
Satu minggu telah berlalu, tak ada yang berubah selama seminggu ini. Cinta yang di dapatkan bagi Delia tak bisa terbendung lagi, kebahagian yang di dapatkan seakan utuh karena kasih sayang dari Suami yang berlimpah ruah, Mama Kiran yang so akttive dalam mengajarinya hal baru, Papa Hendra yang pro aktiv dalam menangani masalah dan Kakek Adi yang galak hampir sebelas duabelasan dengan suaminya.
Pagi ini, Delia berlari kesana kemari,mulai menyiapakan air hangat untuk mandi suaminya, pakaian yang akan di gunakan suaminya,tas dan map yang akan di bawa oleh suaminya. Jika di tanya, kenapa tidak bik Ija atau bik Ninik saja yang mempersiapkan semua kebutuhan suaminya? Tentu saja Delia melarang keras. Baginya urusan suaminya itu tanggung jawab nya, bukan orang lain.
Pagi ini Delia menyelesaikan tugas paginya dengan terburu-buru, karena semalam ia begadang dengan suaminya hanya untuk melakukan olahraga ranjang. Alhasil, Delia terbangun pukul tujuh pagi. Mereka pun meninggalkan sholat subhuh karena terlambat bangun.
"Mas, Ayo bangun,ini sudah pukul tujuh l lewat loh mas, katanya kamu ada meeting pagi ini. " Ucap Delia, sambil mengeluarkan kemeja yang akan dikenakan suaminya.
"ihhh Mas Abay ni yaa kebiasaan, Mas. Mas. Bangun gih, ini udah jam berapa? Aku tuh mau ke dokter mas, isshh kamu.. Ee upss.. " Ucap Delia keceplosan, memang benar hari ini Delia akan melakukan cek up ke dokter yang telah ia pilih kemarin, karena kehamilan yang sudah memasuki minggu ke-3.
"Semoga aja mas Abay gaa denger yaa, dua hari lagi ulang tahun kamu mas, aku gaa sabar untuk memberi tahu kamu. " Ucap Delia penuh harapan.
"Hemmm.. Sayang? " Sapa Abay di pagi hari.Delia yang lagi berhalusinasi pun meninggalkan halunya karena terganggu oleh suara berat khas suaminya.
"Jam berapa? " tanya Abay santai.
"Udah jam 7.30 lewat mas, kamu shi di bangunin susah benerr, aku tu udah bangunin kamu hampir berapa menit mas, " Seperti biasa, saat di pagi hari pasti Delia akan berkomentar saat suaminya bersalah.
"Ha? Serius? Aduh kamu gimnaa shi sayang, kan aku ada meeting. " Tak ingin memakan waktu segera Abay berdiri dengan setengah nyawanya untuk memasuki kamar mandi.
"Tuh kan dasar suami kejam, udah di bangunin pakek kelembutan pakek kesabaran ekstra eeee giliran udah bangun malah nyalahin istrinya, kenapa gaa bangunin? Aku itu ada meeting? Kamu itu gimana shi sayang? " Gumam Delia kesal sambil mengikuti logat suaminya.
"Sayang, tolong ambilin mas handuk yaa, mas lupa. " Teriak Abay di dalam kamar mandi.
"Ya sebentar Mas. " Balas Teriakan Delia.
"Tuh kan, kebiasaan. Kalau lagi genting kek gini suka sekali merintahin orang, gaa tau apa? Kalau aku itu capek nya gimana, terlebih lagi aku suka mual saat awal kehamilan ini. " Ocehan Delia sambil mengambil Handuk untuk suaminya.
"Nih mas ambil, Aku turun duluan ya, untuk bantuin Mama buat sarapan. " Ucap Delia jutek.
"Terimakasih ya sayang. Iya gaapapaa.. Kamu duluan aja, entar mas nyusulin oke. "Ucap tuan Ferguso, sambil menutup pintu kamar mandi lagi.
Delia menuruni anak tangga secara perlahan. Karena dirinya tahu bahwa ia sedang berbadan dua.
"Selamat pagi ma. Selamat pagi pa. Selamat pagi kek. " Sapa Delia ramah sambil melemparkan senyuman termanisnya.
"Eee Mantu mama, selamat pagi. " Ucap Mama Kiran sembari menata makanan di atas meja.
__ADS_1
"Dimana suamimu nak? " tanya Papa Hendra sedikit bingung saat anak menantunya itu menuruni tangga tanpa suaminya.
"Itu Pa. Mas Abay lagi mandi karena kesiangan Pa. " Ucap Delia.
"Ohhh pasti karena pertempuran semalam.Soalnya kakek dengar musik senam semalam di kamar atas. " goda Kakek Adi sembari terkekeh geli.
Bluss.. Muka Delia Merah padam, Saking malunya, tanpa sadar Delia Melilit mie di garpu tanpa memakanya.
"Udah kek, jangan kek gitu, kasian kan istri aku jadi nya gaa jadi makan. " potong Abay yang telah sampai di meja makan.Semua orang pun menertawai Delia.
"Sudah, sudah. Kita lanjtkan sarapanya. " ucap Mama kiran. Karena waktu terus berjalan mereka harus melakukan aktivitas lainya.
Breakfast pagi ini diawali dengan keharmonisan keluarga mereka. Tawa dan canda terus saja mengiringi pagi yang agak kurang mendukung ini.
"Mas,Makan siang nya entar aku antar ya mas. " Ucap Delia, saat mengantar suaminya untuk memasuki mobil, Delia tak sempat untuk memasak karena kesiangan. Alhasil dirinyalah yang akan mengantarkan makan siang kelak ke kantor suaminya.
"Iya sayang, mas pergi dulu ya, soalnya ada meeting. " Morning perpisahan itu dilemparkan oleh Abay kepada istrinya. Sedikit mengusap perut istrinya, tentu saja Delia tak menyadarinya. Walau Abay masih bingung siapa ayah dari anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu, tapi dia merasa ada iktan dengan bayi itu sendiri.
Setiap malam Abay selalu mengusap perut istrinya tanpa sepengetahuan Delia. Ia usap dengan lembut, sesekali mengajaknya berbicara, layaknya Ayah dan Anak sungguhan.
******
Siang ini Delia memasak begitu banyak untuk suaminya. Delia berencana akan mengajak Kak Marco juga untuk makan bersama mereka kelak. Saat sudah menata makanan di dalam kotak nasi, Delia bergegas untuk menyiapkan diri terlebih dahulu.
"Mari pak ju, " Ajak Delia saat memasuki mobil yang akan mebawanya siang ini.
"Baik non, " Ucap Pak juu tidak banyak basa basi.
"Ke rumah Sakit dulu ya pak, soalnya ada teman Delia yang masuk rumah sakit. " bohong Delia tak ingin di curigia dengan Pak Juu.
"Oh baiklah non. " Pak juu mensetujui permintaan Delia,tanpa mencurigainya sedikit pun.
Setibanya di Rumah Sakit , Delia menemui dokter kandungan yang bernama Dokter Hans. Dokter Hans adalah dokter kandungan termuda yang ia cari melalui media sosial.Memang Zaman sekarang serba serbi bisa melalui alat canggih ini.
"Perkembangan nya baik,jika sudah memasuki bulan ke-5 kehamilan ada sebaiknya Nona melakukan USG, karena menurut saya, Nona akan memiliki twins baby. " Perjelas Dokter Hans.
Delia menutup mulutnya. Tak di sangka jika di dalam rahimnya terdapat dua nyawa."Alhamdulilah,dokter tidak berbohong kan? " tanya Delia ragu,tanganya tak berhenti mengusap perutnya yang masih rata itu.
__ADS_1
"Untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil USG Kelak Nona. " Ucap Dokter Hans.
"Ohh baiklah Dok. " Delia meninggalkan ruangan Kandungan itu.Muka Delia berseri-seri saat mengetahui di dalam rahimnya ada dua nyawa. Tanganya tak berhenti untuk mengusap perutnya yang masih rata.
Saat ini Delia dan Pak juu pergi ke perusahaan Chandragunah grup. Setibanya disana, Semua mata menatap kedatangan Nyonya mudanya.Tentu semua orang tahu bahwa Delia adalah nyonya Akbar Chandragunah, dari konferensi pers beberapa minggu lalu.
Delia Memasuki Lip yang akan membawanya ke Ruang Suaminya. Tangan kananya memegang handpone dan tangan kirinya menenteng paper bag berisikan kotak nasi.
Setibanya di depan Ruangan suaminya, Delia melihat pintu itu tidak tertutup rapat. Sengaja Delia belum mengetuknya karena ia ingin menguping ucapan suaminya dengan Sekretaris Marco.
"Tentu saja, gue akan menggugurkan Anak itu, tanpa Sepengetahuan istriku. " Ucap Abay kepada Marco.
bughhh....
Seketika Nasi yang di genggam Delia itu terjatuh kelantai, begitu pula dengan ponsel miliknya. Kedua tanganya menutup mulutnya seakan tak percaya, apa yang di ucapkan Suaminya barusan. Harapan dan Rencana yang ia bangun seakan Sirna di terpa Ombak dalam hitungan detik saja,hatinya terkoyak, tercabik-cabik dengan ucapan suaminya.
"Mas, kamu tega! kamu tega ingin membunuh Anak kamu sendiri! darah daging kamu sendiri! Ternyata cinta yang kamu berikan selama ini, itu Sandiwara.Aku tak pernah menyangka kau akan berbuat ini kepadaku mas. " Delia berlari sejauh mungkin meninggalkan kantor suaminya ini. Tangisnya tak terbendung lagi.Hatinya sakit sekali.
Semua mata menatap kepergian Delia yang berderai air mata, semua karyawan bertanya tanya, kenapa istri Presdir itu berlari? Kenapa istri Presdir menangis?. Beribu pertanyaan di otak mereka.
Delia terus berlari, sejauh mungkin,Tanganya memberhentikan sebuah taxi yang kebetulan berlalu di hadapanya, Delia memasuki taxi itu dengan deraian air mata.
"Hikss.. Apa salah anak ini Mas. Kenapa kamu tega! Ini darah dagingmu sendiri mas. Bahkan saat anakmu masih di dalam kandungan pun kau telah berencana akan membunuh anak tanpa dosa ini mas. Kamu jahat mas! KAMU JAHAT! KAMU LELAKI YANG PALING AKU BENCI, KAMU JAHAT MAS. hiksss... " Teriakan Delia di dalam taxi, Bapak sopir pun merasa panik saat melihat Delia menangis dan berteriak seperti itu.
Tbc...
Tinggalkan jejak kalian gaiss.. 🤗❤
Untuk beberapa hari aku gaa up gaiss
Karena ada urusan penting
Bye bye😚🤗
Jangan lupa join ke grub ❤
See you agin
__ADS_1