Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Di luar kendali 2


__ADS_3

Waktu tak terasa berjalan dengan begitunya saja, Waktu yang menunjukan betapa kerasnya perjalanan hidup.60 hari telah berlalu, tapi kenapa? Kenapa waktu ini berjalan sangat perih? Kanapa?


Abay berjalan memasuki lorong rumah sakit, dengan membawa bunga mawar pink di tangan kanannya, di tangan kirinya memegang paper bag coklat.ia tampak seperti orang yang tak berdaya, Manusia yang hidup, tapi aura nya telah mati! Seperti itulah kondisi dia sekarang


Setelah delia diponis koma,Akibat kecelakaan yang begitu Dahsyat, Membuat seorang CEO itu seperti Manusia hidup tapi tak bernyawa.


Sesampainya di depan ruangan delia ia memasuki ruangan itu menaruh bunga mawar pink di anatara 59 bunga mawar yang ia bawa setiap pagi untuk menemui istrinya yang lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit itu. Ia menaruh dengan sangat terlatih dan mentahtah sangat cantik, bunga yang ia rangkai dari hari pertama delia koma.


"Hemm 60 bunga mawar cantik, kali ini aku mebawakan bunga mawar pink sama dengan 20 hari yang lalu, Baiklah bunga ini melambangkan satu tahun pernikahan kita,Aku harap 60 hari ini kamu akan ada di sampingkuh " ucapnya dengan menyusun bunga mawar itu.


Tubuhnya meranjak tegap, Sekarang Dia Sudah Ada di hadapan istrinya. Setiap harinya abay melihat tubuh istrinya yang tak memilki banyak daging itu, Tubuhnya kering, pucat pasu, Tak berdaya, dengan berbagai alat di sekujur tububnya.


Perlahan abay mengecup pipi sang istri


" selamat Hari pernikahan yang ke 1 tahun sayangkuh, Ohh iyaaa aku lupa memberikan ini kepadamu, aku mebawakan sepotong kue coklat yang manis, emmm ini sangat harum sayang, Apakah aku boleh menyuapimu? " ucapnya dengan mengeluarkan paper bag berisaikan sepotong kue coklat


Dia mingidupkan lilin kue itu "sayang lihatlah cahaya ini, Mari kita tiup Lilinnya busssssss... " abay meniup lilin itu dengan hembusan nafas yang lembut


"Horeee.. Selamat hari pernikahan selama satu tahun sayang, aku mencintaimu sangaaat mencintaimu... Sayang bangunlah Aku ingin kau menyuapikuh kue ini, aku mohon bangunlah sayang jangan tidur terlau lama, aku mohon setidaknya bangunlah sayang," tak terasa cairan bening di pagi hari jatuh kepipi delia, Setiap hati selalu seperti ini, setiap kali dia menatap istrinya, setiap kali teringat akan kejamnya dirinya dahulu


"Baiklah baiklah.. Kau tak mau bangun bukan, hemm jadi kue ini aku makan yaaa, eummmmm, sangat lumer aku menyukainyainya sayang" abay memotong kue itu dan memakannya, tapi tak luput dengan deraian air mata

__ADS_1


"Sesuap lagi sayang, ini aku tinggalkan di sini yaa, aku mau Pergi kerja dulu,Malam nanti aku janji akan kesini lagi menemani mu tidur di sini, " ucapnya dengan menghapus air matanya, berdiri meninggalkan istrinya yang tak berdaya itu


Flashback on


5 jam setelah Oprasi, dokter pun keluar dari dalam ruangan itu.


