Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Malaikat


__ADS_3

Bukan perkara sepele bagi perempuan yang berstatus istri telah berbadan dua. Serasa mendapatkan Kebahagian yang hakiki, dan tak ternilai setelah mengetahui ada malaikat kecil tumbuh di dalam rahim seorang istri. Terlebih lagi, Malikat itu hadir di antara cinta mereka berdua. Kebahagian mana lagi yang akan kita dustakan?.


Menjadi Putri yang tak di anggap di keluarga Granvina bukan masalah besar bagi Delia.Begitu pula ketika Delia telah menjadi Istri dari CEO tampan,terkaya, jutawan ini, bukan perkara yang mudah baginya saat membangun rumah tangga di awal pernikahanya, rintangan demi rintangan telah ia lalui. Sampai akhirnya Delia benar-benar mendapatkan cinta sesungguhnya dari keluarga barunya dan cinta suaminya yang begitu besar.


Setelah menjalankan rutinitas bersama sahabatnya Putry. Delia memutuskan untuk pulang lebih awal ketimbang suaminya. Memang kebiasaan Delia dari dulu selalu membiasakan diri untuk pulang lebih awal dari suaminya saat setatusnya telah berubah menjadi istri. Tapi hari ini, Ketika Delia memasuki kamar,sudah di kejutkan dengan suaminya yang on stay di sofa kamar mereka berdua.Beberapa pertanyaan berhasil di lontarkan oleh Abay kepada Istrinya. Tentu saja Delia berbohong, bagaimana pun dia ingin memberikan surprize untuk suaminya kelak.


Setelah berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang di lontarkan oleh suaminya, Delia memberanikan diri untuk izin membersikan diri. Tentu saja Tuan Ferguso tidak mengizinkannya begitu saja, Tuan ferguso ini memiliki keinginan tersendiri saat ia pulang lebih awal.


"Ehemm.. Mas, Delia izin mandi dulu ya. " Ucapnya, sambil melepaskan pelukan Suaminya dengan lembut. Namun,Abay tak mengubris perkataan Delia, ia merapatkan lagi pelukanya.


"Mas, Delia mandi dulu ya, sudah itu kita siap-siap sholat maghrib Mas. " Ajak Delia lembut, sesekali mengusap wajah tampan suaminya ini.


"14.32, masih ada waktu sayang. Ayo kita bermain. " Bisik Abay menggoda, Berhasil membuat bulu kuduk Delia berdiri karena suara berat Suaminya.


Delia mendorong pelan muka suaminya, agar sedikit menjauh. "ihhh, mas paan shi. " Ucapnya malu, bagaimana pun Delia tetap Delia yang polos, masih malu saat di ajak begituan oleh suaminya, padahal jauh di relung hatinya yang terdalam,bahwa dirinya juga merindukan sentuhan tangan suaminya saat menjamahnya.


"Sutt.. Jangan pura-pura tidak tahu sayang,Mas tahu kamu menginginkan mas juga kan? " tanya Abay sambil Memberikan kecupan di pelipis istrinya.


"Delia izin mandi Mas. "Delia berlari memasuki kamar mandi, namun Abay setia mengikuti setiap langkah kecil istrinya walau di katakan Delia sudah lari cepat, tetap saja langkah kaki Abay lebih cepat dari Delia.


"Kita bermain di sini kan? " Abah terseyum erotis saat memandangi tubuh Delia yang semakin hari semakin menggoda dimatanya. Delia hanya menunduk malu.


Perlahan Abay memeluk istrinya dari belakang dengan lembut, menyalurkan kehangatan dan kenyaman kepada istrinya. Delia pun merasakan kenyamanan tersendiri saat Suaminya memeluknya dengan hangat.


"Mas.. " Rintihan Delia saat tangan suaminya mulai bermain di sekujur tubuhnya dengan lembut, Abay yang mendengar rintihan Delia semakin bersemangat untuk melakukan hasratnya saat ini. Tak ingin menghabiskan waktu yang lama lagi, segera abay membopong istrinya untuk masuk kedalam bath up yang sudah tersediah air hangat .


"Jangan katakan Stop honey, karna kamulah yang menginginkanya. " suara berat Abay berhasil membuat Delia merinding. Sempat terpikir di otaknya yanh setengah waras ini, kapan dirinya meminta ini kepada suaminya? Memang dasar suami yang aneh?.

__ADS_1


"Apakah kau merindukan ini sayang? Maafkan Mas yang bermain kasar kemarin. " Ucapnya Sambil memakan perbukitan kembar secara silih berganti. Delia menahan rintihanya saat suaminya bermain sangat lembut, tak di sangka olehnya,ternyata suaminya masih merasa bersalah atas kejadian beberapa hari lalu.


