
Flashback on
Calling is momy..
"Hallo Mom. Why? " Saut pemuda tampan yang sedang sibuk mengutak atikan laptop di hadapanya
"Caritahu, wanita yang kamu ikuti tadi "
"Alright, Mom. "
"Jangan sampai Delia di temukan suaminya. "
"Tante Delia? Why? " Tanyanya bingung saat mengetahui misinya kali ini, dirinya memang detektif, tapi kali ini berbeda, kasus yang menimpahnya melibatkan dirinya sendiri.
"Cepatlah Nak. " Bentak lembut, yang kedengaran dari dering telpone itu.
"Apapun untuk Momy. " Ucap Joy dengan lesu.
Beberapa hari yang lalu. Joy, seringkali mengikuti langkah kaki Delia,beserta orang sekitarnya. Mulai dari pergi ke tempat pembangunan butik, ke kantor suaminya,dan lain sebagainya.Hari ini, Joy. Mengikuti Delia ke kantor suaminya. Joy,menunggu di sudut jalan agar tak kelihatan mencurigakan. Setelah beberapa menit menunggu, Joy di kajutkan, saat melihat targetnya berderai air mata, Matanya melihat Delia menaiki sebuah Taxi, tak ingin ketinggalan,segera ia ikuti Taxi yang membawa targetnya itu. Joy yang sangat handal dan pintar, tentu saja dengan sejutawan cara ia lakukan untuk mengetahui kenapa Delia Menangis?, Dan ya, dalam hitungan Menit, Joy berhasil menemukan titik masalah yang terjadi pada targetnya.
Kemacetan yang membuat dirinya harus kehilngan jejak Taxi yang membawa Delia. Namun Joy, tak habis akal,segera ia pacuhkna gas memecahkan jalan sempit guna mengejar Taxi incaranya.Tibalah, Joy di sebuah gang Desa terpencil yang amat sepi. Matanya terus mencari Taxi, seputaran Desa telah ia putari, namun hasilnya, nihil!.
Joy yang frustasi, Memberentihkan Mobil canggihnya di bawah trotowar jalan, "akkkkk!!! Siall!! Siall!! " Tanganya memukul stir mobil akibat kesal.
"Tunggu, kenapa wanita itu pingsan di jalanan,shit! Itu targerku. " Ucapnya Sembari keluar Mobil dan langsung membopong Delia memasuki mobilnya.Mobil itu terus berjalan mencari rumah sakit, namun ini Desa, yang ada hanya Puskesmas dan kelinik, Alhasil, Joy membawa Delia ke kelinik terdekat.
"Tante, bertahanlah. " Ucapnya sambil menggendong tubuh mungil Delia, beruntung Delia berpostur tubuh minim, sedikit memudahkn Joy untuk membawanya.
__ADS_1
"Tunggu di sini. Kami segera memeriksanya. " Ucap suster wanita. Yang di setujui oleh Joy.
Jey dan Joy, Memiliki Nama Asli Jeny Dan Jony, Dua saudara kembar yang tak seiras. Kedua saudara ini masih menduduki kelas 2 Sekolah Menengah Atas(SMA), Walaupun di katakan masih di bawah umur, jangan meremehkan mereka, terutama Joy. Joy pemuda terhandal dalam bidang Komputer, ia bisa melacak seseorang, menciptakan Aplikasi, Gamers terbaik, Hacker kelas kakap, dan juga seorang detektif di usia yang terbilang muda.
Sebenarnya, Joy bersikekeuh untuk tidak menjalankan keinginan Momynya ini. Tapi apa boleh buat? Perintah Orang tua harus di patuhi, mau tidak mau Joy selalu menuruti keinginan Momy dan Papy nya.
Tinggg.. Bunyi pesan masuk di ponsel miliknya.
Joy. Bawalah Delia ke Australia bersama Kalian, hilangkan jejek kalian oke. " Sebuah pesan singkat, Namun berhasil membuat Joy panas dingin dibuatnya. Bagaimana tidak? Waktunya tinggal sedikit, salah sedikit maka jejak mereka akan di ketahui oleh Suaminy, Delia.
"Akhhhhh... " Ucapnya Frustasi, Tapi ia tetap tegar dengan laptop di hadapnya saat ini, tak lupa, ia juga menghubungi orang kepercayaannya untuk membantu dalam menangani masalah ini.
Sejam kemudian, Semua jejak telah di hilngkan, begitu pula dengan keadaan Delia yang mulai membaik, beribu cara ia meyakinkan pada Delia, bahwa dirinya bukan penjahat, bukan pula penculik. Butuh waktu beberapa menit untuk membuktikan bahwa dia bukan PENJAHAT!.
