
Usai pertemuan Delia Dengan Meta, Meta memutuskan pulang ke rumahnya. Sedangkan delia Pulang ke butik nya, Delia Memiliki sisi ruang istirahat sederhana, dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah Nya, Dia lebih memilih Pulang ke butik nya sendiri,untuk menenangkan pikiran nya
"Aku Tidak akan mengganggu mu dengan wanita pujaan mu itu mas, Biarkan aku Tinggal di butik ini ". Batin delia dengan mengendarai motor beat Itam merah nya
Tinggg.... Tinggggg...
Nada dering ponsel delia berbunyi
Delia meminggirkan motor nya, Mengangkat telpon tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya "hallo ada apa ". Tanya delia
"Pulang sekarang ada hal yang ingin aku bicarakan ". Ketus abay
Haaa pulang, delia melihat yang menelpon nya ini adalah suaminya, delia memukul Sendiri kening nya, "Auuuuu, i-yaa mass aku segera pulang" delia menutup telpon nya
Kurang ajar Dasar kampret kamu delia, bagaimana mungkin kamu bisa mengangkat Telpon suami mu itu, Huhhh sabar delia sabar, Dan sekarang Bodohnya lagi aku gaa jadi ke butik, gaa jadi Pakai Masker Kecantikan ini, hadehhh Delia Betapah ceroboh nya dirimuu. Batin delia menyumpah serapai dirinya sendiri
Sesampai delia Di rumah ia, menguatkan hatinya sendiri, meyakinkan bahwah Hatinya harus terlihat kuat,Dan jangan mengeluarkan air mata, Sesampainya delia di depan pintu, delia menarik nafas, membuka pintu dengan perlahan tapi pasti.
Kedua mata bulat delia melihat ke kiri kanan ,bola matanya melihat ruangan itu, Delia menangkap pemandangan Yang Sangat buruk, yaitu Abay sedang berciuman mesrah dengan lauren, hatinya nyilu,namun Delia abaikan, kemudian Masuk berjalan Ke Arah abay, dengan senyuman manisnya menebarkan senyuman manis melebihi madu siapapun yang melihat pasti akan terpesona, delia menaruh tas nya kemudian melihat kue di atas meja ia mengambil Kue memakan dengan santainya,dalam hati delia Lemah, ingin sekali menangis sejadi jadinya melihat suami nya sendiri bermesraan dengan wanita lain,hati istri mana yang tidak sakit?.
Abay melihat delia yang santai,ia Melepaskan ciuman dengan lauren, betapa terkejutnya melihat muka manis istrinya tanpa ada rasa Cemburu atau membarah amarah karna perlakuan nya, "kenapa dia tidak marah " Batin abay.
"Mas,Apa yang mas ingin bicarakan". Delia menananyakan sambil memakan berbagai macam kue yang dia yakini itu pembelian lauren
"Mass, kenapa mas diam, kalau tidak ada yang di bicarakan baiklah aku mau beristirahat " Delia berdiri berjalan menuju kamar tamu yang kini telah tersulap menjadi kamar untuk dirinya.
"Tungguuuu" Ucap abay berdiri.
Delia melihat ke arah Abay "kenapa mas, bicarakan lah"
Abay berjalan menuju delia menatap mata delia " apakah kau masih ingat dengan ini " abay memberikan foto yang bergambarkan foto anak kecil wanita, dan foto anak lelaki Berusia 9 tahun.
Delia mengambil foto itu, dia melihat foto itu ,memperhatikan foto dengan perasaan pernah melihat tapi dimana.
"tidak,delia tidak tahu foto siapa "Ketus delia
"Jangan pura pura! dasar pembunuh " Ucap abay memegang dagu delia dengan kasar
"Kenapa mas bilang aku pembunuh, mas aku tidak tahu siapa kedua anak kecil di foto itu " Ketus delia.
