
"Kamu dengarkan saya Baik baik, Aku tidak Menyukai Mu, Tubuhmu,Mukamu, Bahkan Aku tidak Menaruh Hati Untuk mu.Jadi Jangan Kamu bermimpi untuk bisa Menjadi Istri Yang Bahagia" mengerti Bentak abay
"Tuan Pikir Delia Menaruh hati kepada tuan, tuan pikir Delia Memenginginkan Tubuh tuan, Hikss Dan Tuan Salah saya apa Hee.. kenapa Tuan Menikahi saya Kalau Ingin saya Menderita, Ceraikan aku tuan Ceraikan Akuu.. " teriak Delia, Sebenarnya Delia Tidak ingin melawan abay Tapi Abay sudah kelewatan delia memberanikan diri untuk menjawab Nya tegar dalam Menghadapi situasi ini
"Kamuuu..."
Plaakkkk plakkk
Abay menampar delia
"aaakkkk... hiksss, Lakukan Saja Tuan, Tampar Aku, Tampar aku tuann.. Hiksss" delia Menangis dengan memegang pipi yang sakit Memar Akibat tangan abay yang besar menamparnya
"Kenapa Tuan diam Haaa!! ayo lakukan lagi tuan Tampar Delia, Atau kalau Mau tuan Bunuh saja " delia Mengambil Pisau Untuk membelah buah, Kemudian memegangnya Memberikan Ke arah abay
"Tuan bunuh aku Dengan pisau ini bunuh tuan, Kalau dengan Ini bisa Membuat tuan tenang Dengan Semua dendam yang di miliki tuan terhadap keluarga ku
Abay khawatir saat delia Memegang pisau itu, Bahkan dia Terkejut tidak bisa berbuat apa apa, Baru kali ini Ada Yang berani Menantang dirinya
Delia Mendekati Abay Kemudian Dia ingin Membelah Tangan kanan nya
"HENTIKANNNN ... " abay Merebut pisau tersebut melempar Ke jendela Sehingga jendela Itu Pecah
Prangggggg...
Belahan Kaca Itu Berserakan Di kamar abay
Delia Yang menyaksikan ,langsung berusaha Lari Dari kamar Nya, Tujuan nya ke pintu kamar abay, Saat delia Berlari menuju kamar itu Tiba tiba tangan nya Di pegang oleh Abay
"Kenapa Lagi Tuan, Bukankah tuan Tidak ingin membunuh Delia, Biarkan delia yang membunuh nyawa delia Sendiri" Delia
Abay bingung, dia tidak bisa mengancam delia lagi, karena ancaman delia Berbalik ketakutan terhadap nya, dia tidak ingin delia Kehilangan nyawa nya, Entah kenapa hati nya menginginkan itu
"Kalau Kau Mau mati silahkan, Aku tidak ingin di kenal Dengan sebutan pembunuh, ketika Kau mati aku tidak akan puas, Aku akan Membunuh keluarga mu satu persatu termaksud Ayah adik dan ibumu "Anacaman abay
Delia Menangis Histeris. "Kenapa Tuan kenapaaa..?? Hiksss.. Apakah tuan Tidak puas Dengan menyakiti Saya, Tuan Tidak pernah berfikir Bagaimana Kelangsungan hidup saya Bila tuan ceraikan saya maka saya adalah janda, Siapa Yang akan menerima saya, Masa depan Saya Hancur Karena Tuan,Hancurrr.. !!! Hikss.. Tuan apakah tuan Sadar Dengan Tuan Menikahi saya, masa depan ku hilang hancur seketika,Sebegituh besarkah Dendam Di hati tuan, Saya tahu betul tuan Orang terkaya terpandang, Sedangkan keluarga saya Ada di bawah alih mu, Apa tuan Pikir Balas dendam di ajarkan dalam Agama Islam Apa tuan tidak mengetahui Apa itu agama, Sedangkan AllAh SWT memafkan segala Kesalahan Umatnya, Sedangkan Kau tuan Hanya Manusia biasa yang bergelimbangan harta , sombong akan Duniawi Yang tidak memiliki hati nurani, Entah tercipta dari apa hatimu itu," Ucap delia Sambil berlari Meninggalkan kediaman abay
Abay Tersentak Mendengar perkataan Delia, ia mencerna setiap ucapan yang di keluarkan Dari Delia Satu persatu, Tidak di sadari air mata abay menetes dari kelopak matanya
Author: wah wah seorang CEO kejam bisa meneteskan air mata yaa hihihi
Abay Mengambil jaket Nya Mengejar delia, Dan ternyata Delia Tidak di temukan Di lantai 1, ia keluar melihat ke halaman Rumah, Dia Juga Tidak ada Disana,Siaall kemana dia pergi.