"Huhh... Syukurlah, tante percaya padaku, Kalau begitu, aku akan membantu tante hilang dari masalah ini, yaitu ikut denganku ke Australia. " Ucap nya to the poin, Joy bukan lelaki yang mudah basa basi.
"Baiklah, jika aku di culik di tanganmu, akan ku pastikan akam menekan nomor polisi ini. " Ucap Delia yang masih ketakutan.
Semenjak Itulah, Delia dan Joy pergi ke suatu Negra, yaitu Australia. Sedikit Aneh bagi Delia, tapi inilah pilihanya, mengikuti pemuda yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu. Ada rasa was was di dalam dirinya sendiri.
Flashback off
Palembang
Sejak beberapa Bulan yang lalu, Meta di kejutkan dengan berita yang ia dapatkan dari sahabtanya Sintia dari pulau jawa.Bukan kabar yang baik, bukan pula kabar kemenangan, melainkan kabar yang sangat buruk. Yaitu Mama Sisi di penjara, akibat kasus persitusi yang di lakukanya. Sakit sekali hatinya saat mengetahui Mamanya di penjara atas kesalahan Mamanya sendiri. beberapa minggu yang lalu Meta izin untuk pulang ke Jakarta, guna menjenguk Mama Sisi di dalam penjara.
Anak mana yang tidak kecewa, jika Ibunya sendiri bermain dengan lelaki hidung belang demi mendapatkan uang. Sejak kepergian Papa Askah,kehidupan Meta berubah drastis, kenapa dirinya yang harus bekerja sendiri untuk makan seharinya di kota Palembang ini? terbelum lagi biaya kost dan Kulia yang dia tanggung sendiri.
__ADS_1
"Meta? Akhir-akhir ini kau terlihat diam? Kenapa? " Tanya Dokter Toni, tentu saja bisa membuat hati Meta meleleh, beberapa minggu lalu dirinyalah yang selalu tebar pesona di depan Dokter Toni.
"Hemm, Tidak. " Ucap Meta cuek, Bagaimana pun, dirinya tak ingin terbilang berlebihan saat mencintai lelaki.
"Kalau ada masalah ceritalah padakau.Aku tahu kau ada masalah.Apa salahnya jika kita menjadi teman curhat. " Ucap Toni datar. Ada rasa sakit yang di dapatkan Meta. Tentang teman securhatan, kenapa tidak lebih dari teman saja? Batinnya.
"Terimakasih dok, tapi saya rasa itu tidak perlu," elaknya untuk menghilngkan rasa sakit yang semakin bertambah ini.
Dokter Toni yang mulai nyaman saat berada di samping wanita cantik ini. Dirinya tahu kalau Meta menyimpan perasaan untuk dirinya, tapi dia tak bisa melupakan Delia. Bahkan dirinya sempat mabuk di club hanya karena merindukan Delia. Tentu saja yang membantu dirinya saat itu adalah Meta.
"Delia, aku merindukanmu, kenapa kau tak merindukanku? " Ucapnya di sela meminum sesuap anggur.
Blurrr... Hati Meta terasa tersiram air panas,Hatinya begitu sakit, saat nama kakak nya di ucapkan oleh lelaki yang dia cintai selama ini. Tapi dia tetap menghentikan Dokter Toni untuk berhenti meminum alkohol.
"Cukup! Jangan sakiti dirimu hanya karena cinta. " Ucapnya sambil berderai air mata,Tak lupa dia juga membopong tubuh Toni menuju ke sebuah kamar mandi Di Bar ini.
Blurrrr....
Blurrr...
"Sadarlah Dokter toni, hanya karena cinta kau tega menjadikan dirimu seorang pendosa, aku tak pernah menyangka kalau kau begitu bodoh karena cinta! apalagi orang yang kau cintai tak mencintaimu, miris sekali, nasib yang sama denganku, hanya saja aku tak berlebihan dan tak menjijikan seperti dirimu ini. " Ucapnya dengan berderai air mata, kemudian meninggalkan Toni seorang di dalam toilet dengan keadaan basah kuyup.
Semenjak kejadian itulah, Toni menyadari jika Meta begitu cinta padanya, beberapa hari setelah itu, dia tak pernah lagi berdekatan dengan Meta. Baru hari inilah dia mencoba membuka pertahanan yang ia bangun sendiri. Tapi, Respon Meta berbeda dari sebelumnya.
"Sudahlah, aku harus memeriksa pasien di sana. " Ucap Meta, yang langsung meninggalkan Toni seorang diri di kantin Rumah Sakit.
*******
__ADS_1
Hai gaiss 😚😁
Tinggalkan jejak❤