
Cinta
Siapa yang tak mengenal kata CINTA?
Semua orang pasti tahu apa itu cinta. Cinta itu indah, membahagiakan, mencetar bahanakan dunia kita agar lebih berwarna.
Terkadang seseorang menyalah artikan cinta. Padahal cinta tak salah.Yang salah itu adalah orang yang mempermainkan cinta. Setiap manusia ingin memiliki cinta,tapi tak ingin tersakiti oleh cinta.Separuh dari kita menginginkan hubungan manis tanpa rasa pahit atau asam, namun kenyataannya cinta itu menyakitkan. Lebih sakit lagi jika kita patah hati, apalagi orang yang kita cintai tak mencintai kita, tak ada obat sakit hati di dunia ini.
Sama halnya yang di rasakan Retno putra Berdarah Kraton.Cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia terobsesi dengan Delia. Sejak kecil ia mencinfai Delia. Namun, Delia tak pernah memahami apa maksud Retno.
Retno lelaki lemah lembut. Ia sangat mencintai Delia. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan.Saat dia mengetahui jika Delia sudah Menikah. Duanianya hancur. Harapannya sirna. Alhasil Retno semakin frustasi. Retno mengumpulkan semua hasil foto Delia yang ia ambil secara tersembunyi saat kecil hingga besar seperti sekarang.Foto itu ia kumpulkan di suatu ruang kamarnya yang tersembunyi. Tak hanya itu Retno juga membuat patung mirip sekali dengan Delia. Setiap waktu ia peluk patung itu jika ia rindu dengan Delia. Setiap waktu ia bercerita dengan patung itu. Seakan patung itu adalah Delia.
Kembali ke waktu masa Penculikan
Di kamar Hotel bernuansa Kuno.Hotel ini kelihatan kelasik beserta tua sekali. Bisa di lihat dari ban sepeda yang di tempel pada dinding kamar ini. Ban sepeda itu terlihat tua seperti dari tahun 90an. Kesan modern tak terdapat disini sedikitpun.
Retno menidurkan Delia di kasur Hotel nuansa putih milik Hotel tua ini. Ia pandangi wajah wanita yang tak dapat ia miliki seutuhnya. Perlahan matanya menangis tapi segera ia tepis. Senyum menyeringai ia tampilkan. Tangannya mengelus pipi empuk Delia.
"Delia sayang,bangun. Mari kita bersenang-senang." ucap Retno sambil senyum menyeringai. Matanya menatap senduh Delia.
Delia merasakan ada sentuhan yang menyentuh pipinya. Segera Delia buka mata yang sedang tertutup ini. Matanya melihat sosok lelaki lain, bukan suaminya.
"Re-tno. "
Retno membalikan pandanganya ke mata Delia. "Delia.Sayang.kau sudah bangun? Baiklah sekarang waktunya. "
"Retno. Kenapa ka-u bisa ada disini? " Tanya Delia bingung,tubuhnya bergerak menjauhi Retno. Namun Retno mengikuti kemana pun gerak geriknya.
"Retno jangan mend-ekat. " Delia mendorong kepala Retno yang sedang berada di depan wajahnya saat ini. Ada rasa takut yang menjalar di tububnya.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa kau tak mencintai aku Delia? Kenapa kau tega menikahi lelaki BE-DEBAH ITU!!, apa kau tak bisa lihat jika dari dulu aku mencintaimu Delia. Tapi kenapa? KENAPA? KENAPA KAU TAK MEMAHAMI AKU? HA! " Bentak Rerno sambil memegang dagu Delia
"Ret-no apa maks-udmu? Aku, Aku tak menge-rti, Ret-no." Delia gelagapan, Ia melihat sisi lain di diri teman Semasa SMAnya ini.
Retno menghempaskan waja Delia kesembarang Arah. "Cih! Bahkan aku sudah jujur kau tak mengerti. Delia! Aku mencintaimu, aku mencintaimu DELIA. "
"Ret-no, " air mata Delia berhasil membasahi wajah memerahnya. Bahkan ia terkejut dengan perkataan Retno.
"Ucupp... Cupcup jangan menangis Delia Sayang.Kau tahu hemm.. Aku sangat mencintaimu, setiap hari aku mencoba mengambil foto dirimu. Setiap hari aku mengirimkan bunga dimeja belajar mu, setiap minggu aku mengirimkan buket ke rumahmu, Tapi,kenapa kau tak tahu itu DELIA! " Retno mencengkram kuat Kaki Delia.
