
Flashback Dimulai
Sebelum menunaikan sholat,Delia mengunjungi kamar Ibu mertuanya, Karena ia akan menepati isi hatinya ketika sudah sholat .
"Asalamualaikum maa, " Sahut Delia di ambang pintu
"Waalaikumsalam, ee menantu mama, sini sayang masuk " Balas ramah Kiran, kemudian mempersilahkan Delia duduk di tepi kasur tepatnya di sebelah kiran
"Maa Delia ganggu ga, hehe" Ucap delia
"Gaa lah sayang, emm kenapa hemm? " tanya lembut Kiran
"Maaa Delia mau minta maaf sama mama, sama papa dan juga kakek, atas apa yang di lakukan keluarga Delia, apa lagi papa adalah dalang kepergian kalian selama beberapa tahun, sampai meninggalkan putra kalian, Delia tahu maa kata maaf delia tidak merubah semua yang telah terjadi, tetapi delia sadar akan kesalahan keluarga delia, maafkan papa Askah maa hikss... " Setetes air bening membasahi kaki kiran karena Delia bersujud di kaki kiran
Kiran yang melihat apa yang di lakukan menantunya pun, segera membangunkan tubuh mungil delia "Sayang, suutt..... Jangan katakan itu, ayo berdirilah"
"Mama, papa retno dan kakek jauh terlebih dahulu memafkan atas kesalahan yang di lakukan keluarga kamu, kamu tidak salah sayang, kamu berhati muliah, mama sudah maafkan kamu " Kiran memeluk menantunya dengan penuh kasih sayang, meyakinkan bahwa dia telah melupakan masalalu kelam itu.
"Terimakasih maa, terimakasih sudah memafkan keluarga delia, tapi biarkan papa dihukum setimpal dengan apa yang dilakukan papa maa, delia iklash maa"
"iya sayang mama tahu, jika papa mu nanti sudah menyadari kesalahannya mama janji sama kamu akan membebaskan papa Askah yaa sayang" Ucap Kiran tulus
"Iya maa, terimakasih ya ma " Delia Memeluk kembali tubuh Kiran
Kiran membalas pelukan dari Delia " sayang, kapan mau kasih cucu ke mama, hihi, apa kalian menunda kehamilan yaa? " tanya penasaran Kiran
__ADS_1
Seketika muka Delia burubah menjadi memerah "eee itu maa.. Anuu.. Itt.. " ucapnya terbata bata.
"Anu apa sayang ,jangan jangan kalian belum pernah anu anu yaa? " Tanya serius Kiran sambil menatap oenuh penasaran pada Delia
Bagaimana ini, apa jujur aja kali yaa, yaa aku harus jujur
" heheh Iyaa.. Maaa " Ucap Delia Sambil menundukan kepalanya, ingin sekali rasanya ia menutup mukanya di bawah bantal saat ini
"APA? " Pekik Kiran
Bagaimana mungkin jika lelaki sudah menikah satu ranjang tidak pernah seperti itu, bukankah aneh?
Jangan-jangan Putraku ada kelainan, masa iya dia tidak tergoda dengan tubuh istrinya, tidak ini tidak boleh terjadi, aku yang harus bertindak, mereka pasangan yang aneh. Batin Kiran
"Sayang, apakah putrakuh tidak pernah menaggih haknya? " tanya Kiran Serius
"Pernah maa, hanya saja waktu berkata lain " Ucap Delia masih menunduk, karena mukanya masih seperti udang rebus
Apa jangan -jangan yang di maksud menantukuh ini karena keberadaan kami, ahhh bagaimana jika kami pergi beberapa Minggu untuk mendaptkan seorang cucu. Batin kiran senyam senyum.
"Kamu harus siapkan waktunya sayang, berbaikan lah dengan suamimu, dan segera cetakan cucu untuk mama okee, malam ini mama, papa sama kakek akan pergi ke luar kota untuk mengurus proyek, mungkin sedikit memakan waktu lama" Ucap kiran
Kiran ingin jika dia pulang menantunya akan segera mengandung, maksud dan tujunnya hanya ingin mendapatkam cucu.
"Iya maa, tapi jangan lama-lama ya ma, Delia kesepian nanti nya heheh " Imbuh Delia, dia tidak tahu apa maksud dan tujuan mertuanya itu
__ADS_1
"Iya sayang aman, tapi ingat kamu harus bolong dulu ya, terus cetak bayi untuk mama, dan jnagan bilang jika suamimu itu impoten " Tegas Kiran
Muka delia memerah kembali, ingin rasanya ia terbang dari kamar ini, kemudian bersembunyi di kolom ranjang, tapi rasanya tidak mungkin "gaa ma, Mas akbar gaa gitu kok maa, hanya saja waktunya tidak tepat maa " ujar Delia
Ohhh ini masalahnya, berarti tidak salah jika kami meninggalkan kalian berdua disini. Batin Kiran
"Kalau begitu, kamu harus pakai baju nafsu, dan pakai farfum penggoda sayang, agar kamu segera hamil " usul Kiran, sambil memandang muka Delia
"Kenapa harus begitu maa? " tanya polos Delia
"Agar kamu dapat pahala, ingat yaa sayang malam esok kamu harus pakai saran mama, pakailah baju ini, mama sengaja membeli nya untukmu sayang, dan pakai farfum ini di leher, dekat dada dan paha yaa sayang, dan semoga mendaptkan pahala, mama mau siap-siap dulu yaa " Ucap Kiran, kemudian memberi paperbag dan beralu menyusun baju kedalam koper.
Delia hanya mangut-mangut mengerti,karena kepolosanya dia tidak tahu jika itu akan merangsang birahi lelaki.
Delia memandangi paper bag itu, tidak lupa mengucapkan tanda terimakasih kepada mertua yang baik bagi dirinya.
"Terimakasih maa, amin semoga delia mendapatkan pahala maa," Ucap delia polos, tanpa tahu apa maksud tersembunyi nya kiran
"Iya sayang, jangan lupa hubungi mama untuk malam itu, agar berjalan dengan lancar, hubungi selalu kepada mama ya sayang" ujar Kiran
"I.. yaa maa.. " Ucap Delia terbata-bata
"Bagus, sekarang tidurlah, mama akan bersiap dahulu, good night sayang, berbaikanlah dengan suamimu itu, jika dia berbuat salah, bilang sama mama " kiran
"Iya maa terimakasih maa, Good night kembali " Delia berlalu menuju kamarnya.
__ADS_1