
"Huahh, latihan tadi seru juga."
"Tetap saja kau tidak bisa mengalahkanku."
"Huuh?? Pada kemenanganmu yang akan mencapai 100 akan kujadikan sebagai kekalahan pertamamu Corcus."
Mereka mencapai wilayah kerajaan. Terlihat ada banyak sekali pedagang yang berjualan di jalanan. Disisi lain, Urfana juga terkejut melihat binatang, makhluk dan manusia yang aneh-aneh.
Ia melihat seorang saudagar yang berjualan budak perang. Sesuatu yang ia tak pernah lihat di masa depan, lalu pemuda itu juga melihat orang yang digantung dan dilempari batu.
...Benar-benar kejam dan biadab....
"Urfan, jangan melamun dan hiraukan apa yang kau lihat." ucap Ourandle dengan tatapan serius.
Bukan hanya Urfana yang benci melihatnya, Ourandle juga menyimpan rasa yang sama dalam hatinya, dan ia juga ingin mengubahnya.
"Hei, kita makan dirumahku yuk? Ibuku pasti akan senang kalau kalian datang." kata Unalynn.
Ourandle melompat girang mendengarnya, "Yess, makan-makan dirumah calon mertua!"
"Memangnya dia ngajak kamu?" umpat Corcus, tersenyum mengejek Ourandle.
"Berisik ah." sikut Ourandle.
Urfana benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan rasakan, ini sama seperti mimpi sebelumnya, namun ia tak bisa menggunakan imajinasinya untuk mengontrol mimpinya.
"Ibu, aku pulang!" ucap Unalynn.
"Ah, Unalynn datang bersama Corcus dan Ourandle, lalu ada satu lagi?" Ibunda Unalynn menilai pakaian Urfana yang agak asing.
"Dia teman baruku ibu, katanya dia tersasar. Jadi kuajak kerumah terlebih dahulu. Dia tak punya uang untuk membeli makanan."
"Saya Rahmania Urfana, senang bertemu dengan Anda nyonya." Urfana menutup mata kanannya.
Ibunda Unalynn sejujurnya merasa kurang nyaman dengan kehadiran orang asing seperti Urfana, namun dirinya tidak begitu khawatir karena ada Corcus yang menjaga mereka sekeluarga.
"Ayo, kalian semua makan dulu. Mumpung baru matang."
"Asikkk, daging sapi!!" Ourandle sangat bersemangat.
"Haishh, anak ini...." Corcus menghela nafas.
Mereka semua makan bersama, sambil bercerita tentang dongeng-dongeng, Urfana hanya diam dan tersenyum mendengar mereka saling bercerita.
Ikatan persahabatan baru telah tercipta diantara mereka berempat, meskipun mereka memiliki status berbeda kalangan mereka berteman tanpa memandang perbedaan.
Persahabatan memiliki arti yang sangat dalam, yang konon katanya bisa tetap bertahan meskipun semuanya pada suatu hari nanti akan meninggalkan dunia ini.
Saling mencintai satu sama lain, saling menghargai satu sama lain dan saling melindungi satu sama lain.
Dibalik kata Cinta, ada juga kata Benci. Ketika ada seseorang yang ingin merenggut Cinta darimu, kau akan menggunakan Benci untuk melindungi Cinta.
Kau akan merasakan kehilangan, ketika Cinta menghilang maka Benci akan semakin kuat.
Urfana mulai ikut berbicara, ia merasa jauh lebih bisa adaptasi dengan lingkaran persahabatan baru.
Pada kala itu, Corcus sedikit demi sedikit mulai melupakan iblis yang ada didalam hatinya, ia menjadi sosok yang lebih hangat dan humble semenjak adanya Urfana di meja yang sama.
Corcus sendiri pernah berkata pada Urfana ketika 1 bulan ia baru masuk sekolah, bahwa ia berharap ia bisa memutarbalikkan kembali waktu agar ia bisa memperbaiki kesalahan dan melindungi semuanya.
Langit tak mengizinkannya istirahat, ia mati namun tak diterima di akhirat. Lantas hal yang bisa ia lakukan hanyalah membantu Urfana, satu-satunya teman dari masa depan.
__ADS_1
Corcus tak pernah tahu, bahwa sebenarnya Athnia tercipta dari Golden-Scroll yang bertulisan keinginan Ouvel Euronova dengan konfirmasi dari sosok yang mengaku sebagai penguasa alam semesta.
Teknologi dan Sihir berjalan berdampingan, menciptakan sesuatu yang diyakini oleh Ouvel Euronova bahwa jika Teknologi ceroboh, maka Sihir akan mengatasinya dan sebaliknya.
Namun ia takkan pernah tahu, di waktu yang pasrah atas keputusan yang dipaksakan itu. Teknologi dan Sihir akan menyebabkan kehancuran yang lebih dahsyat.
Nampaknya di kerajaan ini, bukan hanya Urfana yang hadir sendiri dari masa depan.
