Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Penculikan


__ADS_3

langit yang semulanya gelap, sekarang telah tergantikan senja sore yang begitu cantik. Senja yang tak terduga datang begitu saja setelah terjadinya badai. Percayalah. Setelah kelam pasti akan ada fajar yang begitu cantik.


Sekarang keluarga Chandragunah sedang melakukan sholat maghrib berjamah. Memang kedatangan Delia di keluarga Chandragunah membawa perubahan yang begitu besar. Buktinya saat ini mereka sedang mengadakan sholat berjamah, mengaji, berbagi dan lain sebagainya. Dahulu mereka sering mengabaikan sholat, jangankan untuk mengaji, sholatpun mereka abaikan.


Setelah melakukan kewajiban umat muslim. Nampaknya mereka sedang menikmati hidangan sedap di meja makan yang di siapkan bik ninik dan bik ija.


"Sayang, Tadi tidak kehujnan kan? Mama bawain kamu payung kan? " Tanya Abay posesive.


"Iya Mas. Mama bawa kok. " Ucap Delia Sambil menuangkan Nasi kepiring suaminya


"Dasar posesive. " ketus Papa hendra. Yang di acuhkan saja oleh Abay.


"Gimana tadi Nak? Lancar kan acaranya? " tanya Kakek Adijaya Sambil menikmati Sup.


"Iya Pa alhamdulillah lancar. "Ucap Kiran sambil tersenyum.


"Oh ya Yang, kemarin Mama nemuin kacamata putih kan? " Hendra mengingatkan seutas Bra yang di temukan oleh istrinya saat mereka baru pulang dari Surabaya.


"Ohh iya,Mama baru ingat xixixi."


Nampaknya kiran sudah mengetahui siapa pemilik Bra putih itu.Alasanya saat ini adalah dia ingin mengetahui detail kenapa bra itu bisa ada di taman?.


"Kacamata? " Tanya kakek Adi heran. Sedangkan Delia dan Abay tak pedulih, mereka asik menikmati makanan yang sesuap memasuki tenggorokan mereka.


"Iya Pa, waktu Kita pulang dari Surabaya, Mama kan keliling taman rumah kita tuh kan. Terus mama nemuin benda putih seperti kacamata xixixix... " perjelas Kiran sambil cekikikan begitu pula dengan Hendra. Sedangkan kakek Adi mengkerutkan dahinya.


"Uhukkk.. Uhukkk.. " Delia dan Abay kompak terbatuk saat mendengar penjelasan Mama Kiran.


"Minum Dulu, kalian kenapa bisa kompak gini Keselek nya? " Aneh Kakek Adi sambil menyodorkan Minuman.


"Terimakasih kek, emm ituu.. " Ucap Abay bingung


"Jangan-jangan kacamata putih itu punya menantu Cantik ku yaa. " Ketus Kiran sambil melirik Delia yang sudah jelas kelihatan sekali mukanya seperti udang rebus.


"Uhukkk.. Uhukkk.. Bu-kan ma. " Ucap Delia sambil mengambil minum yang di berikan suaminya


"Ingin sekali rasanya aku menjadi Ironman saat ini juga. " Batin Delia


"Mau taruh dimana muka ku ini ohh tuhan. tidak aku harus segera pergi bersama Delia sebelum Mama semakin menjadi-jadi. " batin Abay

__ADS_1


"Sayang kamu capek tadi kan? Ayo kita istirahat. " Tanpa menunggu jawaban Delia, Abay mengangkat tubuh mungil istrinya itu menuju Anak tangga.


"Cucu kuh, makanannya belum Habis.Heii.. Habiskan dulu! " Teriak sang kakek


"Iya kek besok kami akan makan lagi. " imbal Abay sambil berlari menaiki anak tangga tanganya membawa beban tubuh istrinya.


"Mas aku malu, tapi aku lapar. " ucap Delia ketika mereka telah sampai di dalam kamar.


"Suutt.. Kelak mas bawakan makanan. " ucap Abay sambil mencium kedua pipi istrinya.


"Huhhh... Ini semua salah mas, kenapa mas lempar kebawah itu bra nya. "


"Kok salah mas shi, kan mas gaa tahu sayang, " tuan ferguso kita tak mau disalahkan rupanya.


