
" Cepat kemarikan Flashdisk itu. " Ucap Tuan Ferguso yang begitu penasaran.
"SABAR, " Bantak Marco Kepada tuan Ferguso, yang di balas dengan tatapan mematikan.
"cih! Semakin kesini, kau semakin berani membantahku! " gumam Abay sambil menggeretakan giginya tanda emosi.
"Nahh selesai,Silahkan menyesal bos" Ucap Marco sambil menunjukan laptop yang sedang menyala.
Abay mengkerutkan Keningnya. "Apa maksudmu? "
"Ya itu. Selamat menyesal karena kenyataan berbanding terbalik dengan tuduhanmu itu bos. " Ucap marco dengan menyeringai, bagaimana pun Marco geram dengan tindakan Bosnya yang kejam ini.
Bluss.. Seketika mimik wajah Abay berubah menjadi merah, memang benar adanya ucapan Sekretaris Marco itu. Dirinya memang begitu tega terhadap istrinya sendiri, menuduh istrinya sendiri berselingkuh, tak mengakui anaknya, yang lebih parahnya ia sudah merencanakan ingin membunuh Anak tak berdosa itu.
"Kenapa? Kenapa diam? Kau sungguh berdosa Boss, " Marco menggelngkan kepalanya sendiri. " Sonoh sholat minta ampun kepada Allah Swt , Agar di mudahkan jalan untuk bertemu istri lu. " Titah Marco kesal. Namun yang di ceramahi tak berkutik sama sekali, matanya tetap fokus dengan layar laptop yang sedang memutar sekeliling aktivitas di Hotel tua.
"Lihat! Lihatlah itu Boss, istri lu berapa kali menolak dan membrontak, dan lihat bagaimana cerdiknya istri lu untuk menjauhi lelaki calon neraka itu. " Entahlah, kenapa Marco yang begitu cerewet saat melihat bossnya salah.
Setiap Putaran CCTV itu, tak ada adegan yang pernah di bayangkan oleh Abay sendiri. Begitu keji dan berdosanya dirinya ini, yang tak mempercayai Delia. Menyesal? Kesal? Tentu saja seperti itu, penyesalan selalu berada di akhir. Nasi telah menjadi bubur, semua yang terjadi sudah terlanjur, imposible jika harus di perbaiki saat ini juga. Toh, istrinya saja tak tahu dimana.
"Aiss.. Kenapa lu menangis? " tanya Marco kepada bosnya yang sedang menangisi takdir hidupnya.
"Keluar." Sepatah kata pengusiran.Saat ini Abay membutuhkan waktu sendirian,Apalagi saat mengetahui kebenaran ini. Sungguh membuat hatinya gundah merana.
"Eihhhhh... Andai kau bukan manusia, sudah ku makan kau boss.. " Batin Marco sambil menyelonong keluar ruangan. "Cowok kok cengeng. Eee tapi, sejak kapan dia cengeng? " Batin nya bertanya.
************
Austaralia
__ADS_1
Di Negara Australia yang damai dan tentram itu, terdapat tiga manusia yang sedang berbincang bahagia.Berbeda dengan Delia, walau mukanya tersenyum bahagia, sesekali tertawa saat joy dan jey bercanda, itu tak membuat hatinya membaik sama sekali. Kerisihan dalam hatinya begitu gundah,beribu pertanyaa yang tersimpan di otak kecilnya. Kenapa suaminya tega kepada dirinya sendiri?, Apa? alasan suaminya ingin membunuh anak tak berdosa ini?, bagaimana kabar Martua kesayanganya?. Emm banyak lagi yang ingin dia pertanyakan.
"Selamat ulang tahun Mas Abay. Tercinta,semoga selalu dalam lindungan allah dan selalu berada di jalan yang benar.Aku,tak bisa merayakan apa yang aku bayangkan mas, semuanya hanya wacana,ini keputusan ku, semoga engkau selalu berbahagia. " Delia menulis sebuah kalimat ucapan ulang tahun di sebuah kertas putih.
"Tan, sedang menulis apa? " Tanya Jey Kepada Delia. "Ohhh ini, cuman puisi heheh.. " Ucap Delia Langsung menutup bukunya.
"Heiiii.. Jey. Berapa kali ku bilang jangan panggil tan, tante! Panggil kak Delia. " Ucap Jey yang sudah berkenalan dengan Delia kemarin malam. Delia hanya menangapinya dengan senyuman manis.
