
Ladang bunga yang begitu terang dengan cahaya utravioletnya. Bunga putih yang memekar Di setiap dahan-dahannya, Kaki ku melangkahkan setiap detik ayunan angin, Aku pergi kesana kesini Rasanya Aku bahagia sekali dengan bunyi pepohonan yang di tiup anginn.
Aku melihat jalanan yang sepi, Damai, Indah, Tanpa ada seseorang pun di sini, Aku memasuki jalan yang sepi itu, Mataku melihat ada sebuah rumah kecil di ujung sana aku melihat ada dua anak kecil Yang sedang bermain di sana. Kudekatkan lagi pandangan ku, Aku pun ikut bahagia melihat persahabatan kedua anak kecil itu. Tapi kenapa aku mengenalnya? Dimana orang tua mereka?kenapa Membiarkan anak kecil bermain di ladang bunga Yang sepi ini?
sepertinya anak laki- laki dan perempuan itu tidak asing bagiku? Kenapa hanya ada aku dan mereka berdua di sini?
Hatiku tersadar bahwa hanya ada aku dan mereka di ladang bunga yang cantik nan luas ini, Kenapa? Kemana yang lain?
Aku mengencangkan setiap langkah kuh, berlari ke sini, kesitu, Kesana, Mataku mulai berkaca- kaca setiap kali aku berlari dan tak menemukan siapa pun, aku semakin Ragu, Kanapa? Mengapa? Dimana? Mereka? Siapa? Itulah yang membuat hatikuh sesak
kaki kuh tak sanggup berlari lagi, Langkahkuh terpadu dalam rerumputan hijau, Aku menangkup kedua lututkuh, aku menumpahkan kebingungan kuh di lututkuh
"Hiksss.. Dimana akuu... " hanya kata itu yang keluar setiap derai air mataku.
__ADS_1
Setelah aku bosan menumpahkan air mataku, aku memberanikan diri untuk mengangkat kepala kuh, Aku menengok ke ke kanan dan ke kiri, sekarang aku melihat ke depan, Aku melihat sosok lelaki tinggi, berbadan kekar, Muka yang tampan, berbaju hitam,Berdasi senda dengan bajunya, sepatu hitam kelat, dengan sedikit lambaian tangan, senyuman yang begitu aku rindukan, yaaa aku mengenalinya,Dia adalah suamikuh! yaa dia suamikuhh.
Aku berlari mengejar nya, dia pun tersenyum melihatkuh, Tetapi kenapa dia kusut batinkuh.
Ketika aku sudah di hadapannya, Tubuhkuh membisu begitu juga dengan dirinya yang semakin menjauh meninggalkankuh, Batinkuh bertanya kenapa dia bersedih? Kenapa dia menangis? Kenapa dia tak memeluku? Kenapa dia pergi tanpa mengajaku? Air matakuh tak sanggup lagi menampung di pelupuk mataku, air itu lolos keluar membasahi pipikuh.
"Kenapaaaa....? jangann pergii.... Kau mau kemana itu sangat Gelap, heeiii kau tak mencintaiku?.. " aku berteriak di setiap langkah dia meninggalkan kuh. Dia melangkah mundur ke arah cahaya gelap itu,batinkuh berkata lagi "kenapa dia berani sekali ke arah gelap itu, apakah dia tidak takut? " tanya kuhh
"Aku takut, aku takut melihat cahaya gelap itu, aku takut, aku takuttt hikssss.... " aku memeluk dirikuh sendiri karena bagikuh sudah terbiasa larut dalam kesedihan tanpa ada orang yang menenagkan kuh.
Aku tak berani mengangkat kepalaku, Aku takut dengan kegelapan itu, aku sangat takut. Bagaimana tidak takut? Jika cahaya gelap pekat itu mengambil suamikuh
Aku hanya terduduk pasi, Matakuh Tak bisa di kondisikan lagi , Betapa besarnya Rasa Kecemasan dirikuh saat ini.
__ADS_1
Setiap aku memandang ke cahaya gelap itu, Semakin aku takut untuk mendekatinya, kembali kumasukan kepala kuh di lututkuh, hanya lututkuh pelarian di saat seperti ini, hanya tangisankuh yang mengilustrasikan betapa takutnya dirikuh.
#########
**Halloreaders😍😍
Maaf baru up🙏
author kebanyakan tugas, jadi untuk up saja tidak ada waktu.
Tetap dukung author dengan tinggalin jejak kalian🙏
Semoga hari kalian baik baik saja, 😘😘😘😘**
__ADS_1