
Sinar orange berhasil memasuki celah kamar milik tuan muda dan nyonya bos,pagi yang cerah di temani langit berwarnah biru awan putih yang terlihat begitu indah menemani cahaya mentari pagi.Seufuk bunga cantik yang merebak seisi pemandangan di sekeliling rumah besar milik keluarga Chandragunah.
Dua insan yang baru saja menjalankan malam yang panjang masih setia memejamkan mata mereka masing masing. Waktu berjalan sekarang menunjukan pukul 10 pagi, tetapi dua insan itu masih setia melewati hari yang cerah,mereka tidak malu dengan mentari yang sudah lama menebarkan senyuman cerahnya hari ini.
Tepat pukul 11 Abay mengerjapkan matanya, ia mulai mengumpulkan kesadaranya, dilihatnyalah sosok istri nya yang berada di dekapanya saat ini, bahkan ia masih merasakan miliknya masih berada di dalam sarangnya.
Abay mengecup puncuk kepala sang istri, sekilas senyuman ia layangkan saat mengingat kejadian malam tadi.
Delia sedikit terusik saat ada bibir yang menggangu wajahnya di pagi hari, mata bulatnya mulai membuka keasadaranya telah ia kumpulkan, ia merasa tubuhnya saat ini seperti sudah berjalan jauh dan terhempas kedalam jurang begitu nyilu, pilu nyeri yang dia rasakan. Ia masih merasakan ada benda yang menancap di dalam sarangnya.
"Selamat pagi istrikuh " ucap abay dengan mengecup sekilas bibir ranum istrinya
"Selamat pagi suamikuh " balas delia dengan muka yang memerah ketika mengingat kejadian semalam.
Mereka lama berpandangan, mereka bergantian memberikan salam pagi yang terlambat mereka lalui, mereka tersadar tubuh mereka masih polos, delia bersikukuh menyuruh junior abay untuk keluar, tapi sang pemilik beriskukuh untuk tidak mengeluarkanya.
"Mas ihhh.. Keluarin, delia mau mandi mas" titah delia geram, sedikit megoyang tubuhnya tanda meronta.
__ADS_1
Tapi dia tidak tahu jika dia bergerak sedikit saja,berhasil membangunkan junior itu untuk menjelajahi lebih jauh.
"Sayang jangan bergerak, kau membangunkanya" suara berat Abay saat miliknya mulai terangsang di dalam sarang milik istrinya yang masih sangat sempit
Namun delia tetap memberontak,abay mengambil kesempatan dalam kesempitan ia mulai memaju mundurkan miliknya, yang berhasil membuat delia merasakan sensasi ketagihan.
"Emmpp.. Mass udah ya mas delia capek uhhh" erangan delia saat Abay mulai melahap perbukitan Delia
Abay mengeluarkan miliknya,dilihatlah cairan bening bercampur darah menghiasi pertempuran malam mereka. Sedikit kekecewaan delia saat Abay melepaskan miliknya, ia malu untuk mengatakannya bahwa ia masih menginginkanya.
Abay mulai menciumi leher jenjang istrinya yang terlihat menggoda, lama kelamaan mulai turun, ia gapailah dua perbukitan, ia cengkram, ia pijit, ia mainkan dengan kesepuluh jarinya, bahkan jari telunjuk kiri dan kanan nya fokus memainkan pent*l perbukitan itu.
abay terus bermain, pemanasan di terik matahari yang mulai berada di atas kepala setiap umat Sekarang, tetapi ini hari libur tidak ada pekerjaan , abay leluasa memanfaatkan waktu wekeend untuk bersama istri sexynya.
Saat dirasa mereka siap untuk bertempur abay memasukan dengan sekali hentakan walau sedikit sulit, bahkan delia belum tersigap saat di masuki junior Abay yang besar berhasil menancap penuh di miliknya.
"Eghhmmp.. " erangan delia saat abay dengan lihaynya menggoyangkan seirama dengan suara erotis milik mereka,delia juga membalas seirama yang dilakukan suaminya.
__ADS_1
abay menaikan delia di atas pangkuanya, mereka melakukannya sambil duduk di atas kasur king yang sudah bercap darah tentunya bercampur cairan putih kental
Abay menuntun mengajarkan delia untuk menggoyangkan, dengan cepat karena delia sudah tidak tahan lagi ia menggoyang dengan cepat suara erotis keluar dari mereka berdua.
Abay mengerang saat milik delia berhasil membuatnya berada di langit ke tujuh "sayang lebih cepat" eranga berat Abay
"Mass, ahh... Emmm mas aku " ucap terbata bata delia sudah sampai puncaknya terlebih dahulu
Abay mengambil alih permainan kali ini sekarang ia yang membimbing delia, dengan gerakan cepat ia memompa miliknya, suara erotis yang di cipatakan di siang bolong tidak terhenti, entahlah beberapa kali mereka melakukannya.
############
Disisi lain
kiran mencemaskan rencana nya sendiri, apakah menantu polosnha itu berhasil malam ini? Apakah sebaliknya? Beberapa kali kiran mencoba menghubungi menantunya, halhasil tidak ada jawaban,kecemasan yang di rasakan kiran berakibat fatal.
Semalaman dia tidak bisa tidur pulas, bahkan pagi ini sampai di siang ini, dia belum mandi, karena memikirkan rencana nya sendiri.
__ADS_1
Hendra dan adi sedikit memberi petunjuk untuk kiran agar tidak terlalu mencemaskan rencana mesum yang ia beri kepada menantu polosnya itu. Tetap saja kiran sangat mencemaskan prihal tentang pembuatan cucu, Bahkan ia sudah berpuluh kali mengirim pesan yang berisikan "bagaimana sayang, apakah berhasil? ", "menantu mama? ", "hello sayang? " pesan itu terus ia kirimkan.
Karena lelah menunggu akhirnya kiran tertidur di sebuah sofa, karena Adi dan suaminya mengurus proyek, halhasil ia tidur sendirian di mansion di kota Surabaya.