"Jangan berbohong, kau tidak pintar untuk menyembunyikan nya" abay geram Menyuruh lauren masuk ke kamar
"Iya sayang " Lauren pergi meninggalkan delia dengan abay, lauren tahu isyarat dari lelekai itu
"Mairah andelia Gravina, hah salah maksudku nyonya mairah andelia Chandragunah, apa kau sedang menguji kuh, apa ini caramu membunuh secara halus " Ucap abay mengelilingi tubuh delia
Delia terdiam, melihat abay mengintrogasi dirinya Seakan moderator Yang ingin mengetahui segalanya secara detail
Delia tidak paham dengan perkataan abay, sungguh delia tidak mengetahui Siapa Kedua anak kecil di foto itu.
"Jawab akuuu..... " Teriak abay
Delia terdiam menatapa mata abay
Plakkkkkkk plakkkk
Darah segar mengalir di bibir delia
"Akkhhh sakit" Delia mencoba tegar ,mencoba untuk tidak menangis.walau hatinya begitu sakit
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu tidak mengetahui Nya, saya akan menjelaskan siapa yang ada di foto ini, Dengan senang hati saya akan menceritakan Dengan kau nona Chandragunah ".Abay berbicara dengan Nada Menggelegar.
Delia menundukan kepalanya mendengar Ucapan abay, membuat tubuhnya gemetar kedinginan
"Abay menjelaskan semua kejadian Yang di ingatnya mengenai Pengingatan abay, Blaa blaaa abay menceritakan panjang lebar.
"Tuan apakah perempuan kecil di foto itu pembunuh,membunuh semua keluargamu " dengan santainya delia Menanyakan itu karena abay belum memberi tahu siapa wanita di foto itu.
Haa, apa apan ini, kenapa dia menanyakan dirinya sendiri bahkan menyebut dirinya pembunuh, apa dia bukan delia yang aku temui di masa lampau , apa dia delia berbeda dengan Delia kecil itu. Batin abay bingung
"Yaa dia pembunuh, bahkan ayahnya hampir membunuhkuh, membuatkuh koma selama bertahun tahun, dan hilangnya separuh ingatan di masa lampau" Ucap abay memancing delia
"Mas siapa nama perempuan di dalam foto itu" Tanya penasaran delia
"Apa kamu sungguh sungguh tidak mengetahuinya " tanya abay dengan senyum licik nya.
Delia menggelengkan kepanya mengangkat kedua bahu dengan kedua tangan di leberkan "tidak mas, apa dia sudah di penjara mas" Tanya delia dengan polosnya.
Apa ini, apa? Kenapa dia sepolos ini, kenapa dia tidak mengetahui foto dirinya sendiri waktu kecil, Apakah dia bukan delia yang sama, apakah dia coba menutupi kesalahan nya. Abay terdiam menatap delia dengan penuh pertanyaan
"Kau sungguh sungguh "tanya abay entah keberapa kalinya.
"Mas aku bilang tidak, ya tidak " Delia berdiri hendak meninggalkan abay.
"Apakah kau sudah membohongi kuh dengan sifat polos mu untuk menipu semua orang, termaksud dirikuh ini,cih!!"
Delia terdiam mendengar ucapan abay, membalikan badanya menghamipiri abay menatap mata abay "tuan Apakah kau ingin menuduhkuh sebagai perempuan kecil di dalam foto itu, dan mengintrogasi dirikuh Karna Kau meyakini dirikuhlah seratus persen membunuh keluargamu....dan Membunuh Dirimu.... " hardick delia berbicara dari nada rendah ke nada tertinggi.
plakkkkkkk
sebuah tamparan mendarat di tubuh delia, Delia terjatuh kelantai, bedanya dia tidak menangis, hanya saja matanya memerah bibirnya berdarah untuk ke tiga kalinya
bik ija dan pak juu melihat pertengkaran mereka, mereka bersembunyi di balik tangga, mendengar dan melihat dengan mata kepala mereka apa yang terjadi antara bosnya dan istri bossnya itu, sementara Lauren memakai masker kecantikan, memanjakan tubuhnya dengan fasilitas di rumah abay yang mewah.