Abay mengambil kunci mobil pergi mencari delia.
******************
Delia keluar dari kamar abay meninggalkan rumah abay berlari sekencang mungkin dari areh rumah abay, Untung lah tidak ada bik ija atau pak juu melihat delia pergi, perasaan nya Sakit sekali, Ingin rasanya ia menjatuhkan diri menuju kematian tapi dia mengingat bahwa ajaran agamanya tidak mengizinkan umatnya untuk membunuh diri sendiri, Delia Terus berlari sampai Dia Tidak sanggup melakukan nya
Delia berjalan sambil melamun, Ia tidak memakai sendal, tidak membawa uang ataupun handpohone, Dia keluar hanya membawa tubuhnya beserta Baju kaos polos celana lepis selutut
Tiiitt... Titttt
Aakkkhhhhhh, delia pingsang
"Siall," batin toni keluar dari mobilnya
Dia melihat gadis Yang pingsang Akibat dia menabrak gadis itu,toni membalikan tubuh perempuan ituu
"Deliaaa". Ucap toni
"Ya ampun Delia Kenapa Kamu Seperti ini," Toni menggendong Tubuh delia kedalam mobil Membawanya ke klinik setempat
Di dalam mobil toni memperhatikan tubuh delia, Kenapa Dengan Dia, ada apa dengan nya, Toni melihat ke arah delia lagi, Bahkan dia tidak menggunakan Alas kaki sendal atau sepatu," kenapa Muka nya seperti Sudah di tampar? Kepala nya berdarah, Itu pasti karna terbentur aspal dia menabraknya tadi" Toni memastikan
Di dalam Klinik Toni Menunggu delia sadar, dia hanya mengalami Luka Kecil di bagian kepala akibat Kecelakaan tadi
"Dell, Kenapa kamu seperti ini, gue ingin menghubungi keluarga lu tapi gue tidak ada nomornya, identitas lu juga tidak di ketahui Karna kamu tidak membawa apa apa" bingung toni
Delia Sadar, perlahan membukakan matanya, Dia Melihat ke kanan Ternyata ada laki laki, apa itu Abay, Dia memperjelas lagi, memastikan
Toni membalikan tubuhnya. Delia lo sudah sadar"Tonii, Kamu toni kan, kenapa ada di sini" tanya delia
huhh syukurlah bukan monster kejam itu. batin delia
"Delia lo tadi ketabrak mobil gue, Lagian lo shi kenapa Melamun Kek orang gila, pakai sendal aja nggaa" Jelas toni
"Hiksss... Hikssss... " Delia hanya menangis mengingat kejadian tadi, bukan dengan perkataan abay
"Delia kenapa menangis,i-ya gue mintak maaf atas perkataan gue kalau membuat lu menangis, sudah ya muka cantik lo ilang nanti " sambil memeluk tubuh delia
"Hiksss.... "Delia membalas Pelukan abay, menangis sejadi jadi nya di dada berotot toni
"Sudah yaa jangan menangis lagi cantik, sambil membelai rambut delia"
__ADS_1
"Ton aku gaa mau pulang, bawa aku pulang kemana saja kamu mau" elak delia
Toni bingung "Maksud lu apa del,Kalau gue bawa lo kerumah gue bisa bisa aku di marahin mama karena Udah Bawa Calon Menantunya Malam malam gini" ketus toni
"Ton terserah kamu, aku cuma mau ikut kamana pun kamu membawa ku" Ucap delia
"Youdah mari kita pulang ajak toni" karena luka delia tidak terlalu Parah Maka delia sudah di izinkan pulang
"Tunggu" kata delia
"Kenapa lagi cantik"Abay terkekeh
"Ton aku tidak memakai Apapun ke sini" Delia menunduk
"Sudah Lah biar gue gendong ya kita ke apaterman gue saja,,pakailah apatermen gue, kalau lo tidak mauu di antar pulang"
"Tidak ton aku bisa jalan sendiri, Terimakasih ton sudah membantu ku"
"ya sudah ayooo". Ajak toni
Mereka menuju ke aparteman toni yang dekat dengan Kantor Abay Hanya kelang beberapa Tokoh saja untuk ke kantor abay, tetapi Delia tidak mengetahui kalau apaterman toni dekat dengan Kantor suaminya.
