
Siang yang pekat dengan khas mentari siang yang begitu merebak ,berhasil membuat umatnya kelepek kelepek dibawah terik sinar UV.
Di suatu Mension besar, rumah itu telah lama sepi sedikit luntur chatnya, pertanda rumah itu sudah lama tidak di huni, di Mansion itu nampaklah lelaki paruh baya sedang duduk di suatu balkon tangan kirinya sibuk memegang koran, tangan kanannya sedang menyeruput teh hangat di bawah trik mentari, aneh bukan di siang hari yang terik menyeruput teh hangat? tentu itu kebiasaan Hendra sejak remaja.
Saat sedang asik menikmati segelas teh hangat Hendra di ganggu dengan kebisikan sang Istri yang terlihat sedang berlari kecil sambil berteriak seperti anak kecil tingkat SD, Hendra tersenyum melihat tingkah ceriah istrinya itu, setelah beberapa tahun terpendam didalam penjara berlistrik rasanya seperti mimpi jika ia bisa melihat istrinya itu sedang berlarian bak kan anak SD.
"Papaa....Mama punya berita bagus " Teriak kiran saat melihat suaminya sedang menyeruput teh hangat ,hendra hanya tersenyum.
"Papa..hoss..hosss ...mama punya berita baru huhhh huhh..papa kenapa di sini buat mama capek huhh huhh..mama huh.." Ucap kiran dengan nafas tersenggal karena sudah berlari menaiki tangga melupakan umurnya.
"Ada apa maa,duduk dulu ya,tarik nafas minum dulu baru bercerita " Hendra menuntun istrinya sambil menyodorkan sebotol air putih,kiran meminumnya tanpa jedah.
"Nah sudah tenang kan ma? ,sekarang ceritalah apa yang membuat istri papa kelihatan bahagia sekali " tanya Hendra sambil menyibakan rambut hitam sedikit keputihan ke belakang daun telinga istrinya.
"Jadi gini maa menantu kita xixixi.. " ucap kiran menjeda sebentar
"kenapa maa? menantu kita hamil? yeheeeeee, yuhuuu sebentar lagi ada yang panggil glandpap huuuu" tanpa sadar Hendra beryestos dengan istrinya yang hanya di tanggapi kiran dengan muka anehnya.
"ihhhh paan shi paa,tapi kita otw cucu kok xixixixi " senggal kiran membalas tos riah istrinya
"APA? jadi maksut mama menantu kita belum hamil?" tanya Hendra dengan muka penasaranya
"iya paa,mangkanya jangan suka menyimpulkan sesuatu tanpa mendengar penjelasan mama, papa shi kebiasaan suka metong ucapan istrinya jadi gini kan " Hendra hanya melongo, merasakan sedikit kecewa di relung hatinya .
__ADS_1
"Sebenarnya mama tuh mau kasih tau kalau menantu cantik kita TIDAK PERAWAN LAGI xixixixixixxi "kekecewaan Hendra seketika hilang saat mendengar tutur perkataan istrinya, segaris senyuman ia tebarkan
.
"Jadi papa jangan khawatir sebentar lagi ada junior putra kita paa yihiiiiii "
"Yihii benar tu maa,sebentar lagi kita akan menjadi atuk dan opa xixixixi " dua insan itu sedang berdansa seola merayakan hari dimana putranya tidak purjaka begitu juga dengan menantunya yang tidak perawan lagi,mungkin jika ada yang melihat mereka akan berkomentar "pasangan aneh" .
Rasanya tidak mungkin, serasa mimpi indah bagi pasangan sejoli ini,jika di lihat dari latar belakang kehidupan kiran bersama suaminya beserta ayah angkat mereka ini rasanya mimpi. Dahulu mereka di siksa batin, bukanya di bunuh secara sepontan malah di bunuh secara perlahan, sakit memang sakit rasanya, mereka bertiga di kurung di ruangan 4×4 yanh sempit itu, sumpek rasanya jika mereka bernafas disana, ketika mereka memegang dinding pintu pasti akan tersentrun karena ada aliran listrik yang di sumberkan oleh Askah di sana.