"Kau ingin samakan aku di foto masa kecil itu, tuan Akbar Chandragunah yang terhormat,jika kau anggap keluarga kuh memang memiliki masalah dengan keluarga anda dan anda menikahi saya karena saya adalah anggota keluarga Granvina, hah, betapa murka nya dirimu tuan, Menuduu dirikuh, dan salahnya engkau menjadikan kuh istri, Kau tahu tuan Aku ini wanita sampah dari keluargakuh,wanita pembuangan,dan kau memungutkuh menjadikan istri, wah betapa terhormatnya dirimu tuan menikahi wanita sampah, dan aku sangat tertegun dengan caramu tuan ,menikahi wanita tanpa dosa hanya karena berdarah musuhmu "
Abay menatap delia melepaskan jambakan rambutnya, "kau benar, kau memang wanita sampah, wanita tidak berguna! kauuuuu... Kauuu pembunuh "
"jaga mulutmu tuan, Bagaimana bisa mulutmu menduh dirikuh sebagai pembunuh " Teriak delia mengema seisi ruangan
"Tutup mulutmu permpuan ******, kau tahu sebuah cerita kampung asrihh dimana ada aku dan anak kecil di foto itu, anak kecil perempuan itu adalah kau.. !Kauuuuu.. Kauuuuu... "Teriak Abay sambil menunjuk delia.
Delia terdiam, bagaimana mungkin dirinya ada bersama abay, dan berarti ayah nya memang membunuh semua keluarga abay, dan dirinya benar wanita pembawa sial
"Kenapa hemm kenapa kamu diam, takut kalau rahasia mu terbongkar, takut hemmm, takut iya, takut masalah ini akan berujung ke pengadilan "kembali Abay menjabak rambut delia
"Tidak aku bukan wanita di dalam fofot itu, aku tidak bisa mengingat semuanya "Delia berbicara jujur karena dia tidak mengingat apapun
"Kau sudah tertangkap basah, masih saja melindungi dirimu sendiri, dasar pengecut! " Abay menghempaskan tubuh delia
"Tidak aku bukan pengecut karena aku bukan Wanita di foto itu,aku bahkan tidak mengingat semua kejadian Itu " Teriak Delia
"Hahaha bahkan kau Masih Saja membela dirimu, sungguh munafik dirimu " Abay membuang silvananya ke muka delia.
Delia mengelap air silvana abay di muka nya, menangis sejadi jadinya " tuan kuh yang terhormat, Bahkan kau menuduh dirikuh sebagai pembunuh, apakah kau tahu tuan, fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,kau menuduhkuh tanpa bukti sama sekali, Betapa tertegun nya dirikuh tuan, kau melakukan KDRT terhadap istrimu, aku terima tuan, bahkan jikalau kau membunuhkuh aku bersedia, Kau puas membuat hidupku hancur, masa depankuh hancur, puas! "
"Seberapa munafik dirimu nona delia, Apakah kau ingat saat kau memanggilku kakak, saat kau memanggil kuh dengan sebutan wah kakak pahlawan kuh, di saat kau terjatuh aku menolongmu" ucap abay
Akhhhhhhh delia teriak kepalanya terasa sakit
__ADS_1
"Kenapa apa kamu pura pura lupa dengan teriakan mu, bahkan kau ingat saat ayahmu mengajak kita bermain di atas gedung, saat itu aku terjatuh dan tak sadarkan diri, dimana kamu haahhh! dimana? " bentak abay
Delia memegang kepalanya, entah apa yang mebuat kepalanya sakit dengan perkataan abay" akkg.." teriak delia mengingat muka anak kecil itu "delia lihatlah bunga itu ","wah kakak hebat kakak pahlawankuh",semua isi kepala delia tentang lelaki di foto itu ,kepalanya seperti di tusuk tusuk jarum untuk mengingat semua masalalunya.
