
"B-erdirilah N.. Ak Kami.. Baik.. ba.. Ik saja "ucap lemah Lembut
Bagai tersambar petir JEDAR Hatinya Berdetar, Ia mulai Melirik ke sumber suara betapa terkejutnya ia melihat Mama, Papa dan kakek nya sudah sadarkan diri.
Bola Mata Coklat itu menatap Tajam, sesekali ia mencubit tanganya,Seola Menanyakan Dirinya Tidak bermimpi, Kembali ia rasakan sakit di tangannya, jawaban bahwa ini bukanlah mimpi.Kelima Jari kanannya Menyerka Air mata yang mengalir secara Kasar. Berdiri kikuk seakan tak percaya.
"Hikss.. Katakan Padaku Ini semua Bukan mimpi! Katakan Padaku! Jika ini mimpi aku tak mau bangun, katakan hikss!! "
"Kemarilah Nak Ini bukan mimpi, ayo Junior Papa, ayo kemarilah sayang " ucap sang papa dengan lemasnya tak berdaya
Seketika itu Abay berlari Kepelukan Sang papa "papa.. Hiks.. Paa izinkan Aku menangis Saat ini izinkan aku paa.. Hikks.. A-ku merindukan papa, Papa baik-baik saja kan,LIHATLAH paa Junior papa Sudah Tumbuh menjadi lelaki yang papa mau, Lihatlah Paa 11 tahun papa tinggalkan, aku menjadi anak yang baik paa, Akbar tinggalin Semua Kenakalan Remaja abay, itu demi papa.. Hikss.."
"Menangis lah nak, Menangis lah , Lelaki Jagonya papa boleh menangis untuk hari ini, menangislah nak... Papa Bangga padamu nak, Sukses selalu, Maafkan papa nak " setetes cairan bening Mengiasi Wajah rapuh papanya
"Sssttt!!!... Jangan katakan Maaf itu lagi paa, junior papalah yang harus Minta maaf bukan papa " ucap abay menghapus air matanya kembali, melepas pelukan sang ayah, memeluk sang ibu
"Mama.... Hikss.. maaa Aku merindukan mama.. maa Lihatlah Kumis Akbar Sudah banyak maa, Itu artinya Perkataan mama benar hiksss.. Mama Selalu bilang ke akbar cepatlah punya kumis seperti ayahmu itu menunjukan pada mama kalau kamu sudah dewasa,iya kan maa? Lihatlah maa Putra mama Jagoan mama sudah dewasa bukan? " Di pelukan sang mama akbar menangis sejadinya, Entahlah banyak kata yang ingin ia sampaikan di pelukann sang ibunda tercinta yang sangat di rindukan
Ibunda hanya tersenyum "Kau Membuktikan nya nak, Mama sangat merindukan mu "
__ADS_1
Mengeratkan Pelukan nya "Abay lebih Merindukan mama "
"Heiii,Cucukuh Yang Nackal, kau tak ingin memeluk kakek mu ini heeh!!! " ucap sang kakek terbaring di sudut ruangan serba putih dan biru
Seketika Pandangan nya teralih ke arah sang kake,Perlahan Ia melangkahkan kaki, Perlahan ia memeluk sang kakek "Hikss.. Kakek, Kek Cucu kesayangan kakek sangat Merindukan kakek,"
"ooo.... Heii!! Hapus air matamu, Di hadapan kakek kau tak boleh menangis, Cukup ayahmu saja yang cengeng " bentak sang kakek yang bercanda
"Kek ayolah kek kali ini aja kek hik... izinkan cucu kakek ini menangis bahagia karena berkumpul lagi dengan kalian "
Setetes cairan bening lolos dari air muka sang kakek " Hikss. s.... Ayo kitaa menangis berjamaah Bersama " ucap sang kakek menangis sejadi jadinya dengan sedikit candaan. Halasil semua yang ada di ruangan ikut haru, Para suster dokter menangis sejadi jadinya dk ambang pintu
********
Pulau Kematian
"Heii pria busuk, masih ingatkah gue sebagai pak wisnuh, hahahah.... " marco
"Emmmmm.. Emmmmm.... " Askah meronta sepertinya ia ingin Mengatakan sesuatu
__ADS_1
"Hahaha... Kau bahkan sangat bodoh!! Pak wisnuh ya pak wisnuh itu adalah gue ahahahah.. dan lu pak tua ba**ka lebih Bodoh dsri yang gue bayangkan, sangat miris Nasibmu " marco
"Bener tu bro,Lihatlah kaki ini, Kita suntik cairan jeruk nipis aja kali yaaa " ucao Toni bercanda
Sedetik kemudian Askah Meronta "hmmmmmm.... Emmmm... Emm..... "
"Hahah tenang pak tua, kami tidak sebejad itu upass.. " Toni
"Hahaha ya yaaa, Kami Sangat Baik bukan? Berterimakasih lah kepada kami, Ohhh iya ton keluarin suntik mati luu untuk ni kakek " ucap Marco cengengesan
"Ohhh iya bro, lupa guee " Toni berpura pura menyuntikan cairan, mengecek suntikan dengan baik, berpura pura Mencari urat di tangan askah
"Emmmm... Eoummm... Emmmmm" lagi lagi askah meronta-ronta
"Ahahahahhaha..... " tawa toni dan marco
"Lihtalah kau sangat takut mati!! Tenang kami tidak sebejad itu pak tua b*r*ngs*k!!! "
"Hahaha kami hanya memberi sedikit nutrisi untuk tubuhmu hahahahah"
__ADS_1
Entahlah Toni dan Marco hanya menakuti Askah, Nyatanya dia hanya memberi Obat bius, untuk melakukan oprasi dadakan di kaki Askah yang tertembak.