
Malam yang indah,Rembulan menampakan utuh dirinya ,sinarnya cukup membuat Bumi ini tentram.Malam yang indah tak luput dari taburan bintang yang kemerlip menemani Rembulan Malam.
Rembulan terlihat bersahabat malam ini,terlihat ramainya jelanan menjadi objek dari balkon, ramainya setiap umat yang berada di balkon, di atas gedung pencakar langit itu.Dua insan saling mencintai itu nampak sedang menikmati pemandangan yang indah,seakan tak mau kehilangan malam yang begitu efic Di Jakarta Saat ini.
Di perlikuhan jalan, nampak ramai dengan kendaraan.liku itu seperti gambaran bahwa hidup penuh liku, jika tidak ada liku-liku percayalah hidupmu tidak Asik! Jalan perlikuhan itu sudah membuktikan Bahwa liku itu tikungan tajam, berbahaya! itulah yang dialami seluruh umat manusia baik kaya, misquen, cantik, ganteng, buriq, keren,hitam ,kurus,putih,body gemoy dan body cungkring bagi Pencipta langit semesta mereka sama saja.Sama-sama di berikan liku-liku kehidupan.
"sayang" Bisik manja Abay di telinga sang istrk, saat ini ia sedang memeluk sang istri dari belakang,mereka menikmati keindahan malam ini.
"iya" saut Delia sedikit merinding saat sang pangeran membisikan kata manja di telinganya.
"sudah tidak sakit lagi hemm" tanya Abay sambil mengelus area sensitive milik istrinya, jemari itu semakin nakal di bawah gaun biru mudah yang dikenakan Delia.
Delia memegang tangan kekar yang nakal milik suaminya itu, ingin rasanya ia melengu saat ini juga ketika jemari itu masuk kedalam kain persegi tiganya."mas tanganya" ucap delia tertahan.
"kenapa hemm,kenapa tangannya sayang " tangan kekarnya telus mengelus daratan tanpa pepohonan rimbun di sana hanya ada sedikit rumput .Jari tengahnya memberanikan diri untuk memasuki hutan berumput itu.
"em mas.. jarinya jangan di situ, ihh kamu ahh ganggu saja ketika lagi menikmati malam penuh rembulan ini " ucapnya dengan tersenggal saat Abay memaju mundurkan jemari tengahnya .
"Memandangmu lebih indah dari yang lainya sayang " bisik Abay dengan suara berat.Benar saja saat ini Abay menahan sesuatu yang sedang berdiri .
"mas, udah yaa emm ki..ta lanjutkan nanti oh! aku masih ingin menikmati malam indah ini di sini emm ohh" titah Delia dengan desahan, karena ia tahu mereka akan berujung di atas ranjang meninggalkan langit malam yang indah ini.
"Baiklah" Abay melepaskan tanganya merenggangkan pelukanya, membuat Delia merasa tenang.
__ADS_1
"mas ,ihh Delia mau di bawa kemana? " tanyanya saat dia rasa Abay menggendong istri kecilnya.
"suttt,kita akan memberikan malam yang indah disini " ucap Abay sambil mendudukan tubuh delia di atas pahanya,mereka duduk di sofa Balkon
Delia yang memahami watak suaminya itu sedikit menolak "mas jika ada yang lihat kita gimana, aku malu"
"sutt mereka libur sayang " ucap Abay, sambil memakan bibir chery sang istri yang terlihat menggoda itu tanpa aba-aba.
lama kelamaan merdeka terbuai akan perasaan panas,tangan Abay bereaksi tak mau diam.tangan kanannya memegang pinggang langsing milik Delia agar tidak jatuh, tangan kirinya meremas Sekuisi kembar ,sesekali turun membelai paha mulus milik istrinya jelas-jelas bukan paha ayam.
"Mas jangan disini " bisik Delia malu, saat sadar mereka lagi berada di sofa balkon kamarnya.