Seseorang dengan rambut berwarna putih dan mata merah yang bersinar dibagian kiri itu hadir dari masa depan yang berbeda.
Ia ditemani oleh salah satu temannya juga yang berasal dari masa depan.
"UAGHH!!" Urfana dan orang misterius itu tiba tiba merasakan sakit denyut di mata yang memiliki pupil merah tersebut.
Corcus dengan sigap langsung berdiri dan mendekati Urfana, matanya mengeluarkan air mata darah. Begitu juga dengan orang yang satu lagi.
"Casaromidou! Kita sembunyi dulu, orang-orang menatap kita dengan aneh." ucap salah satu teman orang tersebut.
Mereka berdua kemudian bersembunyi di lorong yang sepi, Casaromidou berlutut kesakitan menahan rasa sakitnya begitu juga dengan Urfana.
"Kozura .... Aku merasakan adanya perintah baru, tangan kiriku ... Menunjukkan simbol dan kedipan yang aneh."
Casaromidou saat ini masih berumur 15 tahun, dan Kozura berumur 16 tahun.
Urfana dan Casaromidou adalah orang yang memegang nasib sama namun berbeda dunia. Urfana berasal dari dimensi waktu kedua sedangkan Casaromidou berasal dari dimensi waktu pertama.
"Dimana kita sekarang??!! Ini terlihat seperti Yunani pada masa kuno??!!" Kozura panik melihat sekelilingnya, ia tidak tahu harus berbuat apa setelah melangkah masuk ke masa lalu yang berbeda.
"Aku tak tahu...... Tapi ini jauh lebih baik dibandingkan ditangkap oleh Ende-Leiden, kita melarikan diri ke tempat ini berkat proyek mesin waktu mereka. Tapi apa dunia yang terlihat fantasi ini! Aku melihat ada orang seperti elf dan kuda bertanduk."
Mereka berdua memiliki senjata api bernama USP di sarung pistol mereka, dan mereka menggunakan seragam tentara dunia masa depan.
Dikira sangat mencolok, mereka berdua memutuskan untuk berencana diam-diam pergi dari kerajaan untuk sementara.
Yang berbeda adalah mereka mengenakan pakaian dan persenjataan zaman dahulu, namun lebih terlihat seperti kesatria gurun pasir dengan busana tertutup dan tudung.
Mereka telah berada di masa ini selama 1 hari dan baru hinggap di kerajaan Athnia pada hari ini, hari dimana Urfana dan Casaromidou juga berada di dunia yang sama.
Alasan Ouvel pergi kemari adalah untuk mengungkap apa yang ada didalam mimpinya, Ouvel memiliki mata kanan yang sama seperti Urfana dan mata kiri yang sama dengan Casaromidou, mata tersebut bangkit ketika ia mendapati mimpi yang sama tentang Athnia.
Casaromidou juga mengalami mimpi tentang Athnia, begitu juga dengan Urfana. Namun tujuan Urfana dan Casaromidou pergi kemari adalah tanpa adanya tujuan yang jelas.
Urfana dapat pergi kemari karena akses mata kanannya saat tubuhnya bersinkronasi dengan arwah Corcus yang mengambil alih tubuhnya saat melawan Fatherknight.
Casaromidou dan Kozura pergi menggunakan mesin waktu yang dikembangkan di Jerman pada dimensi waktu pertama untuk kabur dari kejaran pasukan Ende Leiden
Mesin waktunya rusak dan tak bisa digunakan lagi, mesin waktu tersebut tak bisa lagi diciptakan karena blueprint tidak tersedia.
Casarimidou berasal dari tahun 2039, sedangkan Ouvel berasal dari tahun 2038 pada dimensi waktu pertama juga.
......Tetapi, faktanya Athnia hanya berada pada dimensi waktu kedua yang diciptakan oleh Golden-Scroll.......
"Ngomong-ngomong, kita tidak sempat melanjutkan pembicaraan kita di bukit tadi." ucap Corcus.
"Itu benar, sejujurnya aku sama sekali tak mengerti apapun tentang hal ini. Dan apakah aku sudah mati atau aku akan pulang ke masa dimana aku seharusnya hidup." Urfana gemetaran memegang sendok.
"Tidak mungkin kau mati, keberadaanmu disini dalam keadaan hidup sudah menjadi indikasi bahwa kau bisa saja hanya kehilangan ingatan, kau hidup di waktu yang sama dengan kami. Urfana jago mengarang ya" Ourandle menertawai karangan cerita Urfana.
Unalynn menyikut Ourandle.
Corcus menggeleng-gelengkan kepala, "Menurutku kita harus menanyakan ini kepada guru Revenstein."
__ADS_1
...Revenstein? Nama yang terdengar modern...
"Selepas makan, kita harus pergi menemui guru Revenstein. Corcus, kau tidak sedang bertugas kan?" tanya Ourandle.
