
"Mas aku bisa jelaskan semuanya Mas. Maafkan aku mas.kumohon. " Delia memegang tangan kekar milik suaminya, yang sejak tadi menarik tanganya secara kasar.
"Mas. Kau menyakitikuh mas. " Teriak ulang Delia. Namun Abay mengabaikanya. Tangan nya terus menarik tangan kecil milik Delia agar segera memasuki kamar Hotel yang dia pesan tadi.
"Diam!. "Aura kejam itu kembali menghampiri setelah kecemburuanya dan kesalah pahaman semata.
"Hikss.. Mas sakit. "Delia hanya bisa pasrah. Dengan keadaan seperti ini ia mengabaikan banyak orang yang melihat mereka.
Brugggg
Abay melempar tubuh Delia kasar.
"Buka bajumu!. " emosi tuan Abay kali ini kembali seperti 3 tahun silam, dimana ia kembali berlaku kasar kepada Delia.
"Auuu.. "Delia hanya bisa meringis, tubuhnya meringkuk di sebuah ranjang putih milik Hotel ini.
Perlahan Abay mendekati Delia, matanya menatap tajam kearah mimik mata Delia, matanya sedikit memerah.Terlihat jelas jika Abay menahan amarahnya. "Katakan bagaimana pria itu memuaskanmu, disini! Apa disini, disinii haaa!! KATAKAN! " Abay menunjuk Dada Delia, bibir ranum milik Delia dan bagian tubuh sensitive milik istrinya itu.
Delia hanya menggelengkan kepalanya, tubuhnya gemetar hebat saat melihat suaminya berubah kejam hanya karena kecemburuan dan kesalah pahaman. Air matanya tak terbendung lagi menahan rasa ketakutan ini.
Breekkk... (Anggap saja bunyi baju robek)
Abay merobek baju milik Delia secara kasar. Tanpa memikirkan sang pemilik tubuh ia coba melepaskan semua pakaian yang tersisa di tubuh Delia..
"Mas kumohon jangan lakukan ini hikss... Hikss.. " Delia pasrah, namun mulutnya terus memohon. Untuk apa dia melawan jika akhirnya dia juga yang kalah. Karena kekuatan suaminya tak dapat di pungkiri lagi.
"Diam.beginikah Lelaki Penge-cut itu menyentuhmu haa!! " Bentak Abay sambil menyesap kuat gunung kembar milik istrinya
"Auu mass, a-ku bisa jelaskan semuanya Mas. KU-mohonn mas hentikan.. Hikss ka-u menyakiti ku mas.. " Rintihan Delia saat merasakan permainan kasar suaminya. Air matanya tak kunjung berhenti, ini pertama kalinya suaminya bermain kasar padanya.
"Apakah seperti ini haaa!" Ucap Abay sambil memasukan miliknya secara brutal. Bohong jika Delia tak merasakan nikmatnya. Namun ia sakit hati saat suaminya sendiri melakukan secara kasar. Bukan seperti ini yang dia mau.
"Apakah miliku tak dapat memuaskan mu haa!! Sehingga kau bermain dibelakangkuh. " Abay menarik dagu Delia mencengkramnya dengan kasar. Mimik matanya menatap tajam kemata ranum sang istri yang sudah banjir dengan air mata.
"Mas. Hikss.. Hikss aku bisa jelaskan semuanya. " ucap Delia lemah, karena ia merasakan rasa sakit yang teramat sakit di area miliknya saat abay menghujaminya dengan permainan kasar.
__ADS_1
Abay merasakan ada cairan aneh yang mengalir diarea miliknya saat menghujami permainan secara kasar kepada istrinya. Dilihatnyalah Darah segar mengalir begitu deras dibawah sana. Abay menghentikan permainannya. Ia memeluk tubuh Delia. Air matanya bergulir membasahi kepala istrinya.
Tak dapat dipungkiri lagi rasa sakit yang di rasakan itu seola menjalar keotaknya memberikan signal kesakitan yang luar biasa saat Abay melepaskanya secara perlahan. Senyap-senyap pemandangan Delia buram. Lama kelamaan menjadi gelap . Ia tak dapat lagi mendengar suara Suaminya saat memanggilnya. Tangan kekar suaminya mendadakan dimatanya seola memberi signal untuk bertahan, namun Delia tak bisa merasakannya lagi.Alhasil Delia tak sadarkan diri.
******
Flashback on
Setelah Pak ujang melaporkan hilangnya Istri tercinta Tuan Ferguso. Sudah mengguncarkan kehebohan. Abay mengumpulkan kembali GOLPATENG. Seluruh annggota berpencar mencari keberadaan Delia. Begitu juga Dengan Abay.