Abay yang tak sabaran dengan keadaan istrinya bangkit dengan seribu kekuatan "dok dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya nya dengan muka yang tak dapat di ilustrasikan


"Oprasinya berjalan lancar, " Ucap sang dokter perempuan itu


Abay menghirup udara membuangnya dengan talaten, "dimana istri saya? Saya ingin menemuinya " ucapnya Tegas


Abay berhenti dengan langkahnya menatap tajam dokter itu, matanya memerah "tapi kenapa " ucapnya dengan tatapan siap memangsa orang itu


Dokter perempuan itu menunduk takut dengan tubuh yang bergetar amat dahsyat "kami sudah berusaha semaksiamal mungkin tuan, oprasi nya berjalan lancar, Ta-tapi is-tri tuan akan tidur selama yang dia mau, karena istri tuan mengalami trouma yang Begitu kuat di dirinya sehingga membuat istri tuan enggan untuk membuka matanya " dengan gemetar dokter perempuan itu memberi tahu keadaan sesungguhnya.


Brukkk abay jatuh ke lantai sontak membuat marco dan toni yang panik dengan keadaanya


"Pergiiii kalian semua tinggalkan aku sendiri di sini" titah nya dengan deraian air mata tubuh yang terduduk di lantai Rumah sakit,seakan merengek untuk dinkasihani tapi bukan itu yang dia inginkan


"Broo lu ha... " ucap marco, dan toni yang terpotong

__ADS_1


"Pergi kalian " ucap abay memotong ucapan kedua sahabatnya itu


Marco dan toni beserta suster suster dan dokter yang ada di ruangan itu pergi meninggalkan abay seorang diri,bukan tidak peduli tapi karena perintah dari abay sendiri. Perintah abay yang tak berani di tolak dengan mereka seakan tahu apa Yang terjadi jika tidak di patuhi.


*Untuk ketiga kalinya aku meraskan hal yang amat sakit, Kenapa harus terjadi dengankuh? Kenapa bukan mereka yang ada di luaran sana? Apakah kah tidak cukup untuk mengambil semua orang yang aku sayang, apakah ini balasanmu untukku yang mengacuhkan bahwa semua ini pemberian mu? Dan mahakuasa mu? Apakah ini dosahkuh terhadap istrikuh sendiri? Apakah ini Yang dinamakan penyesalan selalu berada di akhir? Jika yaa? Aku meraskannya.


Apakah ini hukuman untuku? Yang telah lalai dalam ajaranmu! Yang tidak mematuhi laranganmu, membuat orang lemah semakin melemah? Apakah ini hukuman bagi dirikuh yang terlalu arogan? Apakah ini bentuk dari kekerasan yang pernah aku lakukan dengan seluruh manusia yang takut dengankuh? Yaa allah maafkan dirikuh


Aku mengaku salah di hadapanmu, maafkan dirikuh yang begitu arogan, melalaikan perintahmu,Sehingga setiap orang yang kusayangi menghilang, yaa allah hampuni dosa hamba, beri hamba kesempatan untuk menembus semua dosa yang hamba lakukan, beri kesempatan kepadakuh untuk memberikan kebahagian dengan wanita yang tak sadarkan diri di ruangan itu yaa allah.


Aku sadar yaa allah, aku hanya manusia biasa, selama ini aku salah memanfaatkan harta pemberian mu, aku tidak bersyukur, aku membuang uang itu dengan semaukuh,Sifatkuh selama ini memang salah, aku mengaku akau salah di hadapanmu yaa allah.


Tolong.. Berikan aku kesempatan*


Batinnya, dalam setiap tangis sesegukan di lekukan kedua lutunya ia menumpahakan cairan bening yang mengganjal dihatiny.


menyesali semua kelakuan dirinya sendiri selama ini, seakan lupa siapa dirinya Siapa dia? Dia melupakan derajat nya sebagai orang terpandang. Dia hanya menangis sesugukan di ruangan itu, Tapi satupun tak ada yang berani Memberi perhatian karena dia terkenal arogannya.


Ia bangkit, ia membasuh muka nya dengan air wudhu, kemudian dia berjalan ke arah mushola,untuk pertama kalinya setelah kepergian keluarganya ia kembali melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim


Ia masuk segera melakukan kewajibannya, memohon ampun, dan berjanji akan menembus dosa dan berikthiar .

__ADS_1


__ADS_2