Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
ENDING


__ADS_3

Dinding bercorak telor mata sapi, diiringi warna putih yang mendominasi pelapon, sofa bermotif telor,Ranjang king size bermotifkan dadar telor goreng sudah mendominasi ruang yang semulanya berwarna elegan. Akbar, sang CEO kejam yang teramatir itu, telah menyulap kamarnya menjadi telor ceplok, hanya karena permintaan sang istri ,ia rela dan dengan senang hati menerima dan melaksanakan semua keinginan istri tercintanya.


Tak ada kebahagiaan yang lebih bahagia daripada Keluarga.Abay yang dulunya hidup tanpa cinta dan kasih sayang. sekarang telah menjadi orang yang dibudaki cinta.Tak ada sejarah dalam hidupnya dulu untuk menjadi Suami penurut pada Istri. Dia menyadari jika cinta bisa merubah hidupnya lebih berwarna. Apalagi, ia akan menjadi calon Ayah.lengkap sudah kebahagian dirinya.KEBAHAGIAN MANA LAGI YANG AKAN IA DUSTAKAN?


Disinilah tempat,Delia bersama Keluarga dan suami tercintanya berada.Di kediaman Keluarga Chandragunah tepatnya.semua orang sibuk,memandukan kerinduan.Terutama Mama Kiran yang antusias ketika bertemu dengan Menantu tercintanya.Mama Kiran,menyambut kedatangan Delia penuh kebahagiaan,begitu pula dengan Papa Hendra dan Kakek Adi yang ikut bahagia melihat penerus Chandragunah bersatu lagi.Apalagi kabar kehamilan Delia sudah tersebar di berbagai media.


Ada rasa terkejut dan juga bahagia, saat melihat orang tua kandung Delia pulang bersama Delia beserta kedua adik kembarnya. Memang betul, Setia, Glen bersama Kedua anak kembarnya ikut pulang ke indonesia untuk bertemu Keluarga Besan mereka. Setia dan Glen menjelaskan semua yang terjadi di masa lampau, mereka seakan mengerti dan iba kepada menantu keluarga Chandragunah ini.


Kini, Mereka berkumpul di kediaman Chandragunah, para wanita sibuk memasak di Dapur milik Mama Kiran kecuali Delia, Delia di larang keras oleh Abay untuk menyentuh peralatan rumah, apalagi Dapur. Abay tak ingin terjadi sesuatu pada calon Anaknya. Kamarnya pun ia pindahkan ke lantai satu, Agar mempermudah Delia untuk keluar dari rumah ini. Tapi Abay sudah berencana untuk memasang Lip untuk menaiki kamar di lantai 2 dan 3.


"Sayang. " Panggil Abay,Tanganya terus mengelus perut sang istri yang sedang terbaring di kasur.


"Iya. Ada apa Sayang. " Delia menatap Suaminya yang sedang memeluk dan mengelus tubuhnya dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih. " Satu kalimat yang begitu penuh makna Abay lontarkan untuk istrinya. Delia pun mengkerutkan keningnya. Delia merasa aneh dengan Suaminya."Untuk? " Tanyanya sambil Mengelus pipi suaminya.


Abay menangkup Kedua pipi Chubby istrinya.Mata mereka bertemu, tatapan mereka berdua penuh cinta. "Untuk. Untuk rela menjadi Istri yang bercap Kejam beserta mengandung benihkuh di tubuhmu. " Abay tersenyum geli ketika mengucapkan kalimat vulgar seperti ini.Muka Delia panas, tak biasanya Suaminya itu Mesum.


"Dasar Mesum! " umpatnya.


"Kenapa? Gaa boleh? " Tanganya sibuk menyikap rok istrinya. "Mas, kamu nakal. " Delia menerima apapun yang di lakukan Suaminya. Entahlah, Delia sangat menginginkan dirinya di sentuh oleh Suaminya.


Kamar bermotif telor, telah di penuhi dengan racauan dua insan yang sedang memadu kasih. Terik matahari yang sangat panas seakan menambah bara di dalam ruangan Berace. Nafas mereka berdua tersenggal, Abay tak peduli! Bodo amat! Ia sangat merindukan tubuh istrinya. "Sayang? Bolehkah aku menambah? " Pinta Abay dengan muka yang memelas.


"Lakukanlah semaumu, Mas. " Delia memberanikan dirinya untuk mengecup bibir Suaminya Abay yang begitu Manis. Abay terasa tersengat listrik, hatinya penuh kemenangan. Seakan mendapat lampu hijau, Abay membalas lu-matan istrinya lebih dalam. Lama mereka menyalurkan rasa lewat ci-uman panas. Tangan Abay membuka kedua kaki Delia. Dalam satu hentakan, Mereka berhasil bersatu lagi.


"Aku mencintaimu. "


"Aku juga mencintaimu. "


"Selalu"


"Selalu. " imbul Delia.

__ADS_1


"Dan Selamanya. " Abay berucap, Sambil memperdalam tubuhnya di dalam tubuh sang istri. Delia merasa gila akan sentuhan Suaminya yang begitu kuat dan kokoh menganyomi tubuhnya.


Cup


Abay mengecup pipi istrinya.Kemudian ia terbaring di sebelah istrinya. "Mas. Jangan tidur. Kau lupa? Aku tadi menginginkan ketoprak khas bandung yang ada di dekat bundaran, dan es oyen. Apa Kau lupa dengan janjimu? " Delia menatap Suaminya dengan tatapan membunuh. Abay baru teringat dengan janjinya. Ia melototkan kedua matanya.


