Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Panti Asuhan


__ADS_3

Hai.. Bagaimana kabar kalian semua 🤗semoga selalu dalam lindungan Allah🙏


******


Sore hari ini tidaklah mendukung. Delia dan Mama kiran kehujanan di persinggahan jalan,beruntung mereka menaiki Mobil avanza milik Papa Hendra yang di supiri oleh Pak juu membuat mereka tidak basah saat hujan menghampiri.


Jalanan menuju kepanti memakan waktu satu jam lamanya. Biasanya kalau hari mendukung hanya perlu waktu 30 menit, tetapi karena ada halangan hujan beserta macet di kota batavia ini, mengakibatkan lamanya perjalan sore hari ini untuk menuju panti.


Setibanya Mereka Di panti Asuhan. Mereka di sambut hangat oleh anak panti bersama para ibu-ibu dan bapak-bapak pengurus panti disini.


Anak-anak berbaris rapi untuk menyabut kedatangan Mama kiran dan Delia. Anak panti perempuan berbaris rapih di sebelah kiri mereka memakai Gamis berwarna putih dipaduhkan dengan hijab berwarna cream. Begitu pula dengan para pemuda lelaki di sebelah kanan, mereka nampak menggunakan baju kokoh berwarnah putih beserta celana Dasar hitam. Banyak di antara mereka memiliki baju berwarna kusam, nampak sekali jika di panti ini mereka memakai baju seadanya karena ekonomi di panti ini masih miris sekali.


Delia dan Mama kiran memakai kerudung beserta gamis coklat yang menawan. Mereka sengaja mengganti baju sopan sebelum menuju ke panti.Mereka memasuki Area taman, kemudian berkunjung kedalam ruang keluarga bagi anak panti.


"Silahkan duduk.nak, buk. " titah ramah dan lembut ibuk Yani. Ibuk Yani adalah ibu panti di salah satu Desa di ibukota jakarta, ibu Yani Berstarus Janda, suaminya telah lama pergi ke syurga saat membangun rumah Anak panti dahulu. Bu yani berjuang sendiri untuk menghidupi Anak panti walau dirinya sulit memenuhi kebutuhan ekonomi untuk anak kandungnya bersama anak panti lainya.


"Terimakasih buk," ucap Mama Kiran dan Delia kompak.Kiran dan buk Yani terus berbincang-bincang, sedangkan Delia sibuk membagikan makanan dan baju bersama Anak panti.


"Tante cantik, aku mau baju yang ini, " ucap anak perempuan yang sedang asik memilah beberapa pakaian.


"Iya ambilah nak," ucap Delia lembut, ada rasa iba dihatinya saat melihat keasikan anak panti disini.


Saat Anak lelaki dan wanita sedang asik memilih beberapa pakaian, menikmati makanan serta bercanda gurau.Bahkan diantara mereka ada yang mencoba untuk memakai baju barunya dengan penuh semangat.Sedangkan di pojokan anak tangga yang sudah kelihatan tua itu,terdapat anak perempuan sedang duduk sambil memeluk kedua kakinya. Mata Delia menangkap sosok anak perempuan yang sedang menyendiri di bawah bangunan anak tangga yang terlihat sudah tua.


Delia berjalan menghampiri Anak perempuan yang memiliki kulit putih berwajah belasteran indonesia-belanda. "Nak, kenapa tidak kumpul bersama teman-temanmu? " tanya Delia sambil mengelus kerudung Anak cantik itu. Namun, anak cantik itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Mari ikut tante. " ajak Delia sambil memegang jemari putih milik anak itu.


"Tidak tante, biarkan clod disini. " ucap sendu Clodia yang sering di sapa Clod.


"Baiklah tante akan menemanimu, Siapa namamu tadi?Clod. " tanya ulang Delia sambil menjatuhkan diri di sebelah Clod.

__ADS_1


"Ya tante. Namaku Clodia panggil saja Clod."


Ucapnya sambil memberi senyuman termanis.


"Nama yang cantik,oh ya clod,sudah berapa lama tinggal disini? " tanya Delia penasaran saat melihat Clod menyendiri di bawah anak tangga ketimbang berkumpul dengan temannya.


"Clod baru 5 hari tinggal di sini tan. " ucap Clod sambil menahan tangisnya. Terlihat sekali dimata Delia bahwa anak ini baru saja mengalami Masalah.


Delia mengelus pungguk Clod dengan tenang. " oh yaa!, berapa usiamu clod? "


"13 tahun tante." Ucap Clod senduh, sambil menatap muka cantik milik Delia.


"Wah ternyata lebih muda dari yang tante bayangkan hehehe." ucap Delia sambil menebarkan senyuman hangatnya.


