapat merubah kehidupan menyedihkannya menjadi penuh kegembiraan dan hangat.
Kini pria itu menutup mata dan takkan melihat belakang kembali, ia akan terus melangkah maju, dan tidak akan pernah berhenti sampai tujuannya tercapai.
..........Bersambung..........
...----------------...
__ADS_1