Delia meringis, saat kuku Retno menancap dikulit kakinya. Delia hanya bisa Menggelengkan kepalanya. Delia sangat terkejut dengan ucapan Retno. Memang benar Delia selalu menerima Buket setiap hari minggu di rumahnya. Menemukan setangkai bunga mawar putih di meja belajarnya saat di sekolah, terkadang mendapatkan coklat. Namun Delia tak menghiraukan itu.Dulu ia pikir itu adalah orang iseng yang mengusik hidupnya.
Tak disangka jika itu adalah Retno.
"Kau tahu lagi Delia. Aku membuat dirimu ahahahahah.. Kau mau lihat fotonya? Sebentar ku perlihatkan padamu. " Retno mengambil ponselnya. Kemudiam memperlihatkan patung yang mirip sekali dengan Delia.
"Ret-no kauu... " Delia menutup mulutnya, Seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.
Tubuh Delia seakan menolak saat Retno mendekatinya. Ada gejolak takut dan tak percaya dengan apa yang dilakukan Retno padanya. Cinta Retno itu salah. Itu adalah sebuah Obsesi. Cintanya berlebihan. Bukanya untuk menjauh namun Retno ingin mendapatkan Delia dengan cara seperti ini.
"Delia sayangg.. Mau kan malam ini mencintai ku sekali saja di hidupmu. " ucap Retno sambil tersenyum menyeringai penuh arti.
"Ti-dak, menjauhlah! Aku sudah menikah. Retno. " Delia bergetar hebat saat ini.
"Jangan takut sayang, aku akan memperlakukanya dengan lembut dan memabukan lebih dari suamimu. " Retno menyibakan rambut Delia kedaun telinganya sembari mengusap keringat dingin di pucuk kepala Delia.
Delia menepis tangan Retno. Ia coba bangkit dari tidurnya ini. Namun tubuh Retno tak mau pergi darinya.
"Jangan menolaku, mari kita bermain. " Retno menggenggam kedua tangan Delia, kemudian mengalungkan tangan itu kelehernya.
__ADS_1
Segera Delia tarik tanganya. Namun Retno memaksakan kehendak. "Biarkan seperti ini sebenatar saja. Kumohon Delia. Hanya ini yang ku mau. " Dengan muka senduh Retno memohon. Alhasil Delia menuruti keinginan Retno karena rasa iba dihatinya.
"Bagus, setelah ini ku pastikan kau menjadi miliku. " Batin Retno menyeringai.
Tanpa Delia sadari Retno memiliki niat jahat dibalik mata senduhnya itu. Karena kepolosanyalah yang membuat Delia bisa masuk jebakan. Bahkan Delia tak sadar jika dirinya di culik oleh Retno.Sampai seseorang membuka pintu kamar 701 ini barulah Delia sadar jika dirinya di culik.
Delia pasrah saat suaminya menarik tanganya secara kasar. Ia juga iba dengan Retno, namun bukan ini yang Delia inginkan. Ia ingin memberi masukan pada Retno agar melupakan dirinya. Bukan dengan cara seperti itu. Apalagi suaminya salah paham akan dirinya terhadap Retno.
Delia memiliki niat untuk meluruskan pikiran di diri Retno. Itu bukanlah cinta melainkan obsesi berlebihan. Apalagi saat Delia tahu jika Retno membuat patung persis sekali seperti dirinya. Ada rasa takut di diri Delia. Namun,Delia coba tepiskan, ia ingin memberikan Asupan agar Retno hidup bahagia Dan bisa mencintai wanita lain. Tapi bukan dirinya, karena dirinya sudah memiliki suami. Imposible untuknya jika ia membalas cinta Retno.
Inilah kenyataan di Dunia ini. terkadang yang kita cintai tak harus kita miliki. Yang dimiliki belum tentu mencintai kita seperti orang lain yang implosible kita miliki.
Eak author pengalaman ni wkwk😁
******
Hai hai readers🙏🤗
Tetap dukung author
Like
Like
Like
Koment
Koment
__ADS_1
Koment
Tinggalkan jejak kalean🙏🤗