
**Tak terasa Waktu begitu pedih
Berjalan seperti air mengalir
Biarkan aku menjadi arus untukmu
Berkacamuk dengan bebatuan
Melawan kerasnya hantaman,
Rerantingan, biarkan aku menjadi air
Air, yang membawamu kedalam genangan yang damai
Sungguh itulah rasa cinta sebenarnya...
By:delia🌸*****
************
flashback on
Mairah andelia Granvina(VOP**)
Kenapa aku? Kenapa aku begitu takut? Bukankah dia suamikuh? Hikss? Batinkuh menangis!
Sampai kapan aku harus terdiam di padang rumput sepi ini? Kenapa di depan kuh terlalu gelap? Aku takut? Kenapa suamikuh lenyap di telan kegelapan itu? Aku takut!
Aku ingin menemuinya tapi aku takut.
tempatkuh bersandar hanya di kaki rapuh kecil milikuh, Aku tak berani menengok kegelapan itu! Tapi, sampai kapan aku lemah seperti ini? Hah!! Sampai kapan?
Ku coba menguatkan diri, namun gagal! Ku coba lagi, lagi dan lagi Hasilnya sama aku begitu takut!
Kali ini kucoba Dengan segenap rasa keberanian didirikuh Meyakinkan dirikuh bahwa aku bisa! BISA!!!
"Ayo Delia kamu kuat, kamu bisa, Kamu Kuat, " kata itu selalu menguatkan ku, Ku coba berjalan menghampiri gelapnya dunia itu,ku tepiskan semua keraguankuh!!
Aku berjalan satu langkah, demi langkah, tak terasa aku sudah berada di depan kegelapan itu.
Satu langkah lagi, Tapi aku ragu, Ragu?? Ada apakah di sana? Apakah semua orang yang aku sayangi ada? Ahhh!! Tapi mereka tidak menginginkan kuh😭
Aku terduduk, jatuh, Aku menangis, Untuk apa aku mencarinya? untuk siapa aku keluar? Mama? Papa? Adik? Suami Monster kuh itu? Siapa hah!! Katakan hiksss!!!
Sejam sudah aku menangisi keterpurukan hatikuh, Sejam sudah aku terduduk, Sejam sudah aku menghadapi kegelapan yang menakutkan!
"Gaaa!! Gaa boleh lemah!! Setidaknya aku bertahan karna mu Tuhankuh Allah aku kuat!! Demimuu!! " menguatkan diri demi tuhankuh, yaa aku kuat karnamu
Kupandang lagi kegelapan itu, Kucoba berjalan menghampirinya, Ku sebut basmalah, Dan doa, Ku langkah kan kaki pertama kuh, Dengan basmalah.
__ADS_1
Betapa terkejutnya aku melihat kegelapan itu!! Kegelapan itu adalah ilusi optik, aku bodoh!! Ternyata disana sangat Terang seperti ada dinegri dongeng, Ada air mengalir, Bunga cantik yang mekar, Serta gunung-gunung yang indah. Aku berjalan menghampiri cahaya terang sangat terang di sana.Nyaman sekali sepertinya disini batinkuh
"Akkhhhhhhhh.... " teriakuh saat seluruh tubuhkuh dibawa arus oleh cahaya itu, entahlah kemudian aku terbangun rasanya sakit sekali di kepala kuh, ku buka mata kecilku perlahan, betapa teekejutnya aku melihat ruang khas rumah sakit, Betapa terkejutnya lagi disana ada suamikuh!! Yaa suamikuh yang kejam, batinkuh bertanya? Kenapa dia menangis? Apa kah dia sudah berubah?
*******
"Iya ada apa? "
"Tuan, tuu.. An nonaa mu.. Daa sudah..."
"Heii katakan padakuh ada apa, menapa nona? " dengan paniknya
"Nona muda Sss.. udah sadarkan diri tuan "
Abay memutuskan telpon, ia memberi tahu mama, papa, dan kakeknya, segera ia meluncur dengan mobil sport miliknya,memecahkan trik mentari pagi, tak lupa ia membeli bunga terakhir, rasa bahagia, haru, bimbang, Ragu, khawatir, cemas, entahlah sulit baginya.
