
Sudah seminggu lebih Mereka tinggal bersama sama di rumah utama Adijaya Chandragunah.
Pukul 5.30
Mereka sudah melaksanakan kewajibannya secara berjema'ah,mereka duduk di shofa empuk menatap mentari Yang malu malu memancarkan sinar hebatnya.
"Sayang? " suara berat abay
"Hemmmm" ucap delia fokus mengeringkan rambut
"Sayang? " panggil Abay
"Hemmmm, ada apa? " tanya delia mengalihkan pandangan menuju raut wajah sang suami yang aneh baginya
"Sayang, Aku ingin kau memanggilkuh dengan sebutan yang manis " ucap abay kaku gelagapan
"Haaa? Ucapan manis? " tanya delia dengan mengkerutkan dahinya
"I-yaa, misalnya nih yaa,Suamikuh, Mas, Akang, baginda, Honey, darling, baby, sweety, baby honey sweety seeety" ucap abay serius dan memperaktekan setiap ucapannya
"Ahahahahah.... Kau bisa bercanda ternyata"
Abay mengkerutkan keningnya "heii sayang, aku serius " ucapnya dengan menyembulkan bibirnya
"Ahaha baiklah aku akan memanggilmu dengan manis " Kekeh delia
"Gituu doungg, apa sayang?, apa sayang? " tanya antusias Abay memajukan kepalanya
"Emmm... " geming delia dengan menaruk telunjuk di keningnya, seola lagi memikirkan sesuatu yang menarik
"Ayoo sayang apa? apa? " tanya Abay dengan tak sabaran
"Emmmm.. " Delia masih dengan posisi yang sama
"Sayang? " panggil abay dengan lesu
"Aha..... Bagaimana kalau Hubby? " ucap delia
Abay mengkerutkan dahinya "hubby? What it's A Hubby?? "
__ADS_1
"Suamikuhh" ucap delia
"Yuhuuu, Hubby, kedengaran romantis, yahhh suamimuu suka sayang " ucap abay dengan loncat seperti baru memenangkan olimpiade
"ternyata Hubby adalah anak kecil yang kecepatan besar auu ahh jejek " ucap delia dengan merinding yang di buat-buat.
Mendengar itu abay menggedong tubuh delia memutar mutarkan pelukan nya, sampai kepala mereka terasa sangat pusing, berputar seperti mabuk.
"Akkhhh....... " teriakan delia
Brugh
Mereka terjatuh di rajang king size milik Abay
Delia berada di bawah abay, sedangkan Abay berada di atas tubuh Istri mungilnya, Mata mereka beradu pandang lama,kurang lebih 4 detik, Dan mereka tersadar
"Sayang,Aku menginginkan nya " suara berat Abay di telinga Delia
Jlekkk.. Tubuh Delia Serasa kesentrum,ada yang aneh di tubuhnya saat abay menggit nakal daun telinganya. Bagaimana pun Suaminya tetap lelaki normal.
"apaan shii,Dasar mesum " ejek delia menepiskan tubuh abay dengan jari telunjuk menekan dada kekar suaminya.
Tokktokktok..