Setiap hari mereka menjalankan hidup tanpa berinteraksi, tanpa terkena cahaya matahari membuat mereka hidup seperti mayat tapi bernyawa, makanan sehari hanya pucuk singkong yang di rebus tanpa nasi, esoknya lagi makan nasi yang di sodorkan garam semangkuk seperti itu terus siksaan yanh di alami kiran dan hendra, sakit memang sakit, perih rasanya, tangis darah pun tidak bisa menggambarkan betapa sakit hari mereka dahulu, jika mereka haus maka tunggulah hari hujan, air hujan itu akan di berikan untuk mereka yang kehausan, mereka bertiga selalu berdoa agar setiap hari akan ada hujan,agar mereka bisa minum.
Tubuh kurus dan pucat ketika abay selamatkan, mereka bertiga segera di tangani Dokter Pesikologis dan Dokter Gizi, sampai saat ini mereka masih sering berkonsultasi demi kesehatan di masa tua mereka. Halhasil mereka bertiga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Terutama bagi kakek Adi yang usia nya sudah memasuki 70an, tapi kakek adi masih kuat di bandingkan orang seusianya.
Di pagi ini,seperti biasanya Abay sibuk dengan rutinitasnya di kantor, Sedangkan Delia sibuk dengan persiapan untuk membuka usaha butik baru,ia sibuk merekomondasikan peluang,karena baginya percuma jika ada modal tanpa mempertimbangkan peluang.
Delia menentukan ia akan membuka buntiqiue yang menarik dimana akan mendezainkan sebuah Fashion hijab remaja modern beserta hijab versi anak milenial,tidak itu saja ia akan mendirikan sebuah Kafe dimana para pengunjung bisa beristirahat saat berbelanja.
Saat sedang asiknya mencari informasi dari mbah google yang canggih, dia di kejutkan dengan pesan masuk di ponselnya dari nomor yang tidak di kenal, segera delia lihat.
Urusan kita belum selesai! jika aku tidak mendaptkannya kau juga harus begitu! Jangan menjadi wanita egois, kau hanya di jadikan pelampiasan Hahahah..
Delia terkejut bukan main, nomor yang tidak di kenal menghubunginya berkata seperti itu? Delia menutup mulutnya perasaanya gunda, siapa? Kenapa? Apa maksud dari pesan itu. Namun segera Delia abaikan pikiranya masih menerawang maksud dari pesan singkat nomor yang tidak di kenal itu.
__ADS_1
Delia membaca berulang kali, sehingga ia mendaptkan pesan baru lagi dari nomor yang tidak di kenal.
"Pasti kau sudah membacanya,TUNGGU AKU KEMBALI " isi pesan dari nomor lain yang tidak di kenal.
Delia menutup mulutnya kembali setetes air mata kecemasan ia keluarkan saat melihat ada nomor baru lagi yang tidak di kenal menghubunginya "apa maksud ini, siapa dia? " pikiranya bertanya siapa dia?.
Antara ragu Delia berusaha menghubungi suaminya, tapi jika ia berkata jujur sang suami akan terluka juga, akhirnya ia coba diamkan saja beberapa saat ini.
Tingggg ....
Pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal masih sama dengan nomor yang pertama.
"Kau takut bukan? Hahah! Lihatlah dirimu sendirian di rumah besar itu hahah! "
"Siapa kau....?? " teriak delia saat didalam kamarnya, ia rasa orang itu ada di dalam kamarnya karna dari pesan itu sudah membuktikan orang itu tahu aktivitasnya.
Ceklekk
Suara ayunan pintu terbuka, Delia menantap pintu itu penuh ketakutan"........ "
Tetap tinggakan jejak 🤗
happy readyng😚
__ADS_1