"Oh iya. Maaf sayang mas lupa. " Abay langsung bergegas bersiap untuk membeli keinginan istrinya. Delia hanya menatap Suaminya dengan bingung.


"Mas, mau kemana? "Tanyanya, dengan muka tanpa dosa.


Abay mengkerutkan dahinya. " membelikan pesananmu. " Ucap Abay, berusaha menahan emosinya. "Tak usah mas. Aku hanya ingin memandangmu. " Dengan muka tanpa dosa, Delia mengucapkan kalimatnya enteng. Abay mengusap dadanya. Seraya beristigfar, dia tak ingin emosi.


Tahan abay, tahannn.. Dia istrimu, ingat anakmu. Batinya


"Yasudah, tataplah Aku. " Ucap Abay, sembadi melepaskan kemeja hitamnya.melemparkan kaos kesembarang arah


"Hikss.. Hikss.. Kau membentaku Mas. Hikss.. Kau jahat. " Abay semakin pusing di buat oleh istrinya ini. Delia berubah 85% dari biasanya.


Meta duduk di kursi berjejer milik Taman di kota Palembang. Ia sudah mengabari Dokter Toni. Bahwa ia akan pulang hari ini. Ia meminta Dokter Toni untuk menemuinya di suatu Taman. Lama, Meta menunggu kedatangan Dokter Toni. Yang di tunggu tak kunjung datang. 30 menit lagi, ia akan kebendara untuk check Out dari palembang.


"Setidaknya, temui aku untuk terakhir kalinya. Hanya kali ini saja. Harapan ku hanya satu. Memelukmu untuk yang terakhir kalinya. " Meta menundukan kepalanya.


Waktu terus berputar, Meta melirik jam tangan murah miliknya, jam menunjukan pukul 11.15, berarti waktunya hanya 15 menit lagi. Jika dalam waktu itu, Dokter Toni tak menemuinya, Upus sudah keinginan Meta untuk bertemu Dokter Toni yang terakhir kalinya.


"Selamat tinggal, Dokter toni. Aku pulang. Semoga engkau selalu berbahagia. " Meta terpaksa berjalan, menyusuri bunga taman. Sengaja ia tak menunggu 15 menit lagi, Karena Meta yakin, Dokter Toni tak akan menemuinya. Meta berjalan seperti orang tak memiliki gairah untuk hidup. Sesekali ia memandang kesekitarnya berharap orang yang di temuinya itu ada di sini. Tapi tetap sama, lelaki itu tak ada di sini.


"Bodoh! Bodoh! Kamu bodoh Meta! Agggggghhhh... " Meta memukul kepalanya sendiri. Kemudian berlari tanpa melihat kemanapun, ia memenjamkan matanya.


Buggggg..


"Auuuu..Sakit. Tanganku. " Meta memegang tanganya yang sakit, tanpa menengok ke sumber yang ia tabrak.


"Mana yang sakit? " Meta terdiam, suara itu.. Sepertinya Meta mengenali siapa pemilik suara itu. Tapi segera ia tepiskan, ia panik, kalau dirinya kembali berhalusinasi.

__ADS_1


"Meta, kau ini. Dasar ceroboh. " Meta menatap siapa pemilik suara itu. Betapa terkejutnya Meta saat ini, melihat orang yang di tunggu nya ada di hadapanya.


"Dokter Toni.. Aaaaaaa... " Meta berteriak kegirangan. Ia berdiri kemudian meloncat seperti anak kecil, sesekali berputar, seperti orang kesurupan. Dokter Toni hanya tersenyum.


"Meta. " panggil Dokter Toni, namun Meta tak menghiraukan. Ia tetap berputar seperti orang kesetanan.


"Meta. "


"Meta"


"Aissshh.. " Dokter Toni memeluk Meta, Meta baru sadar apa yang dilakukanya, ia merasa malu pada dirinya sendiri. Dan sekarang? Dirinya berada di dalam pelukan seseorang yang ia cintai? What? Apakah Meta bermimpi? Tidak! Ini nyata.OMG!


Tanpa rasa malu, meta membenamkan tubuhnya ke dada bidang milik Dokter Toni. "Dokter toni. Terimakasih, tapi aku harus pulang. " Meta tetap berada di dalam pelukan dokter Toni. Ia berusaha lepas dari pelukan ini. Tapi itu tidak bisa!


"Meta Granvina. Aku mencintaimu. "


"Aku mencintaimu. "


Blammm.. Meta terasa hanyut, ia hanyut saat mendengar Toni mengucapkan kalimat cinta. Ais salah maksudnya ungkapan cinta. "A-a -a.. " Meta gelagapan. Dokter toni semakin memepererat pelukanya. "Aku mencintaimu Meta. " Meta semakin hanyut. Bahkan tubuhnya tak kuat menahan rasa detakan jantungnya. Tubuhnya pingsan. Tapi tidak untuk mata dan mulutnya.


"Aku juga mencintaimu Dokter Toni. AKU SANGAT MENCINTAIMU. " Teriak Meta. Kemudian langsung tak sadarkan diri. Dokter Toni panik melihat Meta yang tak Sadarkan Diri.


End


Akhirnya, Novel Suamiku CEO kejam telah tamat. Author ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian yang telah mensuport author sampai di ujung kisah cinta Tuan ferguso ini. Tetap sehat dan selalu dalam lindungan allah. Selalu jaga kesehatan. I love you readers❤


Nantikan cerita selanjutnya.


Author gaa bisa ngomong banyak,intinya author sangat berterimakasih pada kalian semuanya.


Bye bye 😘


Salam dari Author Deai 😙

__ADS_1


__ADS_2