"Cepat Atau aku akan membunuhmu. " Abay menarik kerah kemeja Marco yang sedang melacak keberadaan istri Tuan ferguso ini.
"Sabar Ba-ngsad, jika aku mati. Aku pastikan kau tak kan pernah mengetahui keberadaan istrimu! Dasar Bedebah! " Umpat Marco sambil mendorong tubuh Abay
Marco kembali berkutik di laptop. Ia terus menjelajahi keberadaan Delia. Sedangkan Abay sibuk menghubungi para Anggota yang tidak Datang untuk Mencari istrinya.
"Dapat. " Marco mengucapkan dengan lantang. Mendengar itu, segera Abay mengancam Marco.
"Katakan dimana istrikuh, cepat! "
"Dasar Bos tidak sabaran! Huh. "Umpat Marco. Kemudian menenteng laptop yang akan dilacaknya saat dijalanan kelak.
Setelah Sampai di Hotel tua yang kelihatan sepi. Mata Abay tak kunjung menantap tajam orang yang berlalu lalang. Walau hanya satu atau dua orang yang lewat.
"Dimana istrikuh! " bentak Abay kepada wanita yang sedang melayani perempuan muda dihadapanya.
"Maaf tuan,maksud tuan apa? " tanya wanita bersanggul itu. Wanita itu adalah pramugari yang akan memesan kamar dihotel ini.
"Cepat katakan dimana kau menyembunyikan istrikuh. "
Marco yang melihat itu, segera menarik paksa tangan bos kejam yang sedang memarahi wanita tak berdosa disana.
"Lepaskan!"
"Ayo ikut aku kekamar istrimu. " Ucap Marco terus terang, Marco yakin setelah mengucapkan kalimat istri pasti Bosnya itu akan menurut.
__ADS_1
Ceklekk
Pintuh nomor 701 terbuka, karena hotel ini hotel kuno yang masih menggunakan model pintu model lama bukan modern. Pintu itu juga tak terkunci.
Betapa terkejutnya Abay melihat istrinya Sedang di jamah oleh sosok lelaki bertubuh besar, istrinya pun terlihat sedang memeluk leher lelaki itu.
Lelaki itu adalah Retno ya Retno. Retno yang sedang berada di atas tubuh Delia. Ia berusaha untuk membuka paksa baju Delia. Namun niatnya harus dibatalkan karna ia melihat sosok dua Lelaki yang akan menyerangnya.
Marco membaku hantam Retno tanpa ampun. Sedangkan Delia dibawa oleh Abay secara Paksa.
"Kau menghinatikuh. Berani sekali kau! " Abay mendorong tubuh Delia agar memasuki mobil miliknya.
"Mas aku bisa jelaskan semuanya. Itu tida-k seperti yang kau lihat Mas. " Delia memegang tangan kekar sang suami yang sedang membawa mobil diatas kecepan 200 km.
Abay tak mengubris perkataan Delia. Hatinya sakit sekali saat orang yang dicintainya telah mengkhianatinya. Amarah yang ada di dadanya rasanya ingin ia lampiaskan saat inj juga.ingin sekali ia menampar pipi mulus istrinya itu. Namun ia tak bisa melakukannya.
"Turun. " Pinta Abay dingin, kelihatan sekali jika Abay menahan Amarah yang kian meledak
"Mas, Kumohon dengarkan penjelasan kuh mas hikss.. Itu tidak seperti yang kau lihat mas. Hikss.. " Delia enggan untuk turun dari mobil suaminya.
"Turun. Aku bilang Turun. " Ucap abay mengulang lagi kalimatnya. Kali ini ia membentak Delia.
"Mas. Kumohon dengarkan penjelasankuh mas.. "
Abay yang kesal dengan penolakan Delia. Segera ia tarik tangan itu secara kasar untuk memasuki lobi hotel. Semua mata memandang kearah mereka. Namun , yang di jadikan pusat perhatian tak menghiraukanya. Abay terus menarik Delia sampai kedalam kamar hotel miliknya.
********
Jangan lupa tinggalkan Like. Koment. Kalian
Sebagai tanda suport kalian untuk author ya gerz
Ohh iya author ingin mengucpakan terimakasih yang sebesar besarnya untuk kalian yang telah suport auhtor selalu. Terimkasih gaiss๐๐๐๐ค๐ค
Lfy๐
__ADS_1
Tetap dukung author ya guys๐๐๐