"Emmm yaa! Terserah mas, Delia mau tidur."


"Eee tunggu bagaimana kita membuat Anak yang banyak sayang? " ucap abay sambil mengedipkan mata kananya. Tanda menggoda.


"Gaaa! "


Tanpa Aba-aba Abay mulai ******* lembut bibir seksi sang istri.awalnya Delia menolak, Namun, karna kepandaian Tuan Ferguso kita dalam hal panas memanas, akhirnya Delia Luluh. Tanganya mulai menjalar keseluruh tubuh milik istrinya. Lidahnya tak mau kalah, lidah itu bermain di ceruk leher istrinya.


"Mas, udah yaa.. " ucap Delia, namun terdengar menggoda di telinga Abay.


Abay menghentikan Aktivitasnya. Sembari menatap mata Delia "ini Hukuman untukmu istri kecilkuh karena sudah menyalakankuh. "


"Hah hukuman? "


"Ya. " ucap Abay kemudian berlalu kedalam kamar mandi. Untuk menyelesaikan hasratnya. Sedangkan Delia merasa aneh mendengar ucapan Suaminya.


*********


Pagi ini Delia Dan Abay pergi Ke tempat pembangunan Butik baru untuk Delia. Sebenarnya bukanlah bangunan baru melainkan bangunan lama yang di renovasi ulang. Delia merasa bahahia sekali bisa dibuatkan Butik baru oleh suaminya.


"Sayang. Kalau mas tinggal ke kantor tidak masalah kan? " tanya Abay sambil memegang pinggang ramping sang istri


"Mas mau ke kantor? " tanya Delia sambil menundukan kepala, padahal Ia berharap akan ditemani oleh suaminya saat melihat bangunan ini kelak. Tapi keinginan nya itu harus ia kubur karna sang suami harus pergi ke kantor.


"Iya sayang,Mas ada meeting, Marco tak bisa menangani masalah ini, hari ini mas akan bangun proyek baru sayang, tak masalah kan? " ucap Abay sambil mengelus pipi Chuby istrinya.

__ADS_1


"Ya mas. Tak masalah. " ucapnya senduh, karena ia berharap sang suami akan menemaninya.


"Terimakasih sayang. Nanti kamu akan di kawal sama mang ujang oke. Mas berangkat dulu muah. " ucapnya sambil memeberi kecupan diseluruh muka Delia.


"Hati-hati mas. " ucap Delia Sambil melambaikan tanganya saat mobil milik suaminya berjalan pergi meninggalkanya.


"Mari Nonya Saya antar. " ucap Mang ujang setia mengawal Delia. Namun Delia menolaknya.


"Tak usah mang. Biar Delia jalan sendiri. Mending mang ujang liat di sebelah sana. " ucap Delia sambil menunjuk gerombolan orang sedang mendekor interior.


"Baiklah non. Tapi kalau ada apa-apa cepat hubungi saya non. " ucap mang ujang


"Baiklah mang, Aman. " ucapnya, sambil berlari memasuki taman Belakang interiornya.


Delia melihat tanaman di belakang bangunan tua ini sedikit rusak. Karena timbunan pasir dan bebatuan coral untuk merenovasi ulang. Delia duduk di bawah ayunan yang terbuat dari bekas ban Mobil truck yang tak terpakai lagi, sehingga menambah kesan bahwa rumah ini sudah tua. Delia mengamati setiap sudut belakang halaman ini. Yang ia yakin sebentar lagi akan tersulapkan menjadi Bountique dan kafe milik dirinya.


Saat Delia sedang menikmati Udara disekitarnya tiba-tiba ada tangan kekar yang menutup mulut dan hidungnya dengan saputangan. Delia tak bisa melawan karena dirinya pun tak kuasa untuk menutup matanya. Saputangan itu telah di beri obat bius sehingga Delia tak sadaekan Diri.


"Hallo bos, kita mendapatkanya. " ucap pria bertubuh kekar yang sedang duduk di dalam mibil.


"Bagus, lakukan rencana berikutnya. " ucap wanita disebrang sana.


~Bersambung~


Like 👍


And


Coment


Like


And


Coment


Like


Like

__ADS_1


Coment


Tinggalkan jejak kalean🙏


__ADS_2