"Emm Mas, jangan di situ. " Desah Delia, Saat suaminya bermain di area titik intinya dengan lembut dan berhati-hati.


"Memabukan, " Ucap Abay dengan suara berat.


Dua insan yang sedang menggila itu terus melakukan permainanya, decapan, rintihan, desahanlah yang mengiring kamar mandi berukuran 5×4.Mama kiran yang tak sengaja lewat di depan kamar putranya pun melihat pintu kamar Putranya sedikit terbuka. Jiwa penasaran Mama Kiran mulai hadir.


"Uhhgg.. " Mama Kiran menutup mulutnya saat telinganya menempel di pintu kamar mandi. "Emm, Faster.. honey. " Jiwa Mama Kiran meronta saat mendengar Putranya dan menantunya sedang bergulat panas.


"Xixixi.. Mereka lagi membuatkan ku cucu, emm aku keluar aja xixixi, kirain mereka belum pada pulang ternyata sudah pulang xixixi.. " tak ingin ambil pusing, segera Mama kiran keluar dari kamar putranya yang telah di penuhi suara erotis saat kedua insan telah melakukan pergulatan panas.Mama Kiran tak menyadari jika cucu nya telah hadir di dalam rahim menantu kesayanganya itu.


Saat suara Adzan bekumandang barulah dua insan itu menyudahi pergulatan panas di dalam bath up yang terisi air hangat, sehingga menambah kesan panas yang mereka rasakan. Saat ini, mereka sedang melakukan sholat Maghrib berjema'ah.Nampak harmonis sekali keluarga kecil itu.


*********


Di sisi lain


"Maaf Nona. Kami kehilangan jejak mereka. " Ucap Wanita cantik di hadapanya saat ini.wanita itu menundukan kepalanya takut.


"Aku tak mau mendengar apapun alasanya.Cari orang terbaik untuk melacak keberadaan mereka. " Titah Lauren tajam. Bagaimana pun jika dirinya tak bisa memiliki yang dia inginkan,Jangan harap Wanita lain bisa bahagia memilikinya di atas kesakitan yang dia rasakan saat ini.


"Baik Nona. " Ucap Wanita cantik itu patuh, segera dia menghubungi seseorang di ponsel miliknya. Lama mereka berbincang.


"Nona. Kami tidak bisa melacak keberadaan mereka. Kediaman Mereka seperti di tutupi dan di lindungan oleh seseorang. " Ucap Wanita cantik itu.


"Aku tak mau tahu. Bagaimana caranya kau harus mencarinya sampai ketemu. " Ucap Lauren sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Tapi Nona. Itu mustahil. Kediaman mereka sudah terkunci. Sangat sulit bagi kita untuk menemukanya. " Perjelas wanita cantik itu.


Lauren memandang tajam kepada wanita di depan matanya ini. "Jangan membatahkuh, kerjakan apa yang harus kau kerjakan. "


Wanita itu hanya menunduk sesekali mengiakan setiap perintah yang di titahkan oleh Lauren.


"Satu lagi. Jangan sampai orang lain mencurigaimu. Mulai besok kau harus melamar kerja di perusahaan yang aku sebutkan. Setelah itu lancarkan aksi mu. " Ucap lauren menyeringai.


"Baik Nona. Saya akan melakukanya sebaik mungkin. "


"Bagus. Terus selidiki, dan ikuti target kita selanjutnya. "


"Jangan pikir hidupmu akan damai, aku sudah kembali untuk membalaskan dendam ku padamu, jika aku tak bisa memilikimu, jangan harap wanita itu dengan mudahnya mendaptkan mu begitu saja, atas apa yang sudah Askah lakukan pada Adiku! Itu semua karna dirimu lelaki egois! Ingatlah aku akan membalaskan atas kematian Adiku! " Batin Lauren, sambari menatap foto almarhumah adiknya.


"Tenanglah dik, Kakak akan membalaskan semuanya.Sakit yang kau rasakan akan terblaskan saat kakak berhasil melakukan ini. " Lauren mengusap foto yang di pegang jemarinya.


Memang benar, setelah Lauren gagal melakukan keinginan Askah. Askah bertidak semenananya kepada lauren.Adiknya lah yang jadi kambing hitam oleh Askah yang berdarah pembunuh. Lauren kembali, untuk membalaskan Dendamnya. Target di hatinya ada dua keluarga yang harus hancur saat ini juga.


Tbc


*******


Jangan lupa gaisss ritual jejak nya🙏❤


Suport author dengan :


Like

__ADS_1


Koment


Itu sangat membantu author 🙏🤗😚


__ADS_2