"kenapa apakah kau ingin menghindari kesalahan muu, dengan pura pura sakit kepala, kamu pikir aku kasihan padamu dengan kau seperti itu " ucap abay
namun delia tidak menghiraukan perkaatan abay,kepalanya sakit sekali rasanya ,menahan gejolak keras pada sisi otak besar dan kecilnya.
brakkkk
delia terjatuh kelantai tidak sadarkan diri.
"heiii bangun pembunuh, Aku tahu kau pura pura, heiii aku bilang bangun bangunnnn" pekik abay
abay menendang tubuh delia sangat keras "heiii bangun hentikna sandiwara mu wanita j***n"
kenapa apa dia benaran pingsang,batin abay bertanya saat tubuh delia tak berkutik
abay menghampiri tubuh delia yang tak berdaya di lantai,Dia menyingkirkan rambut yang menutupi muka delia "kau benar benar pingsang "
abay menggodong tubuh delia alah briday style, menidurkan tubuh delia di kursi belakang mobilnya, melajukan mobil ke rumah sakit miliknya sendiri kebetulan rumah sakitnya dekat dengan keberadaan rumahnya
delia telah di bawa kedalam ruangan, semua anggota rumah sakit heboh dengan kedatangan boss pemilik rumah sakit ini, dan membawa istrinya tak sadarkan diri.abay duduk di ruang tunggu dengan mondar mandir, perasaan nya tidak menentu dengan apa yang terjadi, tiba tiba ketukan pintu
tok tok
"masuk "ucap abay
ternyata seorang perawat lelaki " salam tuan, dokter sudah memeriksa keadaan istri tuan" ucap perawat itu dengan hormat
abay berjalan keluar tentunya perawat tadi mengikuti langkah kaki abay dari belakang Abay menghampiri dokter yang menangani istrinya.
"ayo jelaskan " ucap abay dengan muka datar tapi menyeramkan
"i-ya tuan,jadi seperti ini, sepertinya istri tuan Itu anuu anu tuan "ucap pak rizal bingung bagaimana mau menjelaskan takut tuanya itu marah, mengamuk dengan nya
"heiii katakanlah" Abay menatap dokter itu dengan tajam
dokter rizal menundukan kepalanya merasa mata abay menatap tajam dirinya "tuan istri tuan sepertinya Mengalami hilangnya ingatan separuh di masa lampau,karena mengalami kecelakaan sangat dahsyat,istri tuan tidak sadarkan diri karena shock dengan ingatan di masa lampau nya tuan,ada yang mengingatkan sesuatu kepadanya sehingga membuat istri tuan sedikit mengalami stres ringan " perjelas Dokter Rizal
Abay menggenggam kedua tangan nya "jadi maksud dokter istri saya amnesia " tanya abay serius
"iya tuan kejadian nya sepertinya sudah lama, hanya saja saat itu istri anda sepertinya mengami kecelakaan besar tuan membuat separuh ingatanya hilang di masa kecil"
"terus bagaimana keadaan nya "
"keadaan istri tuan baik,hanya saja dia mengalami sedikit stres tuan, dan jangan terlalu memaksakan ingatan nya untuk kembali secepatnya tuan, itu akan berakibat buruk tuan " dokter rizal menjelaskan dengan muka tertunduk.
"apakah dia akan kembali pulih dok " ketus abay
"secepatnya iya tuan,tapi jangan terlalu di paksa itu akan membuat Istri tuan semakin stress bisa bisa istri tuan lepas kendali " perjas dokter rizal menjelaskan semua nya kemudiann meninggalkan abay sendirian di ruangan nya
apa ini kenapa dia bisa mengalami amnesia sama dengankuh, apakah dia mengalami kecalakaan saat aku koma, apa dia jatuh bersama kuh saat itu, batin abay bertanya bingung dengan kejadian ini.
haiiii
πππππ
kalau kalian suka like koment and vote dukung author ya πππππ
__ADS_1