Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Jamur Apa Jamur


__ADS_3

"Kemana Dompetku yaa " Marco memerikasa setiap Saku Celananya, Memeriksa Di kolom meja, lantai dan lainya


Setelah beberapa Saat mencari, otaknya kembali mengingat sesuatu "ohh iya di ruangan Abay " Marco Menaiki lift menuju ruangan bosnya


•••••••••••••••••


Akbar meletakan Lembut Tubuh Delia Diatas Kasur Putih, empuk,Kemudian Ia Mulai mencium Mata Bulat delia, Membelai pipi Chuby milik istrinya, Mencubit gemas Istri kecilnya.


"Mass, Jangan di situ mas, Geli " Erangan Kecil delia


"Kenapa hmm? Nikamati Saja Sayang " Abay melanjutkan Aksi di Gunung kembar,ia memberi banyak Tanda Di sekujur Gunung itu, menggigit manja Titik gunung itu, Menjilat, Mengecap, Sehingga sang empuh mengelinjak tak karuan, Suara erotis Yang di kekuarkan Begitu Menggoda.


Abay semakin semangat,Semangat Seprti Meraih Kemerdekaan, gejolak Birahinya sudah di tingkat Maksimal seseorang lelaki.


Abay Membuka Jasnya sendiri, Kemudian Membuka Baju Kemaja putihnya, Ia buang ke sembarang arah. Ia menindih tubuh kecil sang istri. Membelai Lagi dan lagi.


Marco memasuki ruangan boss Egois nya, betapa terkejutnya Marco Saat mendengar Suara Erotis Dari Ruang istirahat sang Boss yang terbuka Sedikit. Marco memberanikan diri, melangkah perlangkah Menuju pintu yanh terbuka sedikit, Matanya mengintip di celah Pintu terbuka itu.


Muka Marco Merah Pasi, Pucat seketika melihat Boss dan Delia nya yang lagi anu anu, Marco meninggalkan Ruangan dengan berhati-hati, Kemudian Menutup pintu tanpa Suara"huhhhhh... Mata ku ternodai, jiwa Jomblo ku meronta-ronta, akhh.. satu lagi dompetkuh ketinggalan lagi, ahh.. sudahlah biarkan saja dompetku disana, daripada jiwa jombloku meronta-ronta"


Sedangkan di dalam ruangan Kecil itu, Dua insan Yang saling mencumbu satu sama lain, Memberi kehangatan saat cuaca di luar yang amat dingin, gemuru petir. Tanpa adanya penghangat ruangan kecil itu semakin memanas di iringi Erangan mereka.

__ADS_1


"Hubby, Aku malu " Sela delia Saat Abay Membuka Semua Pakainnya, Ia Menutupi titik inti tubuhnya dengan jari-jarinya


Abay mencium kembali bibir mungil istrinya, ia tak menghiraukan lagi Ucapan sang istri, tangan kekarnya Mengambil tangan kecil itu, kemudian mengenggamnya dengan hangat


"jangan malu, jangan takut, percayalah padaku, Aku mencintaimu" dengan nafas berat abay membisikan di telinga Sang istri


Delia yang merasakan hembusan Nafas Abay, Tubuhnya semakin Mengelinjang, Apalagi saat abay Menggit kecil telinganya


"emm.. Aku takut.. Emm.. Ohh " erangan delia saat abay menyentuh titik Pusat Di selangkanganya, dengan memainkan jari kekarnya di lubang sempit milik delia


"Keluarkan Semuanya Sayang, jangan di tahan" kemudian Abay membuka Celananya, membuka Boxer, yang terakhir ia Mulai membuka celana Dalamnya


Delia menutup kedua matanya saat melihat milik sang suami yang begitu besar dan panjang "apa itu, eemm.. Ee aku takut "


Delia yang tak menolak, ia membuka mata, dan menggenggam senjata itu, ia hanya melihat Benda aneh di tanganya " kenapa mirip dengan jamur Yang ada di ladang pak kaswan " ucap polosnya


Abay terkekeh dengan nafsu yang Memburu " ini bukan jamur sayang, ini miliku " Senjata itu semakin memanjang dan mengeras


"Akhhhh... Aku takut.. Kenapa cepat sekali jamur itu tumbuh " halhasil Delia Berlari Ke kamar mandi milik Suaminya, berlari bakan angin. secepat mungkin, meninggalkan Abay sendirian yang di oenuhi gejolak nafsu birahi


"Sayang, tungguu ini bukan jamur percayalah padakuh " Abay menggedor pintu kamar mandi dengan nafsu yang memburu

__ADS_1


"A.. Aku takut, dan aku lapar, sangat lapar " imbuh Delia di dalam Kamar mandi


Abay melihat Jam dinding, saat ini menunjukan pukul 3 petang "ternyata pemanasan kita memakan waktu yang lama " ucapnya


"Hubby aku lapar " Delia Memeluk sang suami yang tanpa busana apapun di tubuhnya, peegi tanpa izin, keluar kamar mandi tanpa mengkode itulah Delia


"Kau menggodakuh lagi sayang, kau harus mempertanggung jawabkannya " abay menggendong tubuh kecil milik Istrinya, saat ini Delia menggunakan Piyama Abay


"Kita lanjutkan nanti malam, Sekarang aku lapar " Delia mencium pipi sang suami dengan manja


Akhirnya abay pun luluh, ia harus mengalah dengan gejolak nafsunya demi sang istri tercinta yang Lapar "baiklah, nanti malam persiapkan dirimu "


Delia memeluk sang suami "terimakasih Hubby muah" sekilas kecupan di pipi sang suami


*Kali ini aku mengalah padamu istri kecilkuh, tunggu waktunya, aku akan memiliki mu seutuhnya, Aku mencintaimu Istri manjakuh


######


Haii readers🙏


Moon maaf otor jarang Up 🙏😭di karenakan otor masih memiliki kesibukan di dunia nyata 🙏🙏😭😭

__ADS_1


Muah😚😚


Tetap tinggalin jejak kalean readers🌸🙏🙏😍😍*


__ADS_2