"Kau yang sibuk, tante Delia aja gaa sibuk, huh! " ejek Joy kepada jey. Delia tersenyum sipu, saat melihat dua saudara kembar tak seiras itu saling mengejek. Memang benar, Jey dan Joy begitu mirip, yang satu cantik yang satunya lagi begitu tampan dan cerdas.
"Kak Del, gimana Kalau kami panggil kakak Maiy aja, Terus kami kenalakan kepada tetangga kami kelak bahwa nama Kakak adalah kak Maiy. " Ucap Joy. Tentu saja itu ide cerdiknya.
"Heii.. Enak saja kau mengganti Nama kak Delia. Coba aja lu ganti, gue ganti juga nama lu jadi jojoy.. " Ucap Jey kesal. Lagi-lagi Delia tersenyum sipul.
"Dengarkan aku dulu, Kak Jey. Itu demi kebaikan Kak Delia. Agar semua orang sulit mencarinya. Ahhh dasar otakmu lemot. " Ucap Joy mengejek.Jey memang berbeda dengan Joy. Joy begitu cerdik dan pintar sedangkan Jey begitu cerewet dan tak secerdik adiknya,Joy.
"Huu!! Ya ya! Terserah, kau saja. "
"Dasar badgirls!, hee.. kau pikir orang hamil itu selalu mengidam! Ada saat nya saja kaleekk.. Bukan selalu! " Potong Joy.
"Sudah-sudah, Kayaknya Kakak Mengidam ketoprak de.. " Ucap Delia Bercanda, berhasil membuat dua saudara kembar itu kelimpungan.
"Aaa-a, kenapa ti-dak yang lain saja kak. " Tawar Jey, agar tidak terbang ke indonesia sekedar untuk membeli ketoprak..
"Dasar lemot. Aku akan terbang ke indonesia sekarang, kak. Tunggu Aku. " Ucap Joy serius. Delia begitu tercengang dengan ucapan Joy, yang merelakan diri dan menghabiskan uang hanya sekedar membeli ketoprak, padahal kan dirinya bercanda.
"Joy, Kakak Bercanda. Bagaimana dengan kentang goreng. " Ucap Delia, yang mentralisirkan suasana, agar Joy tidak serius untuk terbang ke indonesia.
"Kak Meiy. Aku tidak keberatan, aku akan terbang ke indo sekarang. " Ucap Joy serius, sambil mencari kunci mobilnya.
__ADS_1
"Baiklah aku ikut. Go to Indonesia Now. " Sambun Jey kegirangan.
Delia semakin pucat pasi.Yang awalnya ingin mengerjai saudara kembar,malah dirinya sendiri yang pucat di buat saudara kembar yang sangat logostik ini. "Eee.. Kakak tak mau ketoprak, kakak mau kentang goreng saja. Emmm membayangkannya saja sudah membuatku kelaparan. " Ucap Delia berbohong.
Kedua saudara kembar itu menoleh ke arah Delia dengan tatapan mengintrogasi. "Kak? Seriusly? " Tanya Joy. "Kakak Tidak berbohong? " sambung jey.
"Emmm.. Tentu.. Kakak menginginkan kentang goreng yang di taburi keju mozarella yang panas. Eeummm sangat lezat. " Ucap Delia sambil membayangkan Keju yang meleleh.
"Joy. Mari telpon polisi. " titah Jey kepada Joy.
"Kau gila kak. Memang gila. " Ucap Joy yang tak percaya memiliki kakak kembar yang begitu bodoh.
"Hahahahah... " Delia tertawa lantang, "kalian ini, ada saja. Hahahah... " Ucapnya Sembari tertawa lepas.
Sedangkan saudara kembar itu saling berbisik. "Mama pasti senang kak. Kita berhasil membuat kak maiy bahagia. " bisik Joy kepada Jey. "Kau benar, Joy.Mama pasti bangga.. "
**********
Hai haii😚Maafkan otor yang baru muncul ini😁Untuk beberapa minggu ini otor lagi sibukk 🙏jadi jarang bisa up tiap hari. Ini aja otor sempatkan up di sela kesibukan otor🙏😁😁tetap dukung autor ya❤
Tinggalkan jejak kalian.
Like
Koment
Sebanyaknya.
Ayo ajak teman Se MT kalian untuk membaca cerita author yang recehan ini😁😂
__ADS_1
Bantu vote gaiss😚