"Tidak, minggu ini adalah minggu yang tenang."
Revenstein, ilmuwan jenius yang berpura-pura menjadi petani agar tidak dicurigai oleh kerajaan tentang diri yang sebenarnya. Mereka bertiga memegang rahasia Revenstein yang memiliki teknologi yang mutakhir didalam ruangan bawah tanah gubuknya.
Revenstein bertanggung jawab sebagai orang yang menciptakan mesin waktu untuk Ende Leiden, namun ia kabur ke masa lalu untuk menghindari perintah eksekusi yang diberikan oleh salah satu eksekutif Ende Leiden, ia memberikan password untuk mesin waktu agar tak ada satupun orang yang menggunakannya.
Obrolan makan siang berakhir, setelah beres mencuci piring masing-masing mereka pergi ke distrik pusat kerajaan untuk membelikan persediaan untuk Revenstein.
Unalynn mencari bibit-bibit tanaman, Ourandle mencari bahan-bahan makanan, sedangkan Corcus dan Urfana berjalan berdua lebih duluan ke tempat kediaman Revenstein, di bagian timur luar kerajaan.
"Maaf, jubahnya tak cukup panjang" tanya Corcus.
"Tidak, ini cukup kok. Terima kasih Corcus. Ngomong-ngomong apa nama kota ini?"
"Athnia"
Athnia, tidak hanya nama negeri, kerajaan, tetapi juga kota.
"Kota ini indah sekali, aku tidak pernah merasakan angin dan hawa sesejuk ini, lingkungannya bahkan sangat bersih." Urfana merasa senang hati dengan keindahan kota Athnia ini.
Berbeda ketika dengan apa yang terjadi pada mimpinya, ia melihat Athnia hancur oleh bara api dan menjadi kota yang tak indah lagi.
Langit yang warnanya biru cerah yang kini ia lihat sangat berbeda dengan langit yang ia lihat pada mimpinya, berwarna merah dan awannya hitam.
"Memangnya kenapa dengan kampung tinggalmu?" tanya Corcus.
"Yah, terlalu padat. Banyak kendaraan mesin, jalan raya, gedung dan jalan Aspal. Bahkan disana hampir sama sekali tak ada kuda, semua orang menggunakan kendaraan mesin dibandingkan kuda."
"Aku tidak mengerti semua maksudmu, aku tidak tahu apa itu gedung, kendaraan mesin, aspal." Corcus tidak tahu harus berkata apa.
Urfana tersenyum melihat Corcus yang bingung.
"Yah, suatu hari kau akan melihatnya kok! Hahaha"
Corcus melamun keras membayangkan kampung halaman Urfana yang notabenenya di masa depan.
Ia berpikir akan ada awan terbang yang bisa dikendarai semua orang, lalu bangunan akan menjadi tinggi dan semua manusia akan bisa menjelajahi lautan dalam dan juga pergi ke surga dengan teknologi.
Di atap bangunan, Ouvel dan Avulstein sedang mengawasi kapten paling muda, Corcus Arstarilea.
Corcus memiliki julukan Black Sword-Saint, ia dikenal membawa pedang berwarna hitam dan memiliki skill legendaris dalam memainkan pedangnya, yang bahkan hanya segelintir orang di dunia yang dapat menyaingi kemampuannya.
Mereka kemudian turun dan mengikuti Urfana dan Corcus dari belakang.
"Tuan, mengapa kita mengawasi Corcus?" tanya Avulstein.
"Anak yang sedang bersama Sword-Saint itu..... Aku merasakan hal yang aneh darinya."
"Aku baru saja bertanya, bahwa negeri ini bernama Athnia tuan, ini bukan negeri Atlantis yang hilang. Secara geografis saja negeri ini sama sekali tidak ada di peta, tapi atas alasan apa?" Avulstein mengecek buku sejarahnya, ia sedang menelusuri sejarah geografis negeri Yunani.
"Avulstein, bocah itu mengenakan pakaian modern. Seseorang telah pergi ke masa lalu lebih duluan dari kita, ini bahkan bukan Yunani, Yunani bahkan tak ada disini." ucap Ouvel.
"Jadi, menurut Anda ada seseorang yang merubah masa lalu?" tanya Avulstein.
"Itu memungkinkan juga, kita pergi ke dunia yang berbeda dengan kita. Ini bukan mesin waktu, tapi ini adalah mesin teleportasi antar dimensi. Alam semesta yang tak terbatas ini terlalu rumit untuk dijelaskan"
"Professor Revenstein, sangat cerdas." puji Avulstein.
__ADS_1
Ouvel mampu menerjemahkan situasi dari kedua matanya. Mereka memberitahu Ouvel bahwa ini Bumi yang berbeda dengan yang mereka hinggapi, namun ia tak paham apakah ada dimensi waktu kedua atau apakah waktu hanya terputar balik dan ada orang yang mengubah sejarah
..."Apa yang sebenarnya terjadi?"...