"Del lo mau makan gaa." Tanya toni
"Boleh ton, tapi aku pinjem uang kamu dulu ya, soalnya aku gaa ada uang." Tunduk delia
"selow aja lah del, lo tu sahabat gue jadi selow aja kalau nanti lo jadi bini gue ,gue kasih lebih kok" Kekeh toni sambil senyum
"ihhhh toni udah ahh jangan kek gitu" Kesal delia
"Ayo turun del, kita makan d sini"ajak toni
Delia ragu antara turun atau tidak, dia takut kalau makan di restoran ini akan ketemu abay atau suruhan abay karena delia sudah tahu kalau abay menyuruh Suruhan nya, Insting delia
"Gaa ton aku tunggu di mobil aja ya kepala aku pusing terus gaa pakek sendal" tolak delia
"Youdah lo mau pesan apa" tanya marco lembut
"aku cuma mau makan Nasi goreng Sama omlet udah itu aja"
"Yaudah tunggu di sini jangan pergi ya imut" Toni menyipitkan mata nya sebelah lalu pergi meninggalkan delia
Delia melihat ke kiri kanan, Dia melihat mobil Abay Di belakang mobil toni
Abay masuk ke restoran itu tanpa Melihat delia di dalam mobil toni
Huhhhh, delia tenang karena abay tidak melihat dirinya, karena kaca mobil toni yang gelap.
Toni masuk ke mobil melaju menuju apaterman, sesampai di apaterman Toni mengajak masuk delia
"Lo tunggu di sini Dulu Ya, Gue mau ngambil piring untuk kita makan" Ucap toni
"Hmmm" Delia mengiyakan nya, melihat ke segala penjuru ruangan wah apaterman nya mewah. Batin delia
"Doooorrr... "toni mengejutkan delia
"Astagfirullah toniii kamu apa apaan shi" kesal delia sambil mengisap dadanya
"Heheh nihh makanlah dulu"
Delia mengambil makan dengan lahapnya, karena delia belum makan dari siang
"Ton kenapa apaterman ini Gaa ada suara orang lain" Tanya delia
"Ya iyalah ini apaterman gaa ada penghuninya, Ini apaterman Kakak gue shi, tapi karena Dia kuliah di luar negri Jadi ini gue yang ngurus". Perjelas abay
"Ohhh gitu, Tapi nanti aku tidur dimana Ton"
"Ohh itu tenang kamu tidur di kamar kakak gue nanti, Di sana juga Ada Baju baju nya kamu bisa pakek sesuka hati kamu" Tawar abay
"Ohhh yaa, Apakah Kakak mu ada baju seragam SMA kalau ada Aku mau pinjam"
"Tentu ada del, kamu pinjam aja baju nya dulu" Kata abay
"Del kamu ada masalah apa sampai kamu pergi dari rumah kek orang gila ,mujur aku yang nabrak kalau cowok nakal apalah nasib kamu delia" toni
"gaa ada ton hanya Kabur aja."jawab singkat delia
"kamu bohong del,del kalau lo butuh teman curhat gue siap dengerin,siapa tahu gue bisa bantuin lo" tawar toni
"gaa ton, terimakasih kamu sudah banyak membantu aku" ucap delia sambil tersenyum
"iya iya gue paham, sekarang masuklah ke kamar itu,istirahatlah kepala lu masih sakit "sambil menunjuk kamar kakak nya toni
__ADS_1
"hemmm" .ucap delia
"gue masuk ke kamar itu kalau ada apa apa panggil aja gue". selamat malam sambil memberikan senyuman pepsodent nya
flashback on
abay masuk ke dalam restoran, Menghubungi orang suruhan nya untuk mencari istri nya itu
"akkhhh siall kenapa aku ceroboh seperti ini aku harus menemukan mu Wanita nakal" batin abay
"selamat malam tuan, ada apa tuan menelpon saya malam malam seperti ini " ucap rena sopan
"saya mau kamu cari istri saya sekarang, hubungi ujang dan yang lain nya"
"baik tuan", jawab rena di sebrang sana
abay kembali pulang ke rumah nya ,saat memasuki kamar, abay melihat serpihan kaca sudah tidak berserakan kamar nya sudah rapi dan bersih,bik ijaa membersihkan nya,tapi ada yang hilang saat melihat ke ranjang, biasanya delia sudah tidur di Sana, tapi sekarang tidak ada lagi.