"kenapa ? bukanya tadi mau menikmati rembulan" Saut Abay sambil membuka reseleting baju Delia, membuangnya kesembarang arah ternyata baju itu nyangkut di pagar besi pembatas balkon,jelas saja mereka tidak sadar.
Abay meremas dengan lembut sekuisi itu,ciuman hangat telah turun menelusuri leher jenjang delia, sesekali singgah di perbukitan "ohh mas " erangan Delia saat Abay menelusuri leher jenjangnya.
Tangannya terus berusaha melepaskan pengait bra Putih yang membalut sekuisi empuk itu, Abay melempar kesembarang Arah ketika berhasil melepas bra putih itu halhasil Bra itu jatuh kebawah tanah bukan nyangkut di tiang besi seperti baju biru muda. Mereka tidak menyadarinya. Sekejap matanya tertegun melihat dua perbukitan yang sedang menentangnya saat ini, tak ingin menghabisi waktu segera abay Masukan kedalam mulutnya secara bergantian.
"emm mass ouh" erangan Delia sambil meremas rambut Abay, tanda ia sudah menikmati permainan suaminya. Delia mengikuti nalurinya,tangannya mulai mengelus dada sang suami, jemarinya sedikit demi sedikit mengangkat baju kaus putih suaminya halhasil Abay bertelanjang Dada. Darahnya berdesir saat Abay memasukan jemarinya kembali kedalam gua berhutan rumput itu.
"mas" desah delia saat ia menikmati jemari Abay menari dengan irama maju mundur.
"kenapa hemm" Dengan suara berat Abay mengatakan " Sayang aku ingin memakanmu" delia mendesah hebat namun Abay melepaskan tanganya, seakan ia ingin agar Delia meminta kepadanya
__ADS_1
Dengan nafas yang memburu Delia merasa menginginkan sesuatu yang lebih, apalagi tangan nakal suaminya sengaja keluar di saat yang tidak tepat " mass" panggil delia saat abay masih fokus dengan perbukitanya
"mass emmm " rengek delia
"kenapa hemm" tanya abay, inilah keinginan abay, ia ingin delia yang meminta nya ,abay semakin memberi sensasi hangat dengan memajukan tubuh delia yang polos menduduki jamurnya yang sudah tegang di bawah boxer.
merasakan ada benda yang berdenyut di area miliknya, Delia semakin tak tertahan sehingga ia melupakan perkataanya tadi saat menolak keinginan Suaminya ternyata dia sendiri yang menginginkanya "mas ouh aku ingin dirimu " ucap delia sambil menahan sesuatu di bawahnya
"ingin bagaimana sayang? " Abay ingin delia mengatakan yang diinginkanya, saat ini pun ia juga menginginkan miliknya diremas oleh tubuh istrinya yang sekarang membuatnya candu
"aku ingin kau memasuki kuh " ucapnya dengan menggoda
mendengar itu segera Abay mengeluarkan jamur milikya tanpa membuka boxer terlebih dahulu, Delia pun menolong saat jamur itu akan memasuki tubuhnya, ia benar benar menginginkanya, hingga deruh suara mereka mengiringi malam yang indah, malam penuh bintang.Seakan mereka merayakan malam rebulan ini.
"mas Delia uhh" desah delia saat Abay menidurkan tubuh Delia di sofa balkon
" tunggu mas sayang " mempercepat permainanya
" mas delia, ga tahan lagi " ucapnya di bawah sana ,entah berapa kali ia mencapai puncak ketinggian yang sangat nikmat, rasanya mereka tak ingin mengakhiri malam yang penuh keindahan ini. mereka terus melanjutkan malam indah yang tak berkunjung selesai. sampai akhirnya mereka masuk kedalam kamar melanjutkan lagi aksinya.
*****
haii haii 😚 tinggalin jejak kalean Gerz 🙏🍭
__ADS_1