Secepat mungkin ia berlari menuju lorong rumah sakit, ketika di depan pintu ia berjalan tak percaya melihat pemandangan yang optic, Ia menghpiri sang istri.Menatap dengan mata yang sulit di ilustrasikan.
Flashback off!!!
Hari ini, Delia di bolehkan pulang. Seminggu sudah di rumah sakit yang membosankan! sekarang di perbolehkan pulang.rasa bahagia bagi delia ada, rasa khawatir saat kejadian kelam itu masih ada, tapi dia yakin suaminya tlah berubah.
"Sayang,mau di gendong, atau naik korsi roda? " tanya lembut Abay dengan membenahi rambut Delia yang berantakan, dia sematkan kebelakang daun telinganya.
"Kursi roda "
"Baiklah nyonya " ucap abay sabil menggedong tubuh mungil istrinya
"yang mau gendong siapa hemmm, sayang ini gendongan kecil untukmu duduk di kursi roda " Ucapnya Sambil mendudukan delia di kirsi roda dengan hati-hati.
Pipi Delia merona, Bagaimana tidak dia bersangka seperti itu memalukan batinya.
Skip di rumah
"Selamat datang Menantu cantiknya mama " sambutan ceria dari kiran dengan memeluk tubuh rapuh delia
"Selamat datang maa" Delia membalas pelukan dengan senyuman manis
"Selamat datang menantukuh yang cantik " ucap kompak adi dan reto
"Terimakasih kek, paa.. "
"Kalian tuu yaa, anak sendiri di acuhkan, sayang, katakan pada mereka aku di acuhkan aku tidak suka! " ucap abay dengan muka asamnya
Mendengar ucapan abay mengundang tawa wiri-wiri mereka..
"Heii putrakuh, bawalah istrimu istirahat dikamar kalian, " ucap hendra
"Baik paa, ayo sayang aku antar kamu ke kamar kita "
__ADS_1
"Hemmmm" ucap delia dengan melihat ke kanan kiri bangunan rumah yang begitu megah.
Abay mengajak delia pulang ke rumah utama,rumah yang belasan tahun ia tinggalkan saat kehilangan keluarganya, sekarang ia sudah bahagia dan menepati rumah mewah ini.
Sesampai di kamar, Delia membulatkan mata, ia melihat kamar yang begitu keren dan modern, apa lagi lukisan yang menggabarkan muka Delia dan Abay
"Wahhh.. Menarik"
"Bagaimana sayang kamu suka interior kamar baru kita? "
"Sukaaa, yaa aku sangat sukaa" ucap delia
"Baguslah, Sekarang kamu tidur dulu ya sayang, Sudah itu bersihkan tubuhmu, terus kita sholat maghrib berjemaah "
Delia menatap mata abay dengan kebingungan "apakah aku tidak salah dengar? Benarkah kau akan mengimamikuh?
"Iyaa sayang, suamimu akan mengimami mu sholat,hari ini, esok dan seterusnya, bersama kau istrikuh, dan anak kita kelak " ucap abay serius
Setetes cairan bening mengalir begitu saja di pipi delia "hiks... Kau benar bukan? " tanya delia
"Sayang hapuslah air matamu ini,Cukup sudah aku menyakitimu, tak ada lagi air mata kesedihan, aku akan menggantikan nya dengan air mata kebahagian " Abay menghapus air mata Delia
Delia menghamburkan pelukan Kedada bidang Milik suaminya "hikss..maafkan aku "
Kamu adalah imamkuh. Batin delia
Abay meneteskan air mata "sayang kau tak pantas mengucapkan kata itu"
Panjang lebar abay menjelaskan perminta maafnya, tak henti henti meneteskan air mata,ia tak mendengar istri kecilnya mengoceh lagi, yang ia dengar adalah nafas halus sang istri.
Cupp
Dengan gemas abay mencium pipi sang istri
beberapa menit kemudian delia tertidur pulas dalam dekapan abay, Abay dengan perlahan menidurkan isrtinya dengan pelan takut istri kecilnya terbangun ia membaringkan diri di sebelah istrinya, tangan nya melingkar di perut datar sang istri Dan mulai terlelap.
****
Hallo reader🌸🌸😘
Maafkan author jarang up 🙏
Author sakit😰
Kalau kalian suka 🙏
Tinggalin jejak kalian 🙏
Like🙌
__ADS_1
Coment sebanyak banyaknya🙏