keesokan harinya abay terbangun ,dia melihat jam di ponsel nya menunjukan 9.00 ,betapa terkejutnya abay, karena dia biasanya di bangunkan oleh delia, abay masuk ke kamar mandi membersihkan diri ,kemudian keluar kamar mandi, dia melihat tidak ada baju yang di siapkan dia Baru ingat delia tidak ada di rumah, abay merasa ada yang hilang di keseharian nya, kemudian memilih baju sendiri.
pergi menuju kantor, tapi dia telah menghubungi rena sendari tadi, kalau dia telat
Flashback off
delia dan toni sudah sampai di sekolah
"heiii" kejut putri yang tiba tiba datang
"astagfirullah" ucap toni dan delia
"tunggu kenapa akhir akhir ini kalian selalu berdua an jangan jangan ada hubungan spesial di antra kalian" putri mengintropeksi delia dan toni
"ihhh apa shi put masih pagi juga udah kek dektetif aja lu" kesal delia
"iya ada sesuatu tapi belum terungkap hihihi "ucap toni terkekeh
"tuh kan dell lu sama toni ada sesuatu" selidik putri
"udah aahh jangan kek gitu kalian apa shi " delia berlari masuk ke kelas meninggalkan putri dan toni
"eeeee...dell tungguin gueee" .teriak toni mengejar delia
"eee tungguin gue guys" ucap putri berteriak
mereka pun masuk kelas hingga Bel istirahat pun Berbunyi
kringggg kringgg
delia tidak bersemangat untuk ke kantin, Dia juga tidak tahu bagaimana nasip nya ini kalau dia pulang Pasti mama papa nya tidak terima dia, sedangkan kalau dia pulang ke rumah abay dia sudah membayangkan tangan kekar abay menampar dan menyiksa nya ,delia menangis di kelasnya
"del lo kenapa nangis shi" tanya toni
"hiksss.hiksss.." hingga Ningsih masuk ke kelas delia
dia melihat toni sedang menenangkan delia yang menangis "toni lu apain delia, kenapa dia menangis, sambil menaruh kedua tangan nya di dada ,siap menghajar toni"
"eee tenang ning delia menangis gue gaa tahu sebab nya sumpah" sambil mengangkat kedua tangan nya
namun ningsih mengabaikan toni, ia memeluk delia, ada apa del," kenapa lu nangis, Ada masalah" tanya ningsih khawatir
tangis delia semakin pecah "hiksss hiksss.."
"udah del lu tenangin diri terus ikut gue ,ajak ningsih"
"kemana aja ,lu harus ikut gue "ucap ningsih
delia pasrah mengikuti langkah kaki ningsih menuju tempat sepi. "ada apa ning" dengan muka yang sembab delia menjawabnya
"del lu di cari Sama laki laki tadi kalau gaa salah gue shi namanya abay, Ganteng banget del dianya,dia nungguin lu di gerbang sekolah dari jam 11" perjelas ningsih
"benarkah ?" tanya delia serius
"iya delia, dia kelihatan sedih banget kek orang gaa bisa bernafas, dia bilang ke gua kalau Nanti Ketemu delia tolong bilangin kalau abay mencarinya, bilang ke dia suruh dia pulang "gitu shi del kata cogan itu
delia terdiam
"ada apa lu sama tu cogan del, om lu yaa ,ganteng banget del, kenalin ke gua yaaa"
"gaa udaah ahh apaan shii, aku mau masuk kelas dulu"
###############
hi 🤗
__ADS_1
like and koment 🤗