"Awass, tuh ada yang ngetuk pintu " paling Delia menjauh dari dekapan Abay
"Ahh sial! Gagal! " prustasi Abay
Tetapi ucapan kecil abay terdengar jelas di telinga Delia "apanya yang gagal hah!? "
Seketika Abay tercengang "ee.. Anu.. Anuu sayang ada yang ketuk pintu " ucapnya berlari mendahului Istrinya
"Iya ada apa bik? " tanya abay kepada bik ninik ART yang mejaga rumah selama belasan tahun
"Anu tuan, ada temannya nona muda, katanya tadi namanya, Putri, Sama ningsih dan toni, sama marr.. Mar.. Coo iya marco, Dan akang ganteng lainnya" ucap bik ninik
"Apa putri? Ningsih?, aaaa... Permisi bik Delia mau turun " dengan semangat 45 Delia berlari menuju tangga tak sabaran
"Sayang, hati hati.. " teriak abay, sambil berlari mengikuti sang istri
__ADS_1
Bik ninik hanya menggelengkan kepalanya
"Akhirnya, setelah beberapa tahun berlalu sikap tuan muda kembali normal lagi " batin bik ninik, tak terasa cairan bening keluar dari ufuk mata yang sedikit berkerut
"Haiii putri, haii ningsihhh, haii guyss.... " Teriak Delia
Ningsih dan putri mengalihkan matanya menatap Delia "DELIA " ucap kompak mereka, langsung menghamburkan pelukan ke arah Delia " hikss.. lo jahat, nikah gaa bilang ke kita huaaaa" ucap putri
"Benar tuhh, pokonya gue gaa terima luu harus dapatin hukuman dari kami! " ucap ningsih dengan lagak yang mengerikan
"Hei, kalian mau apakan istri kuh? " ucap abay tak terima para sahabat istrinya memarahi istri kecilnya.
"Sssttt..!!, diamm!! "Ucap putri menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuk
Delia hanya terbahak-bahak menyaksikan adegan seperti ini, ia bahkan merasa sedikit bersalah kepada sahabtnya, ada rasa geli melihat aksi konyol mereka
"Ahahahaah.... " tawa Delia pecah
Sorot mata Putri dan ningsih mengarah Ke muka Delia "Luu menyebalkan! Gue gaa terima luu nikah tanpa restu dari kami, hikss, dan luu, wanita **** yang pernah gue kenal seumur hidup gue! ,lu rela di sakiti, rela di anacma, ama tu laki, emang ya laki lu tu gaa punya akhlak, gaa punya hati, hiksss..kalau gue jadi lu, gue cincang abis tu laki luuu!!! "
Mendengar ucapan putri, Bulu kuduk abay berdiri dengan sendirinya.
"Iya tuu, lu tu yaa wanita begoo yang gue kenal, Dan lu tau suami lu tu gaa baik! Ini yang lu Banggakan!! Lelaki yang menyakiti luu haa!! " Ucap ningsih menunjuk nunjuk dada abay, ekpresi marah nya menggebu gebu. Seisi ruangan bingung hanya terdiam
mendapatkan perlakuan dari sahabat istrinya sendiri, Abay hanya memasang muka datar, langkah nya memundur perlahan saat di dorong putri dan ningsih, tubuhnya seakan pasrah
"Dann luuu lelaki yang gaa punya akhlak!! Tega bet dah lu nyakiti sahabat kami, lu lukai semuanya gaa pisik,gaa batin juga lu sakiti, HEI.. Kau tak pantas di sebut lelaki! Lu pencundang!! hikkkkkss... " Emosi putri mendorong tubuh Abay dengan deraian air mata
"Dan luu Del, kenapa lu gaa pernah cerita ke kita hah!! Lu anggap kit ini apa!! Apa hah!!! "
"Lu anggap kita Orang asing gitu!! Tega lu ya del hiksss.. Hiksss... "
"Gue gaa terima... Hikss.. Gue gaa terima lu di sakiti..lu sahabat guee hikss.. Kenapa? Kenapa lu gaa kasih tau kita hah! Kenapa? Hikss.... "
Mendengar kegaduhan yang rusuh, Kiran, hendra dan adi turun ke lantai satu, Betapa terkejutnya Mereka melihat, putra mereka di hakimi oleh wanita-wanita muda, tetapi mereka mengurungkan niat untuk turun ke bawah.Mereka menyaksikan adegan dari lantai dua.
"Guee.. Gue mau lu ikut kita, lu berhak bahagia, " Putri menarik tangan Delia menuju keluar
Delia melepaskan dengan lembut tangan Putri "sahabat gue, maafkan gue, karena gaa pernah cerita ke kalian, hikkss... Maafin guee, gue mau jelasin ke kalian, kasih gue waktu sebentar hikss.. " derai air mata delia tak tertahan.
__ADS_1
"gaaa, pokonya lu harus ikut kami!! "