Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
yes no yes no


__ADS_3

"APA???? yesss...otw cucu kuhh " pekik Kiran sambil berputar putar di kamarnya


delia menjauhkan telepone nya saat mendengar kiran berteriak, kemudian lama tak ada jawaban dari telepon itu " hallo maa, maaa..haloo"


setelah beberapa menit telpone itu bersuara lagi, ternyata kiran meninggalkan handphone demi mengabari suami tercinta yang lagi menyeruput teh hangat ,walau bukan kabar menarik berbeda dengan kiran seperti berita mendaptkan cucu, lucu kedengaranya jika kiran menceritakan menantunya tidak perawan lagi.Setelah beberapa menit barulah kiran sadar dia belum mematikan sambungan telpone dengan menantu tercintanya itu.


"halllo, menantuuu???" sapa kiran sambil berlogat ceria ,namun tak ada jawaban dari menantu kesayangan itu.


"yuhuuuu...menantukuhhh??" sahut kiran berulang kali, barulah terdengar suara kecil di telpone itu walau kurang jelas suaranya ,kiran hanya menguping.


"mass, udah ahh jangan nempel kek perangko, lihat nii gegara kamu aku jadi gaa bisa jalan, keselll ahhhh" delia meninju dada bidang suaminya


"sayang, udah ampunn, maafin mas yaa, mas udah pesan kursi roda, tiga hari lagi kita akan adakan konferensi pers jadi mas inisiative beliin kamu korsi roda " Jawab enteng abay,namun reaksi delia marah padam


"ihhhh masss,nyebelinnnn !!! nyebelinnn!! entar aku di kira yang engga engga sama seluruh dunia ini semua salah kamu mass, ihhh tau ahhh " delia beranjak berdiri namun area sensitive nya masih nyeri, halhasil ia hampir terjatuh ,untung ada ironman yang selalu siap siaga menyelamatkan orang yang mengalami kesusahan atau keteledoran.


"aaakkkkkk" teriak delia, tapi segera di tahan oleh abay, kembali di dudukan di sofa empuk miliknya.


"tuh kan sakit, jangan marah ya sayang gaa baik, maafin mas yaa, mas janji gaa lakuin untuk malam ini " sahut abay sambil mencium pipi delia


"gaa ada pokonya satu bulan mas gaa boleh sentuh delia, gaa boleh dekat sama delia tau ahhh pokonya delia gaa mau bicara sama mas! " kesal delia memalaingkan wajahnya ke arah lain.

__ADS_1


"yaa sayang jangan kek gitu doung, kamu gaa kasian sama mas,nanti mas bisa is dead lohhh kalo gaa sentuh kamu " gombal abay hanya di balas tatapan tajam delia


Mereka tidak sadar jika pembicaraan mereka di dengar oleh kiran, kiran hanya celinguk celinguk, tertawa kecil supaya tidak ketahuan menguping, saking keponya kiran menempelkan telinganya di hendpone dengan sangat serius, sesekali ia jingkrak jingkrak di kasur ketika mengingat malam pertamanya dengan suaminya dulu.


"oalah ternyata menantukuh tidak bisa bejalan xixiixiiixixixixi,ternyata putraku lebih kuat dari papiny xixixixixii" ucap kiran pelan sambil jingkrak jingkrak, sepertinya dia melupakan umurnya saat ini.


"lebih baik aku matiin aja ni telpone bisa gawat jika menantukuh tahu aku menguping,xixixixixi bisa bisa aku mendengar suara ye no yes no uh ah uh ah yes no yes no xixixixixixi, berabeh entar urusanya"


"cepat sembuh menantukuh, mama tutup telponnya ,semoga cepat beriisi xixixixi, dadahhh.. xixixix" Ucap kiran di sebrang sana masih cekikikan sedikit jingkrak jingkrak.


Setelah beberapa menit kiran mematikan telpone tetap saja dua sejoli itu berdiaman, diam diam abay mencari bagaimana mengambil perhatian istrinya yang sedang merajuk karena tidak bisa keluar kamar apalagi berjalan.


"tuh lagi, kenapa tuh mata liat liat, kecolok baru tahu rasa, enak aja buat aku gaa bisa jalan, ihh nyebelin banget! " delia memandang sinis ke arah abay ,abay hanya mengedipkan mata sebelahnya tanda menggoda.


"aduh tuh mata nakal bener, bisa runtuh ni imam pertahanan gue ngeliat tuh mata, huhh, lu gaa boleh kepancing ama ketampananya delia, apalagi tuh mata genit usshhhh "


"kedipkan matamu abay, lihatlah pertahanan imamnya mulai meruntuh, bagaimana kalau kita kasih pose menggoda sedikit tapi cool " abay membuka bibir sexy nya, sambil mengedipkan matanya


"lanjut abay, lihatlah dia mulai runtuh ahahha" batin abay


"yaaa tuhannn, rasanya imamkuh kali ini runtuh, gaa! jangan keambil hati ama yang begituan bisa kacau entar " batin delia kesal, sambil memandang ponselnya di meja

__ADS_1


"MAMA....." pekik delia sambil meraih ponselnya, sedikit kelihatan panik karena melupakan sambungan telpone dengan mertua keponya itu, tapi yang di lihat delia sambungan telpone itu sudah mati.


"huhhh...syukurlah setidaknya mama tidak mendengar aku sama mas abay berantem, apalagi bahas kek gini, mau di taruh dimana ni muka kalau mama dengar coba, kalo mama dengar rasanya aku ingin menyebunyikan muka di langit ketujuh aja deh aman keknya xixixi" gumam delia berimajinasi


berbeda dengan abay ia menghentikan aksi menggodanya ,segera ia dekatkan tubuhnya dengan delia perlahan tapi pasti muka menggoda itu memberanikan melihat lebih dekat lagi.


"Stoppp!! jangan mendekat, husss sana!! ini mama telpone tadi, tapi lupa di matiin karna gaa ada jawaban jadi aku tinggalin di atas meja, tapi sudah terputus telponya" perjelas delia sebelum abay menanyakanya


abay hanya mangut mangut, tanpa mereka sadari kiran mendengar pertengkaran mereka xixixxi.


"mas gendong aku ke kasur " ucap singkat delia tanpa embel embel manja,dengan senangnya abay menggendong tubuh delia ke kasur milik mereka yang sudah berganti seprai berwarna pink kesukaan delia, abay tidak bisa protes di saat situasi seperti ini,ia hanya setuju saja, takut untuk membatah.


"udah mas sana, delia mau tidur jangan sentuh delia, sebelum delia belum bisa jalan mas gaa boleh sentuh delia, apa lagi tuh kursi roda, delia gaa mau " ucapnya sambil memblakangi abay,abay hanya melongo membayangkan dirinya sendiri.


Sekilas kecupan abay layangkan di bibir ranum istrinya yang terlelap beberapa kali ia layangkan ciuman di pipi kanan, pipi kiri,hidung,mata,puncuk kepala,setelah itu ia pergi ke ruang kerja, mengerjakan file yang belum ia periksa, walau hari libur bukan berarti file bisa di liburkan bagi abay.


**TINGGALIN JEJAK KALEAN GERZ 🙏 Suport author dengan jejak kalean 😚


selamat weekend


HAPPY READING🤗**

__ADS_1


__ADS_2