"Benarkah tante? " tanya ceriah Clod. Yang dibalas anggukan oleh Delia membuat Clod tersenyum hangat.


"Emm kalau Clod tinggal di sini baru lima hari, jadi sebelum disini Clod tinggal dimana?" Delia mencoba mengintrogasi Clod, yang ia pikir bahwa clod sedang mengalami masalah.


"Tentu Clod. Sekarang Clod adalah sahabat Tante. Jikalau sahabat tante mau bercerita dengan tante, tentu dengan senang hati tante akan mendengarkannya. " Ucap Delia sambari memegang tangan Clod


"Sungguh? "


"Tentu Clod. "


"Terimakasih tante. Emm baiklah Clod akan bercerita, sebenarnya clod di usir sama momy sea dan saudara tiri Clod bernama Anel,Clod dituduh mencuri uang Dady hikss.. Sampai akhirnya Dady marah sama Clod, katanya Clod anak Nakal, dan Clod di usir dari rumah. Padahal Clod tidak mencuri uang Dady tante hikss.. Hikss. " Clod menangis sejadinya. Delia mencoba memeluk gadis kecil didepan matanya saat ini.


"Terus Dady bilang kalau Clod anak yang gaa berguna, Dady tampar muka Clod, sakit sekali rasanya tan, hikss... Hikss.. terus Dady mengasingkan Clod di sini. Hikss... Dady tidak mempercayai Clod lagi hikss.. Coba kalau Momy Tera masih hidup, Pasti momy tera akan membela Clod hikss..dady gaa sayang lagi sama Clod. "


"Kenapa nasibmu hampir sama dengan tante clod. " Batin Delia sembari menenangkan Clod. Mengusap punggung clod, memberi kecupan di pucuk kepala Clod.


"Kalau Clod tidak bersalah. Jadi Clod jangan takut, Clod buktikan sama Dady kalau Clod bukan anak yang tak berguna. " ucap Delia meyakini.

__ADS_1


"Jadi Clod harus gimana tante?, momy Sea sering menghukum Clod dengan mencuci piring, menyapu rumah, makan siang saja Clod tidak boleh sama momy Sea. Kalau ada Dady Momy sea baru bolehin. " ucapnya dengan berlinang air mata. Tak terasa Delia juga menitihkan air matanya. Karena mereka berdua Senasib hanya saja Clod di usir sedangkan Delia pergi sendiri dari rumah.


"Sudah Clod jangan menangis lagi ya. clod harus menjadi anak yang tangguh, kuat, dan pintar. Buktikan kalau Clod tidak bersalah, Clod harus bisa bahagia walau Clod sedang diasingkan disini. Dady Clod sayang sama Clod, itulah sebabnya Clod di asingkan disini. Dady clod tidak mau kalau putri cantiknya ini di sakiti sama Momy Sea. " ucap Delia sembari memeluk tubuh Clod lagi.


"Hikss.. Tante tidak bohong? Dady sayang sama Clod? Sungguh? "


"Iya clod, Dady sayang sama Clod. Jadi Clod harus menjadi anak yang baik disini ya. "


"Clod juga sayang Dady, Baiklah tante Clod akan jadi anak yang baik dan tidak cengeng lagi. " ucap clod sambil memeluk tubuh Delia kembali.


"Jadi Clod harus berteman dengan semua Anak disini oke. " Delia Menyipitkan mata sebelah kananya sembari menjutaikan jari telunjuk dan ibu jari membutuk Oke.


"Oke tante. " ucapnya sambil meniru gaya Delia.


Setelah berbincang dengan Clod, Delia memutuskan untuk pulang bersama Mama Kiran. Delia melihat sendiri dengan mata kepalanya bahwa Clod.Mulai memperkenalkan dirinya bersama teman sebayanya disana. Ada rasa kebahagia sendiri yang dirasakan Delia saat melihat Clod tersenyum.


Bagiamana tidak?. Jika Nasib mereka berdua hampir mirip, sama-sama tak di inginkan. Sama-sama disiksa.


**********


Maaf, kalau cerita author membosankan, atau tidak nyambung dan masih banyak typo. Ini hanyalah karya halusinasi author. Walau ada juga yang author ambil dari kisah kehidupan nyata.


Author minta sama kalian semua untuk tinggalin jejak kalian. Komen dan like itu jangan lupa gerz. Itu sangat berarti bagi author pribadi, sebagai semangat untuk menulis karya berikutnya.


Tinggalin jejak kalian oke👍


Like👍


Koment 👍


Kasih bintang ke author👍

__ADS_1


Selamat membaca Karya author yang belum sempurna ini😗


__ADS_2