Suamiku CEO Kejam

Suamiku CEO Kejam
Malam pertama


__ADS_3

Di belahan bumi lain


"Sayang, apakah kau tidak Ingin mencari putri kita " Ucap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan elegan


"Aku masih memikirkannya, apakah Askah sudah tahu bahwa Delia bukan putrinya, melainkan dirikuh" imbal lelaki paruh baya yang masih bertubuh kekar, berkarisma itu.


"Sepertinya kita harus pulang ke indonesia sayang, ini saatnya kita mengungkap kebenaran. "


**********


!!! Warning!!! Anak di bawah umur di larang membaca!!!


Mentari sudah mulai kembali ke ufuk barat, sama seperi Delia yang sudah kembali lebih awal dibandingkan suaminya. Setelah melewati ritual kecantikan, luluran, perawatan wajah, kulit, muka, dan lain sebagainya, semua di sarankan oleh kiran melalui sambungan telpone.


Bukan hal mudah bagi seorang Abay melepaskan istrinya untuk pergi ke sebuah Kesalon kecantikan, tentunya di izinkan dengan syarat di ikuti para bodyguard, sedikit cekcok akhirnya dipatuhi oleh Delia walau dia keberatan.


Sesampai di rumah, Delia memasuki bat up merendam diri dengan wewangian beraromakan stroubery, Setelah itu ia membuka paper bag yang di berikan mama kiran kemarin.


"WHAT! INI APA? BAJU KEKURANGAN BAHANKAH? KENAPA SEPERTI BAJU PAKAIAN DALAM! " pekik Delia saat melihat baju lingerie berwarna hitam yang begitu cantik dan sexy.


"Ini gaa bener, aku harus hubungi mama"


Tingggg... Notif pesan yang di kirimkan kiran, sebelum Delia menghubungi Kiran ia lebih dahulu mengirimkan pesan.


"Sayang, jangan hubungi mama malam ini ya, mama ada acara, jangan tanya kenapa baju nya kurang bahan, mama harap kamu mengerti dan segera memberikan mama cucu, semangat sayang " pesan singkat dari kiran


"Huhhh... Sebaiknya aku ikuti saran mama, baiklah sekarang aku akan pakai baju sexy ini, dan ini farfum " ucap delia dengan menenteng pakaian ke dalam walk in closet.


Setelah beberapa menit delia sudah menggunakan baju sexy yang sangat pas di tubuhnya, belahan dada yang terexpose, paha mulus yang menggoda, lekuk tubuh indahnya terpampang nyata di hadapan kaca, tak lupa ia mengguraikan rambut gelombang yang dimilikinya menambah kesan inner buaty, ia semprotkan farfum di bagian leher, paha, tangan, ketiak dan lainnya.


Delia sudah siap, ia duduk di sofa, menunggu kedatangan suami tercinta, setelah 25 menit menunggu, delia dapat mendengar mobil milik suaminya yang sudah berada di perkarangan rumah besar ini.


Aduhh, aku malu, aku harus apa? Hemm aku gugup! Yaa allah bantu aku! Supaya aku berhasil. Gumam delia

__ADS_1


Ceklekkk


Pintu terbuka, menampilakan sosok tubuh kekar yang kelihatan kusut setelah bekerja di kantor, Abay memasuki kamar,matanya fokus ke satu arah yaitu selimut tebal yang membalut tubuh istrinya sampai keleher.


"Kenapa? Apakah dia sakit? "


"Sayang, kamu sakit? Kenapa selimutnya sampai disini hemmm? " tanya lembut Abay sambil mengelus pipi chuby istrinya sesekali ia layangkan kecupan di kening Delia


Delia hanya menggelengkan keplanya "bagaimana ini, aku malu, OMG tolong akuuuu " batin delia


"Heiii sayang, kamu kenapa heemmm" Abay menarik selimut Delia membuangnya ke sembarang arah


Delia yang gugup hanya memejamkan matanya, menutup dengan kedua tangannya "a-ku malu mas" Seucap kalimat yang di ucapkan delia berhasil membuat mata abay yang tadinya fokus dengan lekukan indah sang istri beralih ke raut muka sang Istri yang kelihatan gugup.


Sekilas senyuman penuh arti abay berikan saat melihat tubuh sexy istrinya


Abay menelan Silvananya secara kasar, bahkan yang di dalam celananya sedikit bediri pertanda sang pedang sakti telah tergoda, abay mencium seluruh muka sang istri "sayang, kau menggodaku, aku pastikan malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan oleh kita" abay berbisik di telinga delia, hanya di tanggapi muka yang merah merona


Abay tak mengubris perkataan sang istri, ia melu*mat bibir ranum delia, awalnya hanya sebuah kiss biasa saja, lama kelamaan menjadi hawa panas yang saling meminta, delia membalas kecu*an panas sang suami, menggantungkan kedua tanganya di leher sang suami.


Tangan abay bergeliya, pertama ia bermain di leher jenjang sang istri yang berhasil membuat sang empuh merintih kegelian, tangan kekar itu turun membelai perbukitan kembar yang masih di balut kain tipis kekurangan bahan, tangan itu terus menelusuri lekukan tubuh sexy istrinya, hingga sampai di suatu titik kewanitaan, tangan itu menyelinap masuk kedalam CD, dengan lihaynya mengelus, mengusap, bahkan kecup*an telah turun di ************ sang istri tetap meninggalkan jejak petualangannya.


"Mass.. Emm" erangan tertahan Delia , menggigit bibir bawahnya saat Abay membuka paksa kain tipis di tubuhnya sehingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang.


"Jangan di tahan sayang, keluarkan saja, rilex yaa sayang " suara berat Abay sambil melepas semua pakaianya hingga berhasil polos, delia menutup matanya saat melihat pedang yang menantang yang ia sebut jamur.


"Hemmm mass " Desah delia saat lidah abay berhasil mengelus titik kewanitaanya


Abay terus bermain di bagian titik kewanitaan delia, seakan candu dengan aroma khas yang diciptakan luluran siang tadi. Saat abay rasa erangan delia semakin memuncak segera ia cepatkan irama lidah yang bermain di lubang syurgawi itu.


"Mas! Emm " erangan delia tak tertahankan saat merasa telah sampai di titik puncaknya


"Keluarkan sayang, jangan di tahan " Abay mempercepat permainan nya saat ini

__ADS_1


"Ouhh.. " erangan delia saat telah sampai ke titik pusat pertempuran, dengan senangnya abay berhasil memainkan sampai titik kepuasan sang istri berhasil membuat istrinya lemes, delia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.


milik abay semakin memuncak, setelah ia berhasil mendaki perbukitan bahkan ia menyusuri dengan lidah dan bibir sexy miliknya berhasil membuat Delia semakin panas seakan meminta lebih " sayang kau siap? " tanya abay dengan suara khas berat, saat ini ia mengarahkan pedangnya sedikit menggesekan kearah titik pusat milik delia


"Emmm iya mass" ucap delia sambil menggit bibir bawahnya menahan sesuatu kenikmatan yang belum pernah ia rasakan


Abay memasuki dengan perlahan, memberi salam terlebih dahulu dengan berkenalan melalui setiap kulit bersentuhan, memperdalam, halhasil bagian kepalanya berhasil masuk walau belum setengah dengan susah payahnya ia memasukan tanpa harus membuat sang istri kesakitan


"MAS sakitttt..!! hikss.. Hiksss" tangis delia saat abay menghentak miliknya memasuki sarangnya, abay melu*mat bibir ranum delia, menghentikan aksi nya.


Setelah ia rasa delia sedikit tenang,ia memutar pinggangnya sedikit, darah segar menetes di seprai berwarnah putih.


"Mass emm" erangan delia saat Abay memulai menggoyangkan miliknya


"Sayang terimakasih, aku mencintaimu " ucap abay dengan diiringi erangan kecil, mempercepat mainnya saat mendengar erangan erotis delia


Delia hanya mangut-mangut, suara erotis Yang di ciptakannya berhasil membuat Abay semangat dalam permainanya malam ini.


"Milikmu sangat sempit aahh! " erangan abay, saat pedangnya serasa dihisap oleh daging lembut milik delia


"Ahhhh.. " erangan Mereka berdua saat berhasil mencapai puncaknya


Entah berapa kali mereka melakukannya, Hingga mereka tertidur pulas dalam dekapan selimut, tanpa mengeluarkan miliknya di dalam sarangnya. Seakan tak ingin melepaskan kenikmatan yang mereka ciptakan malam ini.


**********


Otor: aku benci pikiranku šŸ¤”


Abay: aku masih suci thoršŸ˜‚


Otor :terimakasih ke otor dulu yaa, like comment, tinggalin jejak kalian.


Abay : siap otor baikuh yang suci ā¤